Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Tablet FE Dengan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Septiana, Nur Dewi; Sanjaya, Riona
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2426

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada kesehatan dan Anemia pada remaja putri merupakan kondisi medis yang memengaruhi produktivitas dan kesehatan. Menurut informasi dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, remaja putri di Provinsi Lampung merupakan kelompok yang paling banyak menderita anemia. Anemia memengaruhi 23,37% remaja di Kota Bandar Lampung. Meskipun pemerintah telah menerapkan program pemberian Tablet Zat Besi (TTD) sebagai upaya pencegahan anemia, prevalensi anemia akibat remaja yang tidak mengonsumsi suplemen zat besi belum menurun. Karena informasi merupakan salah satu dari banyak faktor yang memengaruhi anemia, edukasi video ditawarkan untuk meningkatkan pemahaman remaja. Menurut data dari Puskesmas Wates di SMK N 1 Gadingrejo yang dikumpulkan pada bulan September 2024, 131 dari 425 siswi kelas 10 telah menjalani tes hemoglobin; 66 di antaranya mengalami anemia (82%). Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana pemahaman remaja putri tentang tablet zat besi dipengaruhi oleh edukasi kesehatan yang diberikan menggunakan materi audiovisual. Penelitian ini menggunakan desain pretes-postes satu kelompok dan metodologi kuantitatif. Sampel sebanyak 80 remaja putri dipilih secara acak dari populasi yang berjumlah 425 orang. Kuesioner digunakan untuk pengumpulan data, dan uji Wilcoxon digunakan untuk analisis data univariat dan bivariat. Berdasarkan temuan studi, rata-rata pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah sekolah meningkat dari 83,56 menjadi 97,12. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pembelajaran tablet zat besi meningkat secara signifikan melalui media audiovisual (nilai p = 0,000). Disarankan agar siswi mengonsumsi suplemen zat besi yang disediakan oleh puskesmas melalui lembaga pendidikan mereka.
PERBANDINGAN PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM DAN JUS MENTIMUN TERHADAP TEKANAN DARAH WANITA MENOPAUSE YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKINCAU KABUPATEN LAMPUNG BARAT Rini Wahyuni; Fitriyanti; Siti Maesaroh; Riona Sanjaya; Putri Arshella
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v16i02.410

Abstract

Hipertensi terjadi ketika tekanan darah di arteri melebihi batas normal, yaitu sistolik ? 140 mmHg dan/atau diastolik ? 90 mmHg. Prevalensi hipertensi global mencapai 46%, di Indonesia 29,2%, dan di Puskesmas Sekincau 26,26%. Pengobatan non-farmakologis seperti konsumsi air rebusan daun salam dan jus mentimun dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek kedua bahan tersebut pada tekanan darah wanita menopause dengan hipertensi. Penelitian kuantitatif quasi-eksperimental ini melibatkan 30 responden, dibagi dalam tiga kelompok: rebusan daun salam, jus mentimun, dan kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian rebusan daun salam, jus mentimun, dan obat memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah (p-value = 0,000), namun tidak ada perbedaan signifikan antara daun salam dan jus mentimun (p-value = 0,890). Tekanan darah kelompok jus mentimun dan daun salam lebih rendah dibandingkan kelompok obat (p < 0,05). Disarankan untuk memberikan edukasi konsumsi daun salam dan jus mentimun serta pemantauan jangka panjang. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efektivitasnya, terutama jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat.
Perbandingan Aromaterapi Inhalasi Lemon dan Peppermint Terhadap Mual dan Muntah Ibu Hamil Trimester I di PMB Melinda Kabupaten Way Kanan Tahun 2024 Septiara Erfika Putri; Riona Sanjaya; Iis Tri Utami; Rini Wahyuni
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v1i4.881

