Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search
Journal : e-GIGI

Uji daya hambat getah kulit buah pisang goroho (Musa acuminafe L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus Rante, Bayu K.; Assa, Youla A.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17127

Abstract

Abstract: Abscess is a chronic inflammatory condition formed by localized infections. In oral cavity abscess, the causal bacteria oftenly found is Staphylococcus aureus. Goroho banana (Musa acuminafe L.) is a typical plant in North Sulawesi. The sap of goroho banana peel contains phytochemicals inter alia flavonoids, saponins, and tannins. This study was aimed to find out whether the sap of goroho banana peel (Musa acuminafe L.) had an inhibitory effect on the growth of Staphylococcus aureus. This was an experimental laboratory study with a post-test only control group design. A modified Kirby-Bauer using paper disk was used as the analytical laboratory method. We used 100% goroho banana peel sap, clindamycin antibiotics as the positive control, and CMCs as the negative control. Staphylococcus aureus bacteria was obtained from the Laboratory of Microbiology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Manado. The results showed that the mean diameter of inhibition zones of goroho banana peel sap was 10.9 mm and was classified as strong inhibition. Conclusion: Goroho banana peel sap had a strong inhibitory effect on the growth of Staphylococcus aureus.Keywords: goroho banana peel sap (Musa acuminafe L.), Staphylococcus aureus, inhibition zone Abstrak: Abses merupakan suatu kondisi inflamasi kronik yang terbentuk dari hasil infeksi yang terlokalisasi. Salah satu bakteri penyebab abses yang sering ditemukan pada rongga mulut ialah Staphylococcus aureus. Pisang goroho merupakan salah satu tanaman khas Sulawesi Utara. Getah kulit buahnya memiliki kandungan fitokimia seperti flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat getah kulit buah pisang goroho (Musa acuminafe L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini ialah eksperimental laboratorik dengan post test only control group design. Metode yang digunakan ialah modifikasi Kirby-Bauer dengan menggunakan paper disk. Konsentrasi getah buah pisang goroho yang digunakan yaitu 100%, kontrol positif menggunakan antibiotik klindamisin, dan kontrol negatif menggunakan CMC. Bakteri Staphylococcus aurues diambil dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Fakultas MIPA Unsrat Manado. Hasil penelitian menunjukkan diameter rerata zona hambat dari getah kulit buah pisang goroho yang terbentuk ialah 10,9 mm dan digolongkan sebagai zona hambat kuat. Simpulan: Getah kulit buah pisang goroho memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.Kata kunci: getah kulit buah pisang goroho (Musa acuminafe L.), Staphylococcus aureus, zona hambat
Pengaruh Konsumsi Pir (Pyrus) terhadap Indeks Debris pada Siswa SD Garuda di Kota Manado Sipayung, Tanindy M.; Gunawan, Paulina N.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.19939

