Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Masjid Bengkok : Kajian Sejarah Sosial dan Kontribusi Terhadap Masyarakat di Kota Medan Abdul Gani Jamora Nasution; Fitri Yanti Pasaribu; Ardila Sari; Fachrizal Alwi; Dwika Aulia Fitrah P.
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 2 No 1 (2022): Maktabatun
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.473 KB)

Abstract

The mosque is an important place for religious activities for Muslims, including the Old Alley Mosque. Gang Bengkok Mosque was established in 1874, and is the second oldest mosque in Medan city after the Osmani Mosque which was founded in 1854. This mosque was founded by four important people namely: Datuk M. Ali (As Agnia), Syeikh Muh. Yacub (Mandailing leader as a scholar), Tjong A Fie (Contributing to the finances for the construction of the mosque), Mufthi Syeikh Hasan Maksum (Allowing the construction of the mosque). The purpose of building this mosque, among others, is to provide awareness of religious people to make religious values ​​an important aspect. The Old Gang Bengkok Mosque contributes to society, especially in terms of the state, namely, as a sign of the Indonesian nation's struggle in terms of moving the hearts of Muslims to jihad and creating tolerance towards religious people, because the foundation of the construction of this mosque is so that religious people can respect each other. This research was conducted by means of observation and interviews
Masjid Al-Osmani : Telaah Sejarah Sosial Keaagamaan Abdul Gani Jamora Nasution; Lisa Sabina; Liza Umami; Rahmanita Minta Ito Pulungan; Shakira Fadla Nasution
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 2 No 1 (2022): Maktabatun
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.958 KB)

Abstract

This research aims to make the surrounding community pay more attention to one of the historical relics or mosques in the city of Medan. This study uses the historical research method, which is a method used in collecting historical sources (heuristics). The sample obtained using the interview technique was 5 people in the community around the Osmani mosque. Al Osmani Grand Mosque is located in the area of ​​Jalan Yos Sudarso KM. Pekan Labuhan Village, Medan Labuhan District, Medan, founded by Sultan Deli VII Osman Perkasa Alam, is not only a building that functions as a place of worship. But basically the Al-Osmani Grand Mosque is a cultural blend of Chinese, Middle Eastern, Indian, Spanish and local ethnicities in the city of Medan, namely the Malay ethnicity
Perkembangan Pendidikan Islam di Islamic Center Medan Abdul Gani Jamora Nasution; Aini Humairoh; Azimah Azzahra; Arwita Putri; Tania Dwi Rianti; Rahmi Wirdayani Adelia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1739

Abstract

Agama islam telah ada dan berkembang jauh sebelum indonesia merdeka, beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli tentang kedatangan islam di indonesia, sebagian pendapat mengatakan bahwa agama islam berasal dari india dan ada juga yang mengatakan bahwa islam berasal dari arab, namun yang jelas bahwa islam tidak datang ke indonesia melalui perang atau penaklukan, tetapi dengan cara yang tenang dan lembut. Ajaran islam disampaikan kepada masyarakat indonesia melalui para pedagang. Karena kedatangan islam di indonesia dengan cara damai dan tanpa ada unsur paksaan mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan di indonesia sehingga islam menyebar lebih cepat dan berkembangan di berbagai wilayah. Seiring penyebaran islam di indonesia, maka pendidikan islam juga berkembang. Metode yang digunakan dalam studi ini yaitu studi analisis pustaka.Pada tahun 1980 kemajuan perkembangan peradaban Islam di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan dengan menjamurnya pondok pesantren, baik klasik maupun modern dan berdirinya pusat penyebaran dakwah islam yang dikenal dengan Islamic Centre yang berfungsi sebagai pusat informasi Islam di daerah.Pesantren terus mengalami berbagai inovasi dan perubahan, baik dari segi sistem maupun lainnya, dalam buku Tumbuh Kembang Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Tipologi pesantren tidak lagi terbagi menjadi lima, tetapi sudah meluas sampai tujuh.
Lembaga Pendidikan Islam Al Washliyah: Studi Sejarah Madrasah Aliyah Qismul’aly Ismaliyah Medan Abdul Gani Jamora Nasution; Lisa Sabina; Nadilla Alfina; Nur Rohimah; Shakira Fadla Nasution; Dwika Aulia Fitrah Panjaitan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah Lembaga Pendidikan Islam Al Washliyah tentang studi sejarah Madrasah Aliyah Qismul’aly Islamiyah Medan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan permasalahan dan fokus penelitian. Hasil penelitian diperdapati yaitu pertama, Sejarah mencatat bahwa awal berdirinya Madrasah Al Qismul Ali Al Jam’iyatul Washliyah Jalan Ismailiyah Medan, berawal dari terjadinya perselisihan di kalangan umat Islam Sumatera Utara, Upaya yang terus dilakukan untuk mempersatukan umat Islam, pada akhirnya menjadi cikal-bakal terbentuknyaorganisasi Al Jam’iyatul Washliyah pada tanggal 30 November 1930, kedua, program kegiatan pembelajaran yaitu Kurikulum di Madrasah Al-Qismul Ali Jalan Ismailiyah Medan mengalami tiga periode perubahan kurikulum yaitu Kurikulum kurikulum tingkatan Al Qismul Ali (3 Tahun) tahun 1955-1977, kurikulum tingkatan Madrasah Al Qismul Ali Tahun 1978-2009, dan kurikulum Madrasah Al-Qismul Ali Tahun 2012-2013 menjadi kurikulum terakhir yang masih digunakan sampai tahun 2020.
PENGUATAN GENDER DALAM PENDIDIKAN ISLAM Abdul Gani Jamora Nasution
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v4i2.928

Abstract

Gender is understood as a social relation that is attached to the public as sex. This sometimes makes the dilemma of social conservatives-textual, understand that women simply put "under the armpits of men" and not a few is found arbitrariness of male to female with jargon "as one likes me". To accommodate this, the Islamic Education plays an important role as understanding the gender acceleration. Given the spirit of Islamic education is to humanize human beings without distinction of sex.