Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal Fatmawati Laboratory

UJI AKTIVITAS Staphylococcus aureus DENGAN PEMBERIAN DAYA HAMBAT CUKA KULIT PISANG KEPOK (Musa-Eumusa-ABB) Widelia, Putri; Dheaputri, Ati; Febriyanto, Tedy; RS, Sunita; Sitompul, Linda
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 2 No 2 (2022): Uji laboratorium dll
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v2i2.333

Abstract

Masalah global yang sedang dihadapi pada negara berkembang maupun negara maju, salah satunya adalah efek samping antibiotik. Salah satu penyebab infeksi yaitu bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus bisa menyebabkan keracunan makanan staphylococcus, bakterimia, endokardititis, osteomeilitis hematogen akut, pneumonia, meningitis, abses yang dapat menyebar keseluruh tubuh. Staphylococcus aureus telah mengalami resistensi terhadap antibiotik. Maka alternatif yang dilakukan adalah dengan cara menggunakan bahan yang berasal dari alam yaitu dengan memanfaatkan produk kulit pisang kapok menjadi olahan cuka kulit pisang kapok (Musa-Eumusa-ABB).Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui uji daya hambat cuka kulit pisang kapok (Musa-Eumusa-ABB) terhadap bakteri Staphycoccus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian True eksperiment laboratorium dengan enam perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali dengan variasi kosentrasi 100%, 75%, 50 % dan 25% dengan tetrasiklin sebagai kontrol positif serta aquades sebagai kontrol negatif. Analisa data dengan menggunakan analisa Anova Statistika. Rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 100% sebesar 17.25 mm, konsentrasi 75% sebesar 13.5 mm, konsentrasi 50% sebesar 25% mm dan pada konsentrasi 25% tidak terbentuk zona hambat bakteri. Hasilnya diketahui bahwa cuka kulit pisang kepok memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus terlihat dengan adanya zona bening yang dibentuk disekitar cakram. Semakin besar konsentrasi yang digunakan maka semakin besar tingkat efektivitas cuka kulit pisang kepok sebagai antibakteri Staphylococcus aureus, dengan konsentrasi paling efektif yaitu 100%.
GAMBARAN PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH ERITROSIT METODE HEMATOLOGI ANALYZER DAN MIKROSKOPIK LARUTAN GOWER Febriyanto, Tedy; Sahidan, Sahidan; Windy Juny Elzy, Afdel
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 3 No 2 (2023): Pemeriksaan Laboratorium Medis Jilid 2
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v3i2.558

Abstract

Pemeriksaan hitung jumlah eritrosit merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk menentukan jumlah eritrosit dalam 1uL darah. Cara menghitung eritrosit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan metode manual dan juga otomatismetode manual ini dilakukan dengan mengencerkan darah dengan larutan isotonik yaitu salah satunya larutan Gower yang kemudian dihitung menggunakan kamar hitung dibawah mikroskop. Sedangkan dengan metode otomatis eritrosit dihitung menggunakan alat Hematology AnalyzerUntuk mengetahui larutan Gower ini apakah memiliki hasil pemeriksaan yang mendekati dengan Gold Standar atau alat Hematologi Analyzer.
GAMBARAN KADAR ASAM URAT PADA MAHASISWA YANG OBESITAS SEBELUM DAN SESUDAH MENGONSUMSI JUS NANAS DI JURUSAN ANALIS KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES BENGKULU Syafrimar, Windi; Febriyanto, Tedy
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 4 No 1 (2024): Bakteriologi Jilid 2
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v4i1.618

