Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Sinkronisasi Estrus dan Fertilitas Spermatozoa Hasil Sexing pada Sapi Bali di Sulawesi Tenggara (EFFECTIVENESS OF ESTRUS SYNCHRONIZATION AND SPERMATOZOA FERTILITY RESULTS OF SEXING ON BALI CATTLE IN SOUTHEAST SULAWESI) Takdir Saili; La Ode Nafiu; La Ode Baa; Syam Rahadi; Astriana Napirah; Syamsuddin Syamsuddin; I Wayan Sura; Febiang Lopulalan
Jurnal Veteriner Vol 18 No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.005 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.3.353

Abstract

Estrus synchronization is one of the reproduction technology applied in the cows that aim to induce estrus of some cows to occur in the same time. In this research, all cows expressing estrus would be inseminated using sexed sperm that produced using column albumen method. Sexing sperm technology could be applied to produce the desired sex of calf. Effectivity of chilled sexed sperm to produce the desired sex of calf was evaluated in this research. Sixty three bali cows divided into 2 groups of ages (3-4 yo. and 5- 6 yo.) were used and performed synchronization using Capriglandin (PGF2a) hormone prior to application of artificial insemination with chilled sexed sperm. Variable measured were success rate of synchronization, estrus post synchronization, estrus quality, non return rate, conception rate and calving rate. The results showed that 62.90% of cows showed estrus following synchronization, estrus post synchronization occurred at 71.73 hours following synchronization, and estrus quality was 2.5%. There were 82.54% of inseminated cows was predicted to be pregnant after first insemination using chilled sexed sperm. However, only 73.02% could maintain the pregnancy up to calving. Whereas 78.26 % of newborn calf was male calf. Finally, it was concluded that PGF2a was effective to trigger estrus in bali cows, while sexed sperm still had good fertility and the sex of newborn calf was 78,26% confirmed the prediction. ABSTRAK Sinkronisasi estrus merupakan salah satu teknologi reproduksi yang diterapkan pada ternak sapi betina dengan tujuan untuk mendapatkan sejumlah ternak yang estrus secara bersamaan. Pada penelitian ini ternak yang mengalami estrus tersebut diinseminasi menggunakan spermatozoa yang telah melalui proses sexing menggunakan metode kolum albumen. Teknologi sexing spermatozoa memungkinkan untuk mengatur kelahiran anak ternak sesuai jenis kelamin yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan semen cair hasil sexing dalam memproduksi anak sapi dengan jenis kelamin yang diinginkan. Sapi bali induk sebanyak 63 ekor yang dibagi ke dalam dua kelompok, umur 3-4 tahun dan 5-6 tahun digunakan sebagai akseptor pada penelitian ini. Sebelum inseminasi buatan (IB) dilakukan, semua sapi akseptor disinkronisasi menggunakan hormon Capriglandin (PGF2a). Variabel yang diamati adalah keberhasilan sinkronisasi, estrus pascapenyerentakan birahi, kualitas estrus, non return rate, conception rate dan calving rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,90% sapi mengalami estrus setelah sinkronisasi dengan rataan waktu munculnya estrus 71,73 jam dan kualitas estrus 2,5. Sapi yang diprediksi bunting setelah inseminasi pertama dengan semen hasil sexing mencapai 82,54%. Jumlah sapi yang mampu mempertahankan kebuntingan hingga melahirkan hanya 73,02% dengan persentase jumlah anak sapi jantan yang dilahirkan mencapai 78,26%. Simpulan yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah PGF2a cukup efektif merangsang munculnya estrus pada sapi bali induk dan spermatozoa hasil sexing masih mempunyai daya fertilitas yang cukup baik dengan tingkat kesesuaian jenis kelamin anak sapi yang dilahirkan mencapai 78,26%.
KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI LIMOUSIN PADA LAMA SIMPAN YANG BERBEDA Enike Dwi Kusumawati; Hillarius Betu; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Syam Rahadi
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.303 KB) | DOI: 10.32503/fillia.v3i1.162

