Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERAN TENAGA KESEHATAN DALAM USAHA PENCEGAHAN KESAKITAN DAN KEMATIAN BAYI BARU LAHIR Treesia Sujana; D Dary; Jenlti Dwi Elsa Longi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.184 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.256

Abstract

Kesehatan dan kelangsungan hidup bayi baru lahir sangat penting untuk menjamin optimalitas pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Semarang 2014, tercatat sebanyak 8,15% per 1000 Kelahiran Hidup (KH) angka kematian bayi baru lahir. Kasus kematian bayi baru lahir mendominasi kasus kematian bayi di Kabupaten Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran tenaga kesehatan dalam usaha pencegahan kesakitan dan kematian bayi baru lahir di wilayah binaan Puskesmas Getasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Teknik analisa data dilakukan dengan model Miles and Huberman, yaitu Data Reduction (reduksi data), Data Display (penyajian data) dan Conclusion Drawing/verification. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan pada Mei 2017 di Puskesmas Getasan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peran tenaga kesehatan dalam usaha pencegahan kesakitan dan kematian bayi baru lahir yang terutama adalah sebagai pelaksana program yang telah dicanangkan pemerintah serta lebih berfokus pada layanan bayi neonatal & bayi dengan risiko. Dalam menjalankan perannya tenaga kesehatan melakukan berbagai inisiatif dalam usaha menurunkan angka kematian bayi baru lahir di wilayah binaan Puskesmas Getasan. The health and survival of newborns are important to ensure the optimality of children’s growth and development. Semarang District Health Profile 2014, recorded that there were 8.15% deaths of newborns on every 1000 live births. The death cases of newborns dominated the contribution of infant mortality in Semarang District. The purpose of this research is to describe roles of health workers in the effort to descrease the morbidity and mortality numbers of newborns in Puskesmas Getasan’s target areas. This research used a qualitative descriptive method with in-depth interviews as the data collection method. The data analyzed with the Miles and Huberman model, which emphasized in the data reduction, data display and conclusion drawing/verification. This research was held for a month started from May 2017 at Puskesmas Getasan. The results of this study concluded that the main role of health workers in the effort to descrease the morbidity and mortality numbers of newborns is as implementer of programs that have been declared by the government and more focused on the services especially for neonatal with high risk of illness. However, strategies and initiatives had been done by health workers and resulted in the decrease of the mortality number of newborns in Puskesmas Getasan’s target area.
STRATEGI TENAGA KESEHATAN DALAM MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH BINAAN PUSKESMAS GETASAN D Dary; Treesia Sujana; Josevina Naomi Pajara
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.363 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.273

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan radang akut pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh agen infeksius sepertin virus, jamur dan bakteri. Menurut Riskesdas 2013, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu profinsi dengan angka kejadian ISPA paling tinggi dimana Prevalensi ISPA secara umum sebesar 26,6% dan untuk balita diketahui mencapai 31,5%. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan strategi tenaga kesehatan dalam menurunkan angka kejadian ISPA pada anak balita di wilayah binaan Puskesmas Getasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Teknik analisa data dilakukan dengan model Miles and Huberman, yaitu Data Reduction (reduksi data), Data Display (penyajian data) dan Conclusion (penarikan kesimpulan). Penelitian dilakukan pada September- oktober 2017 di Puskesmas Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah . Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa angka kejadian ISPA pada balita di wilayah binaan Puskesmas Getasan tergolong tinggi, penanganan balita ISPA menggunakan pedoman Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat (MTBSM) serta dalam menjalankan perannya tenaga kesehatan melakukan berbagai strategi baik secara teknis maupuan inisiatif seperti pemantauan kesehatan balita, penyuluhan dan pemeberian pengobatan tradisional, dan kerjasama lintas sector, sebagai upaya menurunkan angka kejadian ISPA pada balita di wilayah binaan Puskesmas Getasan. Berdasaarkan hasil penelitian juga diketahui bahwa angka kejadian ISPA pada balita di daerah Getasan sudah mengalami penurunan. Acute respiratory infection (ARI) is an acute inflammation in the respiratory tract caused by infectious agents such as virus, fungus, and bacterium. According to Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013, province of Central Java is one of the provinces with the highest rate of ARI case number where the ARI prevalence generally is about 26,6% and for toddlers is about 31,5%. The purpose of this research was to describe the strategy of health workers in decreasing the ARI case number on toddlers in the assisted area of Puskesmas Getasan. This research was using descriptive qualitative method with the data collection technique was through deep interview. The data analysis technique was done through Miles and Huberman, which were data reduction, data display and conclusion. This research was done in September-October 2017 in Puskesmas Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. The result of this study concluded that ARI case number to toddlers in the assisted area of Puskesmas Getasan was high. The treatment to ARI toddlers was using Manajemen Terpadu Balita Sakit and Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat. Also when doing their responsibility, the health workers did many strategies either technically or initiatively such as monitoring the toddlers’ health, counseling and giving traditional medicine, and cooperating across sectors as the effort to reduce the number of ARI case number on toddlers in the assisted area of Puskesmas Getasan. Based on the study result, the ARI case number on toddlers in the area of Getasan was getting decreased.
Gambaran Konsumsi Serat dan Aktivitas Fisik Ibu Hamil dengan Konstipasi di Puskesmas Sidorejo Kidul Kota Salatiga Claurychintia Justisia Sangi; Sarah Melati Davidson; Dary Dary
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.978 KB) | DOI: 10.24114/jgpkm.v2i1.36258