Abstract

Abstract: Oral hygiene is part of body health that can not be separated one from another. One of the oral diseases that commonly occurs among children is dental caries. The influencing factor that causes caries is debris or food residue around the teeth. Mastication of fibrous food like pear could clean the teeth. Pear fruit is rich of nutritive materials which are able to block the growth of Streptococcus mutans on the formed teeth and to enhance bacterial protein denaturation. This study was aimed to obtain the effect of pear consumption on debris index in children aged 9 years at Garuda elementary school in Manado. This was a quasi-experimental study with a pre and post-test design. Population was all of the students aged 9 years at Garuda elementary school in Manado. There were 48 students as samples obtained by using total sampling method. The results showed that the average difference of debris index value in the experimental group was 1.04 and in the control group was 0.34. The Mann-Whitney test obtained a P value of 0.000 (<0.05) that indicated significant differences between the former and the later debris index in the experimental group and the control group. Conclusion: Pear consumption could influence the debris index in children aged 9 years at Garuda elementary school in Manado.Keywords: pear, debris indexAbstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan sebab kesehatan gigi dan mulut memengaruhi kesehatan tubuh. Salah satu penyakit mulut yang paling sering terjadi pada anak ialah karies gigi. Faktor pendukung penyebab terjadinya karies gigi yaitu debris atau sisa makanan yang terdapat di sekitar gigi. Mengunyah makanan berserat seperti buah pir dapat membantu membersihkan gigi. Buah pir kaya akan zat gizi yang mampu menghambat bakteri Streptococcus mutans pada pembentukan gigi serta mendenaturasi protein sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah pir (Pyrus) terhadap indeks debris pada anak usia 9 tahun di SD Garuda Manado. Jenis penelitian ialah eksperimental semu dengan pre and post-test design. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa SD Garuda Manado yang berusia 9 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling yang berjumlah 48 sampel. Hasil penelitian pada kelompok eksperimen mendapatkan nilai selisih rerata indeks debris sebesar 1,04 dan pada kelompok kontrol nilai selisih rerata indeks debris sebesar 0,34. Uji Mann-Whitney mendapatkan nilai P = 0,000 (< 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara selisih indeks debris awal dan akhir pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan: Terdapat pengaruh konsumsi buah pir (Pyrus) terhadap indeks debris pada anak usia 9 tahun di SD Garuda Manado.Kata kunci: buah pir, indeks debris
PENGARUH TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP KARIES ANAK DI TK HANG TUAH BITUNG Ngantung, Rebecca A.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10319

Abstract

Abstract: Dental caries is a major problem in children’s mouth cavity. The damage of the primary teeth spreads faster, expands more, and worse than permanent teeth. Socioeconomics status is one of the factors that affect health status. In order to meets the need of life and to get the desired health service, the higher socioeconomic groups have more chance than the lower socioeconomic groups. This study aimed to find out the influence of parental socioeconomic to children’s caries in Hang Tuah Bitung Kindergarten. This was an analytical study using a cross sectional design. The population consisted of students of Hang Tuah Bitung Kindergarten with a total of 72 children. Samples were 52 students obtauned by using total sampling method. The primary data collection used def-t examination and parental identity checked from. The statistical analysis was perfomed by using Spearman’s test. The results showed that there was no effect of parents’ employment of parents to children dental caries (p=0.092); there was no effect of parents’ education to children dental caries (p=0.425); no effect of parents’ income to children dental caries (p=0.164); there was no effect of the number of family members to children dental caries (p=0.119). Conclusion: There was no effect of socioeconomic status of the parents to children dental caries.Keywords: socioeconomic level, occupation, education, income, cariesAbstrak: Karies merupakan masalah utama di rongga mulut anak. Kerusakan gigi sulung lebih cepat menyebar, meluas, dan lebih parah dari pada gigi permanen. Status sosial ekonomi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi status kesehatan, sebab dalam memenuhi kebutuhan hidup dan untuk mendapatkan tempat pelayanan kesehatan yang diinginkan lebih memungkinkan bagi kelompok sosial ekonomi tinggi dibandingkan dengan kelompok sosial ekonomi rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua terhadapkaries anak di TK Hang Tuah Bitung.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian ini ialah murid TK Hang Tuah Bitung yang berjumlah 72 orang. Sampel yang diteliti 52 anak dengan menggunakan total sampling. Metode pengambilan data secara primer yaitu dengan pemeriksaan def-t dan formulir pemeriksaan identitas orang tua. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian diperoleh, tidak ada pengaruh tingkat pekerjaan orang tua terhadap karies gigi anak (p=0,092), tidak ada pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap karies gigi anak (p=0,425), tidak ada pengaruh tingkat pendapatan orang tua terhadap karies gigi anak (p=0,164), tidak ada pengaruh banyaknya anggota keluarga orang tua terhadap karies gigi anak (p=0,119).Simpulan: Tidak terdapat pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua terhadap karies gigi anak. Kata kunci : tingkat sosial ekonomi, pekerjaan, pendidikan, pendapatan, karies.
Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Perawatan Tumpatan Komposit pada Gigi Anterior di RSGM Universitas Sam Ratulangi Kewas, Cliviane; Wicaksono, Dinar A.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.23927

