Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaat Air Bersih Di Desa Supat Barat Kecamatan Babat Supat Purwanto, Medy; Nurasbon, Nurasbon; Rimbawati, Yazika; Marzalena, Marzalena; Saputra, Nerbi
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v7i2.443

Abstract

Latar Belakang: Air merupakan salah satu sumber daya alam sebagai modal dasar serta faktor utama pembangunan guna memajukan kesejahteraan umum, yang berfungsi sangat penting bagi kehidupan manusia ( Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pendapatan, dan sikap dalam pemanfaat air bersih di Desa Supat Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat survey analitik serta menggunakan pendekatan cross-sectional yang dilakukan dengan melihat dan mencatat data kepala keluarga di Desa Supat Barat. Populasi ini adalah semua kepala keluarga yang ada di Desa Supat Barat tahun 2021, dan sampel penelitian ini adalah sebagian dari populasi yang dianggap mewakili. Hasil ini di dapatkan bahwa 86 responden yang memilih pemanfaat air bersih berjumlah 58 responden (67,4%) dan yang tidak memilih pemanfaat air bersih berjumlah 28 responden (32,6%), pengetahuan baik berjumlah 33 responden (38,4%) dan kurang berjumlah 53 responden (61,4%), pendapatan lebih dari UMK berjumlah 47 responden (54,7%) dan kurang dari UMK berjumlah 39 responden (45,3%), sikap setuju berjumlah 45 responden (52,3%) dan kurang setuju berjumlah 41 responden (47,7%). Dari hasil chi-square kesimpulan secara simultan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pemanfaat air bersih dimana. Kata Kunci :Pengetahuan, Pendapatan, Sikap, Pemanfaat Air Bersih
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Pada Bayi Diatas 11 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Kota Palembang Rimbawati, Yazika; Amalia, Rizki; Dewi, Bela Purnama; Mustakim, Mustakim
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.965 KB) | DOI: 10.54816/jk.v9i1.506

Abstract

Imunisasi adalah upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit dengan cara memasukkan kuman atau produk kuman yang sudah dilumpuhkan atau dimatikan kedalam tubuh. Program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Adapun faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi yaitu umur ibu, pengetahuan ibu dan sikap ibu. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling dengan jumlah sampel 77 responden. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 77 responden sebanyak 63 responden (81,8%) pemberian imunisasi lengkap dan 14 responden (18,2%) pemberian imunisasi tidak lengkap. Sedangkan distribusi menurut umur ibu dari 77 responden sebanyak 62 responden (80,5%) dewasa muda atau < 30 tahun dan 15 responden (19,5%) dewasa tua atau ≥ 30 tahun. Distribusi menurut pengetahuan ibu dari 77 responden sebanyak 61 responden (79,2%) berpengetahuan baik dan 16 responden (20,8%) berpengetahuan kurang baik dan distribusi menurut sikap ibu dari 77 responden sebanyak 62 responden (80,5%) memiliki sikap positif dan 15 responden (19,5%) memiliki sikap negatif. Berdasarkan dari hasil chi-square didapat hubungan antara umur ibu dengan pemberian imunisasi dengan ρ value 0,001, hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dengan ρ value 0,000 dan hubungan antara sikap ibu dengan pemberian imunisasi dengan ρ value 0,024. Pada petugas kesehatan terutama kepada petugas kesehatan yang bekerja di KIA hendaknya lebih mengoptimalkan pemanfaatan KMS dan meningkatkan promosi kesehatan terutama mengenai pentingnya imunisasi. Kata kunci: Imunisasi, Bayi, Puskesmas Merdeka
Hubungan Karakteristik Pasien Usia Lanjut Dengan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) Yang Menjalani Hemodialisis Disebabkan Diabetes Melitus Dan Hipertensi Dewi, Bela Purnama; Darussalam, Al Amin; Rimbawati, Yazika; Safitri, Serli Wulan
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v9i2.537

