Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny M Umur 36 Tahun G3P2A0 di PMB Harini Windayanti Restika Lelung; Nasifah, Isri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Comprehensive care is a complete examination with simple laboratory tests and counseling. Comprehensive midwifery care includes places for continuous examination activities including midwifery care for pregnancy, midwifery care for childbirth, midwifery care for the postpartum period and midwifery care for newborns and family planning acceptors. Pregnancy care prioritizes continuity of care. It is very important for women to get services from the same professional or from a small team of professionals, because that way the development of their condition at all times will be well monitored and they will also be trusting and open. because they feel like they already know the caregiver. Descriptive and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of a single unit. A single unit here can contain one person, a group of residents who are affected by a problem. After providing care, they have provided comprehensive midwifery care starting from Pregnancy, Childbirth, Postpartum, Baby and the results are normal pregnancy, normal delivery, normal baby, and up to with birth control. There is no gap between theory and cases in Comprehensive Midwifery Care for Mrs. M and By. Mrs. M PMB HArini Windayanti.   Abstrak Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Asuhan komprehensif merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan laboratorium sederhana dan konseling. Asuhan kebidanan komprehensif mencakup tempat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan, asuhan kebidanan persalinan, asuhan kebidanan masa nifas dan asuhan kebidanan bayi baru lahir serta akseptor KB. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) sangat penting buat wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan. Deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal disini dapat berisi satu orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah.Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidanan secara Komprehensif mulai dari Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan normal, bayi dengan normal, dan sampai dengan KB. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny.M dan By.Ny.M PMB HArini Windayanti.
Terapi Akupresure untuk Mengatasi Nyeri Haid pada Remaja di PMB Rachma Soraya Kota Semarang Soraya, Rachma; Alfianing, Rahayu; Nasifah, Isri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is pain that occurs in the lower abdomen experienced by women before menstruation or during menstruation without any signs of pathology and usually occurs with cramps. Menstrual pain or dysmenorrhea is a condition that bothers most women during menstruation, regardless of age, with the highest percentage being in early teens who have just experienced menarche (first menstruation). Various types of treatment, both pharmacological and non-pharmacological, have been studied to treat dysmenorrhea. The pharmacological treatment that is often used by most women is NSAIDs (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs) such as mefenamic acid, ibuprofen, sodium niclofenate and nephroxen Proverawati and Misaroh. Non-pharmacological treatment can be done in various ways, such as warm compresses, massage, physical exercise, and relaxation therapy such as acupuncture therapy and acupressure tears. Acupressure is a non-pharmacological therapy that is adapted to teenagers' conditions. The purpose of menstrual pain acupressure is to reduce the discomfort and symptoms associated with menstruation. This community service activity aims to provide teenagers with information about managing menstrual pain. The methods used in this community service are health education about discomfort during menstruation, and health education about acupressure for menstrual pain. Based on the results of the post test, it can provide an illustration that community service activities can increase community understanding and knowledge, as evidenced by the high average post test score, namely 90% good after the counseling was carried out.   Abstrak Dismenore merupakan nyeri yang terjadi pada perut bagian bawah yang dialami oleh wanita sebelum menstruasi maupun selama menstruasi tanpa disertai tanda patologi dan biasanya terjadi kram. Nyeri haid atau dismenore merupakan suatu keadaan yang mengganggu sebagian besar wanita saat menstruasi tanpa memandang usia dengan presentase paling banyak di usia remaja awal yang baru mengalami menarche (pertama kali haid). Berbagai macam cara pengobatan baik itu farmakologi maupun nonfarmakologi yang telah diteliti untuk mengatasi dismenore, pengobatan farmakologi yang sering digunakan sebagian besar wanita adalah golongan NSAIDs (Nonsteroidal Anti-Inflamatori Drugs) seperti asam mefenamat, ibuprofen, natrium niklofenat dan nefroxen Proverawati dan Misaroh. Pengobatan nonfarmakologi dapat dilakukan berbagai cara seperti kompres hangat, massage, latihan fisik, dan terapi relaksasi seperti terapi akupunktur dan tearpi akupresure. Akupresure merupakan salah satu terapi non farmakologis yang disesuaikan dengan kondisi remaja. Tujuan akupresure nyeri haid untuk mengurangi ketidaknyamanan dan gejala yang berhubungan dengan menstruasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar para remaja dapat memperoleh informasi tentang penanganan nyeri haid. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Pendidikan kesehatan tentang ketidaknyamanan saat haid, dan Pendidikan kesehatan tentang Akupresure untuk nyeri haid. Berdasarkan hasil post test, dapat memberikan gambaran bahwa dengan kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat, yang dibuktikan dengan tingginya rata-rata pada skor post test yaitu 90% baik setelah dilakukan penyuluhan.
