Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Historiography

Pengaruh media pembelajaran sejarah film Guru Bangsa Tjokroaminoto terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X MIPA A2 SMA Negeri 3 Malang Safira Putri Andriani; Dewa Agung Gede Agung; Arif Subekti
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.443 KB) | DOI: 10.17977/um081v1i42021p419-429

Abstract

This article aims to evaluate the influence of the use of historical movies as a learning medium on students' critical thinking abilities. The historical movie used in this study is Guru Bangsa Tjokroaminoto. This research is a pre-experimental quantitative study with one-group pretest-posttest design. The samples in this study were 30 students of X MIPA A2 3rd Senior High School Malang. Wilcoxon test results showed improvements and differences in students' critical thinking ability. Students' critical thinking ability increased by 26 percent with an average of 67.33 to 90.67. It can be concluded that use of the Guru Bangsa Tjokroaminoto movie as a learning medium has an influence on improving students' critical thinking skill. Artikel ini memiliki tujuan untuk menjelaskan adanya pengaruh penggunaan film sejarah sebagai media pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Film sejarah yang digunakan pada penelitian ini yaitu film Guru bangsa Tjokroaminoto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra-eksperimen dengan desain one-group pretest-post-test design. Sampel dalam penelitian ini yaitu 30 siswa kelas X MIPA A2 SMA Negeri 3 Malang. Dari hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan dan perbedaan hasil kemampuan berpikir kritis siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 26 persen dengan rata-rata dari 67.33 menjadi 90.67. Dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan film Guru bangsa Tjokroaminoto sebagai media pembelajaran memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.
Peran PT. Perkebunan Nusantara XII Afdeling Sirah Kencong terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Sirah Kencong tahun 1995-2015 Ramadani Tri Arianti; Dewa Agung Gede Agung; Arif Subekti
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.969 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i42022p576-587

Abstract

Plantations in Indonesia are quite interesting to discuss, this article is written to discuss one of the plantations in East Java, more precisely in the Blitar area which has a tea plantation called Sirah Kencong tea plantation. Writing this article examines the role of PT. Perkebunan Nusantara XII on the socio-economic life of the Sirah Kencong community. The method used in this paper follows the stages of historical research methods, starting from heuristics, criticism, interpretation and historiography. The results of the research are in the form of a discussion of the early history of plantations, developments that occurred in the plantation environment after the clearing of plantation land such as the construction of public facilities, as well as the construction of health facilities for communities around the plantations.Perkebunan di Indonesia merupakan hal yang cukup menarik untuk dibahas, artikel ini ditulis untuk membahas salah satu perkebunan yang ada di Jawa Timur, lebih tepatnya di daerah Blitar yang memiliki perkebunan teh dengan nama perkebunan teh Sirah Kencong. Penulisan artikel ini mengkaji mengenai peran PT. Perkebunan Nusantara XII terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Sirah Kencong. Metode yang digunakan dalam penulisan kali ini mengikuti tahap-tahap metode penelitian sejarah, dimulai dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian berupa pembahasan mengenai sejarah awal perkebunan, perkembangan yang terjadi di lingkungan perkebunan setelah adanya pembukaan lahan perkebunanan seperti pembangunan fasilitas umum, serta pembangunan fasilitas kesehatan untuk masyarakat di sekitar perkebunan.
Dinamika perkebunan cengkeh branggah banaran di Desa Sidorejo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar pada tahun 1990-2005 Tedy Susanto; Dewa Agung Gede Agung
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.368 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i22022p238-251

Abstract

AbstrakPerkebunan Cengkeh Branggah Banaran, merupakan sebuah perkebunan peninggalan kolonial yang terletak di wilayah Kabupaten Blitar dan sampai saat ini masih eksis. Selama beroperasi perkebunan ini mengalami naik turun di berbagai aspek, diantaranya hasil produksi cengkeh dan jumlah pekerja. Dua aspek penting Perkebunan Cengkeh Branggah Banaran inilah yang akan menjadi fokus dari tulisan ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi yang didukung dengan pengumpulan sumber berupa arsip, wawancara dan literatur terdahulu. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan perkebunan ini pernah mengalami naik turun hasil produksi, pernah mengalami konflik yang berkepanjangan dengan penduduk sekitar. Pencurian hasil tanaman yang masih berupa bunga di pohon maupun yang sudah dipetik, kerusakan serta penanganan atas kejadian yang terjadi pada tahun itu. Abstract Branggah Banaran Clove Plantation, is a colonial heritage plantation located in the Blitar Regency area that until now still exists. During the production of this plantation experienced ups and downs in various aspects, including the production of cloves and the number of workers. Two important aspects of Branggah Banaran Clove Plantation are the focus of this article. This research uses historical research methods consisting of heuristics, criticism, interpretation, and historiography supported by the collection of sources in the form of archives, interviews and previous literature. From the results of research conducted can be concluded this plantation has experienced ups and downs of production, and has experienced prolonged conflict with the surrounding population. Theft of plant products that are still in the form of flowers on trees and those that have been picked, destruction and handling of events that occurred in that year.
Perubahan ekologi pantai paciran-brondong di lamongan tahun 1930-2010 Ahmad Sholehuddin Suryanullah; Dewa Agung Gede Agung; Ronal Ridhoi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1500.206 KB) | DOI: 10.17977/um081v1i32021p361-377