Abstract

Nausea and vomiting during pregnancy, or morning sickness, are common conditions affecting approximately 70–80% of pregnant women, typically occurring between 5 and 12 weeks of gestation. Aromatherapy using lemon and peppermint essential oils is considered a complementary therapy for reducing these symptoms. In 2023, 76 cases (52.4%) of nausea and vomiting were recorded among first-trimester pregnant women at PMB Melinda. This study aimed to compare the effects of lemon and peppermint aromatherapy inhalation on nausea and vomiting in first-trimester pregnant women. Using a quantitative quasi-experimental design with a three-group pretest-posttest approach, the study involved 36 participants divided into three groups: 12 received lemon aromatherapy, 12 received peppermint aromatherapy, and 12 received vitamin B6 supplementation. Data were collected using the PUQI observation sheet and analyzed using univariate and bivariate methods with a paired sample t-test. The results showed that the mean nausea and vomiting score before lemon aromatherapy was 8.75, which decreased to 4.67 after the intervention. In the peppermint group, the mean score decreased from 8.08 to 3.83, while in the vitamin B6 group, it reduced from 8.75 to 6.42. Statistical analysis revealed that both lemon and peppermint aromatherapy significantly reduced nausea and vomiting (p = 0.000), while no significant difference was found between the two treatments (p = 0.756). The study concludes that both lemon and peppermint aromatherapy are effective non-pharmacological alternatives for managing nausea and vomiting during early pregnancy.  
PENGARUH TERAPI ZIKIR TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER I DAN III DI UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP TULANG BAWANG BARU TAHUN 2020 Fitriyani, Dwi; Sulistiawati, Yuni; Sanjaya, Riona; Maesaroh, Siti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i2.109

Abstract

Kecemasan pada ibu hamil merupakan perasaan yang tidak menyenangkan sehingga meningkatkan pengeluaran epinephrine, norepinephrine, cortisol serta menurunkan nitric oxide menyebabkan perubahan respon tubuh memicu terjadinya komplikasi. Terapi zikir sebagai salah satu intervensi mengatasi kecemasan karena terapi zikir dapat menurunkan pengeluaran epinephrine, norepinephrine, cortisol serta meningkatkan nitric oxide sehingga menimbulkan perasaan nyaman dan tenang. Salah satu bentuk kegiatan spiritual yang dapat digunakan sebagai terapi untuk menurunkan kecemasan adalah dengan membaca zikir kepada Allah SWT. Kecemasan yang dialami oleh ibu hamil dapat membawa dampak negatif bagi bayi maupun sang ibu, dapat memicu terjadinya partus lama, selain itu dampak buruk dari kecemasan ibu hamil memicu terjadinya rangsangan kontraksi rahim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi zikir terhadap kecemasan ibu hamil primigravida trimester I dan III. Metrode penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimen dengan one-group pretest posttest design penelitian ini dilakukan selama 1 bulan . Dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 15 responden yang terdiri 15 sampel penelitian. Kuesioner yang digunakan berupa kuesioner HARS. Analisa bivariat menggunakan Paired Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian terapi dzikir terhadap kecemasan ibu hamil primigravida trimester I dan III dengan nilai pvalue = 0,000 (< 0,05). Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian terapi zikir terhadap kecemasan ibu hamil primigravida trimester I dan III di UPTD Puskesmas Rawat Inap Tulang Bawang Baru. Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan dan ibu hamil yang beragama isalam dapat mengaplikasikan terapi zikir untuk menurunkan kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester I dan III.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS HADIMULYO KECAMATAN WAY SERDANG KABUPATEN MESUJI Siregar, Yulianarti; Trisniawati, Trisniawati; Sanjaya, Riona; Sari, Ade Tyas Maya; Dari, Wulan
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i1.2892

