Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP NYERI HAID REMAJA PUTRI Kartika Sari; Isri Nasifah; Anggun Trisna
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 02, DESEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i02.283

Abstract

Kartika Sari 1) , Isri Nasifah2), Anggun Trisna3)1), 2), 3) DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Ngudi WaluyoE-mail : kartikanaka@gmail.com,.inasifah@gmail.com,.anggun.trisna@yahoo.co.idABSTRAKSaat menstruasi datang, wanita kadang mengalami nyeri haid (disminore) dimana sifat dan tingkat rasa nyeri yang bervariasi dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.  Prevalensi dismenore di Indonesia sebesar 64, 25% yang terdiri dari 54,8% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder.  Pada umumnya 50-60% wanita diantaranya memerlukan obat-obatan analgesic untuk mengatasi masalah dismenore ini, dimana penggunaan obat dalam jangka panjang akan menyebabkan penderita mengalami ketergantungan obat. Yoga merupakan salah satu teknik non farmakologi untuk menangani nyeri haid yang  memberikan efek distraksi sehingga dapat mengurangi kram abdomen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain Quasi Experimental (Pre Post Test Design).  Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi D3 Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo dengan sampel remaja putri yang mengalami nyeri haid yang dibagi menjadi 2 kelompok,  yang terdiri dari 1 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri haid antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok yoga berdasarkan hasil uji Wilcoxon dengan perbandingan nilai p=0.001<0,05.  Sedangkan pada kelompok kontrol intensitas nyeri sebelum dan sesudah perlakuan tidak mengalami perbedaan dengan nilai p=0.492 >0,05.  Terdapat perbedaan durasi nyeri antara sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok yoga berdasarkan hasil uji Wilcoxon dengan  nilai p=0.000<0,05.  Sedangkan pada kelompok kontrol durasi nyeri sebelum dan sesudah perlakukan tidak mengalami perbedaan yang ditunjukkan dengan nilai p=0,298>0,05.  Masyarakat hendaknya memanfaatkan senam yoga sebagai salah satu cara untuk mengurangi nyeri haid karena tehnik tersebut murah dan dapat dipraktikkan sendiri tanpa bantuan orang lain.Kata Kunci : Nyeri Haid, YogaTHE INFLUENCE OF YOGA EXERCISES ON MENSTRUAL PAIN IN YOUNG WOMENABSTRACTWhen menstruation comes, women sometimes experience menstrual pain (dysmenorrhea) where the varying nature and level of pain can interfere with daily activities.  The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 64, 25% consisting of 54.8% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary dysmenorrhea.  In general 50-60% of women need analgesic medication to overcome this dysmenorrhea problem, where in the long-term drug use will cause the patient to experience drug dependence.Yoga is one of the non-pharmacological techniques to deal with menstrual pain which gives a distraction effect, so it can reduce abdominal cramps.This research was conducted using Quasi Experimental design (Pre Post Test Design).  This research was carried out in the Ngudi Waluyo University Midwifery D3 Study Program, with a sample of young women who experienced menstrual pain which was divided into 2 groups, which is consists of 1 treatment group and 1 control group.The results showed that there was a difference in the intensity of menstrual pain between before and after treatment in the yoga group based on the results of Wilcoxon test with a comparison of p = 0.001 <0.05.  Whereas in the control group the intensity of pain before and after treatment did not experience a difference with a value of p = 0.492> 0.05.  There is a difference in the duration of pain between before and after treatment in the yoga group based on the results of Wilcoxon test with p = 0.000 <0.05.  Whereas in the control group the duration of pain before and after treatment did not experience a difference indicated by the value of p = 0.298> 0.05Keywords: Pain in Menstruation, Yoga
