Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

RIWAYAT PIJAT BAYI, ASUPAN MAKANAN DAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 DI KOTA SALATIGA Dary, Dary
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.178 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.448

Abstract

Status gizi merupakan kondisi keseimbangan dari tubuh yang diperoleh dari kebutuhan zat gizi maupun asupan demi menunjang proses dari tumbuh kembang anak. Status dari gizi anak yang baik sangat penting karena akan berperan dalam proses perkembangan maupun pertumbuhan anak yang optimal serta mencegah terjadinya penyakit pada anak. Untuk meningkatkan status gizi anak dibutuhkan asupan makanan yang seimbang. Karena dengan asupan makanan yang baik dan seimbang maka akan berkontribusi terhadap kesehatan anak. Selain pemberian asupan makanan, diperlukan juga stimulasi salah satunya yaitu pijat bayi untuk peningkatan status pada gizi anak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hubungan antara riwayat pijat bayi, asupan makanan dan status gizi anak usia 6-12 bulan di Kota Salatiga. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kuantitatif korelasi dengan teknik pengumpulan data wawancara, kuisoner Food Recall 24 jam, dan menghitung Indeks Masa Tubuh anak. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian adalah analisis koefisien korelasi rank spearman. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu dan anaknya yang berusia 6-12 bulan di Kota Salatiga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pijat bayi terhadap status gizi anak sedangkan pada riwayat pijat bayi maupun asupan makanan tidak berpengaruh terhadap status gizi anak. Hal ini dipengaruhi dari beberapa faktor yaitu, nafsu makan anak, pantangan makan, kesukaan, rasa lapar, rasa kenyang, emosi serta tipe kepribadian dari anak tersebut. Kemudian, faktor lain yang memengaruhi status gizi anak yaitu konsumsi makanan yang tidak mencukupi kebutuhan anak tersebut. Kata Kunci: Asupan makanan, Riwayat Pijat bayi, Status gizi.
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI DI KARANGPETE RT. 01 RW. 06 SALATIGA Dary, Dary
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.566 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.412

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan bergizi yang diberikan kepada anak di usia enam sampai dua puluh empat bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Melalui pendekatan penelitian kualitatif tulisan ini menjelaskan tentang bagaimana pemberian makanan pendamping ASI(MP-ASI) di kelurahan Karangpete RT.01 RW. 06 Kota Salatiga. Penelitian dilakukan terhadap enam orang responden dengan kriteria ibu yang mempunyai bayi dili bawah usia 12 bulan, sementara itu yang menjadi pokok dalam penelitian ini meliputi pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan MP-ASI,faktor pemberian MP-ASI sebelum bayi berusia enam bulan, bentuk pemberian MP-ASI dan pengaruh pemberian MP-ASI sebelum bayi berusia enam bulan. Temuan hasil penilitian menunjukan bahwa lima dari enam partisipan memberikan MP-ASI sebelum bayi berusia enam bulan namun para partisipan mengetahui dengan jelas tentang manfaat ASI eksklusif, MP-ASI, usia pemberiaan MP-ASI dan pengaruh pemberian MP-ASI sebelum bayi berusia enam bulan, namun pada kenyatannya tindakan yang dilakukan berbanding terbalik dengan pengtahuan yang dimiliki sehingga terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan. Kata Kunci: Pemberian MP-ASI, Pengetahuan Ibu Tentang MP-ASI.
ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI DAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI Putri, Martha Pitaloka; Dary, Dary; Mangalik, Gelora
Journal of Nutrition College Vol 11, No 1 (2022): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i1.31645

Abstract

Latar belakang: Asupan zat besi dan protein berperan penting untuk pertumbuhan pada masa remaja. Asupan zat gizi yang tidak seimbang dapat mengakibatkan masalah gizi seperti status gizi kurang atau lebih pada remaja.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan asupan protein, zat besi, dan status gizi pada remaja putriMetode: Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020-Januari 2021 dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah 88 siswi berusia 15-18 tahun di SMAN 1 Kendal yang dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran berat badan dengan menggunakan timbangan injak digital dan tinggi badan menggunakan microtoise. Asupan protein dan zat besi diperoleh dengan metode SQ-FFQ dan Food Record 224 jam, kemudian dihitung dengan menggunakan software nutrisurvey. Analisis data penelitian menggunakan analisis bivariat dengan uji korelasi Spearman.Hasil: Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan asupan protein dengan status gizi (p=0,848 dan r=0,021) dan asupan zat besi dengan status gizi (p=0,685, r=0,044). Sebagian besar siswi memiliki status gizi normal (84,09%), tingkat kecukupan Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara asupan protein dengan status gizi dan asupan zat besi dengan status gizi.
PENDERITA LEPRA DAN PERAN PERAWAT TERKAIT STIGMA PADA PENDERITA LEPRA: STUDI FENOMENOLOGI Dary Dary; Sakti O. Batubara
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 3: SEPTEMBER 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v13i3.2642