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) menggambarkan terjadinya kerusakan pada ginjal yang telah berlangsung ≥3 bulan dan bersifat progresif. Penyakit ginjal telah meningkat dari urutan ke 13 penyebab kematian menjadi urutan ke 10. Penyakit ginjal kronik pada usia 55-64 tahun sebesar 7,21%, usia 65-74 tahun sebesar 8,23% dan usia 75 tahun keatas sebesar 7,48%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien usia lanjut dengan penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis disebabkan Diabetes Melitus dan Hipertensi di RS PUSRI Palembang tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif bersifat deskriptif korelatif melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah ±90 orang, pasien usia lanjut dengan PGK yang menjalani hemodialisis di RS PUSRI Palembang dan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang dilakukan secara purposive sampling. Hasil uji statistik didapatkan tidak ada hubungan karakteristik pasien usia lanjut (umur p value = 1.000, jenis kelamin p value = 0.458, pendidikan p value = 0.458 dan IMT p value = 1.000) dengan penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis disebabkan diabetes melitus dan hipertensi di RS PUSRI Palembang tahun 2022. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar informasi kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keluarga berusia lanjut yang menjalani terapi hemodialisis serta sebagai informasi kesehatan kepada masyarakat untuk pencegahan sedini mungkin atau memperlambat kerusakan ginjal yang lebih parah dengan mengontrol faktor resiko. Kata Kunci : Karakteristik Pasien, Usia Lanjut, Penyakit Ginjal Kronik (PGK)
Hubungan Antara Pengetahuan Keluarga dan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Stroke Pada Lansia Wulandari, Ria; Rimbawati, Yazika; Minata, Fika; Jaya KK, Indra Frana
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v10i1.578

Abstract

Background: Stroke is a cerebrovascular disease (brain blood vessels) which is characterized byimpaired brain function due to damage or death of brain tissue due to reduced or blocked blood flowand oxygen to the brain. Objective: To determine the relationship between Family Knowledge andFamily Support with Stroke Incidence in the Elderly. This type of research uses an analytical surveymethod with a cross sectional approach. Sample in From the analysis results obtained that there is asignificant relationship between this study amounted to 36 people using accidental samplingtechnique. From the results of the analysis, it is known that there is a significant relationship betweenFamily Knowledge (ρ-value = 0.031), and family support (-value = 0.040), with the incidence ofstroke in the elderly in the Inpatient Room at Kayuagung Hospital, Ogan Komering Ilir Regency in2021. Suggestions : provide health education to families about stroke, treatment, rehabilitation, andcare for stroke patients at home. Nurses are also expected to help patients and families in increasingthe patient's motivation to recover.
Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Ibu terhadap Pemberian Asi Ekslusif Yazika Rimbawati; Rini Gustina Sari; Putu Lusita Nati Indriani
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v13i2.420

Abstract

Asi Ekslusif adalah Air Susu Ibu yang diberikan kepada bayiusia 0 – 6 bulan tanpa makanan pendamping. TujuanPenelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan danpengetahuan dengan pemberian Asi Ekslusif. Desainpenelitian ini menggunakan metode survey analitik denganpendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di PMBHj. Zuniawati Palembang pada bulan November sampaidengan bulan Desember Tahun 2021. Sampel penelitian iniadalah semua ibu yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulanberjumlah 32 responden. Metode pengumpulan datamerupakan data primer menggunakan Cheklist. Hasilpenelitian di analisis secara univariate untuk mengetahuidistribusi frekuensi variabel Asi Ekslusif dengan presentaseyang memberikan Asi Ekslusif sebanyak 19 responden(59,4%) lebih banyak dari yang tidak memberikan AsiEksklusif sebanyak 13 responden (40,6%), distribusifrekuensi variabel Pendidikan dengan presentaseberpendidikan tinggi sebanyak 25 responden (78,1%) lebihbanyak dibandingkan dengan responden yang berpendidikanrendah sebanyak 7 responden (21,9%) dan distribusifrekuensi variabel pengetahuan yang mempunyaipengetahuan baik sebanyak 23 responden (71,9%) lebihbanyak yang mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 9responden (28,1%). Hasil penelitian secara bivariate untukmengetahui hubungan variabel pendidikan dan pengetahuandengan Asi Ekslusif. Hasilnya menunjukkan pendidikandengan pemberian Asi Eksklusif didapat nilai p = 0,010 danpengetahuan dengan pemberian Asi Eksklusif p value =0,015. Diharapkan kepada tugas kesehatan yang bekerja diBPM Hj. Zuniawati Palembang untuk lebih meningkatkanpenyuluhan tentang pemberian ASI Eksklusif pada bayi.
PENERAPAN LATIHAN BATUK EFEKTIF PADA ANAK INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS Afdhal, Fitri; Rimbawati, Yazika; Romadhon, Muhammad; Maulana, Rizki Sopyan
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1443