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Kehamilan Ny. Y Umur 23 Tahun G2P1A0 dengan KEK pada Usia Kehamilan 28 Minggu di PMB Mutia Kasih Sani Mutia Kasih Sani; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The impact of pregnant women who experience the risk of chronic energy deficiency (CED) will cause problems for both the mother and the fetus. The role of midwives in overcoming the problem of CED in pregnant women is through the first thousand days of life (HPK) program by providing additional food. Government efforts are made so that midwives as health workers carry out continuity of care. The method used is a descriptive research method with a case study type. The location of the case study was carried out at PMB Mutia Kasih Sani, Semarang Regency. Case study collection started from June-September 2025. The subject in this study was a pregnant woman starting from the third trimester, who was then given care until family planning. The instruments used were observation sheets, interviews and document studies in the form of midwifery care formats. The following results were obtained on pregnancy care, subjective and objective data Mrs. Y, 23 years old G2P1A0, pregnant 28 to 34 weeks, said there were complaints of dizziness and fatigue. It is known that the mother's LILA <23.5 cm. Data analysis is Mrs. Y, 23 years old, G2P1A0 with KEK. The care provided was counseling related to the third trimester of pregnancy, about nutritious food, provision of PMT biscuits and milk for pregnant women. After receiving care, Mrs. Y experienced a normal increase in weight and LILA, and the fetus' weight was also normal. Delivery care on July 2, 2025 at 22.00 WIB, the mother came with complaints of regular contractions and bloody mucus discharge. The delivery process went normally and Mrs. Y's baby was born on July 3, 2025 at 03.00 WIB, crying loudly, APGAR SCORE 8/9/10, male gender, reddish skin color. The care provided followed the 60 steps of APN. The baby's care was known to be 2800 grams in weight, 49 cm in height. There were no abnormalities. The management provided was in accordance with newborn care in theory. During the postpartum period, care was carried out 4x periodic monitoring from 8 hours postpartum to 4 weeks postpartum. During the monitoring, no complaints were found, the mother was able to carry out her role as a mother well. The care provided was tailored to the postpartum period. During the family planning care, the mother stated that she wanted a 3-monthly contraceptive injection because she had completed her postpartum period. All objective examinations were within normal limits. Management included providing counseling about the 3-monthly contraceptive injection, administering the injection, and informing the patient of the date of the follow-up visit. The management provided was in accordance with the theory.   Abstrak Dampak ibu hamil yang mengalami resiko kekurangan energi kronik (KEK) akan menimbulkan permasalahan baik pada ibu maupun janin. Peran bidan dalam menanggulangi masalah KEK pada ibu hamil yaitu dengan adanya program seribu hari pertama kehidupan (HPK) dengan pemberian makanan tambahan. Upaya pemerintah dibuat sehingga bidan sebagai tenaga kesehatan melakukan continuity of care. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis studi penelaahan kasus (Case Study). Lokasi pengambilan studi kasus dilakukan di PMB Mutia Kasih Sani, Kab. Semarang. Pengambilan studi kasus dimulai dari Juni-September 2025. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang ibu hamil mulai trimester III, yang kemudian dilakukan asuhan sampai dengan KB. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara dan studi dokumen dalam bentuk format asuhan kebidanan. Didapatkan hasil sebagai berikut pada asuhan kehamilan, data subyektif dan obyektif Ny. Y umur 23 tahun G2P1A0 hamil 28 sampai 34 minggu, mengatakan ada keluhan pusing dan mudah lelah.  Diketahui LILA ibu < 23,5 cm. Analisa data yaitu Ny. Y umur 23 tahun G2P1A0 dengan KEK. Asuhan yang diberikan yaitu pemberian konseling terkait masa kehamilan trimester III, tentang makanan bergizi, pemberian biskuit PMT dan susu ibu hamil. Setelah dilakukan asuhan Ny. Y mengalami peningkatan BB dan LILA yang normal, BB janin juga normal. Asuhan persalinan pada tanggal 02 Juli 2025 jam 22.00 WIB ibu datang dengan keluhan kenceng-kenceng teratur dan sudah keluar lendir darah. Proses persalinan berjalan normal dan bayi Ny. Y umur lahir pada tanggal 03 Juli 2025 Jam 03.00 wib, menangis kuat, APGAR SKOR 8/9/10, jenis kelamin laki-laki, warna kulit kemerahan. Asuhan yang diberikan mengikuti 60 langkah APN. Asuhan bayi diketahui BB bayi 2800 gram, PB 49 cm. Tidak ada kelainan. Penatalaksanaan yang diberikan sesuai dengan asuhan bayi baru lahir pada teori. Pada masa nifas asuhan dilakukan 4x pemantauan secara berkala dari 8 jam post partum sampai 4 mingu post partum. Selama pemantauan tidak ditemukan keluhan, ibu sudah dapat menjalankan dengan baik perannya sebagai ibu. Asuhan yang diberikan menyesuaikan masa nifas. Pada Asuhan KB, ibu mengatakan ingin KB suntik 3 bulan karena sudah selesai masa nifas. Pemeriksaan objektif semua dalam batas normal.  