Abstract

ABSTRAK Status gizi merupakan keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh.Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang dikandungnya.Masalah gizi pada ibu hamil salah satunya adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK).Prevalensi status gizi kurang di Indonesia sebesar 35,5%. Sedangkan di Puskesmas Hadimulyo Angka kejadian KEK pada ibu hamil Tahun 2023 diketahui terdapat 40 ibu hamil KEK dari 274 Ibu hamil (10.8%) mendekati dari target 11,5%.  Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi pada ibu hamil di Puskesmas Hadimulyo Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji tahun 2024. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Hadimulyo Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji dengan sampel yang digunakan sebanyak 91 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakanlembar Observasi yang didapatkan melalui rekam medis. Analisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diketahui dimana sebanyak 70 (76.9%) responden dengan usia ibu hamil tidak berisiko, sebanyak 56 (61.5%) responden dengan paritas tidak berisiko, sebanyak 83 (91.2%) responden dengan jarak kehamilan tidak berisiko dan sebanyak 63 (69.2%) mengalami status gizi normal. Ada hubungan usia ibu (p-value = 0.001), paritas (p-value = 0.007), dan jarak kehamilan (p-value = 0.001) dengan terjadinya status gizi pada ibu hamil. Saran bagi petugas kesehatan khususnya bidan hendaknya secara aktif dapat tetap memberikan penyuluhan kesehatan tentang gizi selama kehamilan kepada ibu hamil yang datang untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.Kata Kunci : Status Gizi, ibu hamil, paritas, usia kehamilan, dan jarak kehamilanABSTRACTNutritional status is a condition caused by the balance between nutrient intake from food and nutrient requirements required for body metabolism. The nutritional status of the mother before and during pregnancy can affect the growth of the fetus she is carrying. One of the nutritional problems in pregnant women is Chronic Energy Deficiency (CED). The incidence of CED in pregnant women at the Hadimulyo Health Center in 2023 for the period January-July was known to have 40 CED pregnant women out of 274 pregnant women (10.8%) of the target of 11.5%. The purpose of the study was to determine the factors related to the occurrence of nutritional status in pregnant women at the Hadimulyo Health Center, Way Serdang District, Mesuji Regency in 2024. This type of research is quantitative with a cross-sectional research design. The population in this study were pregnant women at the Hadimulyo Health Center, Way Serdang District, Mesuji Regency with a sample of 91 respondents using the total sampling technique. Data collection using a questionnaire sheet. Univariate and bivariate analysis (chi square test). The results of the study showed that 70 (76.9%) respondents with non-risk maternal age, 56 (61.5%) respondents with non-risk parity, 83 (91.2%) respondents with non-risk pregnancy intervals and 63 (69.2%) experienced normal nutritional status. There is a relationship between maternal age (p-value = 0.001), parity (p-value = 0.007), and pregnancy interval (p-value = 0.001) with the occurrence of nutritional status in pregnant women. Suggestions for health workers, especially midwives, should be able to actively continue to provide health education about nutrition during pregnancy to pregnant women who come for pregnancy check-ups.Keywords: Nutritional status pregnant women, parity, gestational age, and pregnancy distance
Pemberian Pijat Effluarage dalam Menurunkan Nyeri Spasme Otot pada Ibu Hamil Trimester III : Studi Kasus Dalina, Dalina; Sanjaya, Riona; Helyani, Helyani
Viva Medika Vol 16 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i3.1085

Abstract

During pregnancy, pregnant women should maintain body balance from early to late pregnancy, so as not to occur unwanted disorders, one of which is muscle spasm. Labor pain can cause stress that causes excessive release of hormones such as catecholamines and steroids. Provide Continuous Midwifery Care with complementary interventions of effleurage massage. Method used in comprehensive care, type of descriptive research using the case study approach method. This comprehensive midwifery care is carried out in the Sumanda work area, Back District, Tanggamus Regency from March to April 2023.
Pengaruh Teknik Sitz Bath Terhadap Nyeri Ruptur Perineum Pada Ibu Nifas di Klinik Asa Ibu Medika Negeri Katon Pesawaran Tahun 2024 Zahara, Rita; Ifayanti, Hikmah; Sanjaya, Riona; Kariny, Elsy Juni Andri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17470