Abstract

Ecological changes on the coast of Lamongan Beach are an interesting discussion to discuss. Since 1930,  the coast of Lamongan Beach has played an important role in the transportation of spices from the interior to the port. The study is focused on the processes and factors that cause changes in the coastal ecology of Lamongan Beach. This study uses the historical method by reading in depth in the form of archives, newspapers, articles, books, and maps. This study shows that ecological changes can be carried out by human activities and natural activities, the existence of this connection which causes a change of function, from rice fields to settlements, tourist attractions, ports, this which causes ecological changes in 1930-2010 on the coast of Lamongan Beach.Perubahan ekologi di pesisir Pantai Lamongan menjadi pembahasan yang menarik untuk dibahas. Sejak tahun 1930, pesisir Pantai Lamongan sudah berperan penting dalam jalur pengangkutan rempah-rempah dari pedalaman ke pelabuhan. Studi ini memfokuskan pada proses serta faktor yang menyebabkan perubahan ekologi pesisir Pantai Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan melakukan pembacaan secara mendalam sumber-sumber berupa arsip, berita koran, artikel, buku, dan peta. Studi ini menunjukkan bahwa perubahan ekologi bisa dipengaruhi oleh aktifitas manusi dan aktifitas alam, adanya keterkaitan itu yang menyebabkan alih fungsi lahan, dari persawahan menjadi pemukiman, tempat wisata, pelabuhan, hal itu yang menyebabkan perubahan ekologi pada tahun 1930-2010 di pesisir Pantai Lamongan. 
Pengelolaan hutan jati pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda di Ngandjoek Tahun 1927-1942 Shinta Ayu Mutiara Sari; Dewa Agung Gede Agung
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i32023p348-363

Abstract

Teak wood is a product of forced cultivation which is suitable for growing on soils containing lime. Teak wood grows a lot in Central Java and East Java because it has lime-containing soil making it suitable for growing teak wood. In 1903 there was a teak crisis so the Dutch East Indies colonial government prepared several policies to save the teak forests. So that led to several new policies to save teak forests. This study shows the management of teak forests in Ngandjoek by the Dutch East Indies colonial government. The management of teak wood forests is very interesting to study, both in terms of management and the policies made by the Dutch East Indies colonial government. The purpose of this writing is to narrate the results of forest management in Ngandjoek. The research uses the historical method which has five stages including topic selection, heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results of this paper show the management of teak wood forests in Ngandjoek in 1927.Kayu jati merupakan salah satu produk dari tanam paksa yang cocok tumbuh di tanah yang menggandung kapur. Kayu jati banyak tumbuh di Jawa Tengah dan Jawa Timur karena memiliki tanah yang mengandung kapur sehingga cocok untuk ditumbuhi kayu jati. Pada tahun 1903 terjadi krisis kayu jati sehingga pemerintah kolonial Hindia Belanda menyiapkan beberapa kebijakan untuk menyelamatkan hutan kayu jati. Sehingga memunculkan beberapa kebijakan baru untuk menyelamatkan hutan kayu jati. Studi ini menunjukkan pengelolaan hutan kayu jati di Ngandjoek oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Pengelolaan hutan kayu jati sangat menarik untuk di kaji, baik dari pengelolaannya maupun kebijakan yang di buat oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui hasil pengelolaan hutan di Ngandjoek. Penelitian menggunakan metode sejarah yang memiliki lima tahapan diantaranya pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penulisan ini menunjukkan pengelolaan hutan kayu jati di Ngandjoek tahun 1927. 
Penanganan pandemi influenza di Jawa Timur tahun 1918-1920 Annisa Amalia; Dewa Agung Gede Agung
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i42023p503-521

