p-Index From 2021 - 2026
5.307
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences Jurnal Energi Dan Manufaktur Jurnal Simetris Jurnal Teknik Mesin Jurnal Teknik Mesin SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Rekayasa Mesin Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Jurnal Mechanical Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Elementer (Elektro dan Mesin Terapan) Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Machine : Jurnal Teknik Mesin Prosiding Seminar Nasional Darmajaya Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Jurnal Teknik Mesin Indonesia Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( Abdi Ke Ungu) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Tabikpun Journal of Innovation and Technology Indonesian Journal of Engineering and Science (IJES) ARMATUR : Artikel Teknik Mesin dan Manufaktur Jurnal Teknik Mesin Jurnal Puruhita Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) AME (Aplikasi Mekanika dan Energi) : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Jurnal Polimesin Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri Prosiding SNTTM Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific activists related to society development Nemui Nyimah
Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Cairan Pelumas Untuk Mengurangi Tingkat Keausan Mata Bor Pada Pengeboran Pelat ASTM A1011 Menggunakan Mata Bor HSS Anjar Tri Gunadi; Gusri Akhyar Ibrahim; Arinal Hamni
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2014): Jurnal FEMA Vol.2 No.2 Tanggal 10 April 2014
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengakibatkan berkembangnya pula bidang-bidang kegiatan manusia. Salah satunya adalah berkembangnya bidang industri permesinan. Proses permesinan yang dilakukan secara terus menerus misalnya pada pengeboran akan menyebabkan aus nya mata bor yang digunakan, karena adanya peningkatan suhu pemesinan. Perlu adanya perlakuan khusus untuk menurunkan suhu pemesinan yang terjadi. Penggunaan beberapa jenis cairan pendingin seperti oli sintetis dan minyak kelapa diharapkan dapat menurunkan suhu permesinan sehingga mengurangi keausan yang terjadi pada mata bor HSS yang digunakan. Diaplikasikan dengan cara menyemprotkan cairan pelumas secara terus-menerus pada permukaan benda kerja yang bersinggungan dengan mata bor pada kecepatan putaran (n) konstan pada 443 rpm, sedangkan variasi pada gerak makan (f) sebesar  0.1 mm/rev, 0.18 mm/rev serta 0.24 mm/rev. Umur pakai mata bor yang didapat pada pengujian tanpa pelumas dengan putaran (n) = 443, gerak makan (f) = 0.1 mm/rev serta nilai keausan mata bor    (vb) = 0.3 mm adalah 2.02 menit. Untuk penggunaan oli sintetis dengan kecepatan putaran dan gerak makan yang sama, didapat umur pakai mata bor selama 4.71 menit atau meningkat sebesar 54%. Peningkatan itu dibandingkan pada proses pengeboran tanpa menggunakan cairan pelumas. Sedangkan dengan penggunaan minyak kelapa, umur pakai mata bor selama 4.05 menit atau meningkat  sebesar 48%. Dengan demikian nampak jelas bahwa penggunaan cairan pelumas mampu menurunkan tingkat keausan mata bor, terutama pada penggunaan oi sintetis. Kata Kunci : keausan mata bor HSS, gerak makan, cairan pelumas.
PENGARUH PUTARAN DAN KECEPATAN TOOL TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA PENGELASAN FRICTION STIR WELDING ALUMINIUM 5052 Muhammad Iqbal; . Tarkono; Gusri Akhyar Ibrahim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium is a metal that has a good resistance against corrosion, this is because the occurrence of the phenomenon of pasivasi. In addition to its resistance to corrosion, aluminium also has a lighter weight compared to steel, so aluminium is frequently used as one of the materials used in the manufacture of ships, especially on the upper deck of