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas terapi sitz bath untuk mengurangi nyeri ruptur perineum pada ibu nifas di Klinik Asa Ibu Medika Negeri Katon Pesawaran periode Agustus-September 2024. Menggunakan metode quasy eksperimen dengan one group pre-test and posttest design, penelitian ini melibatkan 22 ibu nifas dengan luka perineum derajat 1 dan 2 dalam rentang 12-24 jam pasca persalinan, yang dipilih melalui purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan penurunan rata-rata skala nyeri dari 5,41 (40,9% nyeri sedang) sebelum terapi menjadi 3,05 (50% nyeri ringan) setelah terapi. Analisis Uji t Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000 (p<0,05), mengkonfirmasi efektivitas signifikan terapi sitz bath dalam menurunkan nyeri perineum. Penelitian merekomendasikan penerapan terapi sitz bath sebagai metode non-farmakologis yang aman dan ekonomis dalam protokol perawatan standar asuhan post-partum untuk meningkatkan kualitas pemulihan ibu nifas.
Konseling dan Edukasi Metode IVA Test sebagai Upaya Peningkatan Capaian Deteksi Dini Kanker Serviks Sanjaya, Riona; Widyaningsih, Dian Palupi; Cahyani, Anita Dian; Jaya, Arlina Tati; Antika, Diyan Nosy; Utami, Ita Resti; Loleh, Kalista; Abung, Sari Ideal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 5 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v5i1.1503

Abstract

Kanker serviks merupakan permasalahan kesehatan global yang memerlukan tindakan preventif dan deteksi dini yang efektif. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesadaran dan pencapaian deteksi dini kanker serviks di Desa Madukoro dengan menerapkan metode IVA Test. Kegiatan terdiri dari penyuluhan dan implementasi metode IVA Test, yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian ini mencakup peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks, tingginya antusiasme peserta terhadap kegiatan pengabdian yang ditunjukkan dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan IVA Test. Selain itu, metode IVA Test terbukti efektif sebagai alat deteksi dini kanker serviks, membantu mengidentifikasi kasus-kasus potensial lebih awal, di mana hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada peserta yang menunjukkan gejala kanker serviks.
Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Penurunan Gejala Hot Flush pada Wanita Klimakterium Nova, Evy Roberta; Veronica, Septika Yani; Sanjaya, Riona; Sagita, Yona Desni
Journal of Current Health Sciences Vol. 1 No. 2: 2021
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.20217

Abstract

Menopause is a hypoestrogenic condition due to decreased function of the ovaries. This situation can cause changes in the system in the body of women who experience menopause. This causes complaints such as hot flushes. The incidence of women over 50 years of age entering menopause in Indonesia in 2020 is estimated to reach 30.3 million. Handling menopause by giving soy milk. The purpose of this study was to determine the effect of soy milk on the reduction of hot flush symptoms in pre-menopausal women at Cempaka Public Health Center, Sungkai Jaya District, North Lampung Regency in 2021. The type of research used is pre-experimental with a one-group pre-test and post-test design approach. The population in this study were premenopausal women aged 45-55 years who experienced hot flushes at the Cempaka Public Health Center. The sampling technique used was purposive sampling. The sample in this study amounted to 24 people who were given the intervention of giving 250 ml of soy milk 2 times a day for 14 days. Univariate and Bivariate analysis using dependent t-test. The results of the study the average symptom of Hot Flush before drinking soy milk was 7.17 (mild category). The average symptom of a Hot Flush after drinking soy milk was 4.92. There is an effect of soy milk on the reduction of hot flush symptoms in pre-menopausal women p-value of 0.000 (p less than 0.05). Based on the results of the study, it is suggested that health workers can provide information about the benefits of non-pharmacological treatments such as soy milk to reduce the symptoms of hot flushes in postmenopausal women.  Abstrak: Menopause merupakan suatu kondisi hipoestrogenik akibat penurunan fungsi dari ovarium. Keadaan ini dapat menyebabkan perubahan sistem pada tubuh wanita yang mengalami menopause. Sehingga menimbulkan keluhan-keluhan seperti hot flush. Angka kejadian wanita usia diatas 50 tahun yang memasuki menopause di Indonesia tahun 2020 diperkirakan mencapai 30,3 juta. Salah satu untuk penanganan menopause dengan memberikan susu kedelai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Penurunan Gejala Hot Flush Pada Wanita Pra Menopause di Puskesmas Cempaka Kecamatan Sungkai Jaya Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental  dengan pendekatan one group pre test and post test desaign. populasi dalam penelitian ini adalah ibu premenopause berusia 45-55 tahun yang mengalami hot flush di Puskresmas Cempaka,  Tehnik sampling yang di gunakan yaitu purposive sampling Sampel dalam penelitian berjumlah 24 orang yang diberi intervensi pemberian susu kedelai 250 ml sebanyak 2 kali sehari selama 14 hari.. Analisa Univariat dan Bivariat menggunkan uji t dependen. Hasil penelitian Rata-rata gejala Hot Flush sebelum minum susu kedelai sebesar 7,17 (kategori ringan). Rata-rata gejala Hot Flush sesudah minum susu kedelai sebesar 4,92. Ada Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Penurunan Gejala Hot Flush Pada Wanita Pra Menopause p value 0,000 (p kurang dari 0,05). Berdasarkan hasil penelitian disarankan petugas kesehatan dapat memberikan informasi tentang manfaat pengobatan non farmakologi seperti susu kedelai untuk mengurangi gejala Hot Flush pada ibu menopause.
Pengaruh Pemberian Seduhan Daun Kelor pada Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Susanti, Evi; Febriyanti, Hellen; Sagita, Yona Desni; Sanjaya, Riona
Journal of Current Health Sciences Vol. 1 No. 2: 2021
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.202112

