Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN RESILIENSI PADA WANITA PASCA BENCANA BANJIR Uswatun Hasanah Kartika Sari; Iwan Purnawan; Arif Imam Hidayat
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2022): Dunia keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.928 KB) | DOI: 10.20527/jdk.v10i1.18

Abstract

A disaster can have a wide range of effects, both physically and mentally. When tragedy strikes, women are particularly vulnerable and their resilience decreases. Someone who is in good psychological health normally has good interpersonal interactions, which influences emotional intelligence. The aim of this study is to discover a connection between emotional intelligence and resilience in women experiencing a flood disaster. This study was a correlational research with cross sectional design. This study was conducted out in Sirau Kemranjen, Banyumas Regency. This study’s sampling method was simple random sampling, which yielded 87 respondents. This study utilized an emotional intelligence and resilience instrument adapted from previous studies. Somers’d test was used to interpret the data in this analysis. 
Kualitas Hidup pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi Adiratna Siwi; Tri Sumarni; A Rizal Fadly; Arif Imam Hidayat
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.68 KB)

Abstract

Kemoterapi memiliki dampak dalam kehidupan antara lain berupa gangguan fisik dan psikologis. Selain itu, banyak ditemukan bahwa program terapi yang direncanakan seringkali tidak selesai karena setiap kali pasien harus kemoterapi terpaksa ditunda karena kondisi pasien yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan kemoterapi. Biasanya disebabkan keadaan umum yang belum baik dan kondisi tubuh pasien yang memburuk. Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dapat mengalami perubahan dari berbagai aspek kehidupan yang akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Hal ini akan berdampak pada kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Desain dalam penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan sampel 67 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Core Questionnaire (EORTC QLQ-C30). Analisa data menggunakan uji univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar yaitu berumur 46-65 tahun (56.7%), jenis kelamin perempuan (83.6%), jenis kanker payudara (61.2%), lama kemoterapi 1-3 bulan (37.3%), pekerjaan tidak bekerja (52.2%), status pernikahan menikah (85.0%) serta kualitas hidup rendah sebanyak 52 responden (77,6%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi dalam kategori rendah sebanyak 52 responden (77,6%).
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN LINGKAR UTARA SUMPIUH-TAMBAK Dea Rizqa Ar Royan Luxmono; Sidik Awaludin; Arif Imam Hidayat
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i1.234

Abstract

ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu kondisi yang dapat membahayakan nyawa manusia. Data dari BPS Jawa Tengah menyebutkan Kabupaten Banyumas menempati posisi pertama jumlah kasus kecelakaan lalu lintas per tahun 2020 yaitu sebanyak 1.574 kasus. Kejadian kecelakaan lalu lintas menjadikan masyarakat yang berada disekitar daerah rawan kecelakaan menjadi saksi pertama, namun masyarakat menolong korban dengan tidak didasari pengetahuan yang cukup. Selain itu, jarak pelayanan kesehatan yang cukup jauh meningkatkan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas serta belum adanya penyuluhan terkait pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Lingkar Utara Sumpiuh-Tambak. Desain penelitian : desain enelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 127 responden diruas jalan lingkar utara Sumpiuh- Tambak dengan teknik quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan analisis data secara univariat dengan distribusi frekuensi dan tendensi sentral pada analisis karakteristik usia. Hasil : responden didominasi berusia 17 – 35 tahun (56,6%), jenis kelamin laki-laki (55,9%), pekerjaan wiraswasta (28,3%), pendidikan terakhir SMA (48,0%), dan pernah melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan (50,4%). Tingkat pengetahuan responden mayoritas cukup (50,4%) dan seluruh responden memiliki sikap positif (100%). Kesimpulan : Masyarakat yang tinggal diruas jalan lingkar utara Sumpiuh-Tambak memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik dan memiliki sikap positif tentang pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas. Saran untuk peneltian selanjutnya diharapkan dapat melakukan modifikasi kuisioner agar dapat menggali terkait pengetahuan pertolongan pertama lebih dalam pada masyarakat yang berada disekitar daerah rawan kecelakaan lalu lintas.
Training Manajemen Nyeri Punggung (Low Back Pain) Pada Lansia Dengan Mc Kenzie Exercise Di Kelurahan Mersi Purwokerto Timur Alivian, Galih Noor; Alaludin, Sidik; Hidayat, Arif Imam
Jurnal of Community Health Development Vol 2 No 1 (2021): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari 2021
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.321 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2021.2.1.3540