the building, insulation, fuel tanks and  freshwater tank.Welding is the process of connecting between two or more metal parts by using thermal energy.In general aluminum welding using fusion welding processes such as Metal Inert Gas and Metal Inert Gas, but on both of these methods there is possibility formation of defects are porosity, cracks and prone to occurringdeformationduringcooling processof dan the formation ofmetalwelding. The purpose of this study was to determine the effect of tool rotation and welding speed on the mechanical aspect of Aluminium 5052 with the friction stir welding method.The parameters of the   welding process is done on the research this is is the round tool and welding spee is is the round tool and welding speed.Round tool used there are two namely 1800 rpm and 1100 rpm. The speed of welding is also used there are two variations,namely 11.4 mm/min and 19.8 mm/min. As for the mechanical tests conducted there are three, namely testing the hardness, impact test, and tensile testing.The result of this research was the discovery that the round tool and welding speed greatly affect the mechanical properties of aluminium that has been welded. Because the tool is rotating faster increases the tensile strength of aluminium, while the small welding speed will increase the hardness of aluminum that has been welded. Keywords : aluminium, welding, friction stir welding, mechanical aspect of metals
Aplikasi Udara Dingin Vortex Tubepada Pembubutan Baja ST 41 Menggunakan Pahat HSS Henddy Purnomo; Gusri Akhyar Ibrahim; Ahmad Yahya TP
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2014): Jurnal FEMA Vol.2 No.2 Tanggal 10 April 2014
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pahat merupakan komponen utama dalam proses pemesinan selain mesin bubut dan benda kerja. Umur pahat merupakan suatu data pemesinan yang sangat penting dalam perencanaan pemesinan. Vortextube merupakan alat yang dapat memisahkan aliran udara yang bertekanan menjadi udara panas dan dingin. Dalam penelitian ini pengaruh kecepatan potong, gerak makan, dan kedalaman potong terhadap keausan pahat yang digunakan akan diteliti. Metode Taguchi digunakan menganalisa faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap keausan. Pada penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif (grafik) dan kuantitatif (statistic) dengan metode analisa varian (ANOVA). Dalam penelitian ini, proses pembubutan menggunakan pahat HSS dan material benda kerja baja ST 41. Dalam proses pengujian, gerak makan (f) yang digunakan adalah 0,09 mm/rev, 0,12 mm/rev,0,18 mm/rev, sedangkan kecepatan potong (v) yang digunakan adalah 58,72 mm/min, 86,35 m/min, 113,25 m/min dan untuk kedalaman potong (a) 1,0 mm, 1,5 mm, 2,0 mm. Udara  dingin vortextube yang sudah ada dilakukan pada penelitian sebelumnya yaitu suhu 15º dan tekanan udara 5 bar/psi. Dari analisa varian  yang dilakukan, kecepatan potong memiliki pengaruh signifikan terhadap keausan pahat. Kondisi parameter pemesinan yang optimal diperoleh pada kecepatan potong (v): 58,72, gerak makan (f) 0,09 mm/rev dan kedalaman potong (a) : 1,0 mm dengan umur pahat mencapai 139 menit. Laju keausan tepi pahat semakin meningkat dengan bertambahnya kecepatan potong. Dari analisa  S/N ratio  diperoleh parameter pemesinan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keausan pahat adalah  kecepatan potong  dengan nilai kontribusi  = 0,024  karena tidak melebihi > 0,05. Kata Kunci : keausan pahat, Metode Taguchi, baja ST 41, pahat HSS, kecepatan potong
Pengaruh Parameter Pemotongan Pada Proses Bubut Ulir (Threading) Terhadap Kepresisian Geometri Ulir Magnesium Paduan AZ31 Gusri Akhyar Ibrahim; Alan Suseno; Arinal Hamni
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.636 KB) | DOI: 10.24843/JEM.2019.v12.i01.p01