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Biasanya akan terjadi pada 14 hari dengan gejala yang sering muncul seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, keluarnya cairan berlebihan dan kehilangan nafsu makan. Kebiasaan manusia yang sering mengabaikan kejadian ini, padahal infeksi akibat virus dan bakteri dapat dengan cepat menumpuk di saluran pernapasan. Terapi non farmakologi yakni pemberiaan terapi batuk efektif, memudahkan pasien untuk mengeluarkan dahak,memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak agar lebih mudah untuk dikeluarkan.Tujuan :untuk mengetahui penerapan latihan batuk efektif pada anak dengan (ISPA)di Wilayah Puskesmas Tebat Agung Muara Enim Tahun 2024 Metode: metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dan intervensi batuk efektif, subjek pada studi kasus terdapat 2 pasien. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksan fisik dan dokumentasi. Hasil Penelitian : pada pengkajian kedua pasien mengatakan batuk berdahak. Pada  pasien 1 dan 2 diberikan terapi farmakologis tetapi pada pasien 1 diberikan terapi tambahan yaitu terapi non farmakologis latihan batuk efektif, pada evaluasi hari ketiga pasien 1 mengatakan dahaknya sudah mulai berkurang sedangkan pada pasien 2 mengatakan dahak tidak terlalu banyak, tetapi masih ada sedikit. Diagnosa Keperawatan utama Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif. Setelah tiga hari dilakukan intervensi batuk efektif dan implementasi SLKI dan SIKI masalah teratasi. Kesimpulan : batuk efektif terbukti dapat membantu pasien untuk mengurangi dahaknya dibandingkan hanya dengan menggunakan terapi farmakologis saja. Kata Kunci : ISPA, Batuk Efektif
PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN TULANG DAN OTOT: STROKE DI WILAYAH PUSKESMAS Afdhal, Fitri; Wulandari, Ria; Bastiar, Bastiar; Rimbawati, Yazika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1453

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dapat menyebabkan kematian, kecacatan, dan menurunkan kualitas hidup penderita. Salah satu masalah yang sering muncul pada pasien stroke adalah hambatan mobilitas fisik akibat kelemahan otot. Latihan Range of Motion (ROM) diketahui dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki tonus otot, dan meningkatkan kemampuan mobilitas pasien. Tujuan: Mengetahui efektivitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan dua subjek penelitian pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Tebat Agung, Kabupaten Muara Enim pada bulan Juni 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengkajian keperawatan, dengan intervensi latihan ROM diberikan 3 kali sehari selama 3 hari selama 10–15 menit. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan kekuatan otot pasien sebelum dan sesudah latihan. Hasil: Setelah tiga hari intervensi ROM, kedua pasien mengalami peningkatan kekuatan otot dan kemampuan gerak pada ekstremitas yang sebelumnya mengalami kelemahan. Pada hari pertama hingga kedua, keluhan pasien masih muncul sebagian, namun pada hari ketiga kedua pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Saran: Agar pihak tenaga kesehatan memberikan latihan ROM sebagai therapy nonfarmakologis yang mudah diterapkan serta melibatkan keluarga untuk mendukung keberlanjutan perawatan di rumah secara mandiri. Kata Kunci: Stroke, Gangguan Muskuloskeletal, Range of Motion (ROM)
Terapi Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat Pada Pasien Lansia Hipertensi dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Cardo, Alex; Rimbawati, Yazika; Parmin, Selamat; Afdhal, Fitri Afdhal
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v13i1.1153

Abstract

Hypertension is one of the most common health problems experienced by the elderly and is often accompanied by acute pain complaints. Non-pharmacological management such as warm foot soak therapy can be an alternative to lower blood pressure as well as reduce pain. This study aimed to implement nursing care with the intervention of warm foot soak therapy in elderly patients with hypertension experiencing acute pain. The research method used was a case study design involving two elderly hypertensive patients at Bhayangkara Mohamad Hasan Hospital, Palembang, in 2025. The intervention was carried out by soaking the patients’ feet in warm water at a temperature of 37–40 °C for 15–30 minutes, once a day for three consecutive days. Data were collected through observations of blood pressure and pain scale using an assessment sheet. The results showed a decrease in blood pressure in both patients, from 180/80 mmHg to 150/80 mmHg and from 170/90 mmHg to 140/80 mmHg. In addition, the pain scale decreased significantly, from 5 to 1 and from 4 to 2. In conclusion, warm foot soak therapy is effective as a non-pharmacological nursing intervention to help reduce blood pressure and relieve pain in elderly patients with hypertension.
Association of gadget use with learning focus and interpersonal skills among school-age children: A cross-sectional study Setiawati, Peni; Arsi, Ranida; Rimbawati, Yazika
Lentera Perawat Vol. 7 No. 1 (2026): January - March
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i1.660

