Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

SESI ORGANOLEPTIK PRODUK CEMILAN UMKM KINAMANG; SEDIAAN INFORMASI PRODUKSI UMKM LINGKAR KAMPUS BONE BOLANGO Tahir, Muh; Ilham, Fahrul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a business actor in the food sector, Kinamang MSMEs have the potential to develop around college campuses. Various snack products are produced with neat packaging and meet the requirements for self-service display cases. Among the snack products are corn sticks (bindhe) with original flavor variants, skipjack fish flavor, nike fish flavor and sagela fish flavor. In the community service session, an organoleptic test was carried out to provide scientific information regarding useful product variations in the production process. Is there an influence of these three variants on the level of consumer preference represented by the panelists? Organoleptic tests on the original corn stick snack and its three variants showed that adding the fish flavor variant had no real effect on the taste of the corn stick (bindhe). The organoleptic test with a completely random pattern at a 95% confidence level obtained an F-count F-table value so that the flavor variants did not affect consumer preferences.
PEMBERDAYAAN KELEOMPOK TANI MELALUI EDUKASI PROFIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN NILAI EKONOMIS USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Pateda, Sri Yenny; Rokhayati, Umbang Arif; Ilham, Fahrul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan pengabdian masyarakat dapat memberikan penyuluhan melalui edukasi penggemukan sapi potong sehingga dapat memberdayakan kelompok tani dalam meningkatkan kesejahtraan hidupnya melalui profit yang diperoleh dari usaha penggemukan sapi potong. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada hari Sabtu 4 Mei 2024 bertempat di Kelompok Tani, Ilohelumo. Desa Hutabohu , Kecamatan Limboto. Kabupaten Gorontalo. Metode yang dipergunakan yaitu ceramah dan diskusi. Bahan - bahan yang digunakan dalam penyuluhan adalah sapi, hijauan, molases. Alat yang digunakan berupa laptop, infokus, kamera, terpal, Ember, mistar kantong plastik dan timbangan.Kelompok Tani Desa Ilohelumo adalah kelompok tani yang beternak sapi Bali dan Simental sekaligus melakukan penanaman hijauan. Usaha penggemukkan sapi potong dapat dijalankan dengan memerlukan input dan menghasilkan outpu produksi berupa penerimaan dan keuntungan usaha. Penggemukkan sapi potong merupakan cara yang dapat dilakukan atau diterapkan agar dapat meningkatkan penghasilan masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya penyuluhan terkait penggemukan sapi potong.Hasil penyuluhan penggemukan telah diterapkan walaupun para petani belum sepenuhnya mempehatikan biaya produksi padahal keuntungan usaha penggemukan bisa diperoleh dengan cara memperhitungkan biaya-biaya yang dikeluarkan selama penggemukkan. .Kata kunci: Sapi. Penggemukan. Profit
PELATIHAN TEKNOLOGI PAKAN TERNAK SAPI DI DESA HUTABOHU KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Djunu, Sri Suryaningsih; Ilham, Fahrul; Pateda, Sri Yeni; Syahruddin, Syahruddin; Laya, Nibras Karnain
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Desa Hutabohu kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo merupakan salah satu desa yang memiliki potensi limbah tanaman pangan yang melimpah, sehingga sangat berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Tujuan kegiatan pengabdian untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada masrakat peternak khususnya di desa Hutabohu kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo dalam memanfaatkan limbah tanaman pangan untuk pakan ternak sapi yang diolah melalui teknologi pakan pakan urea molases blok. Urea molases blok merupakan suplemen pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, meningkatkan kecernaan pakan yang berkualitas rendah, meningkatkan palatabilitas pakan sehingga berimbas pada peningkatan bobot ternak. Hasil kegiatan pengabdian diperoleh bahwa semua petani peternak merespon dengan baik kegiatan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini karena oleh peternak dirasa sangat membantu dalam memperoleh pakan yang murah, mudah didapat, melimpah dan bernilai nutrisi yang baik. Melalui kegiatan teknologi pembuatan pakan ini diharapkan masyarakat peternak dapat mengaplikasikan, memproduksi pakan urea molases blok secara kontinyu dan berkesinambungan, memiliki pakan sapi yang berkualitas sehingga peningkatan bobot badan ternak sapi dapat tercapai. Kata Kunci: Urea Molases Blok, Pakan Sapi.
PELATIHAN PENGOLAHAN SUSU KAMBING SEBAGAI DASAR PENGUATAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA PANCAKARSA 1, POHUWATO, GORONTALO Rachman, Agus Bahar; Ilham, Fahrul; Mulyati, Yenni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan populasi ternak kambing perah yang ada berpotensi menghasilkan produk susu segar yang berlimpah, sehingga diperlukan adanya program diversifikasi pangan, untuk menjaga kualitas produk serta meningkatkan kualitas dari produk susu segar. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pancakarsa 1, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Tujuan kegiatan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra anggota masyarakat desa dalam mengolah dan memanfaatkan susu kambing  menjadi berbagai olahan susu yaitu yoghurt, dan susu pasteurisasi. Sasaran utama program kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemuda karang taruna, kelompok tani dan ternak Desa Pancakarsa 1. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik langsung, dan diskusi. Hasil kegiatan menyimpulkan bahwa: 1) Pengetahuan peserta tentang pelatihan pengolahan susu segar meningkat sekitar 28%; 2) Kegiatan ini telah memberi manfaat bagi masyarakat Pancakarsa1, khususnya kelompok tani dan ternak dengan meningkatnya keinginan peserta untuk mengikuti pelatihan serupa sekitar 98%; dan 3) Pengolahan susu kambing dapat dijadikan kegiatan alternatif selain bududaya ternak kambing. 
PENINGKATAN KUALITAS PAKAN TERNAK SAPI POTONG DI DESA HUTABOHU KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Laya, Nibras K; Djunu, Sri Suryaningsih; Ilham, Fahrul; Pateda, Sri Yeni; Syahruddin, Syahruddin; Saleh, Ellen J
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Pakan sapi potong merupakan aspek yang paling penting dalam pemeliharaan ternak sapi, karena pakan yang bermutu dan berkualitas baik membuat ternak sapi menjadi gemuk. Syarat pakan yang baik antaranya mampu memenuhi kebutuhan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Untuk mendapatkan produksi ternak sapi yang tinggi selain kebutuhan nutrisi yang diperhatikan cara pemberian pakan, susunan formulasi pakan dan teknologi pakan juga menentukan produktivitas ternak sapi potong. Tujuan pelatihan pengabdian bagi peternak di Desa Hutabohu Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam aspek pemberian pakan, memformulasi pakan dan pembuatan pakan jerami fermentasi untuk ternak sapi potong. Target khusus yang ingin dicapai pada kegiatan pengabdian ini adalah peternak mengetahui dan mampu membuat serta memformulasi pakan sapi secara mandiri, membuat mengolah pakan dan menyediakan pakan sapi potong yang berkualitas dan bernilai gizi tinggi serta tersedia secara kontinyu dan berkesinambungan. Kata Kunci: Pakan Sapi Potong, Jerami Fermentasi
Pelatihan Metode Seleksi Dan Perkawinan Untuk Pengembangan Sapi Potong Bagi Warga Kecamatan Paguyaman Dan Wonosari Provinsi Gorontalo Ilham, Fahrul; Bahri, Syamsul; Ervandi, Mohamad; Mukhtar, Muhammad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7554

