p-Index From 2021 - 2026
4.208
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences Jurnal Energi Dan Manufaktur Jurnal Simetris Jurnal Teknik Mesin SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Rekayasa Mesin Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Jurnal Mechanical Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Elementer (Elektro dan Mesin Terapan) Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Machine : Jurnal Teknik Mesin Prosiding Seminar Nasional Darmajaya Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Jurnal Teknik Mesin Indonesia Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( Abdi Ke Ungu) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Tabikpun Journal of Innovation and Technology Indonesian Journal of Engineering and Science (IJES) ARMATUR : Artikel Teknik Mesin dan Manufaktur Jurnal Teknik Mesin Jurnal Puruhita Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) AME (Aplikasi Mekanika dan Energi) : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Jurnal Polimesin Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific activists related to society development Nemui Nyimah
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemesinan Kering Terhadap Kekasaran dan Kekerasan Permukaan Paduan Titanium Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL MECHANICAL Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen-komponen mesin pesawat terbang yang dibuat daripada bahan paduan titanium memerlukan tingkat kelayakan dan kenyamanan terhadap kondisi permukaan yang dimesin. Integritas permukaan yang dimesin menjadi salah satu indikator penting terhadap kualitas komponen mesin yang diproduksi. Bagaimanapun juga, pada waktu pemesinan, permukaan paduan titanium yang dimesin mudah mengalami kerusakan karena bahan ini bersifat mampu-mesin yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh model pemesinan kering terhadap integritas permukaan bahan Ti-6%Al-4%V ELI yang dimesin. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kekasaran permukaan yang diperoleh sangat ditentukan oleh kadar pemakanan dan jari-jari ujung pahat. Pada tingkat awal proses pemesinan, nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan ada pada level yang tinggi dan kemudian menurun seiring dengan aus yang berlaku pada ujung mata pahat. Pada jara beberapa mikron di bawah permukaan bahan yang dimesin, didapati efek pengerasan sehingga nilai kekerasan yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan pada permukaan paling atas. Bahkan, lapisan putih yang keras dijumpai setebal lebih kurang 2 m pada kondisi operasi pemesinan; kecepatan potong 95 m/min, feed rate of 0.35 mm/rev and depth of cut of 0.10 mm. Kondisi ini diperoleh pada akhir pemotongan atau pada kondisi aus telah mencapai maksimum. Kata kunci: pemesinan kering, titanium, kekasaran permukaan, kekerasan permukaan
Prestasi Pahat Karbida Berlapis TiN-Al2O3-TiCN Pada Saat Pembubut Baja Perkakas AISI D2 Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL MECHANICAL Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian terhadap pahat karbida dilakukan untuk menginvestigasi umur pahat sifat ausnya  pada berbagai kondisi proses pemesinan. Pahat karbida yang dilapisi (KC 125) dan tidak dilapisi (K 313) digunakan untuk membubut baha perkakas AISI D2 yang berbentuk bulat dengan nilai kekerasan 25 HRC. Pengujian dilakukan dalam keadaan kering atau tanpa menggunakan pelumas pada  berbagai jenis keceptan potong dan pemakanan, sedangkan kedalaman potong konstan. Disain penelitian Metode Tagcuhi diimplementasikan untuk mengakomodir parameter pemesinan pada beberapa jenis kecepatan potong dan pemakanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa progress haus untuk kedua jenis pahat karbida terdiri dari tiga tahap yaitu mekanisme haus awal, pertengahan (teratur) dan akhir pemesinan. Mekanisme aus perlahan dan seragam terjadi pada kadar pemakanan rendah, 0,05 mm/rev. secara umum, pahat karbida yang dilapisi menunjukkan prestasi yang lebih baik berbanding dengan pahat karbida yang tidak dilapisi. Umur pahat yang panjang dan keadaan permukaan yang baik diperoleh bila mengunakan pahat karbida yang dilapisi.Kata kunci : umur pahat, pahat karbida, pembubutan dan AISI D2.
