Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

The Effectiveness of Digital Population Identity on the Public in the City of Bandung in 2023-2024 Akhyar, M Nur; Redjo, Samugyo Ibnu; Kartini, Dede Sri
Journal of Governance and Social Policy Vol 6, No 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/gaspol.v6i1.45276

Abstract

Digital transformation in population administration is an important part of the modernization of public services in Indonesia, including in the city of Bandung. This study analyzes the effectiveness of the implementation of Digital Population Identity (IKD) in 2023-2024 using Robert B. Duncan's theory of effectiveness, which includes three main indicators: goal achievement, integration, and adaptation. The results show that the realization of the use of IKD is still low, with an achievement of only 1.91% in January 2024, far below the target of 25%. The socialization of the program is still limited to certain groups, while the general public's understanding of IKD is not optimal. In addition, the limitations of digital infrastructure and human resources are the main challenges in the implementation of this system. Therefore, a more comprehensive strategy is needed through increasing socialization, strengthening infrastructure, and increasing the capacity of apparatus in managing digital systems. With these steps, it is hoped that IKD can be more effective in improving the efficiency and accessibility of population services in the city of Bandung
Implementation of Policy for Arranging Street Vendors in Singkawang City Yeni Lestari; Samugyo Ibnu Redjo; Neneng Yani Yuningsih
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 6 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i6.2182

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of the Policy for the Arrangement of Street Vendors on Jalan Merdeka to Lapangan Tarakan, Singkawang City. The analysis was conducted using the policy implementation theory from Merilee S. Grindle which includes content and context variables. This study uses a descriptive qualitative method with an inductive approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation studies. The results of the study indicate that the involvement of the government, street vendors, and the community in the planning and implementation process of the policy is very important to achieve the desired goals. The Street Vendor Arrangement Policy has accommodated the interests of all target groups, namely street vendors affected by relocation and the community. This program provides types of academic, social, and environmental benefits that are felt directly, fairly, and evenly. This policy has also succeeded in encouraging positive changes in environmental and social aspects, thus creating a public space that can be enjoyed by all levels of society. However, in terms of resources, both budget, human resources and infrastructure are still inadequate so they need to be improved. The implementation of this policy involves various actors with different powers, interests, and strategies, but in general shows high commitment and support. The characteristics of the implementing agency, such as a flexible organizational structure, responsive organizational culture, and strong leadership, also support the success of implementation. In addition, street vendors' compliance with regulations and government responsiveness to community aspirations are key factors in the success of policy implementation. However, in terms of resources, both budget, human resources and infrastructure, they are still inadequate and need to be improved.
Evaluasi Kebijakan Tentang Pelaksanaan dan Penataan Pembangunan Pasar di Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang Tahun 2023 Ratu Wulan Nur Cahya; Samugyo Ibnu Redjo; Kartini, Dede Sri
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 6 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (September - Oktober 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i6.2509

