Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kandai

HARGA DIRI DAN STATUS SOSIAL: MOTIF MERANTAU ORANG MINANGKABAU DALAM FILM (Pride and Social Status: The Migrating Motive Minangkabau People in Cinema) Herry Nur Hidayat; Bani Sudardi; Sahid Teguh Widodo; Sri Kusumo Habsari
Kandai Vol 17, No 2 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i2.2805

Abstract

Merantau has known as the Minangkabau ethnic identity. As a social behavior, merantau shows a change in concepts and motives. Technological developments, especially in transportation, are slowly shifting the concept of merantau to broaden its reach, followed by changes in motives. Merantau is no longer seen as a learning behavior and process, but is more economical, looking for a better life. This article explores and describes the merantau in the film with merantau from the Minangkabau community through a semiotic study. As a result, the change in the concept and motive for merantau in the film represents the merantau Minangkabau society. Through the movie characters, the motive for merantau, who seems to have an educational background in the film driveby personal motivation, namely self-esteem and social status, which in directly indicates economic motives.Merantau telah dikenal sebagai identitas etnik Minangkabau. Sebagai sebuah perilaku sosial, merantau menunjukkan perubahan konsep dan motifnya. Perkembangan teknologi, terutama transportasi, secara perlahan menggeser konsep merantau menjadi meluas jangkauannya yang diiringi pula dengan perubahan motifnya. Merantau tidak lagi dipandang sebagai perilaku dan proses pembelajaran melainkan lebih bersifat ekonomis, yaitu mencari kehidupan yang lebih baik. Melalui kajian tekstual, artikel ini menggali dan menguraikan perilaku merantau yang ditampilkan dalam film dalam hubungannya dengan perilaku merantau masyarakat Minangkabau. Hasilnya, perubahan konsep dan motif merantau dalam film adalah bentuk representasi merantau masyarakat Minangkabau. Melalui tokoh-tokohnya, motif merantau yang tampaknya berlatar belakang pendidikan dalam film didorong oleh motivasi personal, yaitu harga diri dan status sosial yang secara tidak langsung menunjukkan motif ekonomis.
KAJIAN POETIKA KOGNITIF KETERLIBATAN PEMBACA TERHADAP FIKSI DIGITAL (The Study of Cognitive Poetics to the Readers' Engagement with Digital Fiction) Sri Kusumo Habsari; Diah Kristina; Fitria Akhmerti Primasita; Yusuf Kurniawan; Karunia Purna Kusciati
Kandai Vol 18, No 2 (2022): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v18i2.4129

Abstract

Developing the observation of the intensity of students' engagement with digital texts, which tend to increase significantly during the pandemic Covid-19, this research raises questions on the cognitive poetics process and experiences in readers' engagement with digital fiction. Of such phenomenon, this research applies cognitive poetics, which refers to the appreciation of the texts experiencing artistic enjoyment and creativity. In the context of digital fiction, this research assumes that readers experience mental immersion and create some forms of transportation. Subsequently, this research studies the readers' immersion in narratives and identifies forms of transportation as a conceptual metaphor projected to different media. This research applies qualitative content analysis to the data obtained from a survey posted on social media. Data are analyzed based on the trend and generalized to identify the causal relationship between the act of reading, the sensory immersion, and the forms of transportation. Adopting cognitive psychology theory, this research argues that readers' immersion process in digital fiction is not holistic and stable. Instead, it is a situation creating different forms and intensities. The result shows that digital text variations and the freedom of expression provide a space for readers to project the conceptual metaphor into various forms of transportation, which can be supportive and persuasive. Dari pengamatan terhadap semakin meningkatnya imersi mahasiswa terhadap teks digital yang semakin meningkat dalam situasi pandemi Covid-19, intensitas interaksi dengan fiksi digital menimbulkan pertanyaan, bagaimana proses kognitif dan keterlibatan pembaca dengan fiksi digital. Untuk mengkaji fenomena tersebut, penelitian ini menggunakan teori poetika kognitif yang mengarah pada konsep apresiasi teks yang menimbulkan kenikmatan artistik dan kreatif. Dalam konteks fiksi digital, penelitian ini memiliki asumsi bahwa pembaca mengalami imersi mental dan melakukan transportasi dalam berbagai bentuk. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji imersi pembaca terhadap naratif dan mengidentifikasi bentuk-bentuk transportasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis konten terhadap data yang diperoleh melalui survey yang disebarkan melalui media sosial. Data dianalisis berdasarkan trend dan digeneralisasikan untuk mengidentifikasi relasi kausal perilaku membaca dan pengalaman imersi sensoris serta bentuk transportasi yang dilakukan. Dengan mengadopsi cabang teori kognitif psikologis, penelitian ini berusaha membangun argumen bahwa proses imersi pembaca terhadap fiksi digital bukanlah imersi yang bersifat holistik atau stabil, tetapi selalu terjadi perubahan baik dalam jenis maupun intensitas, tergantung pada situasi saat berinteraksi dengan teks digital. Hasil survey menunjukkan bahwa keragaman teks digital dan kebebasan untuk berekspresi di berbagai medium digital memberikan ruang pembaca untuk mengekpresikan bentuk-bentuk transportasi yang sifatnya bisa berupa supportif maupun persuasif.