Abstract

Latar Belakang : Asam urat merupakan zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Jika sering mengonsumsi makanan yang mengandung purin yang tinggi, maka kadar asam urat akan meningkat. Banyak faktor yang mempengaruhi asam urat diantarannya mengonsumsi makanan yang tinggi purin, alkohol dan obesitas. Orang yang mempunyai berat badan berlebih cenrung mengalami peningkatan kadar asam urat. Hal ini terjadi karena orang yang mempunyai berat berlebih umumnya mengonsumsi protein yang berlebihan. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada mahasiswa yang obesitas sebelum dan sesudah mengonsumsi jus nanas di Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis metode pra eksperimen dengan design one group pre post test design. Teknik pengambilan sampel dengan purpovise sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Responden dilakukan pengecekan kadar asam urat sebelum dan sesudah diberikan jus nanas dengan menggunakan alat Easy Touch GCU digital untuk mengetahui kadar asam urat. Hasil : Sebanyak 21 responden mengalami penurunan kadar asam urat setelah mengonsumsi jus nanas dan sebanyak 12 responden mengalami peningkatan kadar asam urat setelah mengonsumsi jus nanas sehingga dapat disimpulkan adalah sebagian besar (63,63%) responden mengalami penurunan kadar asam urat dan sebagian kecil (36,36%) responden mengalami peningkatan kadar asam urat sesudah mengonsumsi jus nanas
GAMBARAN KADAR ALBUMIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH PUSKESMAS PASAR IKAN KOTA BENGKULU TAHUN 2024 Febriyanto, Tedy; Baruara, Guntur; Mirza Hanum, Dilah
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 4 No 2 (2024): Pentingnya pemeriksaan diri
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v4i2.909

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik mena-hun yang diakibatkan oleh pankreas tidak dapat memproduksi cukupnya insulin, penderita diabetes melitus ini terjadi karena penurunan kadar albumin serum atau hipoalbuminemia. Efek Albumin yang rendah akan berhubungan dengan fungsi mempertahankan sel dalam sirkulasi darah dan jika kondisinya ekstrem akan ber-pengaruh pada fungsi pengantaran zat gizi ke dalam jaringan dan akan menyebab-kan (Edema) penumpukan cairan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gam-baran kadar albumin serum pada penderita Diabetes Melitus di Pukesmas Pasar Ikan di Kota Bengkulu tahun 2024. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran kadar Albumin Normal Abnormal Pada penderita Diabetes Melitus Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan analisis univariat. Sampel penelitian ini berjumlah sebanyak 33 responden Diabetes Meli-tus. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode spektrofotometri dengan sampel serum darah yang dilakukan pengambilan pada bagian median cubiti. Hasil : hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan dari 33 responden didapatkan 17 orang responden dengan kadar albumin normal, dan 16 orang dengan kadar albumin abnormal. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar memiliki kadar albumin normal sebanyak (51,5%) dan hampir sebagian memiliki kadar albumin abnormal sebanyak (48,5).
Gambaran Kadar Trigliserida Pada Pasien Stroke Yang Di Rawat Inap RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu Febriyanto, Tedy; Asa Dudin, Gani; Puspitasari , Della
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 5 No 1 (2025): Otomatisasi Laboratorium
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v5i1.1014

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia. Salah satu faktor risiko yang turut berkontribusi terhadap kejadian stroke adalah kadar trigliserida yang tinggi atau hipertrigliseridemia. Pemeriksaan kadar trigliserida menjadi penting sebagai bentuk pencegahan terhadap perburukan kondisi pasca-stroke. Mengetahui gambaran kadar trigliserida pada pasien stroke yang dirawat inap di RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025 dengan jumlah 30 pasien stroke menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan menggunakan metode GPO-PAP dengan alat Indiko Plus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025 dengan jumlah 30 pasien stroke menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan menggunakan metode GPO-PAP dengan alat Indiko Plus. Sebagian besar pasien stroke yang di rawat inap memiliki kadar trigliserida dalam batas normal. Meski demikian pemeriksaan kadar trigliserida tetap penting untuk dilakukan guna untuk dilakukan guna mengurangi resiko komplikasi dan serangan stroke berulang
Gambaran Laju Endap Darah (Led) Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Metode Westergren Di Wilayah Kerja Puskemas Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2025 Febriyanto, Tedy; Sulistyasmi, Wiwit; Andriana, Kezia
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 5 No 2 (2025): Hematologi Klinik
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v5i2.1199

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah peradangan sistemik, yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). LED merupakan pemeriksaan hematologi non-spesifik yang dapat mencerminkan adanya inflamasi pada tubuh penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Laju Endap Darah (LED) pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Metode Westergren di Wilayah Kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 39 pasien DM yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pemeriksaan LED dilakukan menggunakan metode Westergren dan dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien Diabetes Melitus (61,54%) memiliki nilai LED yang tinggi. Peningkatan LED berhubungan dengan adanya proses inflamasi atau komplikasi akibat Diabetes Melitus. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian tentang Gambaran Laju Endap Darah (LED) pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Metode Westergren di Wilayah Kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2025 dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden 61,54% memiliki nilai Laju Endap Darah (LED) yang tinggi.