Analisa Keausan Pahat pada Pemesinan Bor Magnesium AZ31 Gusri Akhyar Ibrahim; Joni Iskandar; Arinal Hamni; Sri Maria Puji Lestari
JURNAL MECHANICAL Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v8.i2.201711

Abstract

Pengeboran (drilling) adalah proses pembuatan lubang dengan cara menekan sebuah mata pahat yang berputar pada benda kerja. Selama proses permesinan terjadi interaksi antara mata bor  dengan benda kerja dimana benda kerja terpotong sedangkan mata bor mengalami gesekan. Gesekan yang dialami pahat berasal dari permukaan geram yang mengalir dan permukaan benda kerja yang telah terpotong, akibat gesekan ini  pahat mengalami aus. Tujuan penelitian ini akan menganalisa umur pakai pahat HSS pada pemesinan bor magnesium AZ31 dan untuk mendukung penelitian tersebut digunakan Metode Taguchi untuk menganalisa pembahsan hasil penelitian. Parameter permesinan bor yang digunakan yaitu; mata bor HSS (hight speed stell) dengan ukuran (10 mm, 12 mm, dan 14 mm), kecepatan putaran (635 Rpm, 970 Rpm, 1420 Rpm) dan menggunakan gerak makan (0,10 mm/rev, 0,18 mm/rev dan 0,24 mm/rev), dengan kedalam potong 50 mm. Pengambilan data keausan pahat dilakukan menggunakan mikroskope digital USB dengan perbesaran 50x. Data keausan pahat dilihat setiap satu kali proses pengeboran dan proses pemesinan akan dihentikan jika mata bor sudah mengalami aus. Umur pahat tertinggi diperoleh pada diameter bor 10 mm dengan kecepatan putaran 635 rpm dan menggunakan gerak makan 0,10 mm/rev yaitu selama 12,74 menit, sedangkan umur pahat terendah diperoleh pada diameter bor 14 mm dengan kecepatan putaran 1420 rpm dan menggunakan gerak makan sebesar 0,18 mm/rev yaitu selama 0,68 menit. Berdasarkan analisys of varian (ANOVA) parameter yang signifikan dalam mempengaruh umur pakai mata bor adalah kecepatan putaran (n). Semakin besar kecepatan putaran (n) maka keausan mata bor akan semakin cepat terjadi, hal tersebut disebabkan karena suhu tinggi yang di hasil dari gesekan antara mata bor dan benda kerja.
Konsep Proses Pemesinan Berkelanjutan Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL MECHANICAL Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metal industrial machining usually strongth pressure from all sectors, ether raw material industries or user metal industries. Manufacturint process which offered to all sectors industries  or companies that sustainable manufakturing consist of three main factor are efective cost, enviroment and social performance. Keywords: Sustainable, machining, social, enviroment, cost.
Optimasi Kepresisian Geometri Ulir Menggunakan Metode Taguchi-Grey Relation Analysis Gusri Akhyar Ibrahim; Arinal Hamni; Muhammad Daud Aria Falah
JURNAL MECHANICAL Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v10.i2.201910

Abstract

Metode Taguchi telah digunakan secara luas dalam proses optimasi terhadap suatu respon tunggal, sedangkan untuk menyelesaikan proses optimasi multi-respon dapat digunakan Metode Grey Relation Analysis (GRA). Metode Grey Relation Analysis (GRA) dapat mensimplifikasi proses multi-respon dengan mengubahnya kedalam respon tunggal. Kesalahan geometri ulir magnesium pada pemesinan bubut ulir dipengaruhi oleh diameter benda uji, kedalaman potong, dan kecepatan putar. Penelitian ini meneliti respon kesalahan pitch, kesalahan tinggi, dan kesalahan sudut ulir pada bentuk ulir luar metrik M1,5 dengan 3 level dan 3 faktor lalu pengolahan datanya menggunakan proses optimasi Taguchi-GRA. Penelitian ini menggunakan diameter benda kerja ulir digunakan 10, 14, 18 mm, kedalaman potong 0,23, 0,3067, 0,46 mm dan kecepatan putar 212, 318, 424 rpm. Hasil optimal didapatkan pada kombinasi kondisi pemotongan dengan faktor diameter 10 mm, kedalaman 0,46 mm dan kecepatan spindel 424 rpm, dimana respon kesalahan pitchnya 0,012667 mm, kesalahan tinggi 0,03833 mm, dan kesalahan sudut 1,5367o. Faktor yang berpengaruh signifikan yaitu kecepatan putar 56,66 % dan diameter benda kerja 25,85%.
