I Komang Budaarsa
Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar Bali

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERFORMA BABI BALI YANG DIPELIHARA DALAM KANDANG DENGAN ALAS KANDANG TANAH, BETON, DAN LITTER (BAPUK) Surya Kencana Jaya P. G. A.; K. Budaarsa; I G. Mahardika
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.9 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i01.p03

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui performa babi bali yang dipelihara dalam kandang dengan alaskandang yang berbeda. Penelitian dilakukan selama 3 bulan mulai bulan Agustus sampai November. Penelitianmenggunakan babi bali dengan berat 12-13 kg. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acaklengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan yaitu babi bali yang dipelihara dalam kandang dengan menggunakanalas tanah (A) sebagai kontrol, kandang dengan menggunakan alas beton (B), kandang dengan menggunakan alaslitter (bapuk) (C). Peubah yang diamati pada penelitian adalah performa produksi, kecernaan nutrien, iklim mikro,analisis ekonomi, dan kepadatan lalat pada kandang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan akhir,pertambahan berat badan, konsumsi ransum, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan lemak,kecernaan serat kasar, kecernaan abu, dan iklim mikro pada kandang menunjukkan hasil yang sama (P>0,05).Feed convertion ratio (FCR) dan kecernaan protein menunjukkan hasil yang lebih baik pada alas beton dan bapuk(P<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah performa babi bali yang dipelihara dalam kandang denganmenggunakan alas yang berbeda tidak memberikan pengaruh. Biaya produksi paling efisien dan hasil produksipaling tinggi didapatkan pada kandang babi bali yang dipelihara dengan menggunakan alas tanah.Kata kunci: babi bali, kandang, performa, analisis ekonomi
EKSPLORASI HIJUAN PAKAN BABI DAN CARA PENGGUNAANNYA PADA PETERNAKAN BABI TRADISIONAL DI PROVINSI BALI K. Budaarsa; N. Tirta; A. K. Mangku Budiasa; P.A. Astawa
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.225 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis hijauan yang diberikan sebagai pakan ternak babi dan cara penggunaannya di propvinsi Bali. Penelitian dilakukan dengan metode survei di seluruh kabupaten dan kota di Bali. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling, dengan pengelompokan atas dataran rendah dan dataran tinggi di masing-masing kabupaten dan kota. Pada masing-masing kelompok di ambil 2 orang peternak babi tradisional, sehingga ada 4 peternak yang diwawancarai di masing-masing kabupaten dan kota atau 32 peternak di seluruh Bali. Hasil survei menunjukkan bahwa ada perbedaan hijauan yang diberikan oleh peternak di dataran rendah dan dataran tinggi. Jenis hijauan yang diberikan di dataran rendah antara lain: batang pisang (Musa paradisiaceae), kangkung (Ipomaea aquatica), biah-biah (Limnocharis flava), dan eceng gondok (Eichornia crassipes). Sedamgkan di dataran tinggi antara lain: batang pisang (Musa paradisiaceae), ketela rambat (Ipomaea batatas), daunt alas (Colocasia esculenta) daun lamtoro (Leucaena leucocephala) dan dag-dagse (Pisonia alba). Batang pisang dominan (95 %) diberikan di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Pemberian hijauan ada dengan cara direbus ada yang diberikan dalam bentuk segar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat keragaman jenis hijauan pakan babi dan cara pemberiannya antara di dataran rendah dengan dataran tinggi di Bali. Batang pisang merupakan hijauan yang paling banyak digunakan untuk pakan babi pada peternakan babi tradisional, baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi.
PENGARUH PEMBERIAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT MENGANDUNG UREA-KAPUR DAN UBI KAYU TERHADAP PENAMPILAN KAMBING PE I G. Mahardika; N.S. Dharmawan; K. Budaarsa; I G.L.O. Cakra; I P. Ariastawa; Indra Arimahayana
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.355 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p11

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian hijauan dan konsentrat yang mengandung urea-kapur dan ubi kayu terhadap produktivitas kambing. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Ke empat perlakuan yang dicobakan adalah Perlakuan A: ransum dengan 75% konsentrat (mengandung 4% urea, 2% kapur dan 50% ubikayu) dan 25% hijauan (40% gamal dan 60% rumput raja), perlakuan B: rasnsum yang terdiri 60% konsentrat 40% hijauan, perlakuan C: ransum dengan 45% konsentrat dan 55% hijauan dan perlakuan D: ransum dengan 30% konsentrat dan 70% hijauan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa produktivitas kambing yang mendapat ransum dengan level konsentrat 45% sampai 75% tidak berbeda sedangkan yang mendapat ransum dengan level konsentrat 30% lebih rendah. Ransum yang memebrikan nilai ekonomi tertinggi adalah ransum yang mengandung konsentrat antara 45% sampai 60%.
The Performance of Balinese Gilt Reared Intensively and Supplemented With Probiotic K. Budaarsa; A. W. Puger; T. I. Putri; I D.G.A. Udayana
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2017.v01.i01.p06