Penatalakasanaan dilakukan dengan memberikan konseling tentang KB suntik 3 bulan dan kemudian dilakukan penyuntikan KB suntik 3 bulan, serta memberitahu tanggal kunjungan ulang. Penatalaksanaan yang diberikan sesuai dengan teori.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Ny.E Usia 22 Tahun G1P0A0 dengan KEK di Puskesmas Larangan Yenny Rahmawati; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (COC) is a continuous care from pregnancy to family planning as an effort to reduce the Maternal Mortality Rate and Infant Mortality Rate. The purpose of this research is to be able to provide comprehensive obstetric care to Mrs. E starting from pregnancy, childbirth, postpartum birth, newborns, neonates and family planning. The type of research used is descriptive, with a Case Study approach. The sample used was a pregnant woman in the second trimester of 20 weeks gestation, G1P0A0. In this upbringing, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This research was conducted in February-October 2025. From the results of pregnancy care, problems were found, namely mothers experienced KEK in pregnancy so that PMT and KIE were given to mothers to consume foods with balanced nutrition and high in iron. As a result, Lila Mrs. E rose to 25 cm.  Maternity care Mrs.   E with a gestational age of 40 weeks 2 days, normally vaginal.  The baby was born spontaneously on September 3, 2025 at 16.00 WIB, immediately crying, moving actively, reddish skin, female gender.  Birth weight of the baby Mrs. E 2900 grams, body length 46 cm, head circumference 32 cm, chest size 31 cm, arm circumference 11 cm. The assessment of neonatals was obtained as a result of healthy babies. In the assessment of the postpartum period, the results were obtained that the postpartum period took place normally. Meanwhile, in the care of family planning, Mrs. E decided to use injections for 3 months.  In the future, it is hoped that mothers will continue to implement a balanced nutritional pattern so that KEK does not occur so that mothers and babies are always healthy.   Abstrak Asuhan Continuity of care (COC) merupakan asuhan secara berkesinambungan dari hamil sampai dengan keluarga berencana (KB) sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. E secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan KB.Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study). Sampel yang digunakan adalah seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 20 minggu, G1P0A0. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Oktober 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami KEK pada kehamilan sehingga diberikan PMT dan KIE pada ibu untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan tinggi zat besi. Hasilnya Lila Ny. E naik menjadi 25 cm.  Asuhan   persalinan   Ny.   E dengan usia kehamilan 40 minggu 2 hari, secara normal pervaginam.  Bayi lahir spontan tanggal 3 September 2025 jam 16.00 WIB, langsung menangis,bergerak aktif, kulit kemerahan, jenis kelamin perempuan. BB lahir bayi Ny. E 2900 gram, PB 46 cm, LK 32 cm, LD 31 cm, Lila 11 cm. Pengkajian neonatus diperoleh hasil bayi sehat. Pada pengkajian masa nifas diperoleh hasil bahwa masa nifas berlangsung normal. Sedangkan pada asuhan KB Ny. E memutuskan untuk menggunakan suntik 3 bulan.  Untuk selanjutnya diharapkan ibu tetap menerapkan pola nutrisi yang seimbang agar tidak terjadi KEK sehingga ibu dan bayi selalu sehat.