PENGARUH UKURAN FLY ASH PADA KEKUATAN BENDING KOMPOSIT RESIN EPOXY Yusman Zamzami; Shirley Savetlana; Gusri Akhyar Ibrahim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fly ash is one of the solid waste generated by industries that use coal as a fuel for the production process. Fly ash contains silica or alumina silica that has no adhesive properties (cementation) to himself. The purpose of this research was to determine the bending strength of composites reinforced fly ash (coal waste) through the bending test. In this study, fly ash was sieved with a sieve to obtain a variation of fly ash particle size of 40 mesh, 80 mesh and 120 mesh. Composite manufacturing using hand lay up with a mixture ratio of epoxy resin and hardener 1:1. Next step is mixing matrix and fly ash with mass fraction 60%: 40% use of fly ash particle size variation. Transform and then testing bending and for pure epoxy resin composites with various particle sizes. Photo fracture area with Scanning Electron Microscope (SEM) was used to analyze the causes of failure in composites. In this study the mechanical properties of the composite bending test in accordance with ASTM D790. The test results showed that the bending strength of the composite teringgi achieved with fly ash particle size of 120 mesh, the bending strength of 59.26 N/mm2 obtained. Factors that affect the bending strength is power tie fly ash particles with the matrix, the distribution and number of particles are evenly distributed in the composite particles. SEM image results in the fracture of composite particles of fly ash shows the tie between the matrix and the particles are quite good. Keywords: Fly ash, composite, bending strength
PENGARUH UKURAN BUTIR SERBUK FLY ASH TERHADAP KEKUATAN IMPACT BAHAN KOMPOSIT BERMATRIKS EPOXY Agus Setiawan; Shirley Savetlana; Gusri Akhyar Ibrahim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mixing types of epoxy polymers with fly ash (fly ash) coal into composite materials is expected to be one of the ways to look for an alternative to metal materials. Mixing two different materials is intended to improve the mechanical properties of composites by utilizing waste coal as a reinforcing material. Making specimens was based on differences in particle size of the fly ash powder. Fly ash sifted with a sieve to obtain a variation of the size of the fly ash particles with a size of 40 mesh, 80 mesh and 120 mesh. While the epoxy resin used was a general purpose type (Bisphenol Aepichlorohydrin) Bakelite EPR 174 with a ratio between the epoxy resin and hardener 1:1. After getting the fly ash according to the desired size, made by mixing epoxy resin through the calculation of the mass fraction. The process of mixing epoxy resin with coal fly ash waste is done with matrix mixing ratio by 60% and 40% fly ash. Then do the impact test for pure epoxy resin and for composites. Fracture area photo by scanning electron microscope (SEM) was used to analyze the causes of failure in composites. Testing was conducted ann accordance with the standard impact test ASTM D 6110. The test results showed the addition of fly ash particles with increasing particle size of 40 mesh, 80 mesh and 120 mesh can improve the impact strength of the composite. Highest impact strength of the composite obtained at 120 mesh particle size of 3.967 x 10-3 J/mm2. With the decrease in the size of particles, extensive contact between the surface of fly ash with resin will be many more. So, to the improve impact strength. In the SEM image results look excellent interface bonding between the matrix with fly ash particles. In the composite looks much voids or porosity.Keywords: epoxy, composites, fly ash, impact test, SEM photos, the mechanical properties.