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas semen segar sapi limousin dengan lama simpan yang berbeda. Penelitian dilakukan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang dan Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Kanjuruhan Malang. Variabel dalam penelitian meliputi motilitas dan viabilitas semen segar sapi limousin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama simpan yang sangat nyata (P<0,01) baik yang menggunakan pengencer maupun tanpa pengencer terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa semen segar sapi limousin. Motilitas dengan lama simpan baik yang menggunakan pengencer maupun tanpa pengencer 12, 9, 6, 3 dan 0 jam menunjukkan nilai yang lebih baik yaitu 70% dari pada lama simpan 15,18, 21 dan 24 jam yaitu hanya mencapai 25%. Tetapi tidak ada pengaruh (P>0,01) penggunaan pengencer dan tidak ada interaksi antara lama simpan dan penggunaan pengencer terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa semen segar sapi limousin. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu motilitas dan viabilitas tertinggi diperoleh pada perlakuan semen segar sapi pejantan limousin pada suhu 25-27oC selama 0 jam baik dengan menggunakan pengencer maupun tanpa pengencer sebesar 70% dan 93%. Sedangkan terendah diperoleh pada penelitian dengan suhu 25-27oC sebesar 20% dan 56,99%. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan untuk menggunakan semen segar pada suhu 25-27oC tidak lebih dari 3 jam
PELUANG BISNIS OLAHAN SUSU KAMBING Enike Dwi Kusumawati; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Henny Leondro; Tri Ida Wahyu Kustyorini; Dimas Pratidina Puriatuti Hadiani; Syam Rahadi
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.134 KB)

Abstract

Aplikasi PPUPIK untuk menghasilkan bibit kambing PE dan aneka olahan susu dengan memanfaatkan bahan baku lokal akan memberikan dampak sosial melalui penyerapan tenaga kerja. Upaya tersebut akan memberikan stimulus bagi petani/peternak di daerah Malang dan sekitarnya untuk mengembangkan sistem peternakan yang efisien dengan memanfaatkan semen pejantan unggul, pemanfaatan complete feed berbasis limbah pertanian, dan pembuatan yoghurt dengan penambahan bahan lokal yang potensial dan bernutrisi tinggi. Produk yang dihasilkan akan dipasarkan secara berjenjang dari taraf lokal, kota Malang, wilayah Malang raya, Jawa Timur ataupun secara nasional. Pemasaran menggunakan beberapa metode diantaranya dari mulut kemulut, pembuatan brosur, sosial media (FB, twitter, instagram, dan lain-lain) dan website online store.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SUSU AFKIR DI DESA KEMANTREN KECAMATAN JABUNG Waluyo Edi Susanto; Enike Dwi Kusumawati; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Henny Leondro; Dimas Pratidina Puriatuti Hadiani; Tri Ida Wahyu Kustyorini; Syam Rahadi
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.358 KB)

Abstract

Pelatihan dan pendampingan produk olahan susu di desa Kemantren kecamatan Jabung Kabupaten Malang ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam pemanfaatan susu afkir menjadi  produk susu yang memiliki nilai jual, sehingga nantinya dapat memberikan keuntungan bagi peternak. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah diskusi tanya jawab terkait permasalahan yang dihadapi, penyuluhan/penyadaran  dan pelatihan, serta pendampingan sehingga dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa terutama kelompok peternak. Nilai tambah yang lain dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan istri anggota peternak untuk mengisi waktu luang dengan membuat produk olahan susu yang mudah dibuat, serta bermanfaat bagi kesejahteraan  keluarga. Berdasarkan hasil pelaksanaan program pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta penguasaan masyarakat  tentang pengolahan  susu afkir. Dengan demikian  dapat disimpulkan bahwa kegiatan program pengabdian pada masyarakat ini dapat mendorong dan mendukung mitra untuk menciptakan dampak  yang positip bagi  kemandirian dan peningkatan produktivitas masyarakat.
KARAKTERISTIK WILAYAH, DEMOGRAFI, DAN MOTIVASI PEMELIHARAAN AYAM RAS PETELUR DI KABUPATEN KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA Rahadi, Syam; Tyasari, Irma; Sarwoko, Endi; Rusno, Rusno
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.10812

