Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada Wanita Usia Subur di Indonesia Ajeng Tias Endarti; Brian Sri Prahastuti; Mira Netti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v3i2.1882

Abstract

Metode Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) mempunyai efektivitas perlindungan pada kehamilan tinggi dan angka kejadian dropout rendah dengan sasarannya Wanita Usia Subur (WUS). Namun jumlah pengguna MKJP masih belum mencapai target 66%. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor yang mempengaruhi pemilihan MKJP pada WUS di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional.  Populasi adalah WUS yang terdata di SDKI Tahun 2017 sebanyak 53.528 orang dan sampel dipilih dengan teknik total sampling. Analisis dilakukan hingga analisis bivariat. Faktor yang mempengaruhi pemilihan alat kontrasepsi MKJP secara signifikan yaitu keterpaparan media (p-value 0,000; OR 1,120), pendidikan (p-value 0,000; OR 1,818), pekerjaan responden (p-value 0,016; OR 1,054), daerah tempat tinggal (p-value 0,000; OR 1,089), dan kuintil kekayaan (p-value 0,000; OR 1,109) terhadap pemilihan alat kontrasepsi MKJP pada WUS di Indonesia. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi petugas kesehatan untuk dapat membantu meningkatkan pengetahuan pada Wanita Usia Subur (WUS) melalui pemberian pendidikan kesehatan terkait alat kontrasepsi MKJP dan Non MKJP yang bisa dilakukan dalam kurun waktu tertentu dalam jangka panjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang paling dominan dipengaruhi oleh faktor pendidikan, maka untuk meningkatkan pengetahuan pada Wanita Usia Subur terkait pemilihan alat kontrasepsi MKJP perlu disiapkan media informasi kesehatan seperti pamflet, leaflet, atau poster terkait alat kontrasepsi.
Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Protokol Kesehatan Covid-19 di Kota Palopo Sulawesi Selatan Rusman, Ruspa; Endarti, Ajeng Tias; Cicih, Lilis Heri Mis
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i2.2216

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data BPS Sulawesi Selatan sekitar 11,45% khawatir dengan efek samping dan tidak percaya efektivitas vaksin dan 7,83% menyatakan sangat tidak mungkin terinfeksi/tertular Covid-19. Tujuan: Mengetahui faktor yang berpengaruh Covid-19 terhadap kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 di Kota Palopo Sulawesi Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 245 orang. Penelitian ini dilakukan di Kota Palopo Sulawesi selatan. Analisis data pada penelitian ini terdiri dari analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Terdapat 52,7% responden tidak patuh terhadap penerapan protokol kesehatan. Analisis bivariat menunjukkan hubungan antara persepsi kerentanan PR 0,466 (p value 0,001), persepsi keseriusan PR 0,443 (p value 0,000), persepsi hambatan PR 0,390 (p value 0,000), persepsi manfaat PR 0,339 (p value 0,000), isyarat untuk bertindak PR 0,290 (p value 0,000), motivasi sehat atau sembuh PR 0,442 (p value 0,000), pengetahuan PR 0,026 (p value 0,000) dan hubungan antara implementasi PPKM mikro PR 0,3216 (p value 0,000). Hasil analisis multivariat variabel yang paling mempengaruhi kepatuhan protokol kesehatan di Kota Palopo Sulawesi selatan adalah variabel pengetahuan. Rekomendasi: Sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarkat dengan menggunakan berbagai macam media tentang menjaga protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Selain itu masyarakat diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai budaya di masyarakat, terutama protoko mencuci tangan dan selalu membawa hand sanitizer sehingga kondisi di masyarakat tetap terjaga.
Hubungan Posisi Kerja terhadap Keluhan LBP (Low Back Pain) pada Pekerja Buruh Lapangan Bekisting di PT Cipta Dimensi Usdayana, I Gusti Ngurah Yoga; Djaali, Nur Asniati; Endarti, Ajeng Tias
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i1.2218