Abstract

Magnesium telah dikembangkan dalam bidang kedokteran yaitu sebagai material untuk implan dalam tubuh. Hasil penelitian sebelumnya menunjukan bahwa faktor utamanya adalah sifat magnesium sangat mirip dengan sifat tulang manusia. Sekrup AZ31 menunjukkan kekuatan tarik keluar yang serupa dengan sekrup stainless steel saat ditarik dari bahan tulang sintetis, dan tingkat degradasi jenis sekrup Mg-alloy di ruang tulang sumsum dan otot lebih cepat daripada di ruang tulang kortikal. Hal ini menunjukan bahwa pembuatan ulir pada magnesium AZ31 sangat mendukung untuk diaplikasikan pada bidang material biomedic. Kepresisian geometri ulir akan memberikan pengaruh terhadap kwalitas ulir, terutama pada saat ulir bekerja bila sudah digunakan sebagai penyambung tulang. Untuk mengatasi masalah tersebut, dapat dilakukan variasi pada parameter proses pemesinan magnesium, yaitu parameter pemotongan pada saat pembubutan ulir untuk mendapatkan hasil yang paling baik akurasinya. Hasil penelitian menunjukan nilai kesalahan tinggi ulir minimum yaitu 0,018188 mm didapatkan pada parameter kecepatan spindel 424 rpm dan kedalaman potong 0,433015. Nilai kesalahan jarak puncak ulir (pitch) minimum yaitu 0,0205 mm didapatkan pada parameter kecepatan spindel 212 rpm dan kedalaman potong 0,649523 mm. Nilai kesalahan sudut minimum yaitu 0,603 didapatkan pada parameter kecepatan spindel 212 rpm dan kedalaman potong 0,324761 mm. Magnesium has been developed in the field of medic as a material for implants. The results of previous studies show that the main factor is the characteristic of magnesium very similar to the characteristic of human bones. AZ31 screws show outward tensile strength similar to stainless steel screws when pulled from synthetic bone material, and the degradation rate of Mg-alloy screw types in the marrow and muscle bone space is faster than in cortical bone space. This shows that the screw making on magnesium AZ31 is very possible to be applied in the biomedical material field.The precision of the screw geometry will have an effect on the quality of the thread, especially when the screw works when it has been used as a bone joint. To overcome this problem, variations in the machining process parameters are carried out, the cutting parameters at the time of screw turning to get the best accuracy results. The results showed that the minimum screw depth error value is 0.018188 mm, obtained at the spindle speed parameter of 424 rpm and depth of cut 0.433015 mm. The minimum pitch error value is 0.0205 mm obtained on the parameters of the spindle speed of 212 rpm and depth of cut 0.649523 mm. The minimum angle error value is 0.603 ° obtained in the parameters of the spindle speed 212 rpm and the depth of cut 0.324761 mm.
PENGARUH LAPISAN KERAS TiN TERHADAP UMUR PAHAT BUBUT HSS PADA SAAT PEMESINAN BAJA CARBON SEDANG Gusri Akhyar Ibrahim
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.693 KB)

Abstract

To increase performance of the tool life can be improved by hard coating surface on the tool using sputtering method. The research aims to deposit titanium and nitrogen thin film on surface of high speed steel tool, and also to investigate the effect of the TiN coating, which was coated by titanium and nitrogen using sputtering DC method, on the tool life. Thin film was deposited by sputtering method in vacuum chamber and flowed argon and nitrogen simultaneously. Trials machining of medium carbon steel material were done at various depth of cut of 0.5, 1.0 and 1.5 mm, feedrate of 0.084, 0.090 and 0.112 mm/rev and cutting speed of 23, 28, 32, 36, 42 and 48 m/min. The results showed that optimal cutting depth of coated and uncoated tools were 1 mm, tool life and removed volume was after coated titanium and nitrogen increased at 17% dan 40,3%, respectively.
ANALISIS KEPRESISISAN LOBANG BOR PADA PEMESINAN MAGNESIUM AZ31 MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Gusri Akhyar Ibrahim; Yanuar Burhanuddin; Didiek Embrijakto
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.5116