Abstract

Abstract: Dental caries can be overcome by restoration using composite resin which is widely used as an anterior tooth restoration material due to its aesthetic advantages. Dentists have to fulfil the patient expectation with the best service as possible. Determination of patient satisfaction of the restoration can be evaluated from the patient's assessment. This study was aimed to determine the level of patient satisfaction of composite restoration in the anterior teeth at RSGM Unsrat. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Respondents were 30 patients selected by purposive sampling method. The instrument used in this study was a questionnaire with closed questions. The results showed that most respondents’ satisfaction level of the restoration was ‘very satisfying’ (45%). The satisfaction level of the composite color was ‘satisfying enough’ (33%). The satisfaction level of the tooth size was ‘satisfying’. Data were processed descriptively then were presented based on distribution in chart forms. In conclusion, the respondents' satisfaction level of the composite restoration in the anterior teeth was most dominant in the 'satisfying' category related to the tooth size after restoration but in the 'satisfying enough' category related to the composite color.Keywords: composite restoration, anterior teeth, patient satisfaction Abstrak: Karies gigi dapat diatasi dengan restorasi menggunakan resin komposit yang banyak digunakan sebagai bahan restorasi gigi anterior karena memiliki keunggulan estetik yaitu menyerupai warna gigi. Dokter gigi wajib memenuhi harapan pasien dengan pelayanan sebaik mungkin. Untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap hasil restorasi, dapat dilihat dari penilaian pasien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap perawatan tumpatan komposit pada gigi anterior di RSGM Unsrat. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Responden penelitian ialah pasien yang dipilih dengan metode purposive sampling sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dengan pertanyaan tertutup. Data diolah secara deskriptif kemudian disajikan berdasarkan distribusi dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan responden terhadap hasil tumpatan paling banyak ialah sangat puas (45%) dan yang paling sedikit yaitu kurang puas (2%). Tingkat kepuasan responden terhadap warna bahan tumpatan komposit paling banyak ialah cukup puas (33%). Tingkat kepuasan responden terhadap ukuran gigi setelah ditumpat paling banyak ialah puas (76%). Simpulan penelitian ini ialah kepuasan responden terhadap perawatan tumpatan komposit pada gigi anterior yang paling dominan pada kategori puas tentang ukuran gigi setelah ditumpat dan pada kategori cukup puas tentang warna bahan tumpatan.Kata kunci: tumpatan komposit, gigi anterior, kepuasan pasien
Perbandingan efektivitas pendidikan kesehatan gigi menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak Kantohe, Zakarias R.; Wowor, Vonny N. S.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13490