Abstract

Latar belakang menurut Data Keselamatan CIPTA di tahun 2021 kecelakaan kerja mengalami kenaikan menjadi 189 kasus. Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal akibat dari aktivitas posisi kerja yang kurang baik, seperti memanggul barang dengan berat yang melebihi kemampuan tubuh pada pekerja buruh lapangan. Tujuan untuk mengetahui pengaruh posisi kerja terhadap keluhan LBP pada pekerja buruh lapangan bekisting di PT Cipta Dimensi. Metode penelitian ini menggunakan studi kuantitatif cross-sectional bertujuan untuk memahami dinamika hubungan antara variabel dan efek terkait keluhan melalui pertimbangan metodologis, observasi, atau pengumpulan data. Hasil penelitian ini ada hubungan signifikan antara keluhan LBP dengan posisi kerja, dengan kata lain pekerja dengan posisi kerja yang berisiko sedang & rendah cenderung tidak banyak memiliki keluhan LBP, sebaliknya pekerja dengan posisi kerja yang kurang baik memiliki risiko sangat tinggi dan tinggi cenderung memiliki keluhan LBP. Rekomendasi perlunya tinjauan yang berkelanjutan terhadap program K3. Penerapan rotasi kerja yang sebelumnya pekerja harian bekisting dirotasi menjadi pekerja harian finishing. Perlunyua pengaturan waktu lembur. Sosialisasi terhadap pekerja harian bekisting secara komprehensif terkait pola makan sehat dan istirahat yang cukup. Perlunya memaksimalkan alat bantu seperti gerobak dorong, handpallet dan chain bucket hoise sebagai bentuk pengendalian rekayasa engineering. Memaksimalkan waktu dengan estimasi 30 – 60 menit kegiatan senam dilakukan serta dipandu oleh trainer yang terlatih. Melakukan medical check up yang dilakukan secara berkala agar pekerja harian bekisting dapat dimonitoring status kesehatannya dan peran jaminan BPJS yang disesuaikan oleh masing-masing proyek berdasarkan indentifikasi potensi bahaya ditempat kerja sehingga dapat tepat sasaran mengurangi penyakit akibat kerja (PAK) khususnya pada keluhan LBP.
Hubungan Durasi Mengemudi Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Pengemudi Bus Akap Di Terminal Kampung Rambutan Tahun 2023 Parnonto, Wiratama Ibnu; Djaali, Nur Asniati; Endarti, Ajeng Tias
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2285

Abstract

Background: Low back pain disease varies greatly every year with a figure of 15-45%. According to the WHO, 33% of the population in developing countries experience persistent pain. Work as a bus driver is prone to low back pain, resulting from the factors of sitting for a long time in conditions of static vibration, vibration due to the road, ergonomic factors, and the type of seat on the vehicle will cause rapid fatigue and soreness in the waist/lower back area. Objective: to determine the relationship between driving duration and complaints of low back pain in AKAP Bus Drivers at Kampung Rambutan Terminal in 2023 Method: the study used an analytical survey with a cross sectional research design. This research was carried out at the Kampung Rambutan Terminal in July 2023. A sample of 198 respondents was taken using simple randong sampling. The implementation of this research was carried out by distributing questionnaires to respondents. Results: 76 respondents (38.4%) experienced complaints of low back pain and 122 respondents (61.6%) did not experience complaints of low back pain, 167 respondents (84.3%) and 31 respondents (15.7%) had normal driving duration. There is a relationship between driving duration and complaints of low back pain in AKAP Bus Drivers at the Kampung Rambutan Terminal in 2023 (p value =0.000). Recommendation: It is hoped that the government should be able to conduct regular evaluations of occupational health and safety, especially for bus drivers. Keywords: Lower Back Pain, Driving Duration
Pengaruh Disabilitas dan Cedera Terhadap Gangguan Mental Emosional Usia 18-24 Tahun di Provinsi DKI Jakarta Nydia Andriani; Ajeng Tias Endarti; Eko Setyo Pambudi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i04.1577

Abstract

Peningkatan prevalensi Gangguan mental emosional (GME) di DKI Jakarta tahun 2013 sebanyak 5,7% menjadi 10,1% di tahun 2018, dimana usia muda 15-24 tahun mencapai 11,26%. Faktor yang berkontribusi pada kejadian GME diantaranya disabilitas dan cedera. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh disabilitas dan cedera terhadap kejadian GME di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan data sekunder Riskesdas 2018 dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh penduduk usia 18-24 tahun di DKI Jakarta yang berhasil diwawancarai dalam Riskesdas 2018 sejumlah 1503 orang. Analisis data hingga multivariat dengan analisis regresi logistik model faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan hubungan disabilitas (Pv = 0,000; OR = 4,037), cedera cacat permanen (Pv = 0,005; OR = 3,262), cedera tidak cacat permanen (Pv = 0,000; OR = 3,026) dengan GME. Pada karekteristik responden, hanya pendidikan (Pv = 0,003; OR = 1,724) yang memiliki hubungan dengan GME. Faktor yang paling berpengaruh terhadap GME usia muda 18-24 tahun di DKI Jakarta adalah disabilitas dan cedera tidak cacat permanen. Rekomendasi yang dapat disampaikan seperti memberikan pelatihan kesehatan mental remaja bagi dokter jiwa, petugas kesehatan program jiwa, kader dan karang taruna, membentuk Posbindu disabilitas serta kunjungan rutin ke sekolah untuk pemeriksaan kesehatan fisik dan mental.
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR DI INDONESIA Febriyanti, Syeri; Ronoatmodjo, Sudarto; Helda, Helda; Riyadina, Woro; Endarti, Ajeng Tias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46514