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. S Umur 38 Tahun G4P2A1 Anemia Ringan dengan Penerapan Pemberian Tablet Tambah Darah dan Jus Jambu Biji Merah di UPTD Puskesmas Bergas Siti Fatchiyah; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) refers to the ongoing support that midwives offer to women throughout their pregnancies, deliveries, and postpartum periods. Continuous midwifery services from ANC, INC, neonatal care, postpartum care, and high-quality family planning services must be provided by midwives. Iron deficiency is the cause of anemia in pregnant women; in Indonesia, the prevalence of this condition increased but decreased from 48.9% to 27.7% in 2023. Midwives can provide complete services by using CoC care and helping to identify patient issues. Through ongoing monitoring from pregnancy to family planning, CoC care can minimize maternal and newborn mortality rates and lower the risk of problems for both mothers and babies. The Case Study method is the kind of approach utilized in Continuity of Care. The author's approach is a case study.   Abstrak Continuity of Care (CoC) adalah perawatan yang berkesinambungan oleh bidan dalam kemitraan dengan wanita selama kehamilan, persalinan, dan postpartum. Bidan harus memberikan pelayanan kebidanan yang berkelanjutan dari ANC, INC, asuhan BBL, asuhan postpartum, asuhan neonatus, dan pelayanan KB yang berkualitas. Anemia pada ibu hamil disebabkan kekurangan zat besi, dengan prevalensi di Indonesia meningkat namun turun dari 48,9% menjadi 27,7% pada 2023. Bidan membantu dalam deteksi permasalahan pasien dan dapat menerapkan asuhan CoC untuk memberikan pelayanan komprehensif. Asuhan CoC dapat mengurangi risiko komplikasi ibu dan bayi, menurunkan AKI dan AKB melalui pengawasan berkelanjutan dari masa kehamilan hingga keluarga berencana. Jenis metode dalam asuhan Contuinity of Care yang digunakan adalah Study kasus (Case Study). Metode yang digunakan penulis yaitu menggunakan studi kasus dengan cara mengambil kasus ibu hamil. Asuhan yang diberikan adalah asuhan secara komprehensif mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan kb. Teknik dan pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan pemeriksaan kepada pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. S dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi didapatkan masalah Ny. S usia 38 Tahun G4 P2 A1 usia kehamilan 34 minggu ditemukan masalah anemia ringan dengan penerapan pemberian tablet FE dan jus buah jambu biji merah. Persalinan Ny. S dilakukan di Rumah Sakit. Masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, dan ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative. Ny. S memutuskan menggunakan kontrasepsi mantab (MOW). Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. S adalah bidan sebagai tenaga kesehatan dapat melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan prosedur yang benar dan sesuai dengan kebutuhan klien.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “P” Usia 38 Tahun di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon Siti Asyiyah; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be done by implementing Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. P starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in June-September 2025. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely the mother experienced back pain and the care provided was acupressure BL 23. The labor process went smoothly and the mother was given counterpressure care to reduce labor pain. During the postpartum period, the mother complained of low breast milk production and was given oxytocin massage. During newborn care, everything was within normal limits, and the baby was given infant massage. Meanwhile, during family planning care, Mrs. P used an intrauterine device (IUD). Healthcare workers are expected to increase education regarding third-trimester pregnancy discomforts and how to manage them so that pregnant women can have a comfortable pregnancy.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. P secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-September 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami nyeri punggung dan asuhan yang diberikan adalah akupresure BL 23. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan ibu diberikan asuhan counterpresure untuk mengurangi nyeri persalinan. Pada masa nifas, ibu mengeluh produksi ASI sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal dan bayi diberikan asuhan pijat bayi. Sedangkan pada asuhan KB Ny. P menggunakan KB IUD. Diharapkan tenaga kesehatan untuk meningkatakn edukasi mengenai ketidaknyamanan kehamilan trimester III dan tata cara mengatasinya sehingga ibu hamil dapat melewati kehamilan dengan nyaman.