Abstract

Penderita lepra kerap mendapat stigma yang menyebabkan mereka ditolak di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan menguraikan stigma yang dialami oleh penderita lepra dan usaha perawat dalam memberikan edukasi dan advokasi bagi penderita lepra terkait stigma yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam terhadap tujuh perawat dan delapan pasien lepra di Rumah Sakit Donorojo, Jepara, Jawa Tengah. Empat tema yang diperoleh dari penderita lepra, yakni: 1) Respons pasien saat didiagnosis menderita lepra, 2) Sikap dan perlakuan yang dialami penderita lepra, 3) Respons terhadap stigma, dan 4) Pendapat pasien lepra terhadap pelayanan kesehatan. Empat tema yang diperoleh menurut pandangan perawat adalah: 1) Memberikan promosi kesehatan, 2) Mendukung pasien dengan lepra untuk kembali ke lingkungan masyarakat, 3) Meyakinkan masyarakat untuk menerima penderita lepra, dan 4) Memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit lepra. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk stigma yang paling sering dialami oleh pasien adalah penolakan dan pengasingan. Kesimpulan, untuk mengurangi stigma pada pasien lepra, dibutuhkan kerja sama antara perawat, pasien penderita lepra, masyarakat, dan pemerintah (tokoh masyarakat).
FAMILY CENTERED CARE PADA PERAWATAN ANAK DI RSUD SOE TIMOR TENGAH SELATAN Gito Hardani Tanaem; Mariana Dary; Emi Istiarti
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.97 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.3918

Abstract

Family centered care merupakan hal terpenting dalam hospitalisasi anak yang mengharuskan anak untuk tinggal dan dirawat di Rumah Sakit dan harus menjalani perawatan sampai pemulangannya kembali kerumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan konsep family centered care  dari tenaga kesehatan ke keluarga di ruang melati di RSUD SOE, NTT. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Analisa data yang digunakan dimulai dari tahap reduksi data dengan mengumpulkan data yang kemudian diberi kode dan dibuat kata kunci. Kemudian dibuat matrix kejenuhan dari kata kunci sehingga didapatkan data jenuh selanjutnya dikategorikan untuk dianalisa menjadi subtema dan menghasilkan sebuah tema. Hasil yang didapatkan tiga tema yaitu perawat melibatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak hanya secara lisan, bahasa dan inisiatif keluarga menjadi faktor kendala penerapan FCC, penerapan FCC bermanfaat pada kepuasan klien dan efisiensi asuhan keperawatan.
PERAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANAK YANG MENDERITA PENYAKIT TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GETASAN Dary Dary; Dhanang Puspita; Silvi Kurnia Candra Mela
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.709 KB) | DOI: 10.31983/link.v13i2.2840

Abstract

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri, menginfeksi beberapaorgan dalam tubuh terutama di paru-paru. Pada tahun 2014 di Indonesia sebesar 7,51% pendudukmenderita penyakit TB paru, bahkan 1,5 juta anak meninggal akibat penyakit TB paru. Pengobatan TBparu membutuhkan waktu yang panjang, selama 6 bulan harus mengkonsumsi obat. Masalahpengobatan pada penderita TB paru anak lebih tinggi dibandingkan dengan penderita TB parudewasa. Anak cenderung akan sulit untuk minum obat bahkan bosan, untuk itu peneliti mengambilfokus penelitian peran keluarga dalam merawat anak yang menderita penyakit TB paru di wilayahkerja Puskesmas Getasan. Metode penelitian yang digunaka yaitu metode kualitatif. Riset partisipanditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan denganmelakukan wawancara kepada setiap keluarga yang memiliki anak usia 0-14 tahun yang menderita TBparu. Penelitian dilakukan di Puskesmas Getasan pada bulan Mei-Juni 2017. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peran keluarga sangatlah penting bagi anak yang menderita TB paru dalamproses pengobatan, pengawasan minum obat (PMO) dan juga pendampingan anak setiap hari.
Hubungan Asupan Makan dan Aktifitas Fisik Terhadap Status Gizi Anak Usia Sekolah Vianty Aldofin Tomasoa; Dary Dary; Dennys Christovel Dese
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 2 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i2.7819

