Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS PEMODELAN STRUKTUR TERHADAP DAMPAK KESALAHAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KOLOM PADA BANGUNAN GEDUNG Poutri, Kristy Gracella; Yusmar, Fajri
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i3.131783

Abstract

Pada pelaksanaan proyek konstruksi di lapangan sering ditemukan berbagai kesalahan teknis, salah satunya adalah penyimpangan koordinat kolom dari posisi as rencana. Pada studi kasus Gedung Perkuliahan di Kota Padang, eksentrisitas kolom melebihi batas toleransi yang ditetapkan oleh standar internasional ACI 117-10. Penyimpangan diluar batas toleransi tersebut dianggap sebagai cacat konstruksi dan harus dievaluasi ulang secara struktural. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan gaya aksial (P) dan momen lentur (MX, MY) pada tiga kondisi pemodelan struktur, yaitu: (1) model normal sesuai rencana, (2) opsi 1, eksentrisitas kolom bergeser di seluruh lantai, dan (3) opsi 2, yaitu kolom hanya bergeser pada lantai satu, sementara lantai dua dan seterusnya tetap mengikuti perencanaan awal dengan metode rigid link. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbandingan antara model normal dan opsi 1, terjadi perubahan gaya aksial (P) sebesar -1,450 % hingga 9,235 %, sendangkan untuk perubahan momen lentur hingga 63,114 %. Perubahan ini terjadi akibat terjadinya pergeseran lokasi as bangunan. Sementara itu, pada model normal dengan opsi 2 (rigid link), gaya aksial tidak mengalami perubahan, namun terjadi peningkatan momen lentur yang signifikan pada sumbu Y hingga -1142,631 % akibat pengaruh efek P-Delta. Berdasarkan hasil tersebut, model pada opsi 1 dianggap lebih stabil dan aman secara struktural dibandingkan opsi 2 karena tidak ada pengaruh efek P-Delta.
Evaluation of Pile Cap Reinforcement Design Using Conventional and Finite Element with Strut and The Method Based on SNI 2847-2019 Fajri Yusmar; Isda, Raiyyan Rahmi
Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2024.018.01.4

Abstract

The Strut and Tie Method (STM) is one effective method for predicting the ultimate strength, failure modes, and behavior of reinforced concrete pile caps. However, the use of the strut and tie method in pile cap design in Indonesia is not as popular as the use of conventional methods. This study aims to evaluate the reinforcement design of pile caps using conventional methods and the finite element method (FEM) approach, utilizing the strut and tie method specified in SNI 2847 2019. The analysis results show that the required area of longitudinal reinforcement in the conventional method does not meet the criteria when evaluated using the STM method. The deficiency in the longitudinal reinforcement area amounts to 40.13% compared to the design results obtained using the STM method. Meanwhile, the use of the FEM method results in a required reinforcement area that exceeds the required area for the STM method. The difference in reinforcement is even greater, reaching up to 7.85% for the FEM method.
The Effect of Fiberglass Paint Coating on the Shear and Flexural Strength of Concrete Blocks Juliafad, Eka; Restu, Lisyana Junelin; Yusmar, Fajri; Sandra, Nevy; Putra, Rusnardi Rahmat
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 12 (2025): December
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-12-04

Abstract

This study uses an experimental method to investigate the behavior of concrete blocks coated with fiber paint, focusing on their shear and flexural strength, ductility, stiffness, and energy dissipation to enhance their mechanical performance. The fiber paint coatings used in this study were applied in different thicknesses, namely 1 mm, 2 mm, and 3 mm. The results show that a 3 mm coating provided the highest improvement, with shear and flexural strengths increasing by 47.36% and 66.06%, respectively. Flexural ductility improved by up to 32%, while stiffness increased by 12% in flexure and 13% in shear. Energy dissipation also showed significant enhancement; total flexural energy increased from 1.38 kNmm to 10.76 kNmm at 3 mm, and shear energy dissipation reached 50.72 kNmm at 3 mm. These results confirm that fiber paint can enhance the shear and flexural strength, ductility, stiffness, and energy dissipation of concrete blocks. This study introduces fiber paint as a practical reinforcement method for concrete block materials, offering a simple, easy-to-apply, and cost-effective alternative that improves both mechanical and aesthetic performance.
Interoperabilitas Revit-ETABS pada Desain Struktur Atas Rumah Sakit Umum XYZ Faiza Muharma; Ari Syaiful Rahman Arifin; Risma Apdeni; Fajri Yusmar
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.33-44