Pijat Tuina untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita Sulpiana; Ratih Iswardani; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Appetite problems in toddlers remain a common health issue in the community and can affect nutritional intake, nutritional status, and the child’s growth and development process. Poor appetite over a prolonged period may increase the risk of growth disorders and decreased immunity. One non-pharmacological approach that can be applied to address this problem is Tuina massage, a complementary therapy originating from Traditional Chinese Medicine that is beneficial in stimulating the digestive system and improving physical comfort in children. Objective: This community service activity aimed to increase mothers’ knowledge and skills in applying Tuina massage and to improve toddlers’ appetite in a safe and independent manner. Methods: The activity was conducted in the partner area with 20 mothers who had toddlers aged 1–5 years experiencing appetite problems. The implementation method consisted of preparation, implementation, and evaluation stages, beginning with a pre-test questionnaire, followed by health education and demonstration of Tuina massage, hands-on practice by the mothers, and ending with a post-test questionnaire and observation of changes in toddlers’ appetite. Results: Pre-test results indicated that most mothers had a low level of knowledge regarding Tuina massage. After the education and training sessions, post-test results showed an increase in the average knowledge score from the poor to good category. In addition, there was a decrease in the percentage of toddlers with poor appetite and an increase in those with moderate and good appetite after the routine application of Tuina massage. Conclusion: Tuina massage proved to be an effective complementary therapy in improving toddlers’ appetite as well as enhancing mothers’ knowledge and skills. This activity can serve as a promotive and preventive intervention that is safe, easy to implement, and sustainable in supporting toddlers’ health and growth within the community.   Abstrak Masalah nafsu makan pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering dijumpai di masyarakat dan dapat berdampak pada asupan gizi, status gizi, serta proses tumbuh kembang anak. Nafsu makan yang rendah dalam jangka waktu lama berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan dan penurunan daya tahan tubuh. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pijat Tuina, yaitu terapi komplementer yang berasal dari pengobatan tradisional Tiongkok dan bermanfaat dalam merangsang sistem pencernaan serta meningkatkan kenyamanan tubuh anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam menerapkan pijat Tuina serta meningkatkan nafsu makan balita secara aman dan mandiri. Metode: Kegiatan dilaksanakan di wilayah mitra dengan peserta sebanyak 20 ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun dengan permasalahan nafsu makan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang diawali dengan pengisian kuesioner pre-test, pemberian edukasi dan demonstrasi pijat Tuina, praktik langsung oleh ibu balita, serta pengisian kuesioner post-test dan observasi perubahan nafsu makan balita. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar ibu balita memiliki tingkat pengetahuan yang masih rendah mengenai pijat Tuina. Setelah dilakukan edukasi dan pelatihan, hasil post-test menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan ibu dari kategori kurang menjadi baik. Selain itu, terjadi penurunan persentase balita dengan nafsu makan kurang serta peningkatan balita dengan nafsu makan cukup dan baik setelah penerapan pijat Tuina secara rutin. Kesimpulan: Pijat Tuina terbukti efektif sebagai terapi komplementer dalam meningkatkan nafsu makan balita serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi promotif dan preventif yang aman, mudah diterapkan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang balita di masyarakat.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. Hm Umur 31 Tahun P2A0 Aseptor Keluarga Berencana (KB) Pascasalin dengan Metode IUD (Intrauterine Device) di UPTD Puskesmas Jambuk Chatrine Sugiarti; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In developing countries, the use of IUDs only reaches 6.7%, while in Indonesia the use of IUDs is 6.1%. The national Family Planning program is an important program for national development and national progress. The use of the Intra Uterine Device (IUD) contraceptive method is one of the most effective and safe long-term contraceptive methods. The World Health Organization (WHO) recommends a minimum pregnancy interval of 24 months to reduce the risk of maternal and child mortality and morbidity, improve maternal and child health, ensure adequate nutrition for both mother and child, and support the psychological development of children. The purpose of this study was to provide Continuity of Care (CoC) midwifery care to Mrs. HM, a 31 year old P2A0 postpartum family planning acceptor using the IUD (Intrauterine Device) method at UPTD Puskesmas Jambuk. This study used a descriptive case study approach with one sample, namely a second-trimester pregnant woman, who was followed throughout pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal care, and family planning services. Family planning midwifery care for Mrs. HM was carried out through focused data assessment consisting of subjective and objective data, determining assessments, conducting management and implementation, and performing evaluations. During the family planning care, services were provided according to Mrs. HM’s needs using the IUD contraceptive method. It is expected that midwifery services can become more qualified from pregnancy to family planning according to midwifery service standards, thereby reducing the increase in maternal and infant mortality rates in Indonesia.   