Abstract

AbstrakKetika usia kehamilan telah memasuki trimester ketiga ibu akan mengalami berbagai keluhan dan masalah, keluhan yang paling sering dijumpai yaitu konstipasi. Konstipasi yang terjadi pada ibu hamil umumnya terjadi karena keadaan fungsional serta meningkatnya hormon progesteron yang membuat tidak adanya gerakan peristaltik pada usus besar sehingga memicu tidak teraturnya buang air besar dan menimbulkan perasaan tidak nyaman pada perut. Selain hormon, faktor yang dapat memicu terjadinya konstipasi adalah konsumsi serat dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran konsumsi serat dan aktivitas fisik pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Sidorejo Kidul, Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasional dan kuesioner. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan uji univariat berdasarkan dari hasil wawancara food recall 2x24 jam dan kuesioner SQ-FFQ serta aktivitas fisik. Hasil penelitian berdasarkan Food Recall dan SQ-FFQ menunjukkan bahwa konsumsi serat pada ibu hamil berada pada kategori kurang ditunjang dengan hasil SQ-FFQ dimana perbandingan jumlah kandungan serat dari bahan makanan yang sering dikonsumsi dibawah dari jumlah kandungan serat yang jarang dikonsumsi. Pada hasil perhitungan total aktivitas fisik hampir setengah dari ibu hamil berada pada kondisi kurang aktivitas fisik saat hamil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konstipasi yang terjadi pada ibu hamil di Puskesmas Sidorejo Kidul Salatiga diperparah dengan pola hidup yang tidak sehat seperti kurang konsumsi serat dan kurang aktivitas fisik selama hamil. Kata kunci : Kehamilan, pola makan, faktor-faktor konstipasi Abstract When the gestational age has entered the third trimester, the mother will experience various complaints and problems, the most common complaint is constipation. Constipation that occurs in pregnant women generally occurs due to functional conditions and the increase in the hormone progesterone which makes peristaltic movements in the large intestine absent, triggering irregular bowel movements and causing an uncomfortable feeling in the stomach. In addition to hormones, factors that can trigger constipation are fiber consumption and physical activity. The purpose of this study was to determine the description of fiber consumption and physical activity in third trimester pregnant women at the Sidorejo Kidul Public Health Center, Salatiga City. This study uses a quantitative descriptive method with observational data collection techniques and questionnaires. The instrument used is a questionnaire. The data obtained were analyzed descriptively with a univariate test based on the results of the 2x24 hour food recall interview and the SQ-FFQ questionnaire as well as physical activity. The results of the study based on Food Recall and SQ-FFQ indicate that fiber consumption in pregnant women is in the less supported category with the results of SQ-FFQ where the ratio of the amount of fiber content of foods that are often consumed is lower than the amount of fiber content that is rarely consumed. In the calculation of total physical activity, almost half of pregnant women are in a state of lack of physical activity during pregnancy. The conclusion of this study is that constipation that occurs in pregnant women at the Sidorejo Kidul Health Center Salatiga is exacerbated by unhealthy lifestyles such as lack of fiber consumption and lack of physical activity during pregnancy.Keywords : Pregnancy, diet, constipation factors
Status gizi ibu berkontribusi terhadap kejadian BBLR Dary Dary; Villa Delvi Aprilia; Emi Istiarti
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.337 KB) | DOI: 10.31101/jkk.1144

Abstract

Faktor utama yang memengaruhi tingginya angka mortalitas bayi baru lahir di Indonesia, salah satunya adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Berat badan bayi baru lahir merupakan cerminan status gizi ibu pada waktu konsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis data sekunder. Responden penelitian adalah 43 ibu dari bayi BBLR dengan kriteria inklusi: tidak mengalami penyakit atau penyulit selama kehamilan dan persalinan, bayi tidak prematur, tidak kembar. Instrumen penelitian berupa ceklist dan sumber data buku rekam medik pada tahun 2016-2018 dari Puskesmas di Kota Salatiga. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, hasil disajikan dalam bentuk tabel dan gambar dengan mencantumkan variabel, frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu (58%) memiliki status gizi normal sebelum hamil, namun 60% diantaranya memiliki pertambahan berat badan selama hamil yang masih kurang. Ibu dengan status gizi kurang sebelum hamil sebesar 28% dan 66,7% diantaranya dengan pertambahan berat badan kurang selama kehamilan. Sebagian besar ibu (74%) memiliki ukuran LiLA 23,5 cm. Status gizi ibu memiliki kontribusi terhadap kejadian BBLR di Kota Salatiga. 
Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Mengenai Periksa Payudara Sendiri Kristiani Desimina Tauho; Dary Dary; Delita Putri Dimamesa
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1141