Abstract

Magnesium merupakan salah satu material bobot ringan yang sangat penting, terutama di bidang otomotif, dan biomedik. Aplikasi material magnesium dan paduannya di bidang material biomedik didasarkan pada sifat magnesium yang sangat mirip dengan sifat tulang manusia dan memiliki biocompatibility yang baik serta luluh di dalam tubuh. Aplikasi material magnesium juga banyak dikembangkan dengan cara ditanam (implan). Material paduan magnesium memiliki beberapa kelebihan secara kimia dan fisika, namun  dalam proses pemesinan paduan magnesium dikenal sebagai material jenis logam yang mudah terbakar, terutama pada saat proses pemesinan dengan kecepatan tinggi. Dalam penelitian ini, sudut mata pahat (point angle), pelumas dan parameter pengeboran dianalisa untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai kekasaran permukaan, kebulatan dan ketegaklurusan. Pada penelitian ini disain yang digunakan adalah Metode Taguchi L18 yang terdiri dari 3 faktor 3 level dan 1 faktor 2 level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekasaran permukaan dipengaruhi oleh adanya kontribusi dari sudut sudut mata pahat18,9% dan lubrikan 14,5%. dimana sudut mata pahat adalah 650 dengan lubrikan minyak sintetis.  Kebulatan dipengaruhi oleh sudut mata pahat 450 dari proses pengeboran, terutama jika terjadi interaksi pada kadar pemakanan 0,2 mm/rev dan lubrikan sintetis. Keakuratan sisi potong/cutting edge berakibat pada gaya tangensial sehingga berpengaruh pada kestabilan putaran dan kebulatan hasil pengeboran. Nilai ketegaklurusan magnesium AZ31 dalam proses pengeboran sangat dipengaruhi pula oleh parameter pemotongan kadar pemakanan yang menghasilkan signifikansi P = 0,044 , sedangkan nilai signifikansi yang paling tinggi adalah interaksi antara kadar pemakanan 0,1 mm/rev dengan lubrikan sintetis  pada P = 0,041.
Identifikasi Nilai Kekasaran Permukaan pada Pemesinan Paduan Magnesium Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL MECHANICAL Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The using of magnesium alloy, as alternative to iron and steel, is becoming more popular in the manufacturing industries. Magnesium and its alloys were classified as lighter material and also available in a quite large quantity in this world. Some of machined componens, included automotive and aerospace componens were produced by cutting, which is known as machining process. The machining process done in several conditions doe to the pharamater or factor in machining process. The main factors in machining process are  feed rate, cutting speed, machining condition and deep of cutting. The purpose of this research is to investigate the influence of cutting pharameter to the surface roughness of magnesium, when machined using milling process and supplied with cooling air from vortex tube cooler. Cutting pharameters  used in this research are feed rate and cutting speed. Feed rate used was three levels, those are 0,15 mm/rev, 0,20 mm/rev, and 0,25 mm/rev. Cutting speed used also three levels, those are 23,18 m/min, 32,15 m/min and 42,7 m/min. Cooling air is released from vortex tube cooler with 15 oC of temperature. The result of this research is found that feed rate affected signicantly on surface roughness value. The surface roughness value increased with increasing of the feed rate level. An other han, the surface roughness  value is also affected wear on the edge of the cutting tool. The wear on the cutting tool contributed to the changes of  nose radius (become bigger), so increase the surface roughness value.Keywords: magnesium material, surface roughness, milling, cutting pharameter, cooling air.
Analisis Konsumsi Energi Listrik Universal Milling Machine Pada Berbagai Keadaan Operasi dan Parameter Pemesinan Dimas Rizky Hermanto; Yanuar Burhanuddin; Suryadiwansa Harun; Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL MECHANICAL Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v9.i1.201806

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat pengaruh kondisi mesin dan variasi parameter pemesinan terhadap konsumsi daya listrik mesin frais universal Milko 12. Pengujian pemotongan dilakukan pada baja karbon SS400 dengan tiga kondisi operasi yaitu kondisi idle, kondisi meja bergerak dan kondisi melakukan pemotongan, dimana pada masing-masing kondisi tersebut dibagi lagi menjadi tiga variasi kecepatan spindel, laju pemakanan, dan kedalaman pemotongan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan mesin frais konvensional Universal Milko-12.Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi daya dan temperatur mesin meningkat seiring waktu proses dan peningkatan kecepatan spindel. Pada kondisi pemotongan, selain peningkatan kecepatan spindel peningkatkan kecepatan gerak meja dan kedalaman potong menyebabkan peningkatan temperatur dan konsumsi daya pemotongan
Pemanfaatan Limbah Biomassa Jagung Untuk Produksi Biochar di Desa Bangunsari, Pesawaran Wahyu Hidayat; Agus Haryanto; Gusri Akhyar Ibrahim; Udin Hasanudin; Seldi Prayoga; Bagus Saputra; Alim Fadila Rahman; Karina Gracia Agatha Tambunan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v3i1.77

Abstract

Jagung merupakan komoditi unggulan di Desa Bangunsari, Pesawaran, namun hasil panen menyisakan limbah biomassa tongkol jagung. Selama ini limbah tongkol jagung hanya dibuang dan dibakar, sehingga menimbulkan masalah polusi, efek rumah kaca dan pemanasan global. Pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai bahan baku biochar dapat menjadi solusi yang menjanjikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat penting biochar sebagai pembenah tanah kepada petani di Desa Bangunsari, membangun tungku produksi biochar, dan mempraktikkan cara membuat biochar dari tongkol jagung. Metode pengabdian menggunakan PLA (Participatory Learning and Action) dengan melibatkan beberapa petani yang dilatih dalam pembuatan biochar. Dari kegiatan PKM ini telah dibangun satu tungku produksi biochar dari batu bata dan tanah liat yang mampu memproses bahan baku berupa limbah tongkol jagung dengan kapasitas proses 35 meter kubik. Petani yang terlibat dalam kegiatan PKM ini mengerti proses pembuatan biochar menggunakan tungku tanah liat
Kekasaran permukaan pada pemesinan frais mikro Ti 6Al- 4V ELI (extra low intertitial) Gusri Akhyar Ibrahim; Endra Saputra; Suryadiwansa Harun; Eko Agus Supriyanto; Armulani Patihawa
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Turbo Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.728 KB) | DOI: 10.24127/trb.v8i2.1057

