Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PREVENTION OF ANEMIA IN PREGNANT WOMEN THROUGH GIVING CATFISH CRACKERS AND MORINGA LEAVES Eka Sarofah Ningsih; Kustini Kustini; Lailatul Fadliyah; Shelin Elsza Putri
Proceedings of the 1st International Conference on Social Science (ICSS) Vol. 1 No. 1 (2022): Proceedings of the 1st International Conference on Social Science (ICSS)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/icss.v1i1.9

Abstract

The high risk of morbidity and mortality in mother and baby can be caused by anemia. Pregnant women are vulnerable to nutritional problems and other diseases, including infection with the Covid-19 virus. One of the preventive measures is to consume nutritious foods such as food sources of antioxidants. Giving Crackers Catfish and Moringa Leaves is expected to overcome the incidence of anemia in pregnant women. The purpose of this study was to determine the prevention of anemia in pregnant women through the provision of catfish crackers and Moringa leaves. This research will use quantitative research with a pre-experimental design. This research was conducted in the Kedanyang Sub-Puskesmas area in 2022. The research subjects were pregnant women with anemia at the Kedanyang Sub-Puskesmas (Hb<11 g/dl) (n=27), obtained by simple random sampling. The expected outcome is to prevent the incidence of anemia in pregnant women and to publish the proceedings of an international.
Effectiveness of the Lactation Buddy Intervention Based on WhatsApp Group on the Success of Exclusive Breastfeeding Husnul Muthoharoh; Siti Sholikha; Kustini Kustini; Risma Syahadatut Dinuriyah; Hibatun Mubarokah El Fitri
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 11 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v11i2.1751

Abstract

Exclusive breastfeeding is the most effective nutritional intervention to prevent stunting. However, Lamongan Regency still records low exclusive breastfeeding coverage. This study aimed to analyze the effectiveness of the Lactation Buddy intervention through WhatsApp Group in supporting exclusive breastfeeding practice. This research employed a quasi-experimental design with a non-randomized control group pretest-posttest. The study was conducted in Deket Kulon Village, Deket Sub-district, Lamongan Regency, involving 60 mothers with infants aged 0–6 months who were recruited using purposive sampling and divided into intervention (n=30) and control (n=30) groups. The intervention group received three-month assistance through WhatsApp Group facilitated by health workers and lactation counselors, while the control group obtained standard care. Data were collected using structured questionnaires, interviews, and observations. Results indicated significant improvement in the intervention group: the average knowledge score increased from 65.3 to 85.7 (p<0.001), positive attitudes toward breastfeeding rose from 60% to 80% (p=0.002), and correct breastfeeding practices improved from 53.3% to 83.3% (p<0.001). Furthermore, exclusive breastfeeding success was achieved by 83.3% of mothers in the intervention group compared to 56.7% in the control group (p=0.01). The findings confirm that the Lactation Buddy intervention via WhatsApp Group is effective in improving maternal knowledge, attitudes, practices, and exclusive breastfeeding success, and may serve as a scalable strategy to support stunting prevention in Deket Kulon Village, Deket Sub-district, Lamongan Regency.
Pelatihan Deteksi Dini Kelainan Tumbuh Kembang Anak bagi Kader Posyandu di Desa Bulubrangsi Kecamatan Solokuro Lamongan Kustini Kustini; Kaka Nursaida Sandana
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.246

Abstract

Kelainan atau penyimpangan tumbuh kembang anak dapat dikendalikan sejak awal. Istilah tumbuh kembang mencakup daua peristiwa yang sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan.Pertumbuhan ( growth) berkaitan dnegan masalah perubahan ukuran, besar, jumlah atau dimensi tingkat sel, organ, maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat, ukuran panjang, umur tulang, dan keseimbangan metabolic ( retensi kalsium dan nitrogen dalam tubuh ). Perkembangan (development ) adalah pertambahan kemampuan ( skill) dalam struktur tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan Tujuan dari Pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan ibu – ibu dalam melakukan praktek pola asuh gizi anak balita melalui kegiatan pelatihan, mengembangkan keterampilan ibu – ibu dalam melakukan praktek penyusunan makanan higienis mengacu pedoman gizi seimbang khususnya pemenuhan kebutuahn protein menggunakan teknik komplementer zat gizi dan memanfaatkan pangan lokal melalui pelatihan, menambah wawasan ibu – ibu dalam hal kemampuan dasar manajeman curahan waktu ibu untuk pemeliharaan kesehatan balita dan stimulasi psiko- social Metode yang digunakan adalah Ceramah tentang kelainan tumbuh kembang anak serta pencegahan dan penaggulangannya, Diskusi dengan Tanya jawab materi yang telah dipaparan waktu ceramah dan Lomba dalam mengerjakan pre-test dan post-tes Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah Ada peningkatan pengetahuan ibu – ibu kader posyandu tentang deteksi dini kelainan tumbuh kembang anak, terbukti sebagian besar ibu – ibu peserta pelatihan mendapatkan nilai post –test lebih tinggi dibanding pre-test.
Penyuluhan dan Demo 6 Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun di TK “Nurul Huda” Desa Gedongboyountung Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Siti Sholikha; kustini kustini; Fida Ayu Nurfita
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i22.417