Abstrak Di negara berkembang pengguna IUD hanya mencapai 6,7%, Di Indonesia penggunaan IUD 6,1%. Program Kelurga Berencana nasional merupakan program penting bagi pembangunan nasional dan kemajuan bangsa pemakaian metode kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) adalah salah satu alat kontrasepsi jangka panjang yang paling efektif dan aman. WHO merekomendasikan untuk mengatur jarak kehamilan minimal 24 bulan untuk menurunkan risiko kematian serta kesakitan pada ibu dan anak, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, menjamin terpenuhinya nutrisi bagi ibu dan anak, serta menjaga perkembangan psikologis anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan asuhan secara Contuinity of Care (CoC) pada Ny. HM Umur 31 Tahun P2A0 aseptor keluarga berencana (KB) pascasalin dengan metode IUD (intrauterine device) di UPTD Puskesmas Jambuk. Metode dengan penelitian deskriptif studi penelaahan kasus (Case Study) dengan satu sampel seorang ibu hamil trimester II, diikuti proses hamil,persalinan, nifas, neonatus dan KB. Hasil Asuhan kebidanan keluarga berencana pada Ny. HM diberikan dengan melakukan pengkajian data fokus yaitu data subyektif dan data objekktif, menentukan assesment, melakukan penatalaksanaan, implementasi, melakukan evaluasi. Selama asuhan KB dilakukan sesuai dengan kebutuhan Ny HM menggunakan KB IUD. Pelayanan kebidanan diharapkan dapat lebih berkualitas mulai hamil sampai dengan KB dengan standar pelayanan kebidanan sehingga dapat mengurangi terjadinya peningkatan AKI dan AKI di Indonesia.
Implementasi Senam Pelvic Rocking dalam Kelas Ibu Hamil untuk Meningkatkan Kesiapan Persalinan di Desa Kedalon Fibrinika Tuta Setiani; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is often accompanied by various physical discomforts, particularly during the second and third trimesters, including lower back pain, pelvic discomfort, fatigue, and anxiety related to childbirth. One non-pharmacological intervention that can be used to alleviate these complaints is pelvic rocking exercise. However, the knowledge and skills of pregnant women regarding pelvic rocking remain limited, including among participants of maternal classes in Kedalon Village, Kalikajar District, Wonosobo Regency. This community service program aimed to improve pregnant women’s knowledge and skills related to pelvic rocking as an effort to enhance comfort during pregnancy and prepare for childbirth. The methods used in this program included health education, demonstrations, direct practice of pelvic rocking exercises using mats, and evaluation through pretest and posttest assessments. The target participants were pregnant women in the second and third trimesters attending maternal classes in Kedalon Village. Evaluation was conducted to assess improvements in participants’ knowledge and skills after the intervention. The results demonstrated an increase in pregnant women’s knowledge following the educational sessions and training. Most participants were able to correctly perform pelvic rocking movements and reported feeling more relaxed, comfortable, and experiencing reduced back pain after practicing the exercises. Educational methods combined with direct practice were considered effective in improving participants’ understanding and active participation in maternal classes.In conclusion, pelvic rocking training in maternal classes was effective in improving pregnant women’s knowledge and skills, while also providing benefits in reducing pregnancy discomfort and enhancing preparedness for childbirth.   Abstrak Kehamilan sering disertai berbagai ketidaknyamanan fisik, terutama pada trimester II dan III, seperti nyeri punggung bawah, pegal pada pinggang, mudah lelah, dan kecemasan menghadapi persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan tersebut adalah pelvic rocking. Namun, pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai pelvic rocking masih rendah, termasuk pada peserta kelas ibu hamil di Desa Kedalon Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang pelvic rocking sebagai upaya meningkatkan kenyamanan selama kehamilan dan persiapan persalinan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik langsung pelvic rocking menggunakan matras, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil trimester II dan III yang mengikuti kelas ibu hamil di Desa Kedalon. Evaluasi dilakukan untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi dan pelatihan. Sebagian besar peserta mampu mempraktikkan gerakan pelvic rocking dengan benar serta menyatakan merasakan tubuh lebih rileks, nyaman, dan berkurangnya nyeri punggung setelah latihan dilakukan. Metode edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung dinilai efektif meningkatkan pemahaman dan partisipasi aktif peserta dalam kelas ibu hamil. Kesimpulan kegiatan ini adalah pelatihan pelvic rocking pada kelas ibu hamil mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta memberikan manfaat dalam mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan dan meningkatkan kesiapan menghadapi persalinan.