Abstract

Community Service (PPM) aims to increase the knowledge and skills of residents in Paguyaman and Wonosari Districts regarding selection and mating methods for beef cattle. This PPM activity was carried out on 15 and 16 September 2023 in Paguyaman District, Boalemo Regency, precisely at the Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengembangan Ternak Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo. Participants in the activity are beef cattle breeders who work as cattle breeders from the Paguyaman and Wonosari Districts. This PPM activity consists of 3 stages, including preparation, implementation, and evaluation stages. The activity method carried out at the implementation stage is counseling by means of lectures and discussions with participants. The results obtained after all stages of activities were carried out show that training on selection and mating methods for beef cattle development for cattle breeders in Paguyaman and Wonosari Districts has been carried out well and as expected. The response of breeders during the training activities was quite good, as indicated by the presence of all invited participants, the creation of discussions and exchange of experiences between fellow participants, and the submission of questions by training activity participants during discussion sessions. This training activity will be maximized if recording beef cattle production from breeders is available so that methods and selection that suit the breeders' real conditions can be carried out.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BAGI PETERNAK SAPI POTONG DI DESA HUTABOHU KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Ilham, Fahrul; Djunu, Sri Suryaningsih; Syahruddin; Pateda, Sri Yenny; Mas’ud, Muhammad Sayuti
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1670

Abstract

Hutabohu Village has the potential to support the development of beef cattle. One of the problems with beef cattle farming in Hutabohu Village is the accumulation of manure around the pen area. The solution to this problem is bokashi technology to reduce the impact of air pollution. The benefits of this service activity include increasing awareness and desire of village residents to use livestock manure to make bokashi, reducing the cost of purchasing chemical fertilizers, maximizing the integration of agriculture and livestock. The aim of this Community Service (PPM) activity is to increase the knowledge and skills of residents in Hutabohu Village in processing and utilizing beef cattle dung waste into organic fertilizer.  The location of this service is the Iloheluma livestock group in Hutabohu Village, West Limboto District, Gorontalo Regency. The duration of the activity is 2 months (April-May 2024). Providing theory by means of counseling and continuing with the practice of making bokashi with students participating in MBKM-KKN from UNG. The results of the implementation show that the stages of making bokashi in Hutabohu Village include preparing the ingredients (cow dung, EM-4, molasses, water, rice husk ash, rice bran), mixing all the ingredients, and incubation for 2 weeks. Indicators of the success of bokashi are that the color becomes blacker and resembles soil, does not clump when opened from the hand, does not smell like dirt, and there is no mold in the middle. The application of bokashi for plants is spread on the surface of agricultural land, given directly to the planting hole, mixed with soil in polyback. Participants' enthusiasm during the activity was quite high, reflected in their presence and active discussions until the end of the training. Conclusion: Making organic bokashi fertilizer can be an option for Hutabohu Village residents to be more efficient and effective in raising beef cattle.
KUALITAS TELUR AYAM KAMPUNG YANG DIAWETKAN DENGAN TANIN DARI DAUN JAMBU BIJI, KELOR DAN ECENG GONDOK Adi Saputra, Ari Yanto; Ilham, Fahrul; Mukhtar, Muhammad
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.36126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tanin dari daun jambu biji, kelor, dan eceng gondok terhadap kualitas telur ayam kampung selama penyimpanan. Sebanyak 68 butir telur ayam kampung digunakan dalam penelitian yang dilaksanakan pada Desember 2024 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor, yaitu lama penyimpanan dan jenis bahan tanin. Telur direndam dalam larutan ekstrak daun jambu biji, kelor, dan eceng gondok sebanyak 300 gram masing-masing selama 12 jam sebelum penyimpanan. Variabel yang diamati meliputi penurunan bobot telur, indeks putih telur, dan indeks kuning telur. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA), dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun kelor mampu menghasilkan penurunan bobot paling kecil selama 28 hari penyimpanan. Sementara itu, perlakuan menggunakan ekstrak eceng gondok terbukti paling efektif dalam mempertahankan stabilitas indeks putih telur dan kuning telur. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan variasi konsentrasi serta kombinasi antarjenis ekstrak untuk meningkatkan efektivitas pengawetan.
Fenotip Kualitatif Kambing Lokal di Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo Unti, Sri Valen; Sayuti, Muhammad; Ilham, Fahrul
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.1-9.2026