Abstract

The business of laying hens in Konawe Regency, Southeast Sulawesi, has a very large opportunity, an area that is known as an agriculture-based area as well as a food support area for Kendari City as the provincial capital. This study aims to examine regional characteristics, demography of laying hen breeders, and motivation to raise livestock. This research is a qualitative research with a descriptive aim to describe certain conditions or phenomena. Information selection was carried out by purposive sampling, required to have experience in raising laying hens for 2 years and snowball sampling. Data collection was carried out by direct interviews and observations at plantation business locations. During the Covid-19 Pandemic visits to informants carried out strict health protocols. Some additional information for matters deemed important is confirmed and re-validated by telephone. The topography of the land in Konawe Selatan Regency generally has an undulating and hilly land surface. The height of the land above sea level ranges from 0-1000 meters, dominantly at an altitude of 100-500 meters which reaches 39%, with a land slope between 0-36 degrees, the soil type is dominated by grumosol, podzolic and latosol, between these hills, land stretches which are potential areas for the development of the agricultural and livestock sectors. The distribution of land use in South Konawe Regency is as much as 24% (1008.21 km2) which has the potential to be used as agricultural land and livestock. The average temperature, humidity, wind speed, air pressure, and solar radiation in South Konawe Regency throughout 2020 are as follows 26.79°C, 85.25%, 1 m/s, 1009.57 mb, and 47.33%. The main business of laying hens is 76.92% as breeders, the average age of breeders is 49.00 ± 16.65 years with farming experience of 7.49 ± 7.41 years. The education of breeders was dominated by high school graduates (46.15%) and university graduates (38.46%). In general, the motivation to raise laying hens is 92.31% as the main business and 7.69% as a side business.
Integrated Agribusiness Optimization: Palm-Livestock and Local Wisdom Tolaki Ethnic in North Konawe, Indonesia Rianse, Ilma Sarimustaqiyma; Baka, Wa Kuasa; Rianse, Usman; Rahadi, Syam; Sarabiah, Sarty
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 10, No 2 (2023): JITRO, May
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v10i2.25967

Abstract

The palm oil industry has the potential as a ruminant livestock development area because it holds large feed resources, economic value, and social value. This study explicitly aims to identify the dimensions of the local wisdom of the Tolaki ethnicity regarding buffalo and cattle farming and develop a model for integrating buffalo and cattle farming in oil palm plantations based on the local wisdom of the Tolaki ethnic community in the North Konawe Regency. The research method uses a phenomenological approach and is analyzed descriptively. The research results show the dimensions of the local wisdom of the Tolaki ethnic group in the business of raising buffalo and cattle, including the dimensions of knowledge and skills, the dimensions of social status (Anakia), the economic dimension, and the dimension of obedience to the law. Meanwhile, there are two integration models for the buffalo/cattle livestock business and the oil palm plantation business: the extensive and intensive integration models. The research results, in general, can be concluded that the dimensions of the local wisdom of the Tolaki tribe in integrated cattle/buffalo livestock business in oil palm plantations are divided into 4 parts with extensive and intensive integration models. Keywords: integrated agribusiness, livestock, oil palm, local wisdom
Ukuran Populasi Aktual, Ukuran Populasi Efektif, dan Laju Inbreeding Per Generasi Kambing Kacang di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara Rahadi, Syam
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.20187

Abstract

1
Karakteristik dan Tipologi Sistem Produksi Kambing Kacang di Pulau Binongko Sulawesi Tenggara Irawati, Irawati; Sandia, Natsir; Hafid, Harapin; Aka, Rahim; Sulfitrana, Andini; Rahadi, Syam
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v10i2.6203