Abstract

Background: The increasing use of digital technology has expanded gadget exposure among school-age children, which may influence learning concentration and social interaction development in educational settings. Educational stakeholders therefore require empirical evidence to understand how gadget use relates to learning focus and interpersonal skills. Objective: This study aimed to examine the association between gadget use, learning focus, and interpersonal skills among school-age children. Methods: A quantitative cross-sectional correlational design was employed. The study involved 60 students in grades IV and V at MI Najahiyah Seberang Ulu 1, Palembang, Indonesia, selected through purposive sampling based on predefined inclusion criteria. Data were collected using structured questionnaires measuring gadget use, learning focus, and interpersonal skills. Descriptive statistics were used to summarize respondent characteristics, while Spearman’s rho correlation test assessed associations between variables at a 95% confidence level. Results: The findings showed a statistically significant association between gadget use and learning focus (p < 0.001; r = 0.792) as well as between gadget use and interpersonal skills (p < 0.001; r = 0.764). Most respondents demonstrated moderate gadget use, generally high learning focus, and predominantly good interpersonal skills. These results indicate that variations in gadget use levels are closely related to differences in cognitive concentration and social interaction abilities among school-age children. Conclusion: Gadget use shows a significant association with learning focus and interpersonal skills among school-age children. Balanced and supervised gadget use is essential to support optimal academic engagement and social development.
Ball-grip exercise to improve fine motor function in a patient with non-hemorrhagic stroke: A nursing case study Diski, Diski; Romadhon, Muhammad; Saputra, Andre Utama; Rimbawati, Yazika
Lentera Perawat Vol. 7 No. 1 (2026): January - March
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i1.678

Abstract

Background: Non-hemorrhagic stroke frequently results in upper extremity motor impairment, which limits patients’ functional independence and quality of daily living. Fine motor dysfunction commonly occurs due to neuromuscular damage affecting coordination and muscle strength. Rehabilitation interventions that are simple, accessible, and feasible in nursing practice are essential to support early motor recovery. Ball-grip exercise represents a low-cost rehabilitative approach that may enhance muscle strength through repetitive hand stimulation. Objective: This study aimed to analyze the effect of ball-grip exercise on improving fine motor function in a patient with non-hemorrhagic stroke through a nursing case study approach. Methods: A descriptive case study design was conducted at Bhayangkara Moh. Hasan Hospital Palembang in June 2025. Two adult patients diagnosed with non-hemorrhagic stroke were selected using purposive sampling based on upper limb weakness, stable consciousness, communication ability, and willingness to participate. The intervention consisted of ball-grip exercise performed for 10–15 minutes twice daily over four consecutive days alongside standard pharmacological therapy. Muscle strength was assessed using Manual Muscle Testing (MMT), supported by observation, interviews, physical examination, and medical record documentation. Data were analyzed descriptively by comparing pre- and post-intervention motor function. Results: The patient receiving combined pharmacological therapy and ball-grip exercise demonstrated improvement in muscle strength from MMT score 3 to 4 within four days, accompanied by increased functional independence, particularly in holding a spoon and eating independently. Conversely, the patient receiving pharmacological therapy alone showed no significant improvement in muscle strength or fine motor function during the same observation period. These findings indicate that ball-grip exercise may accelerate fine motor recovery in patients with non-hemorrhagic stroke. Conclusion: Ball-grip exercise is a practical and feasible nursing rehabilitation intervention that may enhance fine motor recovery in non-hemorrhagic stroke patients. Integration of simple rehabilitative exercises with pharmacological therapy may optimize functional outcomes. Healthcare providers are encouraged to incorporate structured hand exercises into routine nursing care, and further research with larger samples and longer observation periods is recommended to strengthen clinical evidence.