Abstract

Abstract: Currently, the oral health of children in Indonesia is still a problem dominated by caries and periodontal disease. A highly influential factor to these two diseases is behavior. One way to change that behavior is by intervening through education to improve children knowledge by using media or tools. This study aimed to compare the effectiveness of dental health education using video media and flip chart in increasing children knowledge about oral health. This was a quasi experiment with a non equivalent control group design. Samples were students of SDN Kolongan aged 10-11 years old obtained by using total sampling method and were divided into two treatment groups: video media and flip chart. This study used the Mann-Whitney hypothesis test with a confidence level of 95% (p<0.05). The results showed that the p-value of dental health education influence using video media and flip chart to the improvement of oral health knowledge of children was 0.000 for each media. The statistical test comparing the effectiveness of dental health education using both media showed a p-value of 0.007. Conclusion: Dental health education using video and flip chart media improved effectively the oral health knowledge of students. Moreover, dental health education using video media was more effective in improving the oral health knowledge of students than using flip chart media.Keywords: dental health education, video media, flip chart media, children knowledgeAbstrak: Saat ini kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia masih menjadi masalah yang didominasi oleh penyakit karies gigi serta periodontal. Faktor yang sangat bepengaruh pada kedua penyakit ini yaitu faktor perilaku. Salah satu cara untuk merubah perilaku yakni dengan melakukan intervensi lewat pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan anak. Pemberian pendidikan kesehatan gigi dan mulut (PKG) pada anak akan lebih efektif dan optimal bila menggunakan media atau alat bantu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas PKG menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Jenis penelitian ialah quasi experiment dengan rancangan non equivalent control group. Sampel yaitu siswa SDN Kolongan yang berusia 10-11 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok yang menggunakan media video dan kelompok yang menggunakan media flip chart. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKG menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak masing-masing dengan nilai p=0,000. Hasil uji statistik perbandingan efektivitas PKG dengan menggunakan kedua media tersebut mendapatkan nilai p= 0,007. Simpulan: PKG menggunakan media video dan flip chart efektif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. PKG menggunakan media video lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak dibandingkan menggunakan media flip chart.Kata kunci: PKG, media video, media flip chart, pengetahuan anak
UJI EFEK ANTI BAKTERI EKSTRAK BUNGA CENGKEH TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans SECARA IN VITRO Andries, Juvensius R.; Gunawan, Paulina N.; Supit, Aurelia
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5763

Abstract

Abstrak: Minyak cengkeh berguna sebagai antibakteri alami. Minyak esensial dari cengkeh mempunyai fungsi anestetik dan antimikrobial. Zat yang terkandung dalam cengkeh yang bernama eugenol dapat membunuh bakteri termasuk bakteri yang resisten terhadap antibiotika, salah satunya adalah bakteri Streptococcus mutans. Bakteri ini merupakan mikroorganisme penyebab utama terjadinya karies. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak cengkeh terhadap bakteri Streptococcus mutans secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan post test only control group design. Penelitian ini menggunakan bahan coba ekstrak cengkeh dengan konsentrasi 40%, 60%, dan 80%, Ciprofloxacin, aquades dengan pengulangan sebanyak lima kali. Data dikumpulkan dan dianalisis dengan one-way ANOVA dan post-hoc uji LSD ( = 0,05). Berdasarkan hasil uji statistik penelitian uji efek antibakteri ekstrak cengkeh terhadap bakteri streptococcus mutans secara in vitro, dapat disimpulkaan bahwa ekstrak cengkeh memiliki efek antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans secara in vitro. Hasil uji lanjut post-hoc uji LSD menunjukan daya hambat ekstrak cengkeh 40%, 60%, 80%, lebih kecil (p<0,05) dalam menghambat Streptococcus mutans secara in vitro dibandingkan Ciprofloxacin. Kata Kunci: Ekstrak cengkeh, Streptococcus mutans.   Abstract: Clove oil is useful as a natural antibacterial agent, essential oil of clove has anesthetic and antimicrobial effect. Substances contained in clove called eugenol can kill bacteria including antibiotic resistant bacteria, one of which is the bacteria Streptococcus mutans. This bacteria is a major cause for caries. The purpose of this study was to mengetahui clove extrack antibacterial effects againts Streptococcus mutans bacteria in vitro. This study is an experimental study using a post test only control group design. This research try using clove extract with a concentration of 40%, 60%, and 80%, Ciprofloxacin, aquades repetition five times. Data collected and analyzed by one-way ANOVA and post-hoc LSD test (α = 0.05). Based on the results of the statistical test to test the effects of anti-bacterial research clove extracts against Streptococcus mutans bacteria in vitro, can disimpulkaan that clove extracts have antibacterial effects in inhibiting the growth of Streptococcus mutans bacteria in vitro.further test result post-hoc LSD test shoved its inhibitory clove extract 40%, 60%, 80% smaller (p<0,05)in hibiting Streptococcus mutans in vitro compared Ciprofloxacin. Keywords: clove extract, Streptococcus mutans
Pengaruh berkumur larutan teh hijau dalam menurunkan akumulasi plak pada gigi anak usia 8-10 tahun Nubatonis, Nikhe D.; Gunawan, Paulina N.; Wuisan, Jane
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13925