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang menyebabkan masalah kesehatan dunia. Prevalensi hipertensi diprediksi akan terus meningkat setiap tahun. Penderita hipertensi di Indonesia didominasi oleh penduduk berjenis kelamin wanita. Pada wanita diduga salah satu faktor risiko yang bisa menyebabkan kejadian hipertensi adalah penggunaan kontrasepsi hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur 15-49 tahun. Desain penelitian adalah cross sectional yang menggunakan data Riskesdas 2018. Kelompok terpajan adalah 45.178 responden yang menggunakan kontrasepsi hormonal dan kelompok tidak terpajan adalah 30.845 yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengguna kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi dengan nilai PR=1,05 (CI 95% 1,02-1,07). Terdapat pula hubungan yang signifikan antara pengguna kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi setelah mengendalikan umur dan indeks masa tubuh dengan nilai PR=1,10 (1,06– 1,12). Selain itu, pada penelitian ini juga menilai hubungan antara berbagai jenis kontrasepsi hormonal diantaranya kontrasepsi suntikan 3 bulan dengan nilai PR=1,08 (CI 95% 1,05-1,12), kontrasepsi suntikan 1 bulan dengan nilai PR 0,99 (CI 95% 0,93-1,05), kontrasepsi implan PR 0,90 (CI 95% 0,84-0,96) dan kontrasepsi pil  PR 1,30 (CI 95% 1,23-1,35). Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur 15-49 tahun di Indonesia. Jenis kontrasepsi yang paling mempengaruhi kejadian hipertensi pada wanita usia subur adalah kontrasepsi pil.
Feeding Behavior of Toddlers from HIV/AIDS Positive Women: A Case Study in Jayapura District Naa, Martince; Prahastuti, Brian Sri; Endarti, Ajeng Tias
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i1.2618

Abstract

Background: HIV infection in pregnant women is a significant problem in the global health world because it has a serious impact on the health of the mother and the baby she is carrying. Objective: To explore the impact of HIV infection on pregnant women, particularly in the context of transmission of the virus to the baby during pregnancy and childbirth. In addition, this study also focuses on preventive measures that can be taken during pregnancy to reduce the risk of transmission of HIV from mother to baby, practice caring for the baby and giving food, looking at the mother's knowledge of transmission, which can present an evidence-based picture that can be held accountable and become an advocacy material. Methods: This study is a case study with a Qualitative approach with a specific approach of in-depth interviews. Results: This study can provide in-depth insights into the behavior of HIV mothers feeding their babies and effective preventive measures. Recommendation: There needs to be cross-sectoral cooperation to increase HIV-AIDS Education to the community, especially mothers so that it can help in improving the health of mothers and babies and reduce HIV virus transmission to generations      
The Relationship between Primary Tooth Caries and Stunting in Toddlers S, Eti Wiyanti; Endarti, Ajeng Tias; Indriyati, Titi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i1.2659

Abstract

Stunting is a condition where a child's growth and development are disrupted due to chronic malnutrition. Stunting is a failure of ideal growth caused by a lack of nutrition that lasts for a long time. One of the factors that influences the incidence of stunting is the status of dental caries. Many efforts have been made to prevent stunting, one of which is preventing dental caries. This requires research on the relationship between primary dental caries and the incidence of stunting in toddlers. This study used a sampling method with a random sampling technique and involved 53 respondents. The instrument used was the def-t index to measure dental caries and stunting status based on the TB/U z-score. Statistical analysis was carried out using the chi square test to assess the relationship between dental caries and the incidence of stunting. The results of the study showed that the incidence of very short stunting was less in children with high dental caries, namely 20.8% compared to those with moderate dental caries, namely 55.2%. This means that the incidence of stunting in the very short category has a lower risk in toddlers with high dental caries compared to the moderate category. This study emphasizes the importance of the role of parents in increasing knowledge related to children's health and nutritional status. In addition, parental education and utilization of health service access are important aspects that need to be considered. Health centers, health workers, and the Health Office play an important role in encouraging efforts to control stunting in toddlers.
Housewives' Perceptions of Long-Term Contraceptive Methods (LMPs) in Cikahuripan Village Karlina, Lini; Ajeng Tias Endarti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i2.3040

