Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISA FENOMENA ENSO DI PERAIRAN INDONESIA MENGGUNAKAN DATA ALTIMETRI TOPEX/POSEIDON DAN JASON SERIES TAHUN 1993 – 2018 Handoko, Eko Yuli; Filaili , Ragfinsa Budiaski; Yuwono, Yuwono
GEOID Vol. 14 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v14i2.1602

Abstract

ENSO (El Nino Oscillation Southern Oscilation) adalah fenomena yang terjadi karena penyimpangan hubungan El Nino Oscillation Southern Oscilation antara laut dan atmosfer sepanjang Samudera Pasifik dari kondisi normalnya.Dampak dari fenomena adalah kekeringan, banjir, pemutihan karang, dan perubahan tinggi muka air laut. Salah satu wilayah yang terdampak El Nino Oscillation Southern Oscilation adalah perairan Indonesia. Untuk menentukan wilayah laut Indonesia yang terpengaruh fenomena El Nino Oscillation Southern Oscilation dilakukan dengan menghitung korelasi antara sea level anomaly dari daa satelit altimetri dengan indeks El Nino Oscillation Southern Oscilation (Multvariate ENSO Index, Southern Oscillation Index, Nino Oscillation Index). Nilai korelasi mean sea level anomaly dengan Multivariate ENSO Index dan Oscillation Nino Index adalah kuat dan negatif. Hasil korelasi mean sea level anomaly dengan Southern Oscilation Index adalah kuat dan positif. Wilayah yang memiliki korelasi kuat antara sea level anomaly dengan indeks ENSO adalah Laut Halmahera, Laut di Utara Papua, Laut Maluku, Laut Sulawesi, dan perairan sekitar Nusa Tenggara Timur. Sedangkan wilayah yang memiliki koreasi lemah ada di perairan sekitar Sumatera, Laut Natuna dan perairan sekitar Jawa bagian barat.
ANALISIS VOLUME PENGERUKAN ALUR PELAYARAN BARAT SURABAYA DENGAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK HYPACK DAN AUTOCAD CIVIL 3D ., Khomsin; Yusuf, Irfan Maulana; Handoko, Eko Yuli
GEOID Vol. 14 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v14i2.1612

Abstract

Pelabuhan Tanjung Perak yang dilewati Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) memiliki peran sebagai penggerak pertumbuhan perekonomian di bidang angkutan laut. Sungai-sungai yang bermuara ke APBS membawa sejumlah besar sedimen yang mengakibatkan pendangkalan, sehingga bisa mempengaruhi efektifitas APBS. Maka perlu dilakukan maintenance dredging perairan pelabuhan untuk mempertahankan kedalaman ideal. Pada penelitian ini akan melakukan perhitungan volume pengerukan dengan data dari survei multibeam echosounder di Alur Pelayaran Barat Surabaya menggunakan perangkat lunak Hypack dan AutoCAD Civil 3D dimana dari hasil tiap perangkat lunak akan dianalisa manakah perangkat lunak yang tepat untuk digunakan dalam pekerjaan pengerukan di laut. Metode perhitungan volume yang digunakan adalah penampang rata-rata dengan membagi perhitungannya per-section. Dari pengolahan data multibeam ini didapatkan hasil peta batimetri yang menunjukkan lokasi penelitian yang kurang dari -13 meter memiliki panjang alur 17,6 kilometer. Total nilai volume yang didapat dari perhitungan AutoCAD Civil 3D sebesar 5.921.745 m³, Hypack sebesar 5.952.881,83 m³, hitungan manual sebesar 5.326.096,17 m³, dan perhitungan menggunakan metode composite sebesar 5.881.819,17 m³. Hitungan RMSE pada AutoCAD Civil 3D terhadap hitungan manual dan metode composite adalah 354,78 dan 171,27, sedangkan nilai RMSE Hypack terhadap hitungan manual dan metode composite adalah 480,64 dan 264,76. AutoCAD Civil 3D adalah hitungan yang paling mendekati hasil hitungan manual dan metode composite sebagai pembanding.
PEMBUATAN ALUR PELAYARAN KAPAL TAMBANG PADA SUNGAI MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER (STUDI KASUS: SUNGAI MAHAKAM) ., Yuwono; Handoko, Eko Yuli; Islami , Ahmad Ayyash
GEOID Vol. 14 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v14i2.1615