Abstract

Abstract: Oral health is still a major problem in Indonesia. Ignorance towards oral health has lead to accumulation of dental plaques. Children aged 8-10 are susceptible to have dental caries because they like to consume rich-sugar foods. Moreeover, these children are in the process of teeth changes and the growth of new teeth. There are many methods to prevent plaque forming besides tooth brushing inter alia oral rinsing which can cover wider surfaces of the oral cavity. This study was aimed to determine the effect of oral rinsing with green tea solution on reducing dental plaque accumulation among children aged 8-10 years. This was a quasi-experimental study with a pre-test and post-test group design. Population of study was students of SDN 126 Manado aged 8-10 years old. Samples were obtained by using total sampling method. There were 32 participants divided into two groups: rinsing with green tea solution and rinsing with 0.2% chlorhexidine solution (control group). The paired t-test stated that the accumulation of plaque was decreased after rinsing with green tea solution significantly (p=0.001). Meanwhile, the t-independent test on green tea solution and chlorhexidine had different scores in reducing plaque accumulation (p=0.004). Conclusion: Oral rinsing with green tea solution could reduce plaque accumulation in students aged 8-10 years, however, the mean reduction of plaque accumulation after rinsing with green tea solution was less than after rinsing with 0.2% chlorhexidine solution. Keywords: dental plaque, green tea Abstrak: Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi perhatian di Indonesia. Salah satu penyebab ialah terabaikannya kesehatan gigi dan mulut yang mengakibatkan timbulnya akumulasi plak pada gigi. Usia 8-10 tahun sangat rentan terhadap karies karena anak senang mengonsumsi makanan yang mengandung gula. Pada usia ini diperlukan perawatan lebih intensif karena terjadi pergantian gigi dan tumbuhnya gigi baru. Pendekatan pencegahan yang dikenal selain menyikat gigi ialah dengan berkumur yang mencapai lebih banyak permukaan rongga mulut, sehingga efektivitas kontrol plak meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur dengan larutan teh hijau dalam menurunkan akumulasi plak pada gigi anak berusia 8-10 tahun. Jenis penelitian ialah kuasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test group design. Metode pengambilan sampel ialah total sampling Populasi penelitian ialah siswa SDN 126 Manado berusia 8-10 tahun dengan 32 orang responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dengan larutan teh hijau, dan kelompok kontrol dengan chlorhexidine 0,2%.. Uji t-paired menyatakan antara sebelum dan sesudah berkumur larutan teh hijau terjadi penurunan akumulasi plak yang bermakna (p=0,001). Berdasarkan uji t-independent larutan teh hijau dan chlorhexidine memiliki penurunan akumulasi plak yang berbeda (p=0,004). Simpulan: Larutan teh hijau dapat menurunkan akumulasi plak pada siswa berusia 8-10 tahun. Rerata penurunan akumulasi plak gigi berkumur dengan larutan teh hijau lebih kecil daripada berkumur dengan chlorhexidine 0,2%.Kata kunci: plak gigi, teh hijau
Gambaran Status Karies Berdasarkan Indeks DMF-T dan Indeks PUFA pada Orang Papua di Asrama Cendrawasih Kota Manado Jotlely, Fernando B.; Wowor, Vonny N.S.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17364