Pengaruh Gerak Makan Dan Kecepatan Putaran Terhadap Aus Pahat HSS Pada Pengeboran Baja ASTM A1011 Menggunakan Pelumas Minyak Goreng Dodi Wibowo; Gusri Akhyar Ibrahim; Arinal Hamni
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2014): Jurnal FEMA Vol.2 No.2 Tanggal 10 April 2014
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pahat HSS yang digunakan dalam proses pengeboran memiliki umur dan tidak dapat digunakan secara terus menerus. Banyak faktor yang mempengaruhi umur pahat diataranya keausan pahat. Untuk menentukan keausan pahat pahat bor biasanya operator mesin hanya melakukan secara visual atau meraba pada bagian ujung mata pahat.  Cara ini yang sering dilakukan pada dunia industri dikarenakan keterbatasan alat dan efisiensi waktu dalam proses produksi. Dalam penelitian ini pengaruh kecepatan putaran (n), gerak makan (f) terhadap terbentuknya keausan tepi pahat HSS, dianalisis dengan dua metode, yaitu  metode kualitatif (grafik) dan metode kuantitatif (statis) dengan metode analisis variasi (ANOVA). Dalam penelitian ini, proses pengeboran menggunakan pahat HSS dan material uji baja ASTM A1011 dengan ketebalan  material 10 mm. Dalam proses pengujian, gerak makan (f) yang digunakan adalah 0,1 mm/rev, 0,18 mm/rev,0,24 mm/rev sedangkan  kecepatan putaran (n) yang digunakan adalah 443 rpm, 635 rpm, 970 rpm. Dari hasil pengujian secara kualitatif didapat bahwa peningkatan gerak makan (f) akan meningkatkan keausan tepi pahat HSS. Begitu pula peningkatan nilai kecepatan putaran (n) akan meningkatkan keauasan tepi pahat HSS. Dari metode ANOVA ( pengujian kuantitatif) dengan menggunakan program diperoleh hasil  bahwa kecepatan putaran (n), dan gerak makan (f) secara bersama-sama mempunyai pengaruh timbulnya keausan pahat, namun secara signifikan hanya gerak makan yang berpengaruh terhadap timbulnya keausan tepi pahat HSS. Pada penelitian ini gerak makan (f) mempunyai pengaruh paling besar terhadap timbulnya keausan tepi yaitu 50,01% sedangkan kecepatan putaran hanya berpengaruh sebesar 37,42% terhadap timbulnya keausan tepi pahat HSS. Kata Kunci : kecepatan putaran (n), gerak makan (f), keausan pahat, baja ASTM A1011,ANNOVA
UNJUK KERJA VORTEX TUBE COOLER PADA PEMESINAN BAJA ST41 Akhmad Isnain Pulungan; Gusri Akhyar Ibrahim; Yanuar Burhanuddin
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pemesinan merupakan proses manufaktur dimana objek dibentuk dengan cara membuang atau menghilangkan sebagian material dari benda kerjanya. Pada proses pembubutan, panas yang dihasilkan sangat tinggi sebagai akibat dari gesekan antara pahat bubut dan benda kerja. Salah satu faktor berpengaruh pada dalam proses pembubutan adalah media pendingin. Dalam penelitian ini pembubutan dilakukan menggunakan pahat HSS dan material uji baja ST41, dengan media pendingin system vortex tube (udara dingin bertekanan) menghasilkan suhu udara dingin 14,6 C, 18,5 C, 21, C. Udara dingin luaran vortex tube digunakan selama proses pembubutan dengan parameter feeding (f) 0,1 mm/rev, kecepatan spindel adalah 625(rpm) dan kedalaman potong konstan 2 mm. Hasil penelitian pendingin vortex tube bukaan 2 dengan gerak makan 0,11 mm/rev dan kecepatan potong 80,46 m/menit menghasilkan umur pahat mencapai 5,63 menit, pada bukaan 3 dengan kecepatan potong 72,61 m/menit dan gerak makan 0,11 mm/rev umur pahat mencapai 5,60 menit. Umur pahat terendah di dapat tanpa menggunakan pendingin dengan gerak makan 0,11 mm/rev, kecepatan potong 88,39 m/menit, yaitu mencapai 2,86 menit dan umur pahat tertinggi didapat menggunakan media pendingin vortex tube bukaan 1 dengan gerak potong 0,11 m/rev dan kecepatan potong 88,39m/min sebesar 6,29 menit. Oleh karena itu media pendingin vortex tube dapat meningkatkan umur pahat HSS hingga mencapai 52,76%.Kata Kunci: Pembubutan, baja ST41, HSS, vortex tube, kecepatan potong, gerak makan, umur pahat