Abstract

This research aims to identify the qualitative phenotypes of local goats in Paguat District, Pohuwato Regency, Gorontalo Province. The samples observed consisted of 34 goats, comprising adult males and females. Variables observed include coat color, horn shape, ear shape, facial lines, and back lines. This analysis was conducted by calculating the percentage of occurrence of each morphological character relative to the total number of individuals observed using the relative frequency formula. The results of the study show that the dominant coat color is brown (47.06%), while the most common coat color combination is black, white, and brown (32.35%). The most common face line is convex (58.82%), and the dominant ear shape is drooping (73.53%). Most goats have long horns (64.71%) and no beard (85.29%), and the most common back line shape is straight (55.88%). The results of this study are expected to serve as a basis for the development of local goat selection and breeding programs aimed at increasing productivity and preserving regional germplasm. It is recommended to include genetic analysis and production performance to strengthen the relationship between morphological characteristics and the genetic potential of local goats, thereby supporting sustainable livestock development efforts in the region.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi fenotip kualitatif kambing lokal di Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Sampel yang diamati berjumlah 34 ekor kambing, terdiri dari jantan dan betina dewasa. Variabel yang diamati meliputi warna bulu, bentuk tanduk, bentuk telinga, garis muka, dan garis punggung. Analisis ini dilakukan dengan menghitung persentase kemunculan tiap karakter morfologis terhadap jumlah total individu yang diamati menggunakan rumus frekuensi relatif. Hasil penelitian menunjukkan warna bulu dominan adalah cokelat (47,06%), sedangkan kombinasi warna bulu yang paling umum adalah hitam, putih, dan cokelat (32,35%). Garis muka yang paling banyak ditemukan adalah cembung (58,82%), dan bentuk telinga yang dominan adalah menjuntai ke bawah (73,53%). Sebagian besar kambing memiliki tanduk panjang (64,71%) dan tidak berjanggut (85,29%) dan bentuk garis punggung yang paling umum adalah lurus (55,88%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program seleksi dan pemuliaan kambing lokal yang berorientasi pada peningkatan produktivitas serta pelestarian plasma nutfah daerah. Disarankan untuk mencakup analisis genetik dan performa produksi guna memperkuat hubungan antara karakter morfologis dan potensi genetik kambing lokal, sehingga dapat mendukung upaya pengembangan ternak berkelanjutan di wilayah tersebut.
KARAKTERISTIK KUANTITATIF KAMBING LOKAL DI KECAMATAN PAGUAT KABUPATEN POHUWATO PROVINSI GORONTALO Cahyani Mokodompit, Rani; Yenny Pateda, Sri; Ilham, Fahrul
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga bobot tubuh kambing lokal betina persilangan antara kambing Peranakan Etawa (PE) dengan kambing kacang dengan menggunakan ukuran-ukuran tubuh yang dihitung dari panjang badan dan lingkar dada. Penelitian dilaksanakn di Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato. Metode yang digunakan adalah metode survey dan wawancara peternak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengukur dan menimbang tubuh kambing dengan kriteria kambing lokal betina persilangan antara kambing Peranakan Etawa (PE) dan kambing kacang berumur 2 – 4 tahun. Hasil data kemudian di analisi menggunakan persamaan korelasi dan regresi untuk melihat hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot tubuh dengan memanfaatkan program R untuk menguji hubungan antara variabel Independen dan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai korelasi antara panjang badan dan lingkar dada terhadap bobot badan adalah 0,80 dan 0,75. Sedangkan persamaan regresi linier antara panjang badan dan lingkar dada masing-masing yaitu BT= -6,132 + 0,588.PB dengan koefisien determinisasi  adalah 0,653 dan BT= 0,218 + 0,408.LD dengan koefisien determinisasi adalah 0,568. Persamaan regresi berganda antara panjang badan, lingkar dada dengan bobot tubuh adalah BT= -13,081 + 0,417.PB + 0,250.LD dengan nilai koefisien determinisasi sebesar 0,812 yang berarti lebih tinggi dari uji persamaan regresi linier. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ukuran tubuh seperti panjang badan dan lingkar dada dapat digunakan sebagai parameter dalam memperkirakan bobot tubuh kambing lokal betina persilangan antara kambing Peranakan Etawa (PE) dan kambing kacang