Abstract

Latar Belakang: Low back pain (LBP) merupakan rasa nyeri yang dirasakan pada punggung bawah yang sumbernya adalah tulang belakang daerah spinal (punggung bawah), otot, saraf, atau struktur lainnya di sekitar daerah tersebut. Faktor lain yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misalnya usia. Usia merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya nyeri punggung pada lansia. Latihan peregangan metode Mc Kenzie merupakan suatu teknik latihan dengan menggunakan gerakan badan terutama kebelakang/ekstensi, biasanya digunakan untuk penguatan dan peregangan otot-otot ekstensor dan fleksor sendi lumbosacralis dan dapat mengurangi nyeri. Tujuan: Melalui program penerapan IPTEK ini diharapkan para kader posyandu lansia mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang latihan peregangan metode Mc Kenzie dan meningkatkan pengetahuan kader tentang nyeri punggung/ low back pain, ditunjukkan dengan peningkatan nilai skor pengetahuan saat dilakukan pre test dan post test. Metode: Program penerapan IPTEK ini dilakukan melalui pendidikan kesehatan berbasis kebutuhan melalui metode penyuluhan, diskusi, dan demonstrasi tentang latihan peregangan metode Mc Kenzie dan tentang nyeri punggung/ low back pain. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan adalah 30 orang yang terdiri dari beberapa kader posyandu lansia di kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur. Hasil: Kegiatan penyuluhan meningkatkan pengetahuan para kader posyandu lansia, skor pengetahuan di ukur sebelum dan sesudah pemberian edukasi, nilai rata- rata pre test skor pengetahuan kader posyandu lansia adalah (53,33), sedangkan nilai rata- rata post test skor pengetahuan kader posyandu lansia (80.67). Hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara nilai skor pengetahuan kader posyandu lansia kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur terhadap pemahaman tentang latihan peregangan metode Mc Kenzie dan tentang nyeri punggung/ low back pain. Kesimpulan: Program PKM penerapan IPTEK telah berjalan dengan lancar dan menghasilkan jasa berupa pemberian penyuluhan oleh para ahli di bidang kesehatan tentang latihan peregangan metode Mc Kenzie dan tentang nyeri punggung/ low back pain.
Skrinning Tekanan Darah Sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Berkoh, Purwokerto Selatan Siwi, Adiratna Sekar; Sumarni, Tri; Hidayat, Arif Imam
Jurnal of Community Health Development Vol 2 No 2 (2021): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Juli 2021
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.743 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2021.2.2.4409

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling sering terjadi di dunia dan menjadi faktor risiko kematian utama. Penyakit tidak menular muncul dari kombinasi faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Fakor risiko yang tidak dapat dimodifikasi oleh individu adalah usia, jenis kelamin, dan genetika. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah faktor yang dapat diubah melalui kesadaran individu itu sendiri dan intervensi sosial. Upaya meningkatkan kesadaran pasien agar tekanan darah terkontrol dan terjadi penurunan gejala, dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan. Upaya kesehatan tersebut terfokus pada upaya peningkatan perilaku sehat, pendorong perilaku yang menunjang kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan pemulihan penyakit. Tujuan: Melalui program pengabdian ini diharapkan masyarakat lansia mengetahui tekanan darah serta meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi secara dini. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dengan menggunakan media poster dan pengukuran tekanan darah. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok dawis desa Berkoh, berjumlah 37 orang. Hasil: Hasil pengukuran tekanan darah didapatkan sebagian besar tekanan darah dalam kategori normal sebanyak 23 peserta (62,2%), namun ada sebagian kecil peserta yang mengalami pre hipertensi sebanyak 8 orang (21,6%), hipertensi grade 1 sebanyak 2 orang (5,4%) serta hipertensi grade 2 sebanyak 4 orang (10,8%). Kesimpulan: Pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit hipertensi dan bagaimana tatalaksana non farmakologi penyakit ini, sehingga adanya perubahan perilaku dalam hal diet dan aktivitas untuk menurunkan tekanan darah dan pengetahuan yang meningkat.
Pemberian Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa dalam Pelaksanaan Bantuan hidup Dasar Siwi, Adiratna Sekar; Kurniawan, Wasis Eko; Hidayat, Arif Imam
Jurnal of Community Health Development Vol 3 No 2 (2022): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Juli 2022
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.953 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2022.3.2.5720