Aplikasi Cairan Pelumas Untuk Mengurangi Tingkat Keausan Mata Bor Pada Pengeboran Pelat ASTM A1011 Menggunakan Mata Bor HSS Anjar Tri Gunadi; Gusri Akhyar Ibrahim; Arinal Hamni
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2014): Jurnal FEMA Vol.2 No.2 Tanggal 10 April 2014
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengakibatkan berkembangnya pula bidang-bidang kegiatan manusia. Salah satunya adalah berkembangnya bidang industri permesinan. Proses permesinan yang dilakukan secara terus menerus misalnya pada pengeboran akan menyebabkan aus nya mata bor yang digunakan, karena adanya peningkatan suhu pemesinan. Perlu adanya perlakuan khusus untuk menurunkan suhu pemesinan yang terjadi. Penggunaan beberapa jenis cairan pendingin seperti oli sintetis dan minyak kelapa diharapkan dapat menurunkan suhu permesinan sehingga mengurangi keausan yang terjadi pada mata bor HSS yang digunakan. Diaplikasikan dengan cara menyemprotkan cairan pelumas secara terus-menerus pada permukaan benda kerja yang bersinggungan dengan mata bor pada kecepatan putaran (n) konstan pada 443 rpm, sedangkan variasi pada gerak makan (f) sebesar  0.1 mm/rev, 0.18 mm/rev serta 0.24 mm/rev. Umur pakai mata bor yang didapat pada pengujian tanpa pelumas dengan putaran (n) = 443, gerak makan (f) = 0.1 mm/rev serta nilai keausan mata bor    (vb) = 0.3 mm adalah 2.02 menit. Untuk penggunaan oli sintetis dengan kecepatan putaran dan gerak makan yang sama, didapat umur pakai mata bor selama 4.71 menit atau meningkat sebesar 54%. Peningkatan itu dibandingkan pada proses pengeboran tanpa menggunakan cairan pelumas. Sedangkan dengan penggunaan minyak kelapa, umur pakai mata bor selama 4.05 menit atau meningkat  sebesar 48%. Dengan demikian nampak jelas bahwa penggunaan cairan pelumas mampu menurunkan tingkat keausan mata bor, terutama pada penggunaan oi sintetis. Kata Kunci : keausan mata bor HSS, gerak makan, cairan pelumas.
Co-Authors . Tarkono, . Achmad Yahya Teguh Panuju Achmad Yahya Teguh Panuju Afriani, Lusmelia Agus Haryanto Agus Setiawan Agus Setiawan Ahmad Su’udi Ahmad Yahya Ahmad Yahya TP Ahmad Yahya TP, Ahmad Akhmad Isnain Pulungan Akhmad Isnain Pulungan, Akhmad Isnain Alan Suseno Alim Fadila Rahman Amrizal Amrizal Anjar Tri Gunadi Anjar Tri Gunadi, Anjar Tri Arinal Hamni Arinal Hamni Arinal Hamni Armulani Patihawa Aufadhia Bagus Ramadhan Bagus Saputra Deky Nanda Radigo Putra DEWI SARTIKA DEWI SARTIKA Dewi Sartika Didiek Embrijakto Dimas Rizky Hermanto Dityamri, Arzaq Guruh Dodi Wibowo Dodi Wibowo, Dodi Dwiastanto, Lucius Patria Giri Eko Agus Supriyanto Endra Saputra Endro Prasetyo Wahono Firmansyah, Andre Gustiyawan, Ahmad Henddy Purnomo Henddy Purnomo, Henddy Indra Hermawan Irwan Sukri Banuwa Joni Iskandar Joni Iskandar Julita, Sela Karina Gracia Agatha Tambunan Leksono, Panji Mario Lestari, Sri Maria Puji Libiru, Rofika Lusmeilia Afriani Lusmelia Afriani M. Dyan Susila M. Ridho Ulya Milyanti, Rita Muhammad Daud Aria Falah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Taqwa Niswah, hamimatun Novri Tanti, Novri Nur Efendi Patihawa, Armulani Pramono, Atik Pratondo, Tanto Ramadhan, Bagus Rantaujaya, Agus Rizki Ramadhan Robby Saputra Sahid Ar Rafi Salsabila, Unik Hanifah Saputra, Endra Seldi Prayoga Shirley Savetlana Shirley Savetlana, Shirley Sri Hidayati Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sri Puji Maria Sri Ratna Sulistiyanti Sri Waluyo Subeki Subeki Subeki suci hardina rahmawati Supriyadi, Eko Agus Suryadiwansa Harun Suryadiwansa Harun Tanto Pratondo Utomo Tarkono Tarkono Tarkono Trisya Septiana Udin Hasanudin Valiandra, Tito Wahyu Budiono Wahyu Hidayat Wibowo, Muhammad Pandu Yahya, Achmad Yanuar Burhanuddin Yanuar Burhanuddin Yanuar Burhanuddin Yusman Zamzami Yusman Zamzami, Yusman