Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Life Cycle Cost Perkerasan Kaku Dan Lentur (Studi Kasus: Jalan Lintas Selatan Jarit-Puger STA 25+500-STA 40+400) Swandari, Tintany; Hasanuddin, Akhmad; Kriswardhana, Willy
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.2.164-175.2021

Abstract

Pada Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang sampai dengan pesisir Pantai Puger, Kabupaten Jember akan direncanakan pembangunan Jalan Lintas Selatan. Jalan ini akan dibangun dari STA 25+500 sampai dengan STA 40+400 dengan nilai CBR pada tanah dasar 22,7%. Perbedaan penggunaan jenis perkerasan akan menghasilkan nilai life cycle cost yang berbeda pula, nilai life cycle cost yang minimum merupakan salah satu kriteria yang harus dipenuhi dalam merencanakan perkerasan jalan. Menghitung nilai life cycle cost setiap jenis perkerasan bertujuan untuk mendapatkan desain perkerasan yang paling efisien. Dalam merencanakan tebal struktur perkerasan dibutuhkan data sekunder berupa nilai California Bearing Ratio (CBR) dan lalu lintas harian rata-rata. Data-data tersebut diolah sesuai dengan pedoman Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Rancangan anggaran biaya dihitung dengan analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) Provinsi Jawa Timur, sehingga didapatkan biaya konstruksi tiap perkerasan.  Nilai life cycle cost didapatkan dengan menambahkan biaya konstruksi dan biaya pemeliharaan. Selanjutnya dibutuhkan nilai tingkat inflasi dan nilai suku bunga untuk menghitung nilai discounted life cycle cost. Berdasarkan hasil analisis didapatkan perkerasan lentur terdiri atas lapis pondasi agregat kelas A 130 mm, AC Base 115 mm, AC BC 60 mm dan AC WC 40 mm, sedangkan struktur perkerasan kaku terdiri dari lapisan drainase 150 mm, LMC 100 mm, dan pelat beton 195 mm dengan tie bars diameter 16 mm dan serta dowel diameter 36 mm. Nilai discounted life cycle cost perkerasan lentur sebesar Rp162.834.408.862 dan perkerasan kaku sebesar Rp64.501.092.789. Perkerasan lentur membutuhkan biaya lebih banyak daripada perkerasan kaku.
THE FEASIBILITY STUDY OF PASURUAN – PROBOLINGGO TOLL ROAD: Studi Kelayakan Pembangunan Tol Pasuruan - Probolinggo Kriswardhana, Willy; Hayati, Nunung Nuring; Kuncahyo, Ikhwan Tri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 02 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.645 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v1i02.5907

Abstract

Pasuruan and Probolinggo Regency is a Regency in East Java which is famous for its tourism and industry, such as mount bromo and the safari park. This makes the Pasuruan regency is experiencing significant economic growth. To smoothen and spur economic growth in this area, the government built the Pasuruan – Probolinggo toll road. The objective of this study is to analyze the existing road traffic of Pasuruan and Probolinggo and doing the feasibility study. Feasibility study is determined based on the value of the ratio between the income investors gained at the cost of build the toll road. The value of these feasibilitystudy based on the analysis of the Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) and the Pay Back Period (PBP). Financially value NPV > 1, value of BCR > 0 and the value of the IRR 8.3%. Toll Road construction project – Probolinggo Pasuruan worth financially and economically. Direction for future research is presented. Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo adalah salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang terkenal dengan pariwisata dan industrinya, seperti gunung bromo dan taman safari. Hal ini membuat Kabupaten Pasuruan mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan. Untuk memperlancar dan memacu pertumbuhan ekonomi di kedua kabupaten tersebut, pemerintah membangun jalan tol Pasuruan – Probolinggo. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk menganalisis lalu – lintas jalan eksisting Pasuruan – Probolinggo dan melakukan analisis kelayakan secara finansial. Untuk analisis kelayakan secara finansial ditentukan berdasarkan nilai rasio antara income investor yang didapat dengan biaya pembuatan jalan tol. Nilai kelayakan finansial tersebut berdasarkan analisis Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period (PBP). Dalam penelitian ini, nilai DS pada Kecamatan Grati dengan nilai DS rata-rata 0.69 dan pada titik Kecamatan Leces dengan DS rata-rata sebesar 0.60. Secara finansial nilai NPV >1, nilai BCR >0 dan nilai IRR 8.3 %. Sehingga secara finansial proyek Pembangunan Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo layak secara finansial. Arah penelitian selanjutnya telah diberikan pada akhir artikel.
THE EVALUATION OF MINIMUM SERVICE STANDARD AND PASSANGER SATISFACTION LEVEL ON JEMBER RAILWAY STATION THROUGH BOARDING PASS SYSTEM IMPLEMENTATION: Evaluasi Standar Pelayanan Minimum dan Tingkat Kepuasan Penumpang di Stasiun Kereta Api Jember dengan Penerapan Sistem Boarding Pass Ratnasari, Septiana Desy; Kriswardhana, Willy; Hayati, Nunung Nuring
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 02 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.624 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v1i02.6043

