Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Australian Summer Moonson pada Precipitable Water Vapour di Jawa Timur Tahun 2015-2020 Handoko, Eko Yuli; Maulida, Putra; Kurniawan , Akbar; Dermawan, Anak Agung Adhi
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1770

Abstract

Precipitable Water Vapor merupakan parameter iklim penting yang menunjukkan kelembaban yang tersedia di atmosfer dan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi karena terbentuk oleh penguapan/evapotranspirasi dari permukaan ke atmosfer, dapat mengembun menjadi awan dan dapat kembali kembali ke permukaan dalam bentuk presipitasi. Precipitable Water Vapor dapat dipengaruhi fenomena alam seperti siklus monsun. Saat ini, teknologi Sistem Satelit Navigasi Global saat ini dapat digunakan untuk mendapatkan nilai Precipitable Water Vapour. penelitian ini bertujuan menganalisa korelasi pengaruh monsun musim panas Australia dengan variasi PWV di Jawa Timur selama 5 tahun (2015 – 2020). Perbandingan Precipitable Water Vapor hasil pengukuran GPS dengan PWV alat Radiosonde dengan periode dan lokasi yang sama menunjukkan korelasi yang kuat (Corr = 0,9) dengan RSME sebesar 0,02 m. Sedangkan korelasi baik secara spasial dan temporal PWV pada stasiun CORS Jawa Timur bagian timur menunjukkan korelasi yang cukup kuat (Corr = 0.2 hingga 0,6) dengan monsun musim panas Australia dan korelasi semakin lemah pada stasiun CORS Jawa Timur bagian tengah dan barat.
Estimasi Sea Surface Topography Menggunakan Data Satelit Altimetri di Laut Indonesia Timur Periode 2016-2021 Syariz, Muhammad Aldila; Handoko, Eko Yuli; Wenda , Pratama Janur
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1796

Abstract

Sea surface topography adalah penyimpangan permukaan laut dari referensi geoid, yang dipengaruhi oleh berbagai parameter, termasuk undulasi, sea surface height, dan pasang surut. Pengukuran sea surface topography sangat penting dilakukan untuk memahami dinamika laut. Salah satu faktor yang mempengaruhi dinamika laut adalah arus lintas indonesia. Arus lintas Indonesia adalah aliran masa air dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia. Aliran tersebut disebabkan oleh perbedaan tekanan antara dua Samudra tersebut. Tujuan studi ini adalah untuk memberikan informasi tentang sea surface topography di kawasan Laut Indonesia Timur selama periode tahun 2016-2021, serta korelasinya dengan fenomena ENSO yang diperlukan untuk berbagai aplikasi kelautan. Pendekatan ini melibatkan pemrosesan dan analisis data Satelit Altimetri Sentinel-3 dan Jason-3 yang memberikan pengukuran ketinggian permukaan laut yang tepat. Nilai rata-rata sea surface topography dari tahun 2016 hingga 2021 berkisar antara 1,05m hingga 1,30m. Niali sea surface topography cenderung tinggi terjadi ketika muson barat dan lebih rendah terjadi saat muson timur. Untuk akurasi hasil pengolahan, digunakan data tahun 2016-2021 sebagai data training dan tahun 2021 sebagai data uji. Didapatkan nilai root mean square error yaitu 0,064 m. Perubahan nilai sea surface topography cenderung naik setiap tahun, kecuali tahun 2019. Penurunan yang terjadi di tahun 2019 disebabkan oleh fenomena ENSO yang memiliki pengaruh sebesar -0,807 terhadap sea surface topography dengan korelasi terbalik. Temuan penelitian ini memberikan detail penting tentang topografi permukaan laut di Perairan Indonesia Bagian Timur, yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang dinamika lautan
Variasi Klorofil-a di Perairan Sekitar Laut Jawa, Laut Flores, dan Selat Makassar Handoko, Eko Yuli; Syariz, Muhammad Aldila; Hanansyah, Megivareza Putri
GEOID Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i3.1867

Abstract

Laut Jawa, Flores, dan Selat Makassar merupakan daerah pertemuan massa air dan juga merupakan salah satu titik masuk Arus Lintas Indonesia. Massa air tawar dari Samudera Pasifik masuk ke perairan Indonesia melalui Selat Makassar. Tidak hanya itu, wilayah maritim Indonesia dipengaruhi oleh Muson Asia-Australia yang mempengaruhi produktivitas primer di perairan, ditunjukkan dengan variasi klorofil-a. Maka dari itu, perlunya pemahaman tentang dinamika klorofil-a untuk penentuan strategi pengelolaan ekosistem laut yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi klorofil-a di perairan sekitar Laut Jawa, Flores, dan Selat Makassar, serta hubungannya dengan suhu dan salinitas dari tahun 2016-2023. Penelitian ini menggunakan data klorofil-a yang dikumpulkan dari sensor Ocean and Land Color Instrument dari Sentinel-3. Data klorofil-a berasal dari perhitungan algoritma Ocean Color 4 for MERIS untuk jenis perairan case-1. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa konsentrasi klorofil-a cenderung tinggi saat periode muson barat bersamaan dengan datangnya musim hujan yang meningkatkan limpasan air sungai. Sebaliknya, konsentrasi klorofil-a di perairan Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara cenderung tinggi saat muson timur diikuti dengan penurunan Suhu Permukaan Laut dan kenaikan salinitas permukaan. Pada tahun 2018 dan 2019, terjadinya fenomena El Niño bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole mendorong peningkatan klorofil-a. Rata-rata klorofil-a sepanjang tahun 2018 hingga 2019 mencapai 0,71 di Laut Flores dan Selat Makassar, serta 0,73 di Laut Jawa. Penelitian lebih lanjut dengan rentang temporal klorofil-a yang lebih panjang diperlukan agar pengaruh fenomena global dapat terlihat lebih jelas.
ANALISIS SUHU PERMUKAAN LAUT SAWU TAHUN 2021 MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-3 Handoko, Eko Yuli; Syariz, Muhammad Aldila; Wicaksono, Krisna Wahyu
J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Vol 6, No 2 (2023): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jsig.v6i2.2403

Abstract

The eastern part of Indonesian Seas has a very unique characteristic as it is traversed by the Indonesian Through Flow (ITF). The ITF is a movement of water masses from the Pacific Ocean to the Indian Ocean, driven by the pressure differences between these two oceans. The movement of water masses and currents, along with the existence of monsoon winds that blow across the region throughout the year, impact the Sea Surface Temperature (SST) in Indonesia. The SST can be derived from satellite imagery such as MODIS and SeaWIFs images. This study utilized Sentinel-3 Sea and Land Surface Temperature data, with better spatial and temporal resolution than the two aforementioned images, to process the Sea Surface Temperature values. The research also investigated sea surface temperature values correlation with the movement and speed of winds occurring in Indonesia. The research results presented the monthly time-series distribution of sea surface temperature values in the Savu Sea for the year 2021. The analysis revealed that the lowest sea surface temperature values occurred in July, while the highest were recorded in December. The sea surface temperature values per month demonstrated an increase during the westerly monsoon from October to April, which corresponds to the rainy season in Indonesia. Conversely, during the easterly monsoon, the sea surface temperature values tended to be lower, resulting in the dry season due to decreased ocean evaporation. Furthermore, the study found a negative correlation between sea surface temperature values and wind speed, with a strong correlation coefficient of -0.5709.