Abstract

Currently, the use of Long-Term Contraceptive Methods (MKJP) in Indonesia is still very low despite its high level of effectiveness in reducing birth rates and increasing the success of the Family Planning (KB) program. The low use of MKJP indicates differences in perception, knowledge, and social acceptance among women of childbearing age, especially housewives. This study aims to determine the perceptions of housewives towards the use of MKJP in Cikahuripan Village, Klapanunggal District, Bogor Regency. This study used a qualitative approach with an exploratory design through in-depth interviews with seven informants selected purposively on January 13–15, 2025. Data analysis was carried out using thematic analysis techniques according to Braun & Clarke (2006) using source triangulation to increase data validity. The results of the study indicate that housewives' perceptions of MKJP are influenced by internal and external factors. Internal factors include the level of knowledge, previous experience, and motivation from husbands and health workers to minimize side effects. External factors include the influence of the social environment, user testimonials, ease of access to consultations, and the role of social media in promotion. It was concluded that comprehensive education, a persuasive approach, and cross-sector support were able to increase the trust and participation of housewives in choosing MKJP. One of the factors influencing the low use of MKJP is the perception of housewives towards this method.
Epidemiologi Diskriptif Penyakit Avian Flu di Lima Provinsi di Indonesia, 2005-2006 Endarti, Ajeng Tias; Djuwita, Ratna
Kesmas Vol. 1, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kasus flu burung pada manusia meningkat sangat pesat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran epidemiologi penyakit flu burung (Avian Influenza/AI) pada kejadian luar biasa di 5 provinsi Indonesia in 2005-2006. Studi ini mengunakan sumber data sekunder data surveilens, sub direktorat Surveilens, Depkes RI, pada periode Juli 2005-2006. Dari 28 kasus konfirmasi ditemukan banyak pada pria (57.1%). Sekitar 89.3% kasus memperlihatkan gejala demam tinggi (>38°C), batuk dan masalah pernapasan dan sekitar 80% diantaranya meninggal dunia. Gejala tersebut mengindikasikan kerusakan jaringan paru-paru pada tubuh penderita. Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan laboratorium, terlihat bahwa 60.7% penderita mengalami penurunan kadar leukosit (leucopenia) dan 46.4% penurunan kadar trombosit (thrombocytopenia). Laju fatalitas kasus yang telah mendapat pengobatan Tamiflu mencapai 66.7%. Sekitar 53.6% mempunyai riwayat kontak dengan ayam dan bebek. Banyak kasus terjadi pada kelompok dewasa (> 18 years) dengan frekuensi 57.1%. Sebaliknya, laju respon untuk kasus, terlihat sekitar 64,3% mengalami pengobatan yg terlambat. Rata-rata semua kasus konfirmasi di Indonesia pada July 2005 - February 2006 adalah 3.5 kasus /bulan. Kasus-kasus tersebut terjadi dalam wilayah yang mengalami KLB pada binatang ternak. Sampai 28 Februari, 2006, KLB telah ditemukan di lima provinsi yang meliputi: Lampung (10.72%), DKI Jakarta (32.14), Jawa Barat (39.29%), Banten (14.28%) and Jawa Tengah (3.57%). Dapat disimpulkan bahwa kasus lebih sering ditemukan pada pria dewasa dan pada orang yang lebih terpapar dengan faktor risiko. Kasus-kasus tersebut menampilkan gejala demam tinggi, batuk, masalah-masalah pernapasan leukopenia and trombositopenia. Selain itu, angka dan keefektifan ditemukan rendah. Kasus-kasus tersebut terjadi terutama pada musim hujan dan pada wilayah yang sebelumnya mengalami KLB pada binatang seperti ayam dan bebek. The number of Human Avian Influenza in Indonesia increasing tremendously. The research is intended to identify the epidemiological description of Avian Influenza’s (AI outbreaks within five provinces in Indonesia in 2005-2006. The research conducted descriptively using AI surveillance data from July 2005 up until February 2006. The data gained from the Surveillance sub-directorate Ministry of Health of Indonesia. From 28 confirmed AI cases, many occurred to male (57.14%) since Approximately 89.29% of the cases showed symptom of high fever (>38° C), cough and respiratory problems and 80 % of such cases resulted to deceased for the victim. The symptoms indicated that severe destruction of tissue (pneumonia) occurred in the victim body. Based on laboratory’s report, it shows 60.71% of leucopenia and 46.43% of thrombocytopenia cases. The death rate for the cases that have Tamiflu treatment reached 66.67%. 53.57% of the case reveals the victims’ high interactions with chicken and duck as the risk factor (avian). Many cases occurred to adult (> 18 years) with a hit rate of 57.14%. On the other hand, the response rate for the cases shows that 64.29 show late treatment of the cases. The average of confirmed AI cases in Indonesia from July 2005 to February 2006 is 3.5 cases/months. The cases occurred within the area that has AI outbreak to the animal. Up until February 28, 2006, the AI outbreaks have been found within five provinces, they are: Lampung (10.72%), DKI Jakarta (32.14), West Java (39.29%), Banten (14.28%) and Central Java (3.57%). It can be concluded that the cases inflicted more to adult male and to those people who interact more with the risk factor. The cases reveal symptoms such as high fever, cough, respiratory problems, leucopenia and thrombocytopenia. Furthermore the cases response rates and Tamiflu effectively were low. The cases occurred mainly in rainy seasons and to the areas those priories have AI outbreaks to the animals such as chickens or ducks.