Abstract

In fullfiling the needs of public transportation in Jember District, many people demand a safe, fast, economical and fluently transportation. The railway is more efficient public transportation because it is more economical, safe and travel time is fast. Therefore PT. Kereta Api Indonesia (Persero) needs to improve the service and facilities of Jember Station in order to become the main attraction of people to use rail transport services. The implementation of the Boarding Pass system in Jember Station currently needs to be evaluated to assess station services and facilities based on Regulation of the Minister of Transportation Number: PM 48 Year 2015. Analysis of minimum service standards in Jember Station has been done before applying the boarding pass system. This study also aims to determine the satisfaction and expectations of passengers as measured by the questionnaire. The questionnaire data using Likert scale was processed using SPSS program with Importance Performance Analysis (IPA) method and described with Cartesian diagram. The gap between the level of satisfaction and interest is obtained in the form of gap value with the largest indicator below the average that is the problem of parking space available at Jember Station. Dalam memenuhi kebutuhan transportasi massal di Kabupaten Jember, banyak masyarakat menuntut suatu angkutan umum yang aman, cepat, ekonomis dan lancar. Kereta api merupakan transportasi massal yang cukup efisien karena lebih ekonomis, aman dan waktu tempuh yang cepat. Maka dari itu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) perlu meningkatkan pelayanan dan fasilitas Stasiun Jember agar menjadi daya tarik masyarakat untuk menggunakan jasa angkutan kereta api. Penerapan sistem Boarding Pass di Stasiun Jember saat ini perlu dievaluasi untuk menilai pelayanan dan fasilitas stasiun berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 48 Tahun 2015. Analisa standar pelayanan minimum di Stasiun Jember sudah pernah dilakukan sebelum penerapan sistem boarding pass. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kepuasan dan harapan penumpang yang diukur berdasarkan kuesioner. Data kuesioner menggunakan skala Likert diolah menggunakan program SPSS dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan digambarkan dengan diagram Kartesius. Kesenjangan antara tingkat kepuasan dan kepentingan didapat berupa nilai GAP dengan indikator terbesar di bawah rata-rata yaitu permasalahan lahan parkir yang tersedia di Stasiun Jember.
ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI PENUMPANG ANTARA BUS DAN KERETA API RUTE SURABAYA-JAKARTA Muntsari, Daud Rosyid Rahardjo Al; Kriswardhana, Willy; Hasanuddin, Akhmad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v10i1.19564

Abstract

Adanya Jalan Tol Trans-Jawa menyebabkan waktu tempuh antara Surabaya-Jakarta atau Jakarta-Surabaya berkurang cukup signifikan. Saat ini dengan adanya Jalan Tol Trans-Jawa waktu tempuh dapat dicapai dengan waktu 11-13 jam. Studi mengenai pemilihan moda antara bus dan kereta api rute Surabaya-Jakarta perlu dilakukan untuk menganalisis dan mengetahui probabilitas penumpang yang bersedia berpindah moda. Data dalam penelitian ini didapatkan dari penyebaran kuesioner secara online (kondisi pandemi) menggunakan teknik stated preference dan kemudian dianalisis menggunakan model binomial logit selisih. Hasil penelitian menunjukkan probabilitas tertinggi terjadi pada moda bus dengan skenario selisih biaya perjalanan pada kondisi normal (X1) sebesar 60,21%, sedangkan selisih waktu perjalanan (X3) sebesar 76,69%, dan untuk waktu akses (X4) sebesar 60,53%.
EVALUATION OF FLEXIBLE PAVEMENT DAMAGE DEGREE WITH PAVEMENT CONDITION INDEX METHOD (CASE STUDY: ARGOPURO ROADS - BANYUWANGI STA. 0+000 TO STA. 2+600): Evaluasi Tingkat Kerusakan Perkerasan Lentur dengan Metode Pavement Condition Index (Studi Kasus: Jalan Argopuro - Banyuwangi Sta. 0+000 sampai STA. 2+600) Kriswardhana, Willy; Koesoemawati, Dewi Junita; Susanto, Trio Sagita
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 01 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.885 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i01.6892