Abstract

Keadaan gawat darurat merupakan keadaan klinis pasien membutuhkan tindakan medis segera untuk menyelamatkan nyawa dan kecacatan berikutnya. Kondisi jantung berhenti berdenyut merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan. Kasus henti jantung sering terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala awal yang dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Hal yang perlu dipahami oleh semua profesi kesehatan termasuk orang awam yaitu konsep dasar gawat darurat. Ada tiga konsep dasar gawat darurat, pertama adalah kecepatan waktu saat pertama korban ditemukan, kedua ketepatan dalam memberikan pertolongan pertama, dan ketiga adalah pertolongan oleh petugas kesehatan yang kompeten. Pemahaman yang utuh tentang konsep gawat darurat, sehingga angka kematian dan kecacatan dapat diminimalisir. Salah satu upaya pertolongan pertama yang perlu dimiliki adalah Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar (BHD). Penyuluhan dan pelatihan merupakan upaya yang penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pre hospital. Penyuluhan dan pelatihan ini baik diberikan sejak usia muda untuk menciptakan generasi muda yang berkompeten dalam mengaplikasikan serta mensosialisasikan cara untuk memberikan pertolongan pre hospital. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Peserta pengabdian ini adalah anggota pengurus BEM serta mahasiswa tingkat awal sejumlah 40 orang. Diketahui tingkat pemahaman tentang BHD sebelum pengabdian sebagian besar dalam kategori pengetahuan baik (78%) dan setelah dilakukan tindakan sebagian besar dalam kategori pengetahuan baik (95%). Pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan pengetahuan siswa tentang pelaksanaan Bantuan Hidup Dasar sebagai upaya pertama dalam menyelamatkan korban tidak sadar.
Upaya Peningkatan Sikap Remaja dalam Pencegahan Gastritis Melalui Edukasi Kesehatan Pengaturan Pola Makan Yang Sehat Siwi, Adiratna Sekar; Sumarni, Tri; Hidayat, Arif Imam
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 1 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i1.4834

Abstract

Gastritis is one of the inflammations in the gastric mucosa due to a lack of attention to one's health. The prevalence of this condition in Indonesia reaches 40.8%. Gastritis occurrences are typically caused by two risk factors: uncontrollable factors such as family history, gender, and age, and controllable factors including smoking habits, the use of aspirin or nonsteroidal anti-inflammatory drugs, and irregular eating patterns. Many cases of gastritis result from irregular eating habits, including the consumption of unhealthy foods and beverages, medications, bacterial infections, and stress.Other risk factors for gastritis include the consumption of aspirin or nonsteroidal anti-inflammatory drugs, Helicobacter pylori infection, irregular meal times, stress, alcohol consumption, intake of spicy foods, and overeating. Regular eating patterns involve the quantity, frequency, and types of food intake. Irregular eating habits can lead to increased stomach acid, contributing to conditions such as pickles, vinegar, and chili sauce, resulting in an increased number of people suffering from gastric diseases.The aim of this community service activity is to enhance knowledge about gastritis and promote healthy eating habits. The educational activities include lectures using audiovisual media, question-and-answer discussions, and the completion of questionnaires related to dietary assessments and gastritis symptoms. This activity took place on June 28, 2023, targeting 23 students from the Red Cross Youth (PMR) organization at SMA Negeri 3 Purwokerto. The results indicate that the average age of respondents is 16 years, with the youngest being 15 years old and the oldest 17 years old, categorizing the respondents as mid-adolescents (15-18 years). The majority of respondents are female, accounting for 87%, with 61% exhibiting unhealthy eating patterns, and 57% showing no symptoms of gastritis. The implementation of this activity aims to empower students to control their eating patterns and other factors contributing to gastritis.
Hubungan antara Literasi Kesehatan dengan Mekanisme Koping pada Lansia dengan Hipertensi Safitri, Nana Lia; Kusumawardani, Lita Heni; Hidayat, Arif Imam
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 17 No 2 (2022): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v17i2.185