Abstract

Pulau Kalimantan sebagai salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di indonesia membutuhkan media transportasi yang dapat mendistribusikan hasil tambang batu bara. Media transportasi yang digunakan di Kalimantan salah satunya adalah Sungai Mahakam. Alur pelayaran harus dibuat untuk melewati Sungai Mahakam dengan aman, sehingga perlu dilakukan survei batimetri. Data batimetri yang didapat dari hasil survei akan dibuat alur pelayarannya dengan spesifikasi Standar Nasional Indonesia. Data yang digunakan adalah data batimetri dari PT.Seascape Surveys Indonesia. Data batimetri dikoreksi dengan pasang surut, Sound Velocity Profiler, gradien dan patch test. Kedalaman dari data batimetri mempunyai referensi terhadap EGM96 saat pengambilan data, lalu di transformasikan menjadi EGM08. Peta batimetri mempunyai referensi terhadap Lowest Low Water Level. Dari analisa peta batimetri Sungai Mahakam, dibuat alur pelayaran kapal Katingan dan kapal Straits Pheonix. Untuk kapal Katingan dibuat alur yang aman dengan spesifikasi kedalaman lebih dari 3,593 m dan spesifikasi lebar lebih dari 55,2m. Untuk kapal Straits Phoenix dibuat alur pelayaran dengan spesifikasi kedalaman lebih dari 5,128 m dan spesifikasi lebar lebih dari 112,7m. Berdasarkan peta batimetri yang dibuat, tidak terdapat alur yang aman untuk dilalui oleh kapal Katingan dan kapal Straits Phoenix.
ANALISIS KENAIKAN MUKA AIR LAUT INDONESIA TAHUN 1993-2018 MENGGUNAKAN DATA ALTIMETRI Handoko, Eko Yuli; . , Yuwono; Ariani, Reny
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenaikan muka air laut (sea level rise) merupakan konsekuensi dari perubahan iklim yang memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, serta ancaman tenggelamnya kawasan pesisir Indonesia yang ditinggali oleh 60% penduduknya. Sejak akhir abad ke-19, perubahan kedudukan air laut diamati dari stasiun pasang surut di sepanjang garis pantai. Namun, pengamatan stasiun pasang surut memiliki keterbatasan dalam jumlah, distribusi, dan jangkauannya, serta adanya pengaruh land subsidence. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis tren kenaikan muka air laut Indonesia menggunakan data pengamatan misi referensi satelit altimetri, yaitu Topex/Poseidon, Jason 1, Jason 2, dan Jason 3. Setelah dilakukan least square intercalibrated dan a-seasonal-trend decomposition procedure based on loess diketahui bahwa laju sea level rise di Indonesia +4,5 mm/tahun pada periode tahun 1993-2018. Tren linier bernilai positif ini menunjukkan bahwa ketinggian muka laut di Indonesia akan terus meningkat dengan persamaan y = 4,6x - 9133,5 mm, dimana y adalah sea level anomaly dan x adalah waktu. Sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat dilakukan perencanaan pra-kejadian terhadap dampak dari sea level rise yang akan mendatang.
STUDI VARIASI PERMUKAAN LAUT JAWA DAN LAUT CHINA SELATAN TAHUN 2002-2019 MENGGUNAKAN DATA ALTIMETRI JASON Sulaiha, Fiamanati; Handoko, Eko Yuli; Yuwono, Yuwono
GEOID Vol. 15 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i2.1649

Abstract

The phenomenon of global warming can lead to thermal exposure and variations in water masses that require melting glaciers, polar ice sheets and changes in global sea level averages. This effect has an important impact on socio-economic, infrastructure and environment, which causes land changes of around 10% of the world's population. Since the end of the 18th century, changes in the position of open air from tidal stations along the coastline. However, observation of tide stations has limitations in number, distribution, and coverage, as well as variations in land subsidence. Therefore, this study analyzes sea surface variations in the Java Sea and the South China Sea during the period 2002-2019 using altimetry satellite reference mission data, namely Jason 1, Jason 2, and Jason 3. Sea level variations that need to be studied increase sea air by 4.1 mm/year, where high speeds occur around the North or South Java Sea which has a value of 7-9 mm / year. So based on these results pre-event planning can be carried out on the impact of the upcoming sea level rise.
Analisis Pemodelan Arus Geostropik di Perairan Indonesia menggunakan Data Satelit Altimetri Richasari , Desi Suci; Handoko, Eko Yuli
GEOID Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v16i1.1672

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menentukan dan menganalisis arus geostropik terhadap indeks ENSO dan indeks musim. Lokasi studi ini terletak di sekitar lautan Indonesia dengan koordinat 20 ° N - 20 ° S dan 90 ° E - 150 ° E. Altimetri data satelit Jason Series sangat berguna sebagai penyedia data laut global, termasuk informasi tentang arus laut permukaan dan dinamika permukaan laut. Untuk menentukan arus geostropik, kami menggunakan algoritma geostropik dan metode analisis menggunakan koefisien korelasi hasil antara parameter penelitian dengan nilai indeks. Analisis temporal dan spasial menggunakan Matlab dan ArcMap untuk memvisualisasikan parameter yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi antara anomali permukaan laut (SLA) dengan Multivariate ENSO Index (MEI) menunjukkan nilai negatif, menunjukkan bahwa SLA memiliki kondisi yang berlawanan dengan fenomena ENSO. El Nino yang kuat terjadi pada tahun 2015 dan La Nina terjadi pada tahun 2010. Perbedaan SLA tidak mempengaruhi arah arus geostropik tetapi mempengaruhi kecepatannya. Korelasi arus geotropik komponen zonal dengan AUSMI adalah 0,720 dan WNPMI adalah 0,446. Ini berarti bahwa arus geostropik memiliki arah yang sama dengan aliran angin musim.This research aims to determine and analyze the geostrophic current towards the monsoon index and the ENSO index . The location of this research is around Indonesian seas with coordinates of 20 ° N - 20 ° S and 90 ° E - 150 ° E. Jason Series altimetry satellite data is very useful as a provider of data on global marine affairs, including information about sea surface and sea level currents. To determine the geostrophic current, we used the geostrophic algorithm and the method of analysis used the coefficient correlation of the results between the research parameters with the index. Temporal and spatial analysis using Matlab and ArcMap to visualize the parameters which is obtained. The results of this study indicate that the corelation between Sea Level Anomalies (SLA) to the Multivariate ENSO Index (MEI) shows the negative value. It means that SLA at Indonesian seas have opposite condition. The strong El Nino occurred in 2015 and La Nina occurred in 2010. The SLA difference does not affect the direction of geostrophic current but affect its velocity. The correlation of zonal component geotrophic current to AUSMI 0,720 and WNPMI is 0,446. That means the geostrophic current have the same direction with the wind flow respectively at the moonson season.
Analisis Variasi Temporal-Spasial Nilai Zenith Tropospheric Delay Menggunakan Data CORS di Provinsi Jawa Timur Mannani, Norma Aji Cemara; Handoko, Eko Yuli
GEOID Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v16i2.1684

Abstract

Global Navigation Satellite System (GNSS) semakin dikembangkan sebagai sistem penginderaan jauh atmosfer, salah satunya melalui perhitungan Zenith Tropospheric Delay (ZTD). Seiring dengan pengembangan stasiun CORS, maka mendorong dilakukannya penelitian mengenai ZTD dengan data yang kontinyu dan resolusi spasial yang baik karena letak stasiun CORS tersebar merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik variasi spasial dan temporal dari salah satu komponen ZTD, yaitu Zenith Wet Delay (ZWD). Studi kasus penelitian ini adalah Provinsi Jawa Timur dengan menggunakan 16 stasiun CORS. Selain data CORS, digunakan pula data meteorologi dari empat stasiun milik BMKG di Jawa Timur yang digunakan sebagai data pembanding. Perhitungan nilai ZTD dan ZWD menggunakan perangkat lunak GIPSY 6.4. Nilai ZWD divisualisasikan dengan gridding metode krigging dengan ukuran grid 0,25 × 0,25 . Terdapat pola penurunan pada nilai trend ZWD rata-rata sebesar sekitar 1,628 mm/tahun. Karakteristik variasi spasial dan temporal dari nilai ZWD dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya angin monsun Asia dan Australia yang menyebabkan adanya musim, fenomena global seperti El Nino dan La Nina, intensitas curah hujan, kondisi meteorologi lokal seperti suhu dan kelembaban, cuaca, dan topografi dari stasiun.   Global Navigation Satellite System (GNSS) are being developed as an atmospheric remote sensing system through the calculation of ZTD. The development of CORS station encourages research investigations about Zenith Tropospheric Delay (ZTD) with continuous data and good spatial resolution. This research studies about characteristics of spatial and temporal variation from ZWD in East Jawa. The case study in East Jawa Province Using 16 CORS Station. Meteorological data from four BMKG’s stations are used as comparison data. ZTD and ZWD value from CORS data are calculated using GIPSY 6.4 Software. ZWD values are gridded using the kriging method with the size of the grids is 0,25 x 0,25. ZWD value comparison from CORS and meteorology data have a strong correlation with coefficient value is 0,712. The mean ZWD trend is decreasing by about 1,628 mm/yr. Characteristics of spatial and temporal variations of the ZWD value influenced by monsoon Asia-Australian which cause dry and rainy seasons, global phenomena such as El Nino and La Nina, rainfall, local meteorological conditions such as temperature and humidity, weather, and topography of the stations.
Aplikasi Data SAR-Mode Level 2 Satelit Cryosat-2 untuk Pengamatan Inland Water di Danau Towuti Saifudin, Ahmad; Handoko, Eko Yuli
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1739

Abstract

Data altimetri biasanya digunakan untuk penelitian di wilayah laut. Namun seiring berkembangnya teknologi, resolusi spasial satelit altimetri meningkat sehingga dapat digunakan untuk melakukan penelitian tentang perairan di wilayah darat. Pada penelitian ini bermaksud mengaplikasikan salah satu satelit altimetri yaitu CryoSat-2. Data yang digunakan adalah SAR Intermediate Level 2 untuk menentukan water level di Danau Towuti dengan cakupan waktu pengukuran tahun 2011 hingga 2018. Metode yang digunakan yaitu membandingkan data satelit altimetri dengan data in-situ. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa data satelit altimetri CryoSat-2 dapat digunakan untuk menentukan water level di Danau Towuti dengan menghilangkan data outliner.
Perbandingan Komponen Pasang Surut dengan Analisis Harmonik antara Satelit Altimetri Jason-2 dan Jason-3 dengan Stasiun Pasang Surut pada Perairan Jawa Febriansyah, Muhammad Nahdi; Handoko, Eko Yuli
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1753

Abstract

Teknologi satelit altimetri memiliki peran penting dalam studi oceanografi pada pengamatan pasang surut. Dalam penelitian ini digunakan satelit altimetri Jason-2 dan Jason-3 untuk menghitung SSH yang di interpolasikan diatas titik normal untuk menentukan 9 konstanta pasang surut di daerah perairan Jawa. Dalam penentuan konstanta pasang surut digunakan analisis harmonik metode Least Square dengan menerapkan frekuensi aliasing karena perbedaan interval waktu pengamatan. Hasil komponen pasang surut yang didapat dibuat Co-Tidal untuk mengetahui persebaran amplitudo dan fase komponen pasang surut. Kemudian dilakukan perbandingan dengan hasil komponen dari data pengamatan stasiun pasang surut, didapatkan RMSE paling besar yaitu sebesar 0.176 m pada komponen pasang surut P1 dan RMSE terkecil yaitu sebesar 0.018 m pada komponen pasang surut M4.
Analisis Kenaikan Muka Air Laut Terhadap El-Niño Southern Oscillation (ENSO) di Laut Jawa Menggunakan Data Satelit Altimetri Cryosat-2 Naibaho, Loly Kurnia; Handoko, Eko Yuli
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1754

Abstract

Kenaikan permukaan air laut atau sea level rise akibat perubahan iklim adalah salah satu masalah serius pada saat ini. Air laut yang bersentuhan langsung dengan wilayah pesisir membuat wilayah tersebut menjadi rentan terhadap lingkungan. Salah satunya Laut Jawa di Indonesia dengan cakupan yang cukup luas akan memberi banyak dampak di wilayah pesisir Pulau Jawa bila adanya kenaikan permukaan laut. Untuk pengamatan tersebut dilakukan perhitungan sea level anomaly (SLA) agar membantu dalam memberi pemahaman permukaan laut serta perubahannya dari waktu ke waktu. Perhitungan SLA menggunakan data dari Satelit Cryosat-2. Cryosat-2 adalah satelit altimetri yang dirancang untuk misi pengamatan lapisan es dan oseanografi yang baik di laut. Serta satelit yang memiliki muatan utama SIRAL (SAR Interferometer Radar Altimetri) dan tingkat akurasi yang sangat baik walaupun tidak memiliki micorwave radiometer. Dari penilitian ini diharapkan mengetahui sea level variability permukaan Laut Jawa dari tahun 2011 sampai dengan 2019. Didapatkan berdasarkan perhitungan regresi linier tren SLA Cryosat-2, Laut Jawa mengalami penurunan sebesar 27,9746 mm dengan laju -3,55 mm/tahun. Hal ini disebabkan oleh fenomena El-Niño Southern Oscillation (ENSO). Hasil perhitungan koefisien korelasi dari detrended sea level anomaly (SLA) dan Multivariate ENSO Index (MEI) adalah -0,6451 yang menandakan korelasi antara keduanya memiliki hubungan cukup namun tidak searah. Semakin tinggi index MEI maka nilai SLA akan semakin rendah di Laut Jawa, begitupun sebaliknya.