Abstract

Abstract: Caries is one of the dental and oral health problems in Indonesia. Caries is a multifactorial disease, mainly caused by the lack of awareness to keep and maintain dental health. Papuan people are more likely to use areca nuts to clean their teeth instead of brushing their teeth in correct order. This study was aimed to obtain the caries index among Papuan people who lived in Manado based on DMF-T index and PUFA index. This was a descriptive study with a cross-sectional design conducted at Asrama Cendrawasih in Manado. There were 114 Papuan people as the study population. Subjects were 54 Papuan people (males and females) obtained by using purposive sampling method. The results showed that the average DMF-T indexes were 5 in males and 5.9 in females. Based on the average index of DMF-T (5.3), the caries status was categorized as high. Additionally, the untreated caries status had PUFA index of 0.3; in both sexes the average index was 0.3. Conclusion: Based on DMF-T index and PUFA index, the caries status of Papuan people at Asrama Cendrawasih Manado was categorized as high.Keywords: caries, PUFA index, DMF-T index Abstrak: Karies merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Karies disebabkan oleh beberapa factor, antara lain kurangnya kesadaran tentang kebersihan gigi dan mulut. Masyarakat Papua lebih mengutamakan menggunakan pinang sebagai bagian dan rutinitas membersihkan rongga mulut dibanding menyikat gigi dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat karies gigi pada orang Papua yang ada di kota Manado berdasarkan indeks DMF-T dan indeks PUFA. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian di Asrama Cendrawasih di Kota Manado berjumlah 114 orang Papua. Subyek penelitian sebanyak 54 orang Papua, diperoleh dengan menggunakan purposive sampling method. Hasil penelitian memperlihatkan rerata indeks DMF-T pada laki-laki sebesar 5 dan pada perempuan sebesar 5,9. Berdasarkan rerata indeks DMF-T sebesar 5,3 status karies subyek penelitian termasuk kategori tinggi. Status karies yang tidak dirawat pada subyek penelitian berdasarkan indeks PUFA sebesar 0,3 dengan rerata pada laki-laki dan perempuan masing-masing sebesar 0,3. Simpulan: Berdasarkan indeks DMF-T dan indeks PUFA, status karies pada orang Papua di Asrama Cendrawasih Kota Manado termasuk kategori tinggi.Kata kunci: karies, indeks PUFA, indeks DMF -T
GAMBARAN MALOKLUSI DENGAN MENGGUNAKAN HMAR PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Laguhi, Vigni Astria; Anindita, P. S.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5829

Abstract

Abstract: Malocclusions is a form of occlusions that deviates from the standard form which is accepted as a normal form and in Indonesia, the prevelence is still high enough. One of the ways to identify and assess the severity of malocclusions is using the Handicapping Malocclusion Assessment Record Index (HMAR). This study aims to describe the malocclusions patients of  RSGM Unsrat using the HMAR index. This is a descriptive study conducted at the RSGM Unsrat Manado. Research subjects which totaled 34 patient study models. Malocclusions assessment obtained by examination of the study sample according to HMAR index include the tooth defect in one jaw, the second jaw teeth abnormalities relationship in a state of occlusions, and dentofasial defect. Result of research on the teeth in one jaw irregularities showed the highest percentage of tooth loss. Abnormal jaw relations in a state of second gear in the region of the anterior occlusion showed the highest percentage in the form of excessive biting distance and in the posterior region of highest form of canines more distally. Dentofacial abnormalities showed the highest percentage in the form of palatal bite. Research malocclusions severity based on HMAR index showed the highest percentage of severe malocclusions are in need of care.Keywords: Malocclusions, Handicapping Malocclusion Assessment Record Index  Abstrak: Maloklusi adalah suatu bentuk oklusi yang menyimpang dari bentuk standar yang diterima sebagai bentuk normal dan di Indonesia prevalensinya masih cukup tinggi. Salah satu cara mengidentifikasi maloklusi dan menilai keparahan maloklusi  tersebut menggunakan Indeks Handiccaping Assessment Record (HMAR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran maloklusi pasien RSGM Unsrat menggunakan Indeks HMAR. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan di RSGM Unsrat Manado. Subjek penelitian berjumlah 34 model studi  pasien. Penilaian maloklusi diperoleh dengan pemeriksaan pada sampel penelitian berdasarkan indeks HMAR  meliputi penyimpangan gigi dalam satu rahang, kelainan hubungan gigi kedua rahang dalam keadaan oklusi, dan kelainan dentofasial. Hasil penelitian pada penyimpangan gigi dalam satu rahang menunjukkan persentase tertinggi pada kehilangan gigi. Kelainan hubungan gigi kedua rahang dalam keadaan oklusi menunjukkan di regio anterior persentase tertinggi berupa jarak gigit berlebih  dan diregio posterior tertinggi berupa gigi kaninus lebih ke distal. Kelainan dentofasial menunjukkan persentase tertinggi berupa palatal bite. Hasil penelitian tingkat keparahan maloklusi berdasarkan indeks HMAR menunjukkan persentase tertinggi pada maloklusi berat sangat memerlukan perawatan. Kata kunci: Maloklusi, Indeks Handicapping Malocclusion Assessment Record
STATUS KARIES ANAK USIA PRASEKOLAH SEKOLAH CITRA KASIH YANG MENGONSUMSI SUSU FORMULA Lombo, Aprilia; Mayulu, Nelly; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6407