Abstract

Argopuro Roads Banyuwangi Regency with a length of 2.6 km is a switching route for heavy vehicles and buses from the north of Banyuwangi to Jember. The increase in traffic volume from year to year as well as the construction of factories and warehouses along the roads resulted in a decrease in road capability to receive loads on it. To know the type and the extent of damage occurring on Argopuro Roads is done a research which will be able to determine the appropriate type of maintenance. The determination of road condition is done by Pavement Condition Index method (PCI). Road improvement is calculated by using the component analysis method from Department of Highways Regulation No. 378/KPTS/1987. Based on the result of research, the index value of pavement condition in survei by using PCI method is 58.07. The improvement of road is done in the segment with the failure condition to the fair with the handling of the improvement in the form of recontruction. Based on the calculation result in this research, it resulted that the pavement structure has thickness of 10 cm surface course, thickness of 25 cm base course, and thickness of 63 cm sub base course. Ruas Jalan Argopuro Kabupaten Banyuwangi dengan panjang ruas 2.6 km merupakan jalur pengalih untuk kendaraan berat dan bus dari arah utara kota Banyuwangi menuju Kota Jember. Adanya peningkatan volume lalu lintas dari tahun ke tahun serta pembangunan sejumlah pabrik dan gudang pada sepanjang ruas jalan tersebut mengakibatkan menurunnya kemampuan jalan untuk menerima beban di atasnya. Untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Argopuro, dilakukan penelitian yang dapat menentukan jenis pemeliharaan yang sesuai. Penentuan kondisi jalan dilakukan dengan metode Pavement Condition Index (PCI). Perbaikan jalan dihitung dengan menggunakan metode analisa komponen dari peraturan Departemen Bina Marga Nomor 378/KPTS/1987. Berdasarkan hasil penelitian, nilai indeks kondisi pekerasan jalan yang disurvei dengan menggunakan metode PCI yaitu 58,07. Perbaikan jalan dilakukan pada segmen dengan kondisi gagal (fail) hingga sedang (fair) dengan penanganan perbaikan berupa rekonstruksi. Berdasarkan hasil perhitungan pada penelitian ini menghasilkan struktur perkerasan jalan dengan ketebalan tebal lapis permukaan 10 cm, tebal lapis pondasi atas sebesar 25 cm, dan tebal lapis pondasi bawah setebal 63 cm.
RELATIONSHIP BETWEEN ROAD AND OPERATIONAL COST OF VEHICLES ON JEMBER COLLECTOR URBAN STREET: Hubungan Antara Kerusakan Jalan Dan Biaya Operasional Kendaraan Pada Jalan Kolektor Perkotaan Jember Lestari, Agustina Tri; Hasanuddin, Akhmad; Kriswardhana, Willy
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 01 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1717.447 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i01.7583

