Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pelatihan Penulisan Bahan Ajar Membaca Ekstensif Bertema Ekoliterasi bagi Guru Bahasa Inggris SMP Kota Surabaya Pratiwi Retnaningdyah; Zainul Aminin; Ali Mustofa; Ahmad Munir; Him’mawan Adi Nugroho; Wiwiet Eva Savitri; Rizki Ramadhan
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2025): ISSUE DESEMBER
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca Ekstensif (Extensive Reading) adalah sebuah pendekatan membaca bahasa kedua. Ketika pembelajar membaca secara ekstensif, mereka membaca buku-buku yang sangat mudah dan menyenangkan untuk membangun kecepatan dan kelancaran membaca mereka. Bagi banyak guru, hanya ada satu cara untuk mengajar membaca yaitu dengan melibatkan guru memandu seluruh kelas melalui bacaan. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah membekali para guru SMP dengan pengetahuan, keterampilan, dan bahan-bahan yang dapat memfasilitasi mereka untuk memasukkan isu-isu kritis ini ke dalam pembelajaran terutama terkait isu-isu lingkungan. Metode yang akan diterapkan dalam kegiatan ini adalah dengan lokakarya, pelatihan, pemberian contoh, praktik mengajar, dan berinteraksi secara langsung dengan peserta lokakarya yaitu: guru-guru di SMP se-Kota Surabaya. Adapun hasil kegiatan antara lain para peserta berhasil merancang rancangan bahan ajar kontekstual yang siap digunakan di kelas mereka masing-masing. Materi yang dikembangkan bersifat tematik, mengintegrasikan konsep ekoliterasi—seperti konservasi air, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, dan perubahan iklim—ke dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui pendekatan extensive reading. Selain itu, PKM ini telah memberikan kontribusi nyata dalam menguatkan peran guru sebagai agen perubahan (change agent) di bidang pendidikan bahasa dan lingkungan, sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan di Kota Surabaya.
Optimasi Gerakan Kerja Operator Las Dengan Pendekatan Pengukuran Waktu Tidak Langsung (Work Factor System) Rizki Ramadhan; Budiharjo
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the standard time for welding operator activities using the Work Factor (WF) indirect measurement method. Data were obtained by identifying key variables, including body members used, displacement distance, manual control requirements, and resistance factors. The analysis of 10 micro-motion elements reveals a dominance of arm (A) usage with a total normal time of 0.0630 minutes. Including a 10% allowance, the final standard time is established at 0.0693 minutes per cycle. This study provides an accurate time standard for optimizing production management in welding workshops. Keywoards: Standard Time,Work Factor,Welding Operator Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan waktu baku pada aktivitas operator las menggunakan metode pengukuran tidak langsung Work Factor (WF). Data diperoleh melalui identifikasi variabel utama yang meliputi anggota tubuh terpakai, jarak perpindahan, kebutuhan kontrol manual, dan beban yang menghambat gerakan. Hasil analisis terhadap 10 elemen gerakan mikro menunjukkan dominasi penggunaan lengan (A) dengan total waktu normal sebesar 0,0630 menit. Dengan tambahan kelonggaran (allowance) sebesar 10%, diperoleh waktu baku akhir sebesar 0,0693 menit per siklus. Penelitian ini memberikan standar waktu yang akurat untuk optimalisasi manajemen produksi di bengkel las. Kata kunci : Waktu Baku,Work Factor, Operator Las
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BAHASA INGGRIS SMP MELALUI PELATIHAN DEEP LEARNING DAN TEKNOLOGI DIGITAL Henny Dwi Iswati; Sumarniningsih; Nur Chakim; Yuri Lolita; Silfia Asning Tias; Rizki Ramadhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5942

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan digital guru bahasa Inggris SMP di Surabaya melalui integrasi prinsip deep learning dan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan (AI). Analisis kebutuhan awal menunjukkan bahwa para guru menghadapi tantangan dalam memahami konsep deep learning, merancang kegiatan pembelajaran yang bermakna, menerapkan asesmen autentik, serta menggunakan perangkat digital secara percaya diri. Program ini dilaksanakan melalui lokakarya kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman guru terhadap tahapan deep learning, kerangka pembelajaran Joyful–Mindful–Meaningful, serta pemanfaatan platform digital seperti Canva, Padlet, dan berbagai perangkat AI. Para guru berhasil menghasilkan aktivitas pembelajaran berbasis deep learning serta perangkat pembelajaran yang mencerminkan kegiatan belajar yang kontekstual, kolaboratif, dan reflektif. Program ini juga mendorong terbangunnya kolaborasi profesional antar-guru serta meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam memberdayakan guru untuk merancang pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif dan didukung oleh teknologi digital.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Tekanan Struktural terhadap Penggunaan Diskresi Penyidik dalam Proses Penyidikan Yasak D. SA; M Thaher; Ilham Sadikin; Rizki Ramadhan; Deshaini, Liza