Abstract

Permasalahan evaluasi kebijakan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang pengembangan, penataan dan pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan dalam Pelaksanaan dan Penataan Pembangunan Pasar di Kabupaten Sumedang merupakan indikator paling nyata dalam kegiatan ekonomi masyarakat suatu wilayah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh 5 dimensi dari teori Howlett dan Ramesh (1995) effort, performance, effectiveness, efficiency, dan process. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data diperoleh dari data primer dan melalui observasi langsung dan wawancara kepada Pemerintah Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, DISKOPUKMPP, Anggota DPRD, Pedagang, dan Masyarakat. Hasil penelitian dari 5 dimensi, effort evaluation program dan tujuan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk masyarakat (pedagang) pasar, performance evaluation output yang dihasilkan dari adanya pembangunan pasar, effectiveness evaluation kesesuaian tujuan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan para pedagang dengan revitalisasi pasar, efficiency evaluation anggaran pembangunan pasar untuk peningkatan perekonomian masyarakat dan process evaluation menilai proses pembangunan pasar dan peraturan terkait.
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Berbasis Budaya Aparatur Sipil Negara “BerAKHLAK” pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung Pranawa, Widyawan; Redjo, Samugyo Ibnu; Indrawati, Novie
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze strategies for enhancing public service quality based on cultural values of the State Civil Apparatus (ASN) ‘BerAKHLAK’ at the Department of Population and Civil Registration (Disdukcapil) of Bandung City during the 2021–2023 period. The background of this study is anchored in the introduction of the ASN core values ‘BerAKHLAK’ by President Joko Widodo, which constitutes a key component of the national bureaucratic reform agenda and the broader transformation of public-sector work culture. This study employs a qualitative method with a case study approach. It assesses how the Ber-AKHLAK values—service-oriented, accountable, competent, harmonious, loyal, adaptive, and collaborative—affect service quality. The theoretical framework employed in this study draws on Luthans’ organizational culture theory and Zeithaml’s public service quality model, which comprises five dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Findings demonstrate that the Ber-AKHLAK values positively influence physical infrastructure, staff reliability, responsiveness, professionalism, and emotional engagement. However, challenges remain in consistency, behavior, and institutional integration. This study offers theoretical and practical insights into organizational culture transformation and public sector performance.
Evaluasi Kebijakan Tentang Pelaksanaan dan Penataan Pembangunan Pasar di Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang Tahun 2023 Ratu Wulan Nur Cahya; Samugyo Ibnu Redjo; Dede Sri Kartini
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 6 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (September - Oktober 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i6.2509

Abstract

Permasalahan evaluasi kebijakan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang pengembangan, penataan dan pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan dalam Pelaksanaan dan Penataan Pembangunan Pasar di Kabupaten Sumedang merupakan indikator paling nyata dalam kegiatan ekonomi masyarakat suatu wilayah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh 5 dimensi dari teori Howlett dan Ramesh (1995) effort, performance, effectiveness, efficiency, dan process. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data diperoleh dari data primer dan melalui observasi langsung dan wawancara kepada Pemerintah Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, DISKOPUKMPP, Anggota DPRD, Pedagang, dan Masyarakat. Hasil penelitian dari 5 dimensi, effort evaluation program dan tujuan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk masyarakat (pedagang) pasar, performance evaluation output yang dihasilkan dari adanya pembangunan pasar, effectiveness evaluation kesesuaian tujuan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan para pedagang dengan revitalisasi pasar, efficiency evaluation anggaran pembangunan pasar untuk peningkatan perekonomian masyarakat dan process evaluation menilai proses pembangunan pasar dan peraturan terkait.
IMPLEMENTATION OF THE 2024 GENERAL ELECTION IN NANGGROE ACEH DARUSSALAM PROVINCE REVIEW OF PROCEDURAL DEMOCRACY M. Nur Akhyar; Samugyo Ibnu Redjo; Dede Sri Kartini; Ismail Nurdin; Hawary Annisa
Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan IPDN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jiwbp.v15i1.5247

Abstract

The 2024 elections in Aceh reflect unique dynamics in the context of procedural democracy and special autonomy. The characteristics of elections in Aceh are influenced by the recognition of local political parties regulated through Law Number 11 of 2006 concerning the Government of Aceh, as a result of the 2005 Helsinki MoU. Local parties such as the Aceh Party (PA) and the Nanggroe Aceh Party (PNA) compete with national parties in reflecting the aspirations of the Acehnese people. This study uses a qualitative approach with document studies to analyze the implementation of elections in Aceh, including voter participation, local political dynamics, and the effectiveness of election administration. The results showed an increase in voter participation compared to the previous election, with the highest participation recorded in the presidential election (87.01%). However, challenges such as money politics, campaign abuses, and security stability remain significant issues. In addition, the role of the young generation and women in elections has begun to be strengthened through political party strategies. In the context of procedural democracy, these elections reflect efforts to meet Robert Dahl's criteria, including equal voting, effective participation, and agenda oversight. In conclusion, the 2024 election in Aceh is not only a democratic mechanism but also an instrument to strengthen peace and special autonomy. These findings provide insight into the challenges and opportunities of local democracy in Aceh.
DINAMIKA MANAJEMEN PEMERINTAHAN DI INDONESIA Samugyo Ibnu Redjo
Jurnal Academia Praja Vol 1 No 02 (2018): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.391 KB) | DOI: 10.36859/jap.v1i02.62