Abstract

Era pandemi Covid 19 belum berakhir. Pandemi yang akan berganti status menjadi endemi masih menjadi momok bagi masyarakat. Namum baru-baru ini masyarakat kembali dibuat gusar dengan adanya Hepatitis yang belum diketahu penyebabnya yang kebanyakan meninfeksi anak-anak, dan juga munculnya peyakit cacar monyet yang semua disebabaon oleh virus. Salah satu pencegahan yang paling ampuh adalah dengan dengan cara cuci tangan. Mencuci tangan merupakan cara yang cukup berperan untuk mencegah infeksi. Tangan kita dihuni oleh sekitar 1000 koloni bakteri normal dan bentuk permukaan kulit tangan yang tidak rata memungkinkan bakteri patogen juga dapat hidup dan berkembang di kulit tangan. Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih, sebagai bagian dari ritual keagamaan, ataupun tujuan-tujuan lainnya. Berdasarkan pendataan yang kami lakukan jumlah anak usia sekolah 40 orang, 62.35% anak usia sekolah tidak melakukan cuci tangan setelah bermain. Anak usia sekolah banyak yang tidak melakukan cuci tangan dengan baik dan benar terlebih dahulu dan setelah bermain tidak mencuci tangan. Berdasarkan fenomena diatas maka kami tertarik untuk memberikan penyuluhan dan demo tentang cara pencegahan berbagai penyakit, salah satunya dengan cara mengajarkan 6 teknik cuci tangan secara baik dan benar.
Education to Prevent Anemia in Pregnancy Eka Sarofah Ningsih; Kustini Kustini; Shelin Elsza Putri
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i2.423

Abstract

Anemia in pregnant women can increase the risk of maternal and infant mortality. Pregnant women really need tablets to increase blood (iron) to avoid anemia. Prevention of anemia in pregnancy starts from adolescence and when it is declared pregnant by consuming iron and folic acid supplements. People who have the potential to experience anemia are women. Educational activities for the prevention of pregnancy anemia were held on Sunday, July 17, 2022 at the RT Kembangan Regency Gresik hall which was attended by cadres, local residents, and pregnant women. The method used is providing counseling, handouts, picture and video slides and questions and answers about anemia. After this counseling, it is hoped that all pregnant women will understand about preventing anemia in pregnancy and how to prevent it.
Pemberian Penyuluhan Kesehatan untuk Pencapaian Kesuksesan Pemberian ASI Eksklusif di RSUD Ngimbang Lamongan Kustini Kustini; Eka Sarofah Ningsih; Adelya Bella Amanda
Journal of Community Engagement in Health Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v6i1.488

Abstract

ASI adalah makanan paling baik untuk bayi setelah lahir. Kelebihan dan kehebatan ASI sudah tidak disangsikan lagi, ASI hampir mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi dengan komposisi sesuai dengan kebutuhan bayi. ASI adalah makanan cair, lengkap gizi, dan sebagai makanan tunggal pada umumnya dapat memenuhi fisiologis sampai umur 6 bulan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan ibu-ibu usia reproduktif di RSUD Ngimbang Lamongan di Rawat Inap Ruang Bayi dan Nifas. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 24 November 2021 bertujuan untuk melatih kelompok sasaran untuk berperilaku memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan awal kehidupan bayi dan meningkatkan pengetahuan kelompok sasaran melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan dalam peningkatan pengetahuan ini adalah dengan memberikan penyuluhan berupa ceramah interaktif dan penayangan video sedangkan untuk penerapan perilaku dilakukan dengan latihan atau simulasi. Dari hasil pretest didapatkan bahwa hampir setengah dari peserta, sebanyak 8 orang atau 40% peserta belum memiliki pemahaman yang baik mengenai inisisasi menyusui dini. Setelah diadakan penyuluhan, terdapat kenaikan pemahaman peserta yang cukup signifikan. Hal ini terbukti dari nilai posttest yang didapat peserta. Sebanyak 80% atau 16 orang peserta bisa menjawab pertanyaan posttest dengan benar.