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP NYERI HAID REMAJA PUTRI Sari, Kartika; Nasifah, Isri; Trisna, Anggun
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 02, DESEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i02.283

Abstract

Kartika Sari 1) , Isri Nasifah2), Anggun Trisna3)1), 2), 3) DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Ngudi WaluyoE-mail : kartikanaka@gmail.com,.inasifah@gmail.com,.anggun.trisna@yahoo.co.idABSTRAKSaat menstruasi datang, wanita kadang mengalami nyeri haid (disminore) dimana sifat dan tingkat rasa nyeri yang bervariasi dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.  Prevalensi dismenore di Indonesia sebesar 64, 25% yang terdiri dari 54,8% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder.  Pada umumnya 50-60% wanita diantaranya memerlukan obat-obatan analgesic untuk mengatasi masalah dismenore ini, dimana penggunaan obat dalam jangka panjang akan menyebabkan penderita mengalami ketergantungan obat. Yoga merupakan salah satu teknik non farmakologi untuk menangani nyeri haid yang  memberikan efek distraksi sehingga dapat mengurangi kram abdomen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain Quasi Experimental (Pre Post Test Design).  Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi D3 Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo dengan sampel remaja putri yang mengalami nyeri haid yang dibagi menjadi 2 kelompok,  yang terdiri dari 1 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri haid antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok yoga berdasarkan hasil uji Wilcoxon dengan perbandingan nilai p=0.001<0,05.  Sedangkan pada kelompok kontrol intensitas nyeri sebelum dan sesudah perlakuan tidak mengalami perbedaan dengan nilai p=0.492 >0,05.  Terdapat perbedaan durasi nyeri antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok yoga berdasarkan hasil uji Wilcoxon dengan  nilai p=0.000<0,05.  Sedangkan pada kelompok kontrol durasi nyeri sebelum dan sesudah perlakukan tidak mengalami perbedaan yang ditunjukkan dengan nilai p=0,298>0,05.  Masyarakat hendaknya memanfaatkan senam yoga sebagai salah satu cara untuk mengurangi nyeri haid karena tehnik tersebut murah dan dapat dipraktikkan sendiri tanpa bantuan orang lain.Kata Kunci : Nyeri Haid, YogaTHE INFLUENCE OF YOGA EXERCISES ON MENSTRUAL PAIN IN YOUNG WOMENABSTRACTWhen menstruation comes, women sometimes experience menstrual pain (dysmenorrhea) where the varying nature and level of pain can interfere with daily activities.  The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 64, 25% consisting of 54.8% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary dysmenorrhea.  In general 50-60% of women need analgesic medication to overcome this dysmenorrhea problem, where in the long-term drug use will cause the patient to experience drug dependence.Yoga is one of the non-pharmacological techniques to deal with menstrual pain which gives a distraction effect, so it can reduce abdominal cramps.This research was conducted using Quasi Experimental design (Pre Post Test Design).  This research was carried out in the Ngudi Waluyo University Midwifery D3 Study Program, with a sample of young women who experienced menstrual pain which was divided into 2 groups, which is consists of 1 treatment group and 1 control group.The results showed that there was a difference in the intensity of menstrual pain between before and after treatment in the yoga group based on the results of Wilcoxon test with a comparison of p = 0.001 <0.05.  Whereas in the control group the intensity of pain before and after treatment did not experience a difference with a value of p = 0.492> 0.05.  There is a difference in the duration of pain between before and after treatment in the yoga group based on the results of Wilcoxon test with p = 0.000 <0.05.  Whereas in the control group the duration of pain before and after treatment did not experience a difference indicated by the value of p = 0.298> 0.05Keywords: Pain in Menstruation, Yoga
Asuhan Kebidanan COC pada Ny. N Umur 31 Tahun G3P1A1 di RS Restu Ibu Balikpapan Erny Septriana Silaban; Nasifah, Isri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator of the success of a country's services. Every day in 2020, nearly 800 women died from preventable causes related to pregnancy and childbirth. A maternal death occurred almost every two minutes in 2020. Between 2000 and 2020, the maternal mortality ratio (MMR, the number of maternal deaths per 100,000 live births) fell by about 34% worldwide. Nearly 95% of all maternal deaths occurred in low- and lower-middle-income countries in 2020. Complications that cause maternal death are bleeding, infection, and preeclampsia. Care by health professionals before, during, and after childbirth can save the lives of women and newborns (WHO, 2024). The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care in a continuity of care (COC) manner for Mrs. N., Age 31, G3P1A1, at Restu Ibu Balikpapan Hospital, with a descriptive approach by conducting anamnesis and observation of patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum, and at the time of choosing contraceptives and documenting using SOAP. While health services for children are carried out when the baby is born, neonatal visits and counseling on how to care for the umbilical cord lead to exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, giving birth, postpartum, neonates, and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Data collection techniques use interview methods and direct observation of patients. The results obtained from comprehensive assistance in continuity of care (COC) on Mrs. N are from pregnancy, childbirth, postpartum, and newborns until the mother uses contraceptives, which occur physiologically and there are no complications. The conclusion obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care in continuity of care (COC) on Mrs. N is that as health workers, especially midwives, we can implement comprehensive midwifery care to reduce maternal and infant mortality rates. Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan suatu negara. Setiap hari di tahun 2020, hampir 800 wanita meninggal karena penyebab yang dapat dicegah terkait kehamilan dan persalinan. Kematian ibu terjadi hampir setiap dua menit pada tahun 2020. Antara tahun 2000 dan 2020, rasio kematian ibu (MMR, jumlah kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup) turun sekitar 34% di seluruh dunia. Hampir 95% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah pada tahun 2020. Komplikasi yang menyebabkan kematian ibu yaitu perdarahan, infeksi dan preeklampsia. Perawatan oleh tenaga kesehatan profesional sebelum, selama, dan setelah melahirkan dapat menyelamatkan nyawa wanita dan bayi baru lahir (WHO, 2024).  Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah untuk menerrapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. N Umur 31 Tahun G3P1A1 di RS Restu Ibu Balikpapan dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi seta mendokumentasikan menggunakan SOAP. Sedangkan pelayanan kesehatan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lair, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga ASI Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview dan observasi langsung terhadap pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. N adalah dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi yaitu terjadi secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. N adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB.
Science-Islam Integration: A Critical Examination of Ziauddin Sardar's Epistemology and Its Relevance for Indonesian State Islamic Universities Suhernawati, Suhernawati; Riadi, Haris; Aswati, Fajar; Azman, Wan; Susanti, Elya; Nasifah, Isri; Solehati, Citra
Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/ijoer.v6i1.1408

Abstract

Purpose of the study: This study aims to explore Ziauddin Sardar’s epistemology in integrating modern science and Islamic values, focusing on Tauhid (Oneness of God), Khilafah (Stewardship), and Worship as foundational principles for the Islamization of science and their implications for Islamic higher education in Indonesia. Methodology: This research employs a qualitative descriptive-analytical method using a literature review approach. Primary sources include Sardar’s works on epistemology and the Islamization of science, while secondary sources comprise academic books, journal articles, and historical analyses. The study utilizes content analysis and comparative framework analysis to examine Sardar’s integration model within contemporary educational contexts. Main Findings: The study finds that the separation between science and Islam is influenced by historical, sociological, and political factors rather than Islamic teachings. Sardar’s epistemology provides a structured approach to integrating science with Islamic principles. His model offers a framework for curriculum development in state Islamic universities, promoting an interdisciplinary and ethical approach to knowledge. Novelty/Originality of this study: This study connects Sardar’s epistemology with the practical challenges of Islamic higher education in Indonesia, offering a structured framework for curriculum development. Unlike previous studies, it bridges Islamization theory with contemporary educational policy, providing a relevant and applicable model for integrating Islamic values into scientific disciplines.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “S” Usia 33 Tahun di PMB Shally Kurniati Isni, Fitri; Nasifah, Isri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in June-September 2024. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely the mother experiencing back pain, the care provided was prenatal yoga. The labor process went smoothly and the mother was given counterpressure care to reduce labor pain. Postpartum care went smoothly and normally. In newborn care, all were within normal limits. Meanwhile, in family planning care, Mrs. S did not want to use family planning for social reasons. It is hoped that health workers will increase education for pregnant women regarding the discomfort that occurs in the third trimester.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-September 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami nyeri punggung, asuhan yang diberikan adalah yoga prenatal. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan ibu diberikan asuhan counterpressure untuk mengurangi nyeri persalinan. Asuhan nifas berjalan dengan lancar dan normal. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal. Sedangkan pada asuhan KB Ny. S tidak ingin menggunakan KB karena alasan sosial. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatakan edukasi kepada ibu hamil mengenai ketidaknyaman yang terjadi pada trimester III.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “A” Usia 22 Tahun dengan KEK dan HBASG Reaktif Wijayanti, Herning; Nasifah, Isri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. A starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in June-October 2024. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely when the laboratory examination obtained a reactive HBASG result and the mother experienced KEK, the care provided was the provision of PMT and provision of HBIG, in the second assessment the mother complained of lower back pain and was given acupressure care BL 23, GV 3 and GV 4. The labor process went smoothly and the mother was given counterpressure care to reduce labor pain. At the second postpartum visit, the mother complained that her breast milk was not flowing smoothly and was given woolwich massage care. In newborn care, everything was found to be within normal limits and the baby was given HBIG immunization after birth. While in family planning care, Mrs. A used a 3-month injection. It is hoped that health workers will increase education for pregnant women regarding triple elimination examinations in order to detect early infectious diseases in pregnant women.