Abstract

Manajemen pemerintahan sebagaimana tuntutan keberadaannya dan tuntutan Undang-undang tentang Pemerintahan Daerah, seyogyanya berubah sejalan dengan tuntutan globalisasi, pola-pola manajemen tradisional feodal diganti dengan pola modern yang demokratis. Hal itu paling tidak karena manajemen pemerintahan tidak dapat dilepaskan dari kepolitikan global, kepentingan nasional dan tentunya kepentingan regional serta kepentingan lokal. Pemahaman ini perlu ditekankan bagi manajemen pemerintahan di Daerah karena era global berarti pasar global, ekonomi global dan nilai-nilai global. Dalam perkembangannya muncul pendapat bahwa pemerintah seharusnya berubah mengikuti perubahan ekonomi yang ada dan menjadikan pemerintahan yang memiliki kemampuan entrepreneur, sehingga gerak ekonomi dapat diikuti oleh pemerintah dan menyarankan agar pemerintah menerapkan sepuluh prinsip pemerintahan wirausaha (Osborne dan Gaebler 1992, juga Guillart dan Kelly, 1995). Selanjutnya Osborne dan Plastrik (1996) mengemukakan lima strategi (5 C‘s Strategy) sebagai implementasi lebih lanjut dari prinsip ―reinventing government‖ yang diajukan Osborne dan Gaebler. Oleh karena itu, demokratisasi manajemen pemerintahan di Daerah merupakan faktor yang menentukan untuk keberlangsungan otonomi, sehingga partisipasi efektif dari seluruh lapisan masyarakat dapat berlangsung tanpa perbedaan prinsip satu dengan lainnya. Terselenggaranya manajemen pemerintahan yang demokratis menunjukkan bahwa elit politik pemerintahan memahami dan memiliki kemampuan untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi sebagaimana adanya, baik pada tataran kebijakan, tataran implementasi maupun pada tataran kultural yang mensyaratkan adanya mekanisme check and balances (saling kontrol dan saling mengimbangi) antara pemerintah dengan yang diperintah
PEMERINTAHAN YANG CERDAS YANG DIBUTUHKAN DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.O Samugyo Ibnu Redjo
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.808 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.119

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi serta perkembangan perekonomian dan perdagangan. Menyebabkan Pemerintah dihadapkan pada massa rakyat yang semakin liberal dan individualis yang cenderung menafikkan keberadaan dan keagungan budaya dan agama. Dan semakin kritis dan rasionalnya massa rakyat yang diindikasikan melalui perhitungan atau pertimbangan untung rugi yang diukur secara ekonomis serta pragmatis. Pragmatisme dan sekularisme dalam kehidupan bermasyarakat di satu sisi, di sisi lain tradisionalisme dan religiusitas masih berkembang subur di masyarakat. Pola berpikir pragmatisme dan sekularisme berakibat pada merapuhnya sikap-sikap toleran antar warga negara. Rakyat cenderung mengelompok pada kesamaan kepentingan ekonomi disamping terus mencari perbedaan dan memilah-milah masyarakat yang didasarkan kepada ukuran-ukuran ekonomis. Oleh karena itu pemerintah harus cerdas untuk mampu menghadapi era globalisasi dan revolusi 4.0 dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri, antara lain adalah bahwa tantangan globalisasi dan revolusi digital tidak mungkin dapat dihindarkan dimana batas-batas antar dan negara sudah semakin transparan.
PILKADA (HUBUNGAN KEKUASAAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH) Samugyo Ibnu Redjo
Jurnal Academia Praja Vol 3 No 02 (2020): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v3i2.217