Abstract

Abstract Health problems in children, especially in terms of nutrition, are still a problem in Indonesia such as underweight and overweight, which are caused by physical activity, and vice versa, nutritional status affects children's physical activity. Nutritional status and physical activity play an important role in achieving good physical fitness, especially for school age children. Only 1 in 3 children who are active in physical activity every day. The purpose of this study was to determine the relationship between food intake, physical activity and nutritional status in school age children. This research uses a correlational quantitative approach. Respondents who were the subjects in this study were students in grades 3-6 at SDN 2 Saparua, totaling 120 students. The number of samples used in this study was determined using the Taro Yamane or Slovin formula which resulted in 93 students. The research instruments used in this study were a 2x24 hour food recall questionnaire, anthropometric examination, physical activity questionnaire of children (PAQ-C) for physical activity and nutritional status determined using BMI / U. The research data were processed using bivariate analysis with the help of statistical products and solutions (SPSS). Correlation analysis using Pearson. The results of hypothesis testing on food intake and physical activity with a statistical value of R = 0.652; R Square = 0.425. This means that the variables of food intake and physical activity simultaneously play a role in the nutritional status of the individual by 42.5%, while the remaining 57.5% is influenced by other factors that are not disclosed in this study. The better the score of physical activity and food intake, the better the nutritional status of the child.Keywords: food intake, physical activity, nutritional status 
Peran Keluarga Dalam Penanganan Anak dengan Penyakit ISPA Di RSUD Piru Jolanda Luhukay; Dary Mariana; Dhanang Puspita
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.501 KB) | DOI: 10.30651/jkm.v3i1.1469

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan. Angka kejadian ISPA di RSUD Piru pada tahun 2015 sebanyak 122 orang dengan klasifikasi semua pasien rawat jalan, pada 2016  penderita penyakit ISPA meningkat menjadi 165 orang dengan klasifikasi 21 penderita yang di rawat di Rumah Sakit dan 144 penderita rawat jalan. Sedangkan pada tahun 2017 penderita ISPA meningkat menjadi 244 orang, dengan klasifikasi semua pasien rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan peran keluarga dalam penanganan anak dengan ISPA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam. Partisipan penelitian ditentukan sesuai dengan karakteristik yang sudah ditentukan oleh peneliti, (purposive sampling).  Partisipan dalam penelitian ini adalah 10 orang yang memiliki anak usia balita (1 – 5 Tahun) dengan penyakit ISPA. Hasil penelitian terhadap partisipan mengenai peran keluarga dalam penanganan anak dengan penyakit ISPA meliputi tiga tema yaitu: (1) pengetahuan keluarga, (2) peran keluarga, (3) pencegahan penularan ISPA. Kesimpulan: Peran keluarga yang dilakukan dalam penanganan anak dengan ISPA dengan cara pengobatan tradisional. jika pengobatan tradisional tidak membuahkan hasil barulah keluarga akan membawa balitanya berobat ke RS untuk mendapatkan obat dari tenaga kesehatan.Kata kunci: balita, ISPA, peran  keluarga
Gambaran Status Gizi dan Aktivitas Fisik Remaja Selama Pandemi COVID-19 Charles Leonardo; Dary Dary; Dennys Christovel Dese
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 4 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i4.9621

Abstract

Objective: The covid-19 pandemic that occurred in Indonesia has brought many changes, especially for teenagers, namely the limitations in carrying out activities, online learning, and an appeal to stay at home to prevent the spread of the covid-19 virus. These changes can have various impacts on the nutritional status and physical activity of adolescents. The purpose of this study is to describe the nutritional status and physical activity of adolescents during the covid-19 pandemic.Methods: This research method uses descriptive quantitative research method with a cross-sectional approach. This research was conducted at SMPN 2 Raren Batuah, Unsum Village, Raren Batuah District, East Barito Regency, Central Kalimantan Province in January - March 2021. This sampling technique used total sampling with a total of 91 male and female adolescent respondents with a range of ages 13 - 15 years (early teens). Data collection in this study used anthropometric measurements to measure nutritional status, and the PAQ-C (Physical Activity Questionnaire for Older Children) questionnaire to measure physical activity.Results: The results showed that the nutritional status of adolescents based on BMI/U was in the normal category of 78% and the rest had nutritional problems. While the physical activity of adolescents based on the category that is light activity is 49%.Conclusion: Based on the results of the study, there may be a relationship between nutritional status and physical activity during the covid-19 pandemic.
Status Gizi dan Perilaku Makan Ibu Selama Kehamilan Trimester Pertama Ambar Kusuma Dewi; Dary Dary; Rifatolistia Tampubolon
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Master of Epidemiology, School of Postgraduate Studies, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v6i1.10413

Abstract

Background: Nutritional problems in Indonesia are one of the indirect causes of maternal and child mortality. The low nutritional status of mothers before pregnancy and during the first trimester of pregnancy results in babies with low birth weight, stunting and prematurity, pregnancy in the first trimester is the most vulnerable period, where the process of forming very important organs such as the central nerve, heart and hearing is enhanced in the next trimester.Methods: This research uses descriptive quantitative design. Respondents of the study were 50 pregnant women in the first trimester in the Salatiga Primary Health Care. Nutritional status was determined by weight gain of respondents during pregnancy, while eating behavior was measured using the SQ-FFQ Form. The 2x24 hour food recall was used to determine the level of nutritional intake of respondents.Result: The results showed that the respondents experienced a deficit of TKP, TKE, and TKK and TKL excess, while the abnormal weight gain was 44%, and KEK was 20%.Conclusion : Respondents experienced nutritional problems because their daily food intakes were less than their needs