Abstract

Anemia is a condition in which the levels of hemoglobin and erythrocytes are lower than normal. To treat anemia by means of pharmacological or non-pharmacological, non-pharmacological methods that can be done by consuming boiled Moringa leaves. Moringa leaves are a source of protein, vitamin A and vitamin C as well as minerals (iron and calcium, as well as a source of vitamin B. It has a low fat content. The purpose of this study was to determine the effect of giving Moringa leaf decoction to pregnant women on increasing hemoglobin levels at UPT Puskesmas Kenali District Belau of West Lampung Regency in 2021. This type of research is quantitative with a quasi-experimental design and a two group pre-test and post-test design approach. The population / subjects taken in this study were pregnant women with a sample of 15 respondents. The object of this research is the provision of Moringa leaf decoction and hemoglobin levels. This research was carried out at the UPT Puskesmas Kenali, Belalau District, West Lampung Regency in December 2021. Data collection used an observation sheet. Data analysis was univariate and bivariate (t test). The results showed that the average Hb level before being given Fe tablets and Moringa leaf decoction to pregnant women was 10.4 g/dl and the Hb level after being given Fe tablets and Moringa leaf decoction to pregnant women was 11.5 g/dl. . The average Hb level before being given Fe tablets was 10.4 g/dl, and the Hb level after being given Fe tablets was 10.8 g/dl. There is an effect of giving Moringa leaf decoction to pregnant women on increasing hemoglobin levels at the UPT Puskesmas Kenali, Belalau District, West Lampung Regency in 2021 (p-value = 0.000). Suggestion Provide information to pregnant women about preventing and anticipating anemia by consuming boiled Moringa leavesAbstrak: Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dan eritrosit lebih rendah dari normal, dapat ditangani dengan cara non farmakologi, seperti mengkonsumsi seduhan daun kelor. Daun kelor merupakan sumber protein, vitamin A dan vitamin C serta mineral (besi dan kalsium, juga sumber vitamin B. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh pemberian seduhan daun kelor pada ibu hamil terhadap peningkatan kadar Haemoglobin di UPT Puskesmas Kenali Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen pendekatan two group pretest and post test design. Populasi ibu hamil 42 orang dengan sampel 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok masing -masing 15 responden. Objek dalam penelitian pemberian seduhan daun kelor dan kadar Haemoglobin. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPT Puskesmas Kenali Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat bulan Desember 2021. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji t test). Hasil penelitian diketahui rata-rata rata-rata kadar Hb sebelum diberikan tablet fe dan seduhan daun kelor pada ibu hamil adalah 10,4 gr/dl dan kadar Hb sesudah diberikan tablet fe dan seduhan daun kelor pada ibu hamil adalah 11,5 gr/dl. Rata-rata kadar Hb sebelum diberikan tablet Fe adalah 10,4 gr/dl, dan kadar Hb sesudah diberikan tablet Fe adalah 10,8 gr/dl. Ada pengaruh pemberian seduhan daun kelor pada ibu hamil terhadap peningkatan kadar Haemoglobin di UPT Puskesmas Kenali Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021 (p-value = 0,000). Saran Memberikan informasi kepada ibu hamil tentang mencegah dan mengantisipasi anemia dengan cara mengkonsumsi seduhan daun kelor
Co-Authors Abung, Sari Ideal Adawiyah, Rosbiatul Adhi Pribadi Ainasari, Ainasari Akhirin, May Munah Alfiyanti Muharramah Ana Maulani Andri Kariny, Elsy Juni Andrian, Gusri Anggraini, Novita Dwi Ani Kristianingsih Antika, Diyan Nosy Asih, Langgeng Sri Atmasari, Yeti Cahyani, Anita Dian Dalina Dalina Dalina, D Dalina, Dalina Desi Kumalasari Dwi Fitriyani Dwi Fitriyani, Dwi Dwi Yanti Eka Triwulandari Emelya, Seska Ermanitasari, Ermanitasari Esti Supriati Evi Susanti Falina, Chrysa Fara, Yetty Dwi Farida, Irnani Fauziah, Nur Alfi Febriayanti, Hellen Fidiawati, Reni Fita Fatimah, Fita FITRI, DIANA Fitriyanti Fuziah, Nur Alfi Hamid Mukhlis Handayanti, Riyani Hariyanti, Nur Hellen Febriyanti Hellen Febriyanti Helyani Helyani Helyani, Helyani Herni Ismiati Hikmah Ifayanti Hodijah, Hodijah Ida Tri Yuliana Iis Tri Utami Indriyani, Diyana Jaya, Arlina Tati Juliani, Witama Juni, Elsy Jusuf Sulaeman Effendi K Komalasari Kalissing Pangudi Rahayu kariny, Elsy juni andri Kencanawati, Ida Komalasari , Komalasari Komalasari Komalasari Kristianti, Yeti Kusumawardani, Amalia Laila Fitri, Laila Linda Puspita Loleh, Kalista Mariyami, Temtrem Masnoni, Masnoni Mayasari, Ade Tyas Mayasari, Miranti Meriska Septianingtyas Muharramah, Alfiyanti Mukhlis Mukhlis Naro, Dina Nila Kurniasih Ningrum, Cahya Nisa Septiana Nofiani, Patma Nopi Anggista Putri, Nopi Anggista Nova, Evy Roberta Nugroho, Tri Adi Nurwati, Endang Pebi Nelia Sari Poniah, Poniah Primadevi, Inggit Purbawati, Adias Sari Puspitasari , Angelia Putri Arshella Rika Agustina, Rika Rini Wahyuni Rini, Widuri Mustika Riska Novianasari Rita Zahara, Rita Riyanti, Emi Sabrima, Eby Juliana Safitri, Dea Ayu Sari, Ade Tyas Maya Sari, Cahaya Evita sari, Mutia Sari, Pebi Nelia Sari, Zelda Mulia Septiana, Nur Dewi Septiara Erfika Putri Septika Yani Veronica Siregar, Yulianarti Siti Maesaroh Siti Maesaroh Siti Maesaroh Sulistiawati, Ari Sulistiawati, Yuni Supriati, Esti Surmiasih Surmiasih Susanti, Yenny Tri Adi Nugroho Trisniawati Trisniawati, Trisniawati Umi, Sri Utami, Iis Tri Utami, Ita Resti Wati, Ika Fujica Widyaningsih, Dian Palupi Wulan Dari, Wulan Yeti Atmasari Yetty Dwi Farra Yona Desni Sagita Yona Desni Sagita Yona Desni Sagita Yona Desni Sagita, Yona Desni Yuli Yati Asri Yuni Sulistiawati