Abstract

Abstract: Caries is disease on dental hard tissue that causes cavity in the tooth and on children is called rampant caries. Rampant caries occur because of the children who consume cariogenic foods and beverages as well as lack maintenance of oral hygiene. Formula milk is one of the food product that contain high nutritional value but can cause caries in children due to lack of proper feeding patterns like the duration of intake, frequency, duration, manner of presentation and means of prevention. The purpose of this study was to describe the caries status of preschool children in the Citra Kasih School who drink formula milk.This was a descriptive research with cross sectional study methods. The sample in this study amounted to 53 respondents with a total sampling technique based on the inclusion criteria.The results of caries status in children at school Citra Kasih Manado age 2-5 years old showed results d (decay) 36 respondents, e (Indicated for extraction) 29 respondents, and f (filled) 19 respondents, while based on formula milk feeding patterns obtained results the majority of preschooler students at Citra Kasih School Manado consume formula >2 years, the frequency of drinking milk >3 times daily, duration of drinking milk ≤ 15 minutes, without the addition of sugar, and not given water after consuming milk formula, and with an average def-t value of 1,6 according to the assessment def-t indicators from the WHO.Caries status of preschool children in the School Citra Kasih Manado who drink formula milk was classified in the low category.Keywords: caries status, preschoolers, formula milkAbstrak: Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi yang menyebabkan kavitas pada gigi dan pada anak-anak disebut rampan karies. Rampan karies terjadi karena pola konsumsi makanan dan minuman yang bersifat kariogenik serta kurangnya pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak. Susu formula merupakan salah satu produk makanan yang mengandung nilai gizi yang cukup tinggi namun dapat menyebabkan karies pada anak akibat pola pemberian yang kurang tepatseperti lama pemberian, frekuensi, durasi, cara penyajian dan cara pencegahan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran status karies anak usia prasekolah di Sekolah Citra Kasih yang mengonsumsi susu formula.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode pengambilan data yaitu cross sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumlah 53 anak yang diperoleh menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi.Hasil penelitian menunjukakan indeks def-t rata-rata anak yaitu 1,6 dengan nilai d (decay) 36, e (indicated for extraction) 29, dan f (filled) 19. Berdasarkan pola pemberian susu formula diperoleh hasil, mayoritas murid sekolah Citra Kasih Manado mengonsumsi susu formula > 2 tahun, frekuensi minum susu > 3 kali sehari, durasi minum susu ≤ 15 menit, tanpa adanya penambahan gula dan pemberian air putih setelah mengonsumsi susu formula.Status karies anak usia prasekolah di Sekolah Citra Kasih Manado yang mengonsumsi susu formula tergolong dalam kategori rendah.Kata kunci: Status karies, anak usia prasekolah, susu formula