Abstract

Introduction: Age in the elderly who are getting older are more at risk of developing hypertension. The efforts of the elderly in dealing with hypertension form a coping mechanism that is influenced by health literacy in managing hypertension control. Objectives:  This study aims to determine the relationship between health literacy and coping mechanisms in the elderly with hypertension. Methods: This type of research is cross sectional, the sample is taken using total random sampling with a total of 126 elderly people aged 60 years. The research instrument used a questionnaire. The analysis test used the Spearman Rank correlation test. Results: The results of this study include demographic data including age, gender, education, disease history, income, and blood pressure. The results of the univariate analysis on the health literacy variable, namely the elderly are included in the category of adequate health literacy with a median value of 36.00, and a minimum and maximum value range of 13 to 48. The elderly coping mechanism variable is included in the category of adaptive coping mechanisms with a mean score. of 53.57 and the standard deviation of 5.550. The correlation test in this study have a significant relationship with p value = 0.037 with a coefficient value of 0.186. Conclusions:  Health literacy have a significant relationship with coping mechanisms in the elderly with hypertension, but it is very weak.
Anxiety managements in patients with myocardial infarction: a literature review Siwi, Adiratna Sekar; Hidayat, Arif Imam
MEDISAINS Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v17i1.4221

Abstract

Background: Myocardial Infarction (MI) prevalence is increasing over the world. The patient with MI tend to have anxiety which could worsened their condition and quality of life. The anxiety in patients with MI could increase re hospitalization and mortality rate. Therefore, there is a need of better understanding regarding Anxiety in patients with MI.Objective: This study was conducted to reviews the evidence regarding management of Anxiety in patients with MI.Methods: Literature study was conducted through online searching. PubMed, Else-vier/Science Direct, and Ovid SP, were used and all of the included articles were published in English. Important information and analysis were extracted into tables which consisted of topics and authors, year of publication, design of the study, variables, subjects, intervention, data analysis, result, strength/weakness, and level of evidence.Results: The result of the analysis present the intervention to manage anxiety in patients with MI. There are four main interventions to reduce anxiety in patients with Myocardial Infarction patients, which are aromatherapy, massage, education process, and music therapy. The intervention can be conducted separately or in combine togetherConclusion: Aromatherapy, massage, education process, and music therapy effectiveness to reduce anxiety in patients with MI.
The effectiveness of Audiovisual Education and Spiritual Support Intervention on Anxiety Reduction and Hemodynamic Parameter Stabilization in Pre-Esophago Gastro Duodenoscopy (EGD) Patients: A Pre-Intervention Study Hidayat, Arif Imam; Mulyaningrat, Wahyudi; Purnawan, Iwan; Awaludin, Sidik; Alivian, Galih Noor; Alfianto, Candra; Siwi, Adiratna Sekar; Walohtae, Fa-is
Journal of Bionursing Vol 6 No 3 (2024): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2024.6.3.14555

Abstract

Background: Pre-procedural anxiety in esophagogastroduodenoscopy (EGD) patients can negatively impact cooperation and physiological stability, increasing procedural risks. This study evaluated the AVOGADO intervention, integrating audiovisual education and spiritual support, to reduce anxiety and stabilize hemodynamic parameters. Methods: A Pre-Intervention Study was conducted on a 45-year-old male with chronic dyspepsia and moderate-to-severe anxiety (HAM-A > 25). The intervention was administered two days prior to the procedure. Anxiety levels were assessed using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A), and hemodynamic parameters, including blood pressure, heart rate, and oxygen saturation, were measured at four time points: three days, two days, one day before, and on the day of the procedure. Result: Anxiety decreased significantly, with HAM-A scores dropping from 26 (moderate-to-severe) to 10 (mild). Hemodynamic parameters improved, with blood pressure reduced from 150/90 mmHg to 130/82 mmHg and heart rate from 98 bpm to 80 bpm. Oxygen saturation remained stable. Conclusion: The AVOGADO intervention effectively reduced anxiety and improved physiological stability in a pre-EGD patient. This simple, holistic approach offers promise for broader application in reducing anxiety in medical procedures. Further research with larger samples is recommended.