Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PROSIDING KOMUNIKASI

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGEMBANGAN KAPASITAS INOVASI DAN DAYA SAING DAERAH (Studi Kasus Pemanfaatan Web Portal Inovasi KUKM dalam Pengembangan Kapasitas Inovasi dan Daya Saing Daerah oleh Komunitas Pengrajin Bordir di Kabupaten Tasikma Gemiharto, Ilham; Sugiana, Dadang
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.18 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas inovatif diperlukan agenda strategis yang dilaksanakan dengan komitmen yang tinggi. Agenda strategis disusun berdasarkan landasan sistem inovasi daerah, termasuk perkuatan kelembagaan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Pengembangan Web Portal Inovasi KUKM merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pasar berbasis web dan mendorong pelaksanaan metode pengembangan kapasitas inovasi dan daya saing daerah secara terbuka. Komunitas Pengrajin Bordir di Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu komunitas KUKM yang memanfaatkan Web Portal Inovasi UMKM untuk mengembangkan kapasitas dan daya saing mereka. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan inovasi dan daya saing daerah, sehingga mendorong peningkatan kapasitas inovatif para pelaku KUKM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) serta teknik analisis data deskriptif, dengan informan penelitian adalah anggota komunitas pengrajin bordir di Tasikmalaya, fasilitator KUKM, administrator Web Portal KUKM dan para pejabat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan inovasi dan daya saing daerah, memiliki peran signifikan dalam mendorong peningkatan kapasitas inovatif para pelaku KUKM. Penelitian ini merekomendasikan untuk merancang suatu model pemanfaatan teknologi informasi yang dapat diimplementasikan di daerah lain di Indonesia. Kata Kunci :Teknologi Informasi, Kapasitas Inovatif, Daya Saing Daerah, Pengrajin Bordir, Kabupaten Tasikmalaya.
POLA JARINGAN KOMUNIKASI SOSIAL MASYARAKAT PERDESAAN DI DESA SUKARESIK KECAMATAN SIDAMULIH, KABUPATEN PANGANDARAN Sugiana, Dadang; Anwar, Rully Khairul; Budiono, Agung
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.296 KB)

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh banyaknya program pemerintah yang harus disampaikan kepada masyarakat. Namun tidak sedikit yang gagal dalam mensosialisasikan kebijakan tersebut. Kesalahan dalam memilih saluran komunikasi atau tidak paham dengan adanya hubungan interpersonal di antara warga masyarakat, atau juga salah dalam mengenali struktur sosial budaya dan sistem yang berlaku di suatu daerah/desa. Sehingga masyarakat salah menerjemahkan, memaknai, atau memahami pesan/informasi. Akibat selanjutnya, terjadi kesalahan pada taraf pelaksanaan, yang berarti juga kegagalan dari program pembangunan, kegagalan dari difusi inovasi, dan kegagalan dari implemetasi kebijakan secara keseluruhan. Untuk mengetahui hal itu digunakanlah metode analisis jaringan yang berusaha untuk mengetahui struktur komunikasi dan pola komunikasi yang berlaku di masyarakat, dalam hal ini di Desa Sukaresik dengan menelusuri isu program KIS, KIP dan KSKP. Data dikumpulkan dengan membuat kuesioner yang memuat tiga kelompok pertanyaan yaitu: 1) Kelompok identitas, 2) Kelompok pertanyaan pokok; 3) kelompok pertanyaan sosiometrik yang disebarkan ke seluruh responden yang berjumlah 282 KK yang dilakukan dengan cara sensus. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi masyarakat pedesaan yang relatif stabil bahkan cenderung lebih merupakan budaya yang butuh waktu lama untuk mengubahnya dimana anggota masyarakat desa masih memilih hubungan interpersonal dalam kegiatan komunikasinya. Bagi masyarakat desa media masih lebih dominan digunakan semata-mata untuk mendapatkan hiburan. Kata Kunci: Komunikasi Social, Masyarakat Perdesaan, Pola Jaringan.