Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Etika Distribusi Dalam Ekonomi Islam Atok Syihabuddin
Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam Vol 20 No 1 (2017): Al-Qanun Vol. 20, No. 1, Juni 2017
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.363 KB) | DOI: 10.15642/alqanun.2017.20.1.77-103

Abstract

Humans interact with other humans to exchange potentials, whose goal is to create more diverse interactions. In this interaction sometimes humans become predators for other humans. Under these conditions, Islam is present to impose its limitations, in the form of news, orders, and prohibitions. One of the prohibitions in the Qur'an is the spin and the circulation of wealth only on the wealthy people, so it needs to be a fair distribution of wealth. The discussion in this paper begins with a discussion of the distribution and ethics, so that raises the various concepts of ethical axioms of some of the opinions of Muslim Economists. The Islamic economic system departs from an awareness of ethics, in contrast to other economic systems. Furthermore, will be described Islamic philanthropy as a manifestation of the axiom of distribution ethics, both obligatory and sunnah philanthropic. Through these philanthropic teachings, Islam wants to reduce the negative nature of human beings, even make it as a buffer of Islam (Rukun Islam). That is, without implementing it means someone's Islam will collapse. This is a realistic account of the ethical distribution initiated by Islam. Implementation of Islamic philanthropy and accompanied by knowledge of sharia is the first step in the form of community welfare.
MUSYAWARAH PERSPEKTIF FILSAFAT EKONOMI ISLAM Atok Syihabuddin
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 7 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.327 KB) | DOI: 10.15642/maliyah.2017.7.2.50-70

Abstract

This paper is an explorative literature study. The author explores the value of mushawarah directed to Islamic economics. Islam is very high attention to mushawarah. Even in the Qur'an there is a verse that commands deliberations for all matters so that the sura is called surah al-syura (mushawarah). The author wants to see the position of deliberation from the point of view of philosophy, both from the side of ontology, epistemology, and axiology. The study of mushawarah on the ontological side can be presented by presenting various Qur'anic and Hadith texts related to musyawarah. Assessing mushawarah at the epistemology level means connecting the concept of deliberation into one of the sciences. The author tries to pull it into the economic discussion. While in the level of axiology is the study of mushawarah applied in economic activities, namely, review of the contract on the practical level.
Politik Uang: (Reunderstanding Inflasi dan Kurs dalam Ekonomi Islam) Atok Syihabuddin; Bakhrul Huda; Binti Nur Asiyah
Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam Vol 25 No 1 (2022): Al-Qanun, Vol. 25, No. 1, Juni 2022
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alqanun.2022.25.1.98-111

Abstract

Money is the blood of economic life, and its circulation requires financial institutions in the form of a monetary system for monetary control. One of the things that are feared by the modern monetary system is inflation, which is a symptom of a general and continuous increase in the price of goods, which can be caused by natural things such as supply and demand or caused by human error or caused by fluctuations domestic currency exchange rate. In Islamic Economics, the role of money as a medium of exchange has made it a tool for balancing a commodity, which in turn can impact inflation. Therefore, as recommended by the Prophet Muhammad, money cannot be used as a fair and honest exchange rate in anticipation of avoiding financial instability. Steps are required: spot exchange of money; expedited wages; zakat, infaq and alms; prohibition of monopoly on the distribution of wealth; usury prohibition; and prohibition of price fixing.   Abstrak: Uang merupakan darah dalam kehidupan berekonomi, di mana peredarannya membutuhkan keberadaan lembaga keuangan berupa sistem moneter guna pengendalian moneter. Salah satu hal yang ditakuti oleh sistem moneter modern adalah inflasi, yaitu sebuah gejala kenaikan harga barang yang bersifat umum dan terus-menerus, yang bisa diakibatkan oleh hal-hal bersifat alamiyah seperti supply and demand, atau disebabkan human error, atau disebabkan oleh naik turunnya kurs mata uang domestic. Dalam konsep Ekonomi Islam, peran uang sebagai medium of exchange telah menjadikannya mengambil alih sebagai timbangan bagi suatu komoditas, yang pada ujungnya bisa berdampak pada inflasi. Oleh karena itu, uang tidak dapat digunakan sebagai nilai tukar yang adil dan jujur. Sebagai antisipasi guna menghindari instabilitas keuangan, sebagaimana anjuran Rasulullah saw. diperlukan langkah-langkah: tukar-menukar uang secara spot; menyegerakan upah; zakat, infak dan sedekah; larangan monopoli peredaran kekayaan; larangan riba; dan larangan penentuan harga.  
PENYULUHAN KEPADA KOMUNITAS GURU MA’ARIF KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN TENTANG LEGALITAS DAN BAHAYA PINJAMAN ONLINE Dimyati Dimyati; Achmad Fageh; Atok Syihabuddin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan Hukum Ekonomi Syariah Tentang Legalitas Dan Bahaya Pinjaman Online ini dilakukan kepada Komunitas Guru Ma’arif Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa langkah-langkah penyuluhan yang dilakukan adalah dengan melakukan konsultasi terkait dengan rencana program sekaligus pemetaan isu, kemudian dilanjut dengan pelaksanaan diskusi dan penyuluhan sekaligus penyebaran angket sebelum dan setelah dilaksanakannya diskusi tersebut. Materi yang disampaikan saat diskusi adalah tentang hutang dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah serta legalitas dan bahaya pinjaman online, langkah selanjutnya adalah evaluasