Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisa Kerentanan Pesisir Kota Semarang menggunakan algoritma CVI (Coastal Vulnerability Index) Karondia, Loryena Ayu; Handoko, Eko Yuli; Handayani , Hepi Hapsari
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1759

Abstract

Kenaikan muka air laut merupakan salah satu penyebab permasalahan penting yang memberikan dampak negatif terhadap kehidupan sosial ekonomi pesisir juga terhadap ekosistem pesisir. Selain kenaikan permukaan laut, terdapat pula parameter yang membentuk kerentanan pesisir yang meliputi geomorfologi pantai, elevasi daratan di sekitar pesisir, perubahan garis pantai, pasang surut air laut, dan tinggi gelombang. Dihimpun dari berita linimasa, pesisir Semarang seringkali terdampak banjir rob yang menyebabkan area pesisir tergenang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa setiap parameter dalam algoritma Coastal Vulnerability Index (CVI) yang berperan dalam membentuk kerentanan pesisir. Algoritma CVI merupakan algoritma yang cukup popular digunakan dalam berbagai macam literatur yang meneliti terkait kerentanan pesisir yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Hal tersebut dikarenakan parameter yang digunakan dalam algoritma CVI mencakup lanskap dari area pesisir berupa geomorfologi, kelerengan, dan juga perubahan garis pantai serta juga interaksi antara daratan yang berada dalam pesisir dengan kenaikan muka air laut, pasang surut air laut, dan tinggi gelombang. Dari pehitungan algoritma CVI didapat hasil bahwa kerentanan pesisir Semarang berada pada kategori sangat tinggi dengan score kerentanan berkisar 45,644. Dimana semua parameter yang ada pada algoritma CVI, menjadikan pesisir Semarang berada pada kategori sangat rentan.
Pengaruh Australian Summer Moonson pada Precipitable Water Vapour di Jawa Timur Tahun 2015-2020 Handoko, Eko Yuli; Maulida, Putra; Kurniawan , Akbar; Dermawan, Anak Agung Adhi
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1770

Abstract

Precipitable Water Vapor merupakan parameter iklim penting yang menunjukkan kelembaban yang tersedia di atmosfer dan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi karena terbentuk oleh penguapan/evapotranspirasi dari permukaan ke atmosfer, dapat mengembun menjadi awan dan dapat kembali kembali ke permukaan dalam bentuk presipitasi. Precipitable Water Vapor dapat dipengaruhi fenomena alam seperti siklus monsun. Saat ini, teknologi Sistem Satelit Navigasi Global saat ini dapat digunakan untuk mendapatkan nilai Precipitable Water Vapour. penelitian ini bertujuan menganalisa korelasi pengaruh monsun musim panas Australia dengan variasi PWV di Jawa Timur selama 5 tahun (2015 – 2020). Perbandingan Precipitable Water Vapor hasil pengukuran GPS dengan PWV alat Radiosonde dengan periode dan lokasi yang sama menunjukkan korelasi yang kuat (Corr = 0,9) dengan RSME sebesar 0,02 m. Sedangkan korelasi baik secara spasial dan temporal PWV pada stasiun CORS Jawa Timur bagian timur menunjukkan korelasi yang cukup kuat (Corr = 0.2 hingga 0,6) dengan monsun musim panas Australia dan korelasi semakin lemah pada stasiun CORS Jawa Timur bagian tengah dan barat.
Estimasi Sea Surface Topography Menggunakan Data Satelit Altimetri di Laut Indonesia Timur Periode 2016-2021 Syariz, Muhammad Aldila; Handoko, Eko Yuli; Wenda , Pratama Janur
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1796

Abstract

Sea surface topography adalah penyimpangan permukaan laut dari referensi geoid, yang dipengaruhi oleh berbagai parameter, termasuk undulasi, sea surface height, dan pasang surut. Pengukuran sea surface topography sangat penting dilakukan untuk memahami dinamika laut. Salah satu faktor yang mempengaruhi dinamika laut adalah arus lintas indonesia. Arus lintas Indonesia adalah aliran masa air dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia. Aliran tersebut disebabkan oleh perbedaan tekanan antara dua Samudra tersebut. Tujuan studi ini adalah untuk memberikan informasi tentang sea surface topography di kawasan Laut Indonesia Timur selama periode tahun 2016-2021, serta korelasinya dengan fenomena ENSO yang diperlukan untuk berbagai aplikasi kelautan. Pendekatan ini melibatkan pemrosesan dan analisis data Satelit Altimetri Sentinel-3 dan Jason-3 yang memberikan pengukuran ketinggian permukaan laut yang tepat. Nilai rata-rata sea surface topography dari tahun 2016 hingga 2021 berkisar antara 1,05m hingga 1,30m. Niali sea surface topography cenderung tinggi terjadi ketika muson barat dan lebih rendah terjadi saat muson timur. Untuk akurasi hasil pengolahan, digunakan data tahun 2016-2021 sebagai data training dan tahun 2021 sebagai data uji. Didapatkan nilai root mean square error yaitu 0,064 m. Perubahan nilai sea surface topography cenderung naik setiap tahun, kecuali tahun 2019. Penurunan yang terjadi di tahun 2019 disebabkan oleh fenomena ENSO yang memiliki pengaruh sebesar -0,807 terhadap sea surface topography dengan korelasi terbalik. Temuan penelitian ini memberikan detail penting tentang topografi permukaan laut di Perairan Indonesia Bagian Timur, yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang dinamika lautan
Variasi Klorofil-a di Perairan Sekitar Laut Jawa, Laut Flores, dan Selat Makassar Handoko, Eko Yuli; Syariz, Muhammad Aldila; Hanansyah, Megivareza Putri
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i3.1867

Abstract

Laut Jawa, Flores, dan Selat Makassar merupakan daerah pertemuan massa air dan juga merupakan salah satu titik masuk Arus Lintas Indonesia. Massa air tawar dari Samudera Pasifik masuk ke perairan Indonesia melalui Selat Makassar. Tidak hanya itu, wilayah maritim Indonesia dipengaruhi oleh Muson Asia-Australia yang mempengaruhi produktivitas primer di perairan, ditunjukkan dengan variasi klorofil-a. Maka dari itu, perlunya pemahaman tentang dinamika klorofil-a untuk penentuan strategi pengelolaan ekosistem laut yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi klorofil-a di perairan sekitar Laut Jawa, Flores, dan Selat Makassar, serta hubungannya dengan suhu dan salinitas dari tahun 2016-2023. Penelitian ini menggunakan data klorofil-a yang dikumpulkan dari sensor Ocean and Land Color Instrument dari Sentinel-3. Data klorofil-a berasal dari perhitungan algoritma Ocean Color 4 for MERIS untuk jenis perairan case-1. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa konsentrasi klorofil-a cenderung tinggi saat periode muson barat bersamaan dengan datangnya musim hujan yang meningkatkan limpasan air sungai. Sebaliknya, konsentrasi klorofil-a di perairan Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara cenderung tinggi saat muson timur diikuti dengan penurunan Suhu Permukaan Laut dan kenaikan salinitas permukaan. Pada tahun 2018 dan 2019, terjadinya fenomena El Niño bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole mendorong peningkatan klorofil-a. Rata-rata klorofil-a sepanjang tahun 2018 hingga 2019 mencapai 0,71 di Laut Flores dan Selat Makassar, serta 0,73 di Laut Jawa. Penelitian lebih lanjut dengan rentang temporal klorofil-a yang lebih panjang diperlukan agar pengaruh fenomena global dapat terlihat lebih jelas.
VALIDASI SILANG REGRESI RIDGE DAN STEPWISE UNTUK PERSAMAAN TERGENERALISASI ANTARA DEBIT BENDUNGAN SUTAMI DAN CURAH HUJAN WILAYAH Luthfi, Ahmad; Handoko, Eko Yuli; Muhammad, Aldila Syariz; Sopaheluwakan, Ardhasena; Kurniawan, Andang
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.5163

Abstract

Informasi debit masuk bendungan sangat krusial untuk pengelolaan sumber daya air di Bendungan Sutami, Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Hulu, Jawa Timur. Tantangan utama dalam penelitian ini adalah konversi data curah hujan dasarian menjadi informasi debit yang mampu menghadapi kendala terkait konsistensi sehingga memerlukan pendekatan yang lebih robust melalui validasi silang. Penelitian ini mengevaluasi persamaan regresi ridge dan stepwise dengan pendekatan jeda untuk menyusun persamaan curah hujan-debit menggunakan data curah hujan wilayah menggunakan enam raster untuk periode Januari I 2021–Desember III 2023 (108 dasarian). Pemilihan jeda dilakukan melalui analisis korelasi, dengan korelasi negatif sebagai batas penentuan. Regresi stepwise dioptimalkan secara bertahap hingga jeda maksimum, sedangkan regresi ridge diuji dengan rentang lambda 0–50. Persamaan yang dihasilkan divalidasi menggunakan metode validasi silang dengan rasio pembagian data 50:50. Hasil menunjukkan bahwa metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) menghasilkan persamaan terbaik, dengan regresi stepwise optimal pada lima variabel prediktor dan regresi ridge pada lambda 0,40. Nilai Mean Absolute Error (MAE) dan koefisien korelasi menunjukkan bahwa persamaan tergeneralisasi dapat menghasilkan galat rendah. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan informasi debit permukaan yang dikonversi dari data curah hujan sebagai pengganti parameter sifat hujan dalam perencanaan operasional bendungan, dengan evaluasi bulanan untuk memastikan akurasi model. Kolaborasi antarinstansi disarankan untuk mendukung analisis lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi debit yang dihasilkan mampu mendukung pengelolaan operasional Bendungan Sutami dengan tingkat akurasi yang memadai untuk aplikasi praktis.
ANALISIS SUHU PERMUKAAN LAUT SAWU TAHUN 2021 MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-3 Handoko, Eko Yuli; Syariz, Muhammad Aldila; Wicaksono, Krisna Wahyu
J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Vol 6, No 2 (2023): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jsig.v6i2.2403

Abstract

The eastern part of Indonesian Seas has a very unique characteristic as it is traversed by the Indonesian Through Flow (ITF). The ITF is a movement of water masses from the Pacific Ocean to the Indian Ocean, driven by the pressure differences between these two oceans. The movement of water masses and currents, along with the existence of monsoon winds that blow across the region throughout the year, impact the Sea Surface Temperature (SST) in Indonesia. The SST can be derived from satellite imagery such as MODIS and SeaWIFs images. This study utilized Sentinel-3 Sea and Land Surface Temperature data, with better spatial and temporal resolution than the two aforementioned images, to process the Sea Surface Temperature values. The research also investigated sea surface temperature values correlation with the movement and speed of winds occurring in Indonesia. The research results presented the monthly time-series distribution of sea surface temperature values in the Savu Sea for the year 2021. The analysis revealed that the lowest sea surface temperature values occurred in July, while the highest were recorded in December. The sea surface temperature values per month demonstrated an increase during the westerly monsoon from October to April, which corresponds to the rainy season in Indonesia. Conversely, during the easterly monsoon, the sea surface temperature values tended to be lower, resulting in the dry season due to decreased ocean evaporation. Furthermore, the study found a negative correlation between sea surface temperature values and wind speed, with a strong correlation coefficient of -0.5709.
Comparative Analysis Of Landsat 8 And Landsat 9 Satellite Image Data In Surface Temperature Estimation, NDVI and NDBI Using Goggle Earth Engine Purwoko, Dana; Handoko, Eko Yuli; Sopaheluwakan, Ardhasena
Geoid Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v20i2.8016

Abstract

The rapid urbanization in major cities like Jakarta significantly alters land cover, which in turn impacts environmental thermal conditions and ecological quality. This research aims to analyze the spatial and temporal dynamics of Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), and Normalized Difference Built-up Index (NDBI) in DKI Jakarta during the 2023–2024 period using combined data from the Landsat 8 and 9 satellites. Cross-validation analysis shows a very high level of consistency between the sensors, validating the use of combined data for multi-temporal studies. Analysis methods include land cover classification, linear regression analysis, and temporal change analysis. The results indicate a clear Urban Heat Island (UHI) phenomenon, characterized by a strong positive correlation between LST and NDBI (R > 0.67) and a negative correlation between LST and NDVI (R ≈ -0.5). Temporal analysis indicates that thermal conditions in 2024 were generally lower than in 2023, and localized dynamics of land cover change were also identified. These findings affirm the fundamental relationship between land cover composition and the urban microclimate, and underscore the importance of vegetation in mitigating high temperatures in urban environment.
STUDI VARIASI SUHU PERMUKAAN TANAH DI WILAYAH JAWA TIMUR MENGGUNAKAN SENTINEL-3 SLSTR Kurnyawati, Pamella; Handoko, Eko Yuli; Syariz, Muhammad Aldila
Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jpji.v4i1.3390

Abstract

Land surface temperature plays an important role in maintaining the energy balance. Increases in land surface temperature can have a significant impact on global climate and weather patterns. The Sentinel-3 satellite, as one of the earth monitoring instruments capable of monitoring changes in soil moisture. The method used in this research is the remote sensing method using the Sentinel-3 SLSTR level 2 LST satellite to obtain Land Surface Temperature values. While to analyze the condition of temperature variation is correlation analysis based on (LST), (TCWV) and temperature monitoring from BMKG. This research is located in East Java, Indonesia, which has geographical coordinates at a latitude of about 7°30' - 8°45' LS and longitude of about 112°45' - 114°30' East. East Java, as the eastern part of the island of Java, has diverse environmental characteristics, including various land types and vegetation. The LST in 2021 is at a temperature of 18.676 ° C in December for the highest LST value from 2021 data is June with its LST value of 31.659. Meanwhile, for the year 2022, the lowest temperature value is in February with an LST point value of 18.073 ° C for the highest LST value from 2021 data is June with an LST value of 30.707 ° C. Meanwhile, for the year 2023, the lowest temperature value is in February with an LST point value of 25.542 ° C. The highest LST value from 2021 data is in June with an LST value of 30.707 ° C. With the average LST value for three years at a value of 21.936 °C. The average correlation coefficient obtained from the LST variable with TCWV is 0.487. So that the coefficient value can be classified in a moderate category. Meanwhile, the average correlation between the LST and temperature variables from BMKG as a whole has a correlation coefficient value of 0.740. So that from the average correlation coefficient value it can be classified in the Strong category.