Abstract

Kanker payudara kebanyakan terjadi pada perempuan dan menjadi penyebab kematian terbesar kedua akibat tumor ganas di Indonesia. Rendahnya kesadaran terkait deteksi dini membuat kanker payudara baru diketahui setelah mencapai stadium akhir, walaupun dapat dideteksi dari awal. Prediksi terhadap kanker payudara dapat dilaksanakan dengan memeriksa payudara lewat tindakan SADARI (periksa payudara sendiri). Tindakan ini dilakukan sejak masa pubertas. Riset ini bertujuan untuk melihat hubungan dari pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai SADARI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan potong lintang terhadap sampel sejumlah 109 remaja putri berusia 15-18 tahun, dalam rentang waktu 1 bulan (27 Juli- 25 Agustus 2020). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebar melalui aplikasi google form, kemudian diolah menggunakan tes chi-square. Hasil penelitian menunjukkan distribusi tingkat pengetahuan responden dari tinggi, sedang dan rendah yaitu 21,1%, 44,0% dan 34,9%. Sikap baik dimiliki oleh 69,7% responden, sedangkan 30,3% responden memiliki sikap yang buruk. Tes chi-square memperlihatkan nilai p sebesar 0,804 (> 0,05) dengan interpretasi tidak ada hubungan yang bermakna antara kedua variabel. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai SADARI tidak saling berkorelasi.
Prevalensi Anak Stunting di Kota Salatiga Tahun 2020 Brigitte Sarah Renyoet; Oktapianus Oktapianus; Dary Dary
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 8, No 1 : Februari 2023
Publisher : Master of Epidemiology, School of Postgraduate Studies, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v8i1.13111

Abstract

Background: Stunting cases occur in several countries, especially poor and developing countries. Stunting is a growth disorder in children due to poor nutrition. Malnutrition occurs during the First 1000 Days of Life (HPK). The child's growth is disrupted so that the child will look short, and cognitive and motor development is hampered. The purpose of this research is to find out the prevalence of stunting children in Salatiga City.Methods: Cross-sectional descriptive method is used to describe the description of the phenomenon of stunting exposure by observing the population that occurs in Salatiga City in 2020. Data collection was obtained by measuring height and then the data was adjusted to PB / U or TB / U - 3 SD sd <- 2 SD (stunted) dan <-3 SD (severely stunted). The research data were then analyzed descriptively using Microsoft Excel and displayed in the form of tables and narratives. Data collection in this study was carried out in March-June 2021 in four sub-districts located in Salatiga City.Result: The results showed that the prevalence of stunting in Salatiga City in 2020 in children aged 0-60 months was 6,85%, the incidence of stunting was more common in males by 3,65%.Conclusion: The conclusion from this study, it is known that the prevalence of stunting in Salatiga City in 2020 reached 6.85%. The highest cases occurred in the male sex with a percentage of 3.65%. In terms of age, the highest incidence of stunting occurred in children aged over 25-60 months. 
PERAWATAN BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI KECAMATAN MONTERADO KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT Asri Erani; Dary Dary; Rifa Tampubolon
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.273

Abstract

Abstrak Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi yang termasuk dalam risiko tinggi mengalami berbagai masalah seperti risiko infeksi, kesulitan bernafas, hipotermi dan malnutrition. Pada umumnya perawatan BBLR menggunakan inkubator. Saat bayi sudah di rumah, bayi akan memerlukan intervensi lain untuk menjaga suhu tubuh bayi selain inkubator, salah satunya dengan penerapan metode kanguru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengalaman ibu dalam merawat bayi dengan BBLR di Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan ialah ibu yang memiliki anak dengan riwayat BBLR berjumlah 11 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara semi-terstruktur, selanjutnya dilakukan analisa data verbatim untuk mendapatkan coding kemudian dijadikan kategori dan tema. Penelitian dilakukan pada bulan September 2022. Hasil penelitian didapatkan beberapa tema yaitu pengetahuan ibu tentang perawatan bayi BBLR, metode-metode perawatan pada bayi dengan BBLR, pemenuhan gizi pada bayi dengan BBLR, masalah-masalah dalam perawatan bayi dengan BBLR dan budaya ibu postpartum di Kecamatan Monterado. Kesimpulan penelitian ini bahwa penerapan metode kanguru dan dibedong merupakan metode yang banyak dilakukan ibu saat dirumah dalam mempertahankan suhu bayi dengan BBLR.
Literatur Review: Intervensi pada Remaja Perempuan 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Generasi di Masa Depan: Literature Review: Intervention on Adolescent Girls in 8000 First Days of Life (HPK) as Stunting Prevention in Future Generations Brigitte Sarah Renyoet; Dary Dary; Christantya Vita Rena Nugroho
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2.2023.295-306