Abstract

One of the ingredients that are popular now is titanium, but titanium is a material that is difficult to process using conventional milling machining because of the poor thermal conductivity of the material so that the high-temperature machining process produced in the cutting zone causes plastic deformation in cutting tools and increased chemical reactivity in titanium. High-speed micro-milling machining can be used for micro machining of hard metals or alloys that are difficult to achieve at low speeds. Micro milling machining in titanium material 6Al-4V ELI with variations in milling tool diameter 1 and 2 mm, spindle speed 10.000 and 15.000 rpm, feed 0,001 and 0,005 mm/rev, depth of cut 100 and 150 μm, which then do data processing using the method taguchi full factorial and theoretical analysis. The results showed that the diameter of the tool and into the depth of cut the most effect on surface roughness, the greater the tool diameter of the milling produced a smaller roughness value, this is inversely proportional to the depth of the cut. The lowest roughness value is 0,26 and the highest roughness value is 0,9. Keywords: Micro milling machining, titanium 6Al-4V ELI, surface roughness.
Co-Authors . Tarkono, . Achmad Yahya Teguh Panuju Achmad Yahya Teguh Panuju Afriani, Lusmelia Agus Haryanto Agus Setiawan Agus Setiawan Ahmad Su’udi Ahmad Yahya Ahmad Yahya TP Ahmad Yahya TP, Ahmad Akhmad Isnain Pulungan Akhmad Isnain Pulungan, Akhmad Isnain Alan Suseno Alim Fadila Rahman Amrizal Amrizal Anjar Tri Gunadi Anjar Tri Gunadi, Anjar Tri Anwar, Syaipudin Arinal Hamni Arinal Hamni Arinal, Arinal Armulani Patihawa Arzaq, Arzaq Guruh Dityamri Aufadhia Bagus Ramadhan Bagus Saputra Burhanuddin, Yanuar Dewi Sartika DEWI SARTIKA DEWI SARTIKA Didiek Embrijakto Dimas Rizky Hermanto Dityamri, Arzaq Guruh Dityamri, Arzaq Guruh Dodi Wibowo Dodi Wibowo, Dodi Dwiastanto, Lucius Patria Giri Eko Agus Supriyanto Endra Saputra Endro Prasetyo Wahono Ferdianto, Edo Firmansyah, Andre Gustiyawan, Ahmad Hamni, Arinal Henddy Purnomo Henddy Purnomo, Henddy Hendra Hendra Indra Hermawan Irwan Sukri Banuwa Joni Iskandar Joni Iskandar Julita, Sela Karina Gracia Agatha Tambunan Leksono, Panji Mario Lestari, Sri Maria Puji Libiru, Rofika Lusmeilia Afriani Lusmelia Afriani M. Dyan Susila M. Ridho Ulya Magnolia, An-Nisa Mahyudin, Yovial Milyanti, Rita Muhammad Daud Aria Falah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Taqwa Nanda Radigo Putra, Deky Niswah, hamimatun Novri Tanti, Novri Nur Efendi NUR EFENDI Patihawa, Armulani Pramono, Atik Pratondo, Tanto Ramadhan, Bagus Rantaujaya, Agus Rizki Ramadhan Robby Saputra Sahid Ar Rafi Salsabila, Unik Hanifah Saputra, Endra Seldi Prayoga Shirley Savetlana Shirley Savetlana, Shirley Sri Hidayati Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sri Puji Maria Sri Ratna Sulistiyanti Sri Waluyo Subeki Subeki Subeki Subeki, Subeki suci hardina rahmawati Supriyadi, Eko Agus Suryadiwansa Harun Tanto Pratondo Utomo Tarkono Tarkono Tarkono Tarkono, Tarkono Thohirin, Muh Trisya Septiana Udin Hasanudin Valiandra, Tito Valiandra, Tito Wahyu Budiono Wahyu Hidayat Wibowo, Muhammad Pandu Wijaya, Bayu Frans Wisnaningsih Yahya, Achmad Yanuar Burhanuddin Yanuar Burhanuddin Yusman Zamzami Yusman Zamzami, Yusman