Abstract

Assessment of operational costs of vehicles using the method of Pacific Consultant International (PCI). The research was conducted on 6 collector road segments in Jember Regency which was improved in 2013-2015. From result of analysis of operational cost of vehicle in year 2016 and year 2018 got equation Y = 0,3315xଶ - 65,339x + 6199,1 where y is BOK value and x is PCI value. From the equation is known value of coefficient of determination (R ଶ ) = 0,8061 which means success rate in this regression method is 0,8061 (regression model is said good if value R ଶ approach one). In 2016 and 2018 there is a difference in the value of road damage conditions (PCI values). Differences in the value of BOK in 2016 and 2018 on Dr. Soebandi 1 = Rp. 487.69 / km, on the Dr. Soebandi 2 = Rp. -146,7 / km, on Sarangan 1 = Rp. 1327.68 / km, on Sarangan 2 = Rp.-1.99 / km, on Cempaka = Rp. 2827,41 / km, on Tapaksiring = Rp. 1228.02 / km, on Yos Sudarso 1 = Rp. 808,7 / km, on Yos Sudarso 2 = Rp. -2.48 / km, on Wolter Monginsidi 1 = Rp. 544.48 / km, and on Wolter Monginsidi 2 = Rp. -0.23 / km. Jalan adalah prasarana transportasi umum yang sering digunakan oleh masyarakat. Kondisi jalan yang mengalami kerusakan akan mempengaruhi kecepatan kendaraan yang melintasinya. Dimana kecepatan nantinya akan mempengaruhi biaya operasional kendaraan. Penilaian biaya operasional kendaran menggunakan metode Pacific Consultant International (PCI). Penelitian dilakukan pada 6 ruas jalan kolektor di Kabupaten Jember yang diperbaiki tahun 2013-2015. Dari hasil analisis biaya operasional kendaraan didapatkan persamaan Y = 0,3315– 65,339x + 6199,1 dimana y adalah nilai BOK dan x adalah nilai PCI. Dari persamaan tersebut diketahui nilai koefisien determinasi ()= 0,8061 yang artinya tingkat keberhasilan dalam metode regresi ini adalah 0,8061 (model regresi dikatakan baik apabila nilai mendekati satu). Pada tahun 2016 dan tahun 2018 terdapat perbedaan pada nilai kondisi kerusakan jalan (nilai PCI). Perbedaan nilai BOK tahun 2016 dan 2018 pada ruas jalan Dr. Soebandi 1 = Rp. 487,69/km, pada ruas jalan Dr. Soebandi 2 = Rp. -146,7/km, pada ruas jalan Sarangan 1 = Rp. 1327,68/km, pada ruas jalan Sarangan 2 = Rp.-1,99/km, pada ruas jalan Cempaka = Rp. 2827,41/km, pada ruas jalan Tapaksiring = Rp. 1228,02/km, pada ruas jalan Yos Sudarso 1 = Rp. 808,7/km, pada ruas jalan Yos Sudarso 2 = Rp. -2,48/km, pada ruas jalan Wolter Monginsidi 1 = Rp. 544,48/km, dan pada ruas jalan Wolter Monginsidi 2 = Rp. -0,23/km.
Rationalization Rain Gauge Density using the Stepwise Method Wahyuni, Sri; Sisinggih, Dian; Kriswardhana, Willy; Widyaningrum, Aprilia; Atika , Yumna
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.01.9

Abstract

Establishing and maintaining hydrometeorological networks in sub-watersheds is challenging. An analysis of an established network of Rain Gauge Station (RGS) is provided in this study in the form of a comprehensive statistical framework. Hydrometeorological observations are monitored by this network, which aims to gather the most pertinent information while minimizing expenditures. The study location is at Ngasinan Hulu watershed (East Java, Indonesia), with ten rain gauge stations and one automatic water level recorder (AWLR). Errors in reviewing hydrological data in a watershed can cause the resulting data to be inaccurate. Therefore, to solve the problem of incorrect data, it is necessary to rationalize rain gauge stations. The rationalization for this study uses the Stepwise method. The results of the Stepwise-Enter method produce a combination of six rain gauge stations with measured rainfall data and a combination of four rain gauge stations with CHIRPS satellite rainfall data. Therefore, this combination of rain gauge stations is rational because it meets the classical assumption test, and the area is evenly distributed according to WMO standards.
Model Hubungan Arus, Kecepatan, Dan Kepadatan Di Jalan Empat Lajur Dua Arah Kriswardhana, Willy; Widanar, Marco Sukma; Arifin, Syamsul; Sulistyono, Sonya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.539 KB) | DOI: 10.29103/tj.v10i1.273

Abstract

Arus lalu - lintas pada Jalan Gajah Mada dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan perkembangan pada daerah Jalan Gajah Mada ini. Untuk menemukan suatu model transportasi yang sesuai pada jalan ini, terlebih dahulu diperlukan pengetahuan mengenai karakteristik lalu - lintas dan model hubungan antar karakteristik tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis model hubungan antar karakteristik volume (V), kecepatan (S) dan kepadatan (D) lalu - lintas sesuai dengan kondisi yang ada dengan dasar pedoman Manual Kapasitas Jalan Indoneia (MKJI 1997). Survei data meliputi volume dan kecepatan lalu - lintas dengan metode manual counting, sedangkan analisis model meliputi model Greenshield, Greenberg dan Underwood. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk arah kota model yang sesuai dilihat dari nilai (R2) adalah Model Underwood sebesar 0,393 dan untuk arah luar kota yaitu Model Greenberg dengan nilai (R2) sebesar 0,43. Untuk nilai kapasitas yang mendekati hasil dari metode MKJI 1997 pada arah kota maupun arah luar kota yaitu Model Underwood.
ANALISIS INVESTASI KAWASAN HIJAU PERUMAHAN BERDASARKAN GREENSHIP NEIGHBORHOOD V.1.0 (STUDI KASUS ISTANA KALIWATES REGENCY) Ratnaningsih, Anik; Kriswardhana, Willy; Ufiantara, Hurrin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.344