Consensus : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The factors that encourage investigators to exercise discretion during criminal investigations are closely linked to the practical dynamics of law enforcement, where investigators frequently encounter situations that are not explicitly regulated in detail by statutory provisions. This study aims to identify and analyze the determinants influencing investigators’ use of discretionary authority in the investigation process. The research employs a normative legal method with statutory and conceptual approaches, treating legal rules as a coherent normative system to assess the legal basis, scope, and limits of investigative discretion. The findings indicate that the use of discretion is shaped by several key factors: regulatory limitations, considerations of substantive justice, the need for efficiency in law enforcement processes, public interest considerations, social and political pressures, and the level of investigators’ professionalism and ethical standards. These findings suggest that discretion functions as an essential instrument for bridging procedural requirements and practical investigative needs in pursuit of justice, yet it must remain subject to accountability and control mechanisms to prevent misuse of authority
Persepsi Siswa terhadap Etika Komunikasi Profesional di SMK Negeri 1 Maros Sahara Jumadi; Fausia Nurul Utami; Rizki Ramadhan; Muh Aidil; Sri Yunita Simanjuntak
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa tentang pentingnya etika komunikasi profesional di sekolah sebagai persiapan menghadapi dunia magang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 27 siswa kelas X dan XI di SMK Negeri 1 Maros. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur pemahaman, sikap, dan pengalaman siswa dalam berkomunikasi dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa memiliki persepsi positif terhadap penerapan etika komunikasi profesional. Guru dinilai komunikatif, responsif, serta menggunakan bahasa santun dan mudah dipahami. Pemanfaatan media digital seperti WhatsApp dan Google Classroom juga dinilai efektif mendukung komunikasi pembelajaran. Temuan menunjukkan komunikasi beretika mampu menciptakan suasana belajar kondusif, meningkatkan kepercayaan diri siswa, dan memperkuat hubungan guru-siswa. Dengan demikian, penguasaan etika komunikasi profesional menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi dunia kerja dan lingkungan profesional. Penelitian menegaskan pentingnya pembiasaan etika komunikasi sejak sekolah agar siswa siap menghadapi magang, membangun profesionalisme, serta meningkatkan hubungan sosial kerja di masa depan.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Kinerja kehumasan Universitas Negeri Makassar Dalam Penyampaian Informasi Kampus Sahara Jumadi; Fausia Nurul Utami; Rizki Ramadhan; Muh Aidil; Fahmi Surya Abdi
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa terhadap kinerja humas Universitas Negeri Makassar dalam menyampaikan informasi kampus. Fokus penelitian mencakup aspek kejelasan informasi, ketepatan waktu, aksesibilitas media komunikasi, responsivitas, serta tingkat kepuasan secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner terstruktur berbasis skala Likert. Responden terdiri atas 48 mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Data dianalisis menggunakan tabel persentase sederhana untuk menggambarkan distribusi jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap kinerja humas, terutama terkait penyampaian informasi yang jelas, kemudahan akses terhadap media resmi, dan tingkat kepuasan layanan. Meskipun demikian, beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, khususnya konsistensi pembaruan informasi dan kecepatan respon terhadap pertanyaan mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa fungsi humas telah berjalan efektif, namun tetap membutuhkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan memperkuat kepercayaan mahasiswa terhadap layanan informasi institusi.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Adi Dwi Susanto Adinda Rachma Pradiah Aditya Mahendra Agung Wijoyo Ahmad Munir Ahmad Reza Aisha Shinta Az-Zahra Ali Mustofa Amir Riza Anggraini Nawal Annes Waren Arief Reza Zakaria Azwar Thaib Bintang Budiharjo Deshaini, Liza Desy Mairita Devi Shinta Dimas Bagus Darmawan Dyah Ayu Marrantika Fahmi Surya Abdi Fajar Nur Fausia Nurul Utami Fitriyani Fitriyani Haris Dibdyaningsih Haryono, Wasis Hendra Sudarso Henny Dwi Iswati Him’mawan Adi Nugroho Hinggil Permana Ibnu Rafli Azahwa Ilham Mujahid Ilham Sadikin Irhamdani Irhamdani Itsnayni Aniysah Iwan Hasri Jamal Maulana Hudin Laelatur Rosyidah Laila Febriani Ulin Nikmah M Alit Baihaqi M Thaher M. Hufron Machfud Bachtiyar Maimun Nusufi Muh Aidil Muhammad Irfan Maulana Muhammad Putra Ramadhan Muhammad Rofiq N. Rachma Nadidah Nur Naofal Syamil Azaky Naufal Ilyas Saputra Nazwira Azani NUR CHAKIM Nurhayati Nurhayati Nurshal Hasbi Nyak Amir Pratiwi Retnaningdyah Pribadi, Denny Prisca Widiawati Putri Meilani Mutiara Pribadi Raharja Adhi Putrayana Rahmat Abdul Sahid Rangga Irgi Saputra Rangga Irgi Saputra8 Rendy Wijaya Saputra Rina Erfiana Rinna Rachmatika Rival Perdana Rizal Amegia Saputra Robby Septiadi Sahara Jumadi Selvionita Selvionita Sherly Fitri Bakar Silfia Asning Tias Simanjuntak, Sri Yunita Siti Haeriyah Sumarniningsih Suryadi Budi Utomo Syeilendra Syeilendra Trisa Tampubolon Wiwiet Eva Savitri Yaktiworo Indriani Yanuar Buana Paksi Yanuar Ramadhan6 Yasak D. SA Yos Sudarman Yudha Hartlanda Martianto Yuniar Dwi Ansari Siregar Yuri Lolita Zainul Aminin Zaitun Qamariah