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. A secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Oktober 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu saat pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil HBASG reaktif dan ibu mengalami KEK, asuhan yang diberikan adalah pemberian PMT dan penyediaan HBIG, pad pengkajian kedua ibu mengeluh nyeri punggung bawah dan diberikan asuhan akupresure BL 23, GV 3 dan GV 4. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan ibu diberikan asuhan counterpressure untuk mengurangi nyeri persalinan. Pada kunjungan nifas kedua ibu mengeluh Asi tidak lancar dan diberikan asuhan pijat woolwich. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal dan bayi diberikan imunisasi HBIG setelah alhir. Sedangkan pada asuhan KB Ny. A menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatakan edukasi kepada ibu hamil mengenai pemeriksaan triple eliminasi guna mendeteksi dini adanya penyakit menular pada ibu hamil.
PENDAMPINGAN INTENSIF MAGHRIB MENGAJI DALAM PEMBERANTASAN BUTA AKSARA AL-QUR’AN Azman, Wan; Jarir; Suswanto; Nasifah, Isri
Jurnal Al Basirah Vol. 5 No. 1 (2025): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v5i1.293

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an melalui pelaksanaan program “Pendampingan Intensif Maghrib Mengaji” di Rumah Tahfiz Ar-Raudah, Desa Ulupulau, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Program ini dirancang secara partisipatif dengan melibatkan anak-anak, orang tua, dan guru ngaji sebagai subjek utama dalam proses pemberdayaan. Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap hari setelah maghrib, memanfaatkan waktu berkumpulnya keluarga untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode Iqra’ untuk memperkenalkan huruf hijaiyah, makhraj, dan tajwid secara bertahap, serta penguatan tajwid yang dijadwalkan khusus setiap malam Rabu. Selain itu, monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk mendokumentasikan perkembangan peserta dan menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan individu. Hasil pelaksanaan program selama tiga bulan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan baca tulis Al-Qur’an peserta, khususnya dalam penguasaan huruf hijaiyah dan dasar-dasar tajwid. Program ini juga berhasil meningkatkan motivasi belajar, memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan agama, serta membentuk karakter religius generasi muda. Pendekatan kolaboratif dan terstruktur yang diterapkan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di tingkat komunitas pedesaan dan dapat dijadikan model untuk wilayah lain dengan permasalahan serupa. Kata kunci: Pendampingan Intensif, Mengaji, Buta Aksara Al-Qur’an
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. W Umur 32 Tahun di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Ningsih, Diah Ayu; Nasifah, Isri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain major public health problems in Indonesia. One strategic effort to reduce these rates is by providing comprehensive and high-quality midwifery care. This study aims to provide continuity of midwifery care (Continuity of Care) for Mrs. W, a 32-year-old pregnant woman, starting from the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, to family planning services. This research employed a single case study design with a qualitative approach and SOAP documentation. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation from the Maternal and Child Health (MCH) handbook. The results showed that all stages of care provided from antenatal care, delivery, neonatal care, postpartum care, to the use of implant contraception were in accordance with current midwifery theories and service standards. Additionally, oxytocin massage was proven effective in increasing breast milk production during the postpartum period. Continuity of midwifery care delivered in accordance with professional standards can improve care quality without causing complications or service gaps. This study recommends enhancing the quality of sustainable midwifery services and providing continuous maternal education to support early detection of complications.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan utama di Indonesia. Salah satu upaya strategis untuk menurunkan angka tersebut adalah melalui pemberian asuhan kebidanan yang komprehensif dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) kepada Ny. W, ibu hamil berusia 32 tahun, yang dimulai dari kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal dengan pendekatan kualitatif dan dokumentasi SOAP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta pencatatan dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan asuhan yang diberikan telah sesuai dengan teori dan standar pelayanan kebidanan terkini, mulai dari kehamilan, persalinan, perawatan neonatus, masa nifas, hingga penggunaan kontrasepsi implan. Selain itu, pemberian pijat oksitosin terbukti efektif dalam meningkatkan produksi air susu ibu (ASI) pada masa nifas. Asuhan kebidanan berkelanjutan yang dilakukan sesuai teori dan standar pelayanan dapat meningkatkan kualitas perawatan tanpa menimbulkan komplikasi maupun kesenjangan pelayanan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan mutu pelayanan kebidanan yang berkelanjutan serta edukasi kepada ibu dalam rangka deteksi dini komplikasi.