Abstract

Abstrak Kawasan perumahan merupakan solusi untuk menciptakan pemukiman yang lebih tertata di wilayah kota dan sekitarnya, namun memiliki tantangan berupa penggunaan energi dan air yang besar, pengelolaan kawasan, dan penyediaan fasilitas untuk penghuninya. Kawasan hijau dapat menjadi solusi untuk menjadikan kawasan perumahan berkelanjutan yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, dan memberi kemudahan bagi penghuninya. Penilaian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penilaian kawasan hijau yang didasarkan pada perangkat penilaian Greenship Neighborhood V.1.0 oleh GBCI. Perencanaan pekerjaan peningkatan kawasan hijau dan penyusunan cash flow dilakukan setelah melakukan penilaian kawasan. Cash flow digunakan untuk melakukan analisis investasi yang menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Even Point (BEP), Payback Period (PBP), dan Profit Ability Index (PI). Hasil dari penelitian menunjukkan Net Present Value sebesar Rp12.917.114.905,- Internal Rate of Return sebesar 28,34%, dan Profit Ability Index menunjukkan angka 1,592. Pengembalian modal yang dibutuhkan untuk mencapai Break Even Point adalah sebesar Rp73.184.818.841,-  dengan penjualan minimum 68 unit rumah tipe 43/72, 74 unit rumah tipe 45/72, 19 unit rumah tipe 90/120, dan 5 unit ruko sedangkan Payback Period menunjukkan pengembalian dalam waktu 2 tahun. Kata kunci: kawasan hijau, analisis investasi, perumahan   Abstract A residential area is a solution for creating organized settlements in the city, but have problems of large amounts of energy and water usage, area management, and facilities provided for its inhabitants. Green areas can be a solution to make sustainable residential areas that are environmentally friendly, energy-efficient, and provide convenience for their inhabitants. The assessment used in this study is the Greenship Neighborhood V.1.0 assessment tool by GBCI.  Green area improvement and cash flow are created after conducting the green area assessment. Cash flow is used to conduct investment analysis using methods of the Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break-Even Point (BEP), Payback Period (PBP), and Profit Ability Index (PI). The results of the study showed that the Net Present Value of Rp12,917,114,905, - the Internal Rate of Return of 28.34%, and the Profit Ability Index showed an index number of 1.592. The return on the capital needed to achieve the Break-Even Point is Rp73,184,818,841, with a minimum sales of 68 housing units of type 43/72, 74 housing units of type 45/72, 19 housing units of type 90/120, and 5 units of shophouses while Payback Period shows returns within 2 years. Keywords: green area, investmen analysis, housing
SUPERHYDROPHOBIC AND ANTIBACTERIAL COATINGS ON VARIOUS COTTON FABRICS USING ZNO AND AESO Wijaya, Hastono; Gapsari, Femiana; Sulaiman, Abdul M.; Harmayanti, Afifah; Barasa, Alvadro; Andrean, Janu; Warman, Sa Bashkaran Adi; Kriswardhana, Willy; Naimah, Azimatun
International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Mechanical Engineering Department, Engineering Faculty, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/MECHTA.2024.005.02.12

Abstract

Superhydrophobic coatings on cotton utilized in medical applications like hospital gowns and bed linens to offer a protective barrier against fluids and bacteria. Masks were worn with different types of materials. In this study, various cotton employed ZnO and AESO to effectively decrease the surface energy of cotton fabric via a Schiff base reaction. This chemical transformation resulted in the formation of a textured surface structure that exhibited robust adhesion qualities. The study demonstrates that the superhydrophobic coating on silk fabric increases 153. 59%. The coating on silk provides a reference for fabric types with ZnO and AESO coatings.