Abstract

Background: The complex nutrition problem until now in Indonesia is stunting. Stunting is a failure-to-grow condition due to prolonged malnutrition since the baby was born during pregnancy. Therefore, the nutrition and health of adolescent girls as the future mother have a crucial role in preventing stunting. Objectives: Identified various programs intervention to adolescent girls as stunting prevention to the next generation and identify the successful various programs intervention to adolescent girls as stunting prevention to next generation Discussion: This research method used a literature review of ten journals from 2011 to 2021. The research results were various interventions for adolescent girls as stunting prevention for the next generation. There were nutrition education, stunting education, early marriage education, hygiene and sanitation education, fulfillment of micronutrient intake and consumption of balanced food, Multi Micro Nutrient (MMN) supplementation, school feeding program, and high calcium milk intake. Intervention for adolescent girls is the main target of 8000 HPK programs as holistic stunting prevention has a vital role, so it needs to be implemented as early as possible. Conclusions: Appropriate Interventions for adolescent girls have the potential to reduce stunting and increase the opportunity for human resources in the future.
Stimulasi Perkembangan Sosial Anak Usia Prasekolah Berdasarkan Status Pekerjaan Ibu Dary Dary; Rifatolistia Tampubolon; Ribka Ancy Rumagit
Jurnal LINK Vol 19, No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v19i2.9550

Abstract

Faktor penentu berhasilnya perkembangan sosial anak adalah pemberian stimulasi dari orang dewasa. Status pekerjaan ibu memengaruhi kualitas pemberian stimulasi bagi anak. Penelitian kualitatif untuk menggali cara ibu menstimulasi perkembangan sosial anak melalui wawancara, sedangkan penelitian kuantitatif untuk mengukur perkembangan sosial anak. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah anak dengan ibu bekerja mendapatkan hasil perkembangan sosial baik (79%), begitu juga dengan anak yang memiliki ibu tidak bekerja mendapatkan hasil perkembangan sosial yang baik (86%). Gambaran stimulasi perkembangan sosial yang diberikan ibu berupa pembagian waktu, memberikan media, berkomunikasi, memperkenalkan anak ke lingkungan luar, dan membebaskan kegiatan anak. Kesimpulan dihasilkan berupa stimulasi yang dilakukan oleh ibu bekerja yaitu membagi waktu, bermain dan berkomunikasi, mengajak anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan membebaskan anak berkegiatan, begitu juga dengan ibu tidak bekerja. Terdapat perbedaan pada waktu, dimana ibu bekerja cenderung lebih singkat dibandingkan ibu tidak bekerja.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Psikososial Anak Usia 6-11 Tahun di Salatiga Yeni Marlina; Desi Desi; Dary Dary
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v6i2.31417

Abstract

Keluarga merupakan institusi pertama bagi anak, peran dan pola asuh orang tua sangat menentukan perkembangan kepribadian anak terutama pada perkembangan psikososial anak sekolah dasar usia 6 sampai 11 tahun. Perkembangan psikososial anak usia 6-11 tahun adalah pada tahap industry vs inferiority artinya anak sedang berada pada tahap menyelesaikan tugas sekolah yang diberikan, anak menjadi kompetitif dan senang berada dalam kelompok dan berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Jika seorang anak tidak mampu melewati tahap perkembangan industry vs inferiority maka terjadilah penyimpangan perilaku dan anak menjadi rendah diri. Berdasarkan uraian diatas, terlihat betapa pentingnya model pola asuh yang dipakai orang tua terhadap perkembangan psikososial anak usia 6 - 11 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan tugas perkembangan psikososial pada anak SD usia 6 hingga 11 tahun. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif  korelasi, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, dengan instrument penelitian menggunakan kuisioner Pola Asuh Orang Tua. Data dianalisa hubungannya dengan menggunakan uji chi square atau kai kuadrat. Jumlah responden sebanyak 96 siswa dari kelas III sampai VI. Hasil yang didapatkan, p-value sebesar 0.000 (< 0.05 nilai taraf signifikansi). Data ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikososial anak sekolah dasar (SD) usia 6-11 tahun di Salatiga. Kesimpulan: Perkembangan psikososial anak dipengaruhi oleh pola asuh. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami jenis pola asuh yang paling sesuai untuk perkembangan psikososial anak saat ini.