Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EFEKTIFITAS PERASAN BUAH LIMAU KUIT (Citrus amblycarpa) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI TERHADAP KEMATIAN LARVA AEDES AEGYPTI Ishak, Nuning Irnawulan; Kasman, Kasman; Chandra, Chandra
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1: JUNE 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.813 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i1.882

Abstract

Salah satu alternatif dalam mengendalikan vektor penyakit DBD adalah dengan menggunakan larvasida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas perasan buah limau kuit (Citrus amblycarpa) sebagai larvasida alami dalam mematikan larva Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan post test only control group. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Entomologi Balai Litbangkes P2B2 Tanah Bumbu. Objek penelitian adalah perasan buah limau kuit yang digunakan sebagai larvasida alami terhadap Aedes aegypti instar III. Pengambilan sampel larva Aedes aegypti dilakukan secara Simple Random Sampling. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 450 ekor dan diberi perlakuan dengan berbagai konsentrasi perasan buah limau kuit (2,0 ml/100 ml, 3,0 ml/100 ml, 4,0 ml/100 ml, dan 5,0 ml/100 ml) selama 10 jam. Kontrol positif menggunakan abate 0,01 gr/100ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok intervensi dapat mematikan 100% larva. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa nilai LT50 untuk mematikan 50% larva Aedes aegypti instar III dengan menggunakan ekstrak perasan buah dengan konsentrasi 5,0% adalah 2,26 jam dan nilai LT99 untuk mematikan 99% larva Aedes aegypti instar III dengan menggunakan ekstrak perasan buah dengan konsentrasi 5,0% adalah 3,99 jam. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara signifikan (>0,05) rerata kematian jentik antar kelompok perlakuan limau kuit dengan kelompok kontrol.
PEMERIKSAAN KESEHATAN ORANG TUA DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK ANAK STUNTING DAN WASTING Kara, Ashari; Sufyaningsi, Ulfa; Amaliah, A. Rizki; Hamisah, Hamisah; Hutagaol, Iin Octaviana; Lolo, Lestari Lorna; Kasman, Kasman; Fatima, Siti; Tadung, Edy; Najamuddin, Nur Isriani; Darmawan, Agus; Mansyur, Nurliana; Wirahadikusama, Wira; Prana Putra, Ryryn Suryaman; Muh Taufiq, La Ode
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 3, September 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i3.5806

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemeriksaan kesehatan orang tua, terutama terkait kadar asam urat, glukosa, dan kolesterol, serta pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak-anak yang mengalami stunting dan wasting. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Kaluku Bo'doa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dengan mendeteksi risiko penyakit metabolik pada orang tua yang dapat memengaruhi kesehatan anak, serta memperbaiki status gizi anak-anak stunting dan wasting melalui intervensi nutrisi. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan kesehatan 29 orang tua, pemberian PMT selama dua pekan kepada 29 anak, dan edukasi kesehatan terkait gizi dan pengelolaan penyakit metabolik kepada orang tua. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua yang signifikan setelah edukasi kesehatan, serta peningkatan rata-rata tinggi badan dan berat badan anak-anak setelah intervensi makanan tambahan. Program ini membuktikan pentingnya intervensi nutrisi dan pemeriksaan kesehatan dalam mendukung pertumbuhan anak dan kesehatan keluarga.
ANALISIS PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA BANJARMASIN TAHUN 2012-2016 Kasman, Kasman; Ishak, Nuning Irnawulan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1434.224 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v1i2.176

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menyebar luas ke seluruh wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dan terjadi di 13 (tiga belas) kota/kabupaten. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sebaran kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banjarmasin tahun 2012-2016. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi deskriptif dengan unit pengamatan populasi melalui rancangan studi korelasi populasi dan rangkaian berkala atau time series. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kota Banjarmasin yang dimulai pada bulan Agustus 2017 sampai bulan Desember 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data agregat penyakit DBD di Kota Banjarmasin selama tahun 2012-2016. Instrumen atau alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan pedoman khusus berupa daftar check list untuk mengecek dan melengkapi kebutuhan data angka kejadian demam berdarah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Untuk melihat kekuatan hubungan antara variabel dependen dan variabel independen, maka dilakukan uji korelasi Pearson. Jika data tidak terdistribusi normal maka digunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepadatan penduduk Kota Banjarmasin lebih banyak berpusat di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Tengah. Kejadian DBD terjadi secara fluktuatif dengan kejadian yang lebih banyak terjadi di Kecamatan Banjarmasin Timur. Secara umum tidak ada hubungan yang bermakna antara kepadatan penduduk di Kota Banjarmasin (p=0,726). Secara spesifik Kecamatan anjarmasin Utara memiliki korelasi kepadatan penduduk dengan kejadian DBD (p=0,042; r= 0,892). Sementara 4 kecamatan lainnya tidak memiliki hubungan yang bermakna
Resistance status of Aedes mosquitoes as dengue vectors and the potential of plant larvicides from Indonesia for biological control: A narrative review Kasman, Kasman; Ishak, Hasanuddin; Alam, Gemini; Amiruddin, Ridwan; Hastutiek, Poedji; Arsin, Andi A.; Nasir, Sudirman; Ridha, Muhammad R.; Wahid, Isra
Narra J Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i1.1819

Abstract

Dengue fever remains a major public health threat in Indonesia, exacerbated by rising insecticide resistance in Aedes aegypti. Strategies relying on chemical insecticides, while initially effective, have led to widespread resistance in mosquito populations. This resistance is particularly pronounced in areas such as Java, where the extensive use of insecticides, including organophosphates and pyrethroids, has been documented. To address this challenge, one promising alternative is the utilization of biolarvicides derived from local Indonesian plant materials. Biolarvicides are environmentally friendly, safe, and have the potential to mitigate the adverse impacts associated with chemical insecticides. Numerous studies have explored the larvicidal properties of indigenous plants native to Indonesia, demonstrating their efficacy against A. aegypti. The aim of this study was to examine insecticide resistance in Aedes mosquitoes across Indonesia, highlighting geographical variations and underexplored regions, and exploring plant-based biolarvicides as sustainable alternatives.  Biolarvicides derived from native Indonesian plants could be eco-friendly alternative for dengue vector management. Their integration into existing control strategies could significantly enhance efforts to control dengue while reducing the environmental and health risks posed by chemical insecticides.