Abstract

Study to improve the performance of Balinese gilt reared by intensive management including good quality rationssupplemented with yeast culture as a source of probiotics has been conducted. Randomized Block Design (RBD) were used in this study. Sixteen post weaning (two months old) gilts weight 10-12kg were divided into 4 groups: (i)ration control, R1 (ration containing 18% concentrate, 40% corn and 41% rice bran and 1% mineral); (ii) R2 (R1+ 0.20% probiotics; (iii) R3 (R1+ 0.25% probiotics and R4 (R1 + 0.30% probiotics) with 4 replications. Parameters measured including: feed intake, body weight gain, feed conversion ratio (FCR) and digestibility of the ration. Results showed that feed intake, daily weight gain and feed digestibility increased significantly (P <0.05) in the gilt receiving probiotic treatment, on the other hand the value of FCR decreased significantly compared to the control group. It is concluded that the addition of probiotics in rations significantly improve the performance of Balinese gilt.
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN AMPAS TAHU TERHADAP KOMPONEN ORGAN DALAM BABI RAS Puger, A. W.; Suasta, I. M.; Astawa, P. A.; Budaarsa, K.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.881 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i02.p04

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh penggantian ransum komersial dengan ampas tahu pada tingkat tertentu terhadap komponen organ dalam babi ras telah dilaksanakan di Banjar Sekarmukti Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan dua ulangan dan masing ulangan terdiri dari dua ekor babi ras. Perlakuan terdiri dari P0: ransum komersial tanpa ampas tahu (kontrol), P1: ransum komersial 5% diganti dengan ampas tahu, P2: ransum komersial 7,5% diganti dengan ampas tahu dan P3: ransum komersial 10% diganti dengan ampas tahu. Variabel yang diamati adalah organ dalam babi ras yang terdiri dari berat hati, paru-paru, jantung, ginjal, pankreas, kantong empedu, limfe, lambung kosong, panjang dan berat usus halus, usus besar, sekum dan berat lemak ligament. Data dianalisis ragam, apabila terdapat hasil berbeda nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat hati, jantung, usus halus cenderung nyata lebih tinggi pada perlakuan P1 sedangkan variabel lainnya tidakdipengaruhi oleh perlakuan (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa beberapa bagian organ dalam dipengaruhi oleh penggantian ransum komersial dengan ampas tahu.
KOEFISIEN CERNA NUTRIEN DAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN BABI LANDRACE YANG DIBERI RANSUM DENGAN SUPLEMENTSI MULTIVITAMIN DAN MINERAL BERUPA MINYAK IKAN ASTAWA, P. A.; BUDAARSA, K.; BUDIASA, I K. M.; SUASTA, I M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 13 No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.054 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian telah dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kecernaan nutrien dan pertambahan berat badan babi landrace yang diberi ransum dengan suplementsi multivitamin dan mineral berupa minyak ikan. Babi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 ekor babi landarce betina. Penelitian lapangan dilaksanakan di Desa Candikusuma Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana, Bali sedangkan analisis laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, berlangsung selama 5 bulan. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) perlakuan dan 3(tiga) ulangan, sehingga secara keseluruhan terdapat 9 unit percobaan. Tiap unit percobaan menggunakan satu ekor babi landrace dengan berat badan awal 6,11±1,71. Ketiga perlakuan tersebut adalah : Perlakuan MI0 (ransum tanpa minyak ikan) yang digunakan sebagai kontrol; perlakuan MI1 (ransum dengan 100 ml minyak ikan); dan perlakuan MI2 (ransum dengan 200 ml minyak ikan). Ransum disusun dalam 100 kg, isoprotein dan isikalori berdasarkan rekomendasi NRC (1988). Peubah yang diamati meliputi koefisien cerna (bahan kering, bahan organik, serat kasar, dan protein kasar), dan pertambahan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi minyak ikan sebagai sumber vitamin dan mineral pada level 100 ml dalam ransum pada babi landrace dapat meningkatkan koefisien cerna bahan kering, bahan organik, dan protein kasar, sedangkan kecernaan serat kasar mengalami penurunan. Untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan ransum pada babi landrace fase starter dapat dilakukan dengan pemberian suplementasi minyak ikan sebagai sumber vitamin-mineral sebesar 100 ml. DIGESTIBLE COEFFICIENT OF NUTRIENT AND WEIGHT INCREASMENT ON LANDRACE WHICH WAS GIVEN COMMERCIAL FEED WITH MULTIVITAMIN SUPLEMENT AND MINERAL OF FISH OIL ABTRACT A research has been carried out to know nutrient digestion and weight increasment landrace. Nine female landrace pig were used on this research.This research was held in Jembrana Regency, Melaya sundistrict, Candikusuma Village while the laboratory analysis was held in Laboratory of Animal Feed Nutrition, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. This research took 5 months from preparation until reporting. Completely randomized design (CRD) with three treatments in three replicates as totally 9 units research. There were one pigs in each replicates, with weight at 6.11±1.71 kg. The three treatments were: MI0 (without fish oil); MI1 (with 100 ml fish oil); and MI2 (with 200 ml fish oil). Those woofs were arranged at 100 kg with isoprotein and isicalory based on NRC (1998) recommendation. During the research, we watched for digest coefficient of dry mater, organic mater, crude protein, crude fiber and weight incensement. The result of this research showed that fish oil supplementation as a vitamin-mineral source with 100 ml level on feed of landrace could increase coefficient of dry mater digestion, organic mater, and crude protein, except crude fiber. Fish oil on 100 ml level was giving the best result to increase landrace weight on strater.
EKSPLORASI KOMPOSISI PAKAN TRADISIONAL BABI BALI K, Budaarsa; A W, Puger; I M, Suasta
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 1 (2016): Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.032 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i01.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam bahan penyusun pakan tradisional babi bali dan sekaligusmengetahui kandungan nutrisinya. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai bulan Juli sampai September2014. Data ini sangat diperlukan untuk menjelaskan mengapa babi bali sampai saat ini masih bisa bertahan dibeberapa daerah di Bali. Penelitian menggunakan metode survei dan penentuan responden menggunakan teknikpurposive sampling atau juggmental sampling dengan pertimbangan populasi babi bali di Bali tidak merata,hanya ada di beberapa kabupaten. Kabupaten yang dipilih adalah Klungkung, Karangasem dan Buleleng. Pemilihankabupaten tersebut berdasarkan populasi babi bali di Kabupaten tersebut paling tinggi dibandingkan dengankabupaten lainnya. Dari masing-masing kabupaten diambil 30 peternak sebagai responden. Selanjutnya diambil10 sampel ransum yang komposisi bahannya paling dominan untuk dianalisa proksimat di laboratorium. Datayang diperoleh dianalisis secara deskriptif sehingga mampu memberi gambaran yang akurat tentang ragam bahanpenyusun pakan tradisional babi bali. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan disimpulkan bahwa sebagian besar(85%) peternak babi bali memberikan dedak padi dan batang pisang sebagai pakan utama. Cara pemberian pakanada yang dimasak dan tidak dimasak. Pakan tambahan yang diberikan berupa limbah dapur. Peternak memberipakan dua kali sehari.
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN AMPAS TAHU TERHADAP KECERNAAN PAKAN PADA BABI RAS A. W., Puger; I. M., Suasta; P. A., Astawa; K., Budaarsa
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 1 (2015): Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.13 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i01.p05