Abstract

Penerapan BIM (Building Information Modeling) memberikan efisiensi tinggi dalam proyek konstruksi, namun proses interoperabilitas antara perangkat lunak pemodelan dan analisis struktur masih sering menghadapi hambatan kehilangan data. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja interoperabilitas transfer model struktural dari Autodesk Revit ke CSI ETABS menggunakan skema OpenBIM berformat IFC (Industry Foundation Classes) pada struktur atas Rumah Sakit Umum XYZ. Evaluasi dilakukan melalui simulasi numerik untuk mengukur tingkat keberhasilan transfer berdasarkan kelengkapan elemen, akurasi data, efisiensi waktu, serta validitas luaran komputasi yang mencakup manual joint reaction, partisipasi massa ragam, dan simpangan antar lantai (story drift) sesuai SNI 1726:2019. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya degradasi data yang signifikan pada elemen frame, di mana ETABS hanya berhasil membaca 39% elemen kolom dan 44% elemen balok. Sebaliknya, metode ini menunjukkan keandalan mutlak pada elemen shell, dengan tingkat keberhasilan transfer pelat lantai dan dinding geser mencapai 100%. Dari segi durasi, proses komputasi transfer memakan waktu 216 detik. Lebih lanjut, kendala pembacaan definisi beban memicu warning log, sehingga menuntut pengguna melakukan pemetaan material dan pendefinisian beban ulang secara manual. Meskipun menuntut intervensi perbaikan manual, model komputasi akhir terbukti stabil dan seluruh parameter respons strukturnya sepenuhnya memenuhi ambang batas aman yang disyaratkan. Mengacu pada hasil tersebut, skema Revit-ETABS via IFC sangat direkomendasikan untuk proyek yang didominasi elemen luasan. Guna menekan beban kerja perbaikan manual pasca-transfer, manajemen BIM disarankan menyusun SOP (Standar Operasional Prosedur) pemodelan yang ketat guna memastikan kepresisian klasifikasi elemen dan konektivitas garis analitik di Revit sebelum model diekspor. Kata kunci: BIM (Building Information Modelling), Interoperabilitas, Struktur, Revit, ETABS.
Pengaruh Variasi Posisi Outrigger Truss Terhadap Perilaku Struktur Gedung Langsing pada KDS E Nella Faurianda Erza; Fajri Yusmar; Annisa Prita Melinda; Yose Fajar Pratama
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.69-80

Abstract

Pesatnya tren urbanisasi memicu peningkatan pembangunan gedung tinggi yang langsing, sehingga sangat rentan terhadap simpangan lateral akibat beban gempa ekstrem pada wilayah KDS (Kategori Desain Seismik) E. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem outrigger truss dalam meningkatkan kekakuan global serta menentukan posisi vertikal optimalnya pada gedung perkantoran 25 lantai (100 meter) dengan rasio kelangsingan 4,76. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respons spektrum menggunakan perangkat lunak ETABS, dengan membandingkan model kontrol tanpa outrigger terhadap tiga variasi posisi vertikal, yaitu: M1 (0,33H), M2 (0,50H), dan M3 (0,75H). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan outrigger secara signifikan meningkatkan kekakuan lateral, dimana model M2 memberikan optimasi tertinggi dengan reduksi periode fundamental sebesar 17,24%. Seluruh model memenuhi syarat batas layan simpangan antar-lantai (story drift) sesuai SNI 1726:2019, dengan reduksi simpangan atap maksimum sebesar 17,39% pada model M3. Namun, model M3 memicu lonjakan gaya aksial kolom (axial jump) yang destruktif hingga 356,47% akibat mekanisme transfer beban yang ekstrem. Kesimpulannya, model M2 ditetapkan sebagai konfigurasi paling optimum karena menyajikan keseimbangan antara peningkatan kekakuan global dan distribusi gaya dalam yang aman. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi perencana struktur dalam mengoptimalkan sistem penahan gaya lateral pada bangunan tinggi di zona risiko gempa tinggi. Kata kunci: Outrigger Truss, Gedung Langsing, Simpangan Lateral, KDS E, Posisi Optimum.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA SEISMIK GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN SETBACK: ANALISIS PUSHOVER VS. TIME HISTORY NONLINIER Mutia Amalia Safitri; Eka Juliafad; Fajri Yusmar; Yose Fajar Pratama
STORAGE: Jurnal Ilmiah Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/storage.v5i2.8061

Abstract

Bangunan berkonfigurasi setback, yakni struktur dengan kemunduran dimensi denah pada elevasi tertentu yang memicu diskontinuitas kekakuan vertikal, sangat rentan terhadap efek ragam getar tinggi di daerah rawan gempa seperti Kota Padang. Meskipun pedoman SNI 1726:2019 mensyaratkan analisis dinamik untuk kasus ketidakberaturan ini, praktik di lapangan sering kali masih mengandalkan Analisis Pushover statik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keandalan Analisis Pushover dibandingkan dengan Analisis Time History Nonlinier (NTHA) pada struktur eksisting Hotel di Padang. Pemodelan numerik 3D dieksekusi menggunakan perangkat lunak ETABS dengan mengaplikasikan 11 pasang rekaman gempa historis yang diskalakan terhadap spektrum lokal. Parameter evaluasi meliputi perpindahan atap, simpangan antar-lantai (drift), dan tingkat kinerja berdasarkan pedoman FEMA 356. Hasil analisis mengungkap bahwa Analisis Pushover memprediksi perpindahan secara berlebihan (overestimate) sehingga memaksa struktur mencapai level Life Safety (LS). Sebaliknya, NTHA mengonfirmasi bahwa struktur aktual masih sangat aman di level Immediate Occupancy (IO) serta mampu memetakan dinamika fluktuasi simpangan antar-lantai secara lebih akurat. Kesimpulannya, penggunaan Analisis Pushover pada gedung setback memicu desain perkuatan yang sangat boros dan tidak ekonomis. Oleh karena itu, metode dinamik mutlak direkomendasikan untuk memperoleh desain struktur yang rasional dan efisien.