Abstract

Peternakan kambing merupakan kegiatan penting bagi masyarakat di Pulau Binongko, Provinsi Sulawesi Tenggara, yang berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan tipologi sistem produksi kambing kacang. Penelitian ini dilakukan di Pulau Binongko, Kabupaten Wakatobi, dengan menerapkan pendekatan survei untuk mengumpulkan data dari tiga desa yang dipilih dari total 14 desa yang ada. Pemilihan desa dilakukan melalui stratified random sampling berdasarkan tiga strata populasi: Desa Palahidu Barat (populasi rendah), Kelurahan Popalia (populasi sedang), dan Desa Makoro (populasi tinggi). Sampel kambing diambil dengan metode total sampling, melibatkan 40 peternak kambing, dan data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase untuk setiap variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem produksi kambing di Pulau Binongko diklasifikasikan sebagai sistem keluarga. Tingkat pendidikan peternak mayoritas rendah, dengan 37,50% lulusan SD. Rata-rata umur peternak adalah 53,95 ± 12,37 tahun, dengan pengalaman beternak rata-rata 11,08 ± 6,31 tahun. Sistem pemeliharaan sebagian besar dilakukan secara intensif (82,50%), dengan kandang tradisional berlantai tanah (100%) dan ternak digabung tanpa membedakan status fisiologisnya (52,50%). Selain itu, rendahnya aplikasi teknologi pakan teridentifikasi, dengan pemberian pakan dilakukan melalui sistem cut and carry.
Peningkatan Produktivitas Ternak Kambing Melalui Edukasi Manajemen Reproduksi di Desa Cialam Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Fadilla, Zahra Jinan; Malesi, La; Hakim, Muh. Haidir; Ilahude, Meygi Caecarika Putri; Rahadi, Syam
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7429

Abstract

Manajemen reproduksi yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kambing rakyat, namun praktik tradisional dan minimnya pencatatan menyebabkan rendahnya performa reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak mengenai manajemen reproduksi kambing melalui bimbingan teknis. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–November 2025 di Kelompok Ternak Mendho Kencono Lestari, Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, dengan 13 peternak sebagai peserta. Metode yang digunakan mencakup ceramah (40%), demonstrasi dan praktik lapang (30%), serta pendampingan teknis (30%) melalui kunjungan kandang dan konsultasi individual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta belum melakukan pencatatan reproduksi, yang berdampak pada sulitnya evaluasi performa ternak dan meningkatnya risiko inbreeding. Setelah pelatihan teknis, peternak mampu mendeteksi estrus lebih akurat, memahami manajemen kebuntingan, penanganan kelahiran, pemberian kolostrum dini, serta melakukan seleksi dan rotasi pejantan untuk mencegah inbreeding. Temuan ini sejalan dengan literatur internasional yang menunjukkan bahwa pelatihan teknis disertai pendampingan berkelanjutan dan community-based breeding programs meningkatkan keterampilan peternak, memperbaiki angka kebuntingan, menurunkan mortalitas anak, dan mempertahankan keragaman genetik. Kesimpulannya, pelatihan terstruktur melalui ceramah, praktik lapang, dan pendampingan efektif meningkatkan kapasitas peternak dalam manajemen reproduksi, mendorong penerapan pencatatan dan seleksi pejantan, serta mendukung keberlanjutan dan efisiensi usaha peternakan kambing skala masyarakat.
BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA BLACK SOLDIER FLY (BSF) DI KELURAHAN TOBIMEITA, KECAMATAN NAMBO, KOTA KENDARI Bain, Ali; Sani, La Ode Arsad; Rahman; Kurniawan, Widhi; Rahadi, Syam; Hakim, Muh Haidir
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.5081

Abstract

Kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Black Soldier Fly (BSF) dilaksanakan di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, sebagai salah satu upaya pengabdian kepada masyarakat dalam mengatasi permasalahan limbah organik secara produktif dan ramah lingkungan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi, yaitu maggot sebagai pakan ternak dan kasgot sebagai pupuk organik. Metode pengabdian yang digunakan meliputi beberapa tahapan, yaitu identifikasi permasalahan dan kebutuhan masyarakat, penyuluhan mengenai konsep ekonomi sirkular dan manfaat budidaya BSF, pelatihan praktik langsung pembuatan media budidaya, pemeliharaan larva, serta pendampingan teknis secara berkelanjutan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Halu Oleo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan BSF, perbaikan fasilitas kandang maggot, serta kemampuan mengelola limbah organik secara lebih efisien. Selain berkontribusi terhadap pengurangan volume sampah organik, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya ekonomi sirkular berbasis masyarakat yang berpotensi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.