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah dan wakil kepala Daerah dalam 3 kali pemilihan terakhir ini tidak dapat dilepaskan pada keterlibatan partai politik di Indonesia, pandangan yang saat ini berkembang adalah Partai politik berfungsi sebagai sarana rekrutmen dan sarana seleksi atau sarana rekrutmen bagi aktor-aktor politik. Selaku kumpulan politik yang mengkomunikasikan kehendak dan kepentingan yang berbeda, serta sebagai sarana untuk memberdayakan rakyat. Kumpulan politik ini juga didasarkan pada nilai dan norma politik tertentu dan dengan ideology dan keyakinan serta pandangan tertentu pula, terhadap masalah Negara. Oleh sebab itu kumpulan politik tersebut sangat variatif dan beragam, bergantung pada ideology dan kepentingan kumpulan politik tersebut. Kemungkinan terjadinya politik uang dimasyarakat sangat besar sehubungan hampir 80% masyarakat dalam katagori miskin dan sangat miskin juga dalam kondisi yang tidak berdaya dan tidak berpendidikan. Kondisi demikian bukanlah kadaan yang kondusif untuk berlangsungnya proses demokras disamping tidak memungkinkan terjadinya proses demokratisasi. Selain kemiskinan menjadi sumber bagi politik uang, maka ketidakberdayaan merupakan unsur utama bagi terjadinya politik uang, hal ini dirasakan dalam proses PILKADA. Konteks demikian menyebabkan proses PILKADA yang saat ini dilaksanakan sangat riskan dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kemiskinan, ketidakberdayaan serta budaya anomik saat ini merupakan pemicu bagi peristiwa lanjutan dari PILKADA tersebut, antara lain adalah : Kandidat dan partai politik yang mendukungnya tidak bisa menerima kekalahan dalam PILKADA, sehingga tindakan coersif I melalui perundingan dan negosiasi sampai tindakan anarkhi melalui pengrusakan sarana swasta dan pemerintah dilakukan. Perkelahian antar kandidat, dan antar masyarakat dalam proses PILKADA, melibatkan masyarakat pada umumnya.Tindakan-tindakan yang mengakibatkan terganggunya hubungan suku, agama, ras dan antar golongan. PILKADA saat ini selayaknya dievaluasi.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU TENTANGPERLINDUNGAN, PEMBERDAYAAN PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN INDRAMAYU Ibrahim Dalil Samad; Samugyo Ibnu Redjo; Neneng Yani Yuningsih
Jurnal Academia Praja Vol 5 No 2 (2022): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v5i2.981

Abstract

Keberlangsungan pasar tardisonal mempunyai peranan yang sangat startegis dalam peningkatan pendapatan pedagang pasar tradisional. Realitasinya, masih belum berjalan maksimal dari penerapan kebijakan pemerintah daerah tentang perlindungan,pemberdayaan pasar tradisional di Kabupaten Indramayu. Menuai reaksi protes dari pedagang tradisional di Kabupaten dan terjadi penuruanan pendapatan ekonomi pedagang pasar tradisional di Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni kualitatif . Pengumpulan data dilakukan teknik wawancara akan digunakan sebagai alat dalam riset kualitatif. informasi yang tidak tercatat dalam dokumen, informasi dari kejadian dan kepribadan yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yakni analisis model interaktif. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dilakukan dengan bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu siklus. Hasil penelitian menunjukan, implementasi kebijakan perlindungan,pemberdayaan pasar tradisional di Kabupaten Indramayu masih blum sesuai dengan praktek di lapangan, terutama persoalan jarak antara pasar tradisional dan toko modern yang tidak sesuai dengan Perda No.4 Tahun 2014, dan pemerintah daerah Kabupaten Indramayu belum tegas dalam menertibkan toko modern yang tidak punya ijin dalam realitasnya masih berdiri dan beroperasi. Kata Kunci/Keywords : Kebijakan, Pemerintah Daerah, Perlindungan Pasar Tradisional dan Pasar Modern.