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh penggantian ransum komersial dengan ampas tahu pada tingkat tertentu terhadap kecernaan pakan pada babi ras telah dilaksanakan di Banjar Sekarmukti Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan dua ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari dua ekor babi ras. Perlakuan terdiri dari P0: ransum komersial tanpa ampas tahu (control), P1: 5% ransum komersial diganti dengan ampas tahu, P2: 7,5% ransum komersial diganti dengan ampas tahu dan P3: 10% ransum komersial diganti dengan ampas tahu. Variabel yang diamati adalah kecernaan bahan kering, bahan organic, protein, lemak, serat kasar. Data dianalisis ragam, apabila terdapat hasil berbeda nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan bahan kering cenderung meningkat dan nyata pada perlakuan P3 (P<0,05). Kecernaan bahan organik, protein, lemak, serat kasar, tidak berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa kecernaan bahan kering dipengaruhi oleh ampas tahu sedangkan kecernaan nutrien seperti bahan organik, protein, lemak, serat kasar, tidak dipengaruhi oleh penggantian ransum komersial dengan ampas tahu.
STUDI RAGAM EKSTERIOR DAN KARAKTERISTIK REPRODUKSI BABI BALI Sudiastra, I. W.; Budaarsa, K.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 3 (2015): Vol 18, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.724 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i03.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam eksterior dan karakteristik reproduksi babi bali yang masihbertahan hidup di Pulau Bali. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai bulan Juli sampai September 2015.Data ini sangat diperlukan untuk menjelaskan mengapa babi bali sampai saat ini masih bisa bertahan di beberapadaerah di Bali. Penelitian menggunakan metode survei dan penentuan responden menggunakan teknik purposivesampling atau juggmental sampling dengan pertimbangan populasi babi bali di Bali tidak merata, hanya ada dibeberapa kabupaten. Kabupaten yang dipilih adalah Klungkung, Karangasem dan Buleleng. Data yang diperolehanalisis secara deskriptif. Eksterior babi bali ada dua yaitu yang berwarna hitam dan berwarna hitam denganbelang putih pada perut dan keempat kakinya. Ciri khas babi bali yang utama adalah perutnya melengkung kebawah (lordosis). Dimensi tubuh babi bali secara umum di ketiga daerah hampir sama dengan panjang badanriil kisarannya antara 97 – 137 cm. Pengukuran berbasis tulang (standar) yaitu antara 80 – 97 cm. Kalau dirataratakandari ketiga tempat pengukuran maka tinggi babi bali sekitar 49 cm. Dewasa kelamin pada umur 7-8 bulan,siklus birahi antara 15-20 hari, dikawinkan secara alami dengan jumlah anak 10 -14 ekor sekali beranak.