Analisis Psikologi Ibu Bersalin sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Psikologi Pasca Salin Ningsih, Diah Ayu; Nasifah, Isri; Nova Oktaviani; Listiyaningsih, Moneca Diah; Natalia Adhy Wulandari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health of postpartum mothers is an important aspect that is often overlooked in maternal health services. This study aims to analyze the psychological condition of postpartum mothers and evaluate strategies for preventing postpartum psychological disorders, such as baby blues, postpartum depression, and anxiety disorders. The study was conducted in February 2025 with a Descriptive Quantitative approach. The instruments used were the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaire to assess the level of depression and the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) to measure the risk of postpartum depression. A total of 18 postpartum mothers aged 20 to >35 years were involved, with the majority being in the 20-35 year age range of 16 mothers (88.9%) and 2 mothers (11.1%) over 35 years old. The results of the EPDS analysis showed that 11 mothers (61.1%) were in the normal category, while the rest showed indications of depression risk. The results of the DASS scale measurements showed the following distribution: normal 12 mothers (66.7%), mild 2 mothers (11.1%), moderate 1 mother (5.6%), severe 2 mothers (11.1%), and panic 1 mother (5.6%). These data indicate that although most mothers are in normal psychological condition, there is a significant proportion who experience symptoms of mild to severe psychological disorders. Preventive efforts through counseling, education, and psychosocial support from health workers and families are needed to prevent more serious psychological disorders. These results can be the basis for hospitals in designing more effective psychological interventions for postpartum mothers.   Abstrak Kesehatan mental ibu bersalin merupakan aspek penting yang sering kali terabaikan dalam pelayanan kesehatan maternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi psikologis ibu bersalin serta mengevaluasi strategi pencegahan gangguan psikologis pasca salin, seperti baby blues, depresi postpartum, dan gangguan kecemasan. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2025 dengan pendekatan Deskriptif Kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk menilai tingkat depresi dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk mengukur risiko depresi postpartum. Sebanyak 18 responden ibu bersalin berusia antara 20 hingga >35 tahun dilibatkan, dengan mayoritas berada pada rentang usia 20–35 tahun sebanyak 16 ibu (88,9%) dan 2 ibu (11,1%) berusia di atas 35 tahun. Hasil analisis EPDS menunjukkan bahwa 11 ibu (61,1%) berada dalam kategori normal, sedangkan sisanya menunjukkan indikasi risiko depresi. Hasil pengukuran dengan skala DASS menunjukkan distribusi sebagai berikut: normal sebanyak 12 ibu (66,7%), ringan 2 ibu (11,1%), sedang 1 ibu (5,6%), berat 2 ibu (11,1%), dan panik 1 ibu (5,6%). Data ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar ibu berada dalam kondisi psikologis normal, terdapat proporsi signifikan yang mengalami gejala gangguan psikologis ringan hingga berat. Upaya preventif melalui konseling, edukasi, dan dukungan psikososial dari tenaga kesehatan dan keluarga sangat diperlukan untuk mencegah gangguan psikologis yang lebih serius. Hasil ini dapat menjadi dasar bagi rumah sakit dalam merancang intervensi psikologis yang lebih efektif bagi ibu pasca melahirkan.