Abstract

This article discusses the handling of the influenza pandemic in East Java in 1918-1920. Like Covid-19, the nature of influenza is rapidly contagious so that in a short time it can infect the population until it is fatal, namely death. This raises questions about how the historical background and development of the influenza pandemic in East Java in 1918-1920, how the response of the community, doctors, health services, government and education agencies to the emergence of the influenza pandemic in East Java in 1918-1920, and how the form of handling the influenza pandemic in East Java in 1918-1920. The method used in this research uses the historical method, by searching and reading in-depth sources in archives, theses, books, and journals. This writing shows that the development of the influenza pandemic in East Java can be seen from the number of infected patients, and the death rate caused by the influenza pandemic. The influenza pandemic attack in East Java then led to responses from various parties including the health department which had denied that influenza was not dangerous, doctors and the public who experienced misinformation in their treatment, and the Surabaya government which denied the occurrence of influenza in several places. The form of handling the influenza pandemic in East Java is divided into two, namely medical and non-medical treatments.Artikel ini membahas mengenai penanganan pandemi influenza di Jawa Timur tahun 1918-1920. Seperti Covid-19 sifat penyakit influenza ini cepat menular sehingga dalam waktu singkat mampu menginfeksi penduduk hingga berakibat fatal yakni kematian. Dengan adanya hal tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana latar sejarah dan perkembangan pandemi influenza di Jawa Timur tahun 1918-1920?, bagaimana respon dari masyarakat, dokter, dinas kesehatan, pemerintah dan dinas pendidikan terhadap munculnya pandemi influenza di Jawa Timur tahun 1918-1920?, dan bagaimana bentuk penanganan pandemi influenza di Jawa Timur tahun 1918-1920. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah, dengan melakukan penelusuran dan pembacaan sumber yang mendalam dalam arsip, skripsi, buku, dan jurnal. Penulisan ini menunjukkan bahwa perkembangan pandemi influenza di Jawa Timur dapat dilihat dari jumlah pasien terinfeksi, dan angka kematian yang disebabkan oleh pandemi influenza. Adanya serangan pandemi influenza di Jawa Timur ini kemudian memunculkan respon dari berbagai pihak diantaranya dinas kesehatan yang sempat membantah bahwa influenza ini tidak berbahaya, dokter dan masyarakat yang mengalami misinformasi dalam pengobatannya, dan pemerintah Surabaja yang membantah terjadinya influenza di beberapa tempat. Bentuk penanganan pandemi influenza di Jawa Timur dibagi menjadi dua yakni penanganan secara medis dan nonmedis.
Pengembangan komik digital berbantuan Instagram materi perlawanan rakyat Singaparna terhadap Jepang pada siswa kelas XI SMAN 4 Kediri Imaduddin, Muhammad Faaiz Alim; Agung, Dewa Agung Gede
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p73-84

Abstract

Abstract This research aims to produce digital comics assisted by Instagram social media as a learning media product, designed based on a needs analysis that identified the limited use of instructional media. The focus of the research is to produce and test the validity of the media in delivering material on the Singaparna people's resistance against Japanese occupation in the 11th-grade history class at SMAN 4 Kediri. The research utilizes the R&D method developed by Sugiyono (2015), which includes: (1) identifying potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product testing, (7) produc t revision, (8) usage trial, (9) product revision, and (10) mass production. The results show that the media is highly valid, with a 93 % score from material experts and 81 % from media experts. Testing on students showed a 90 % result in the small group and 86 % in the large group. Based on the validity and feasibility tests, this Instagram-based digital comic is deemed highly suitable for use in history teaching at SMAN 4 Kediri.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan komik digital berbantuan media sosial Instagram sebagai produk media pembelajaran, yang dirancang berdasarkan analisis kebutuhan, yaitu minimnya penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan dan menguji validitas media dalam menyampaikan materi tentang perlawanan rakyat Singaparna terhadap pendudukan Jepang di kelas XI SMAN 4 Kediri. Penelitian menggunakan metode R&D yang dikembangkan oleh Sugiyono (2015), yang meliputi: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Hasil penelitian menunjukkan media ini valid, dengan persentase 78% dari ahli materi dan 80% dari ahli media. Pengujian pada siswa menunjukkan hasil 84% pada kelompok kecil dan 85% pada kelompok besar. Berdasarkan uji validitas dan kelayakan, komik digital berbasis Instagram ini dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran sejarah di SMAN 4 Kediri.