Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR SOSIAL TERHADAP IJTIHAD ABU YUSUF Hamzah, Ali
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v16i2.122

Abstract

Salah satu tokoh yang dikenal sebagai mujtahid adalah Abu Yusuf.Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeksripsikan pengertian, syarat-sayarat dan lapangan ijtihad; dan 2) Untuk mengetahui bentuk-bentuk ijtihad Abu Yusuf  dan korelasinya dengan  pranata sosial. Penelitian terhadap pemikiran hukum Abu Yusuf merupakan penelitian kepustakaan (Library Research).  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk Content Analysis. Metode pembahasan dalam penelitian ilmiah ini menggunakan metode deskriptif, induktif dan deduktif. Adapun hasil penelitian ini antara lain: Abu Yusuf berijtihad untuk menekankan keadilan yang setara untuk semua orang. Ia menyatakan khalifah harus menegakkan hukum-hukum Allah bagi rakyat kecil maupun besar, tanpa pandang bulu. Khalifah harus memastikan bahwa para pengumpul pajak memperlakukan wajib pajak dengan sama. Fungsi khalifah adalah memberi penerangan kepada rakyat tentang berbagai masalah yang masih asing bagi mereka dan menegaskan tugas-tugas yang masih mereka ragukan. Ia juga menjelaskan bagaimana faktor sosial budaya memberi pengaruh yang begitu besar dalam konstruksi hukum yang ditetapkan. 
PENGARUH JALAN KAKI DAN RELAKSASI NAPAS DALAM (JAKARENA) TERHADAP KADAR GULA DARAH KELOMPOK PREDIABETES Waluya, Nandang Ahmad; Sakti, Bani; Hamzah, Ali
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 4 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i4.2633

Abstract

The prevalence of prediabetes (preDM) in Indonesia is increasing, posing a significant risk for developing Diabetes Mellitus (DM). The American Diabetes Association (ADA) predicts that approximately 70% of individuals with preDM will progress to diabetes. Globally, the number of people with DM is projected to reach 693 million by 2045. In 2019, Bandung City reported 45,430 individuals with DM. Prediabetes management necessitates a comprehensive approach, including lifestyle modifications such as increased physical activity, exercise, and dietary control. This study aimed to investigate the effect of a combined walking and deep breathing relaxation exercise program (JAKARENA) on blood glucose levels in individuals with preDM. This analytical study employed a quasi-experimental design with a Non-equivalent Group Pre-test-Post-test design. The population comprised adults with preDM, with 46 participants selected through purposive sampling and divided into intervention and control groups. Data analysis utilized the Independent T-test. Results demonstrated that the mean baseline blood glucose level in the control group (108.39 mg/dl) was lower than that of the intervention group (111.00 mg/dl). Post-intervention, the control group exhibited a slight increase in blood glucose levels (109.65 mg/dl), whereas the intervention group experienced a significant decrease (102.75 mg/dl). The statistical analysis yielded a p-value of 0.001, indicating a statistically significant effect of JAKARENA on reducing blood glucose levels in individuals with preDM. Conclusion: JAKARENA exercise demonstrates the potential to effectively lower blood glucose levels in individuals with preDM and can be recommended as a valuable community-based intervention to mitigate the progression of preDM to DM.
SMOKING BEHAVIOR CAN INCREASE CREATININE LEVELS IN CHRONIC KIDNEY DISEASE PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS Tarjuman, Tarjuman; Nurfadilla, Selly Dwi Intani; Sasmita, Anah; Hamzah, Ali
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3805

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan penyakit tidak menular dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sering kali memerlukan terapi hemodialisis. Kadar kreatinin serum berfungsi sebagai indikator utama dalam menilai kerusakan fungsi ginjal. Merokok diketahui dapat mempercepat kerusakan ginjal melalui berbagai mekanisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan kadar kreatinin pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling, data kadar kreatinin diambil dari rekam medis pada kondisi  predialisis. Instrumen yang digunakan mencakup kuesioner GN-SBQ dan data laboratorium kadar kreatinin. Hasil menunjukkan seluruh responden merupakan perokok aktif, dengan mayoritas (57,9%) tergolong perokok berat, serta rata-rata kadar kreatinin sebesar 10,90 mg/dL. Uji Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara perilaku merokok dan kadar kreatinin (p = 0,034; r = 0,256). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan sedang antara perilaku merokok dan kadar kreatinin. Edukasi berkelanjutan dan konseling berhenti merokok, termasuk pendekatan spiritual, direkomendasikan untuk mencegah kerusakan ginjal kedepannya.
Prevention of Diarrhea and Worms in Elementary School in the Pasirkaliki Health Center area, Bandung Cahyaningsih, Henny; Rumijati, Tjutju; Hamzah, Ali; Kusmiati, Sri; Nursyamsiyah, Nursyamsiyah; Ariyanti, Metia; Salasa, Sehabudin
Indonesian Journal of Community Development Vol 2, No 1 (2022): Indonesian Journal of Community Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijcd.v2i1.45992

Abstract

National health development is essentially the development of quality Indonesian people where one of the strategic efforts to improve a quality generation is through education and health through the School Health Business (UKS) program. The purpose of this community service is to improve the knowledge and skills of washing hand with soap (CTPS) properly in preventing diarrhea and worms in students at the Kresna and Jatayu State Elementary Schools in the Pasirkaliki Health Center , Bandung . The method used in this activity is participatory training and mentoring for school children through discussions, questions answers, demonstrations, and direct practice simulations in groups. The respondents who took part in this program were 40 elementary school students in grades 4 and 5 who were randomly selected. The results showed an increase in the average score before and after training for elementary school students, the average knowledge (1.7 to 2.83), and the average increase in skills (1.64 to 2.88). Elementary school students showed enthusiasm and were able to demonstrate how to wash hands with soap (CTPS). This activity needs to be followed up in collaboration with the Puskesmas to map out achievements in the implementation of training on the prevention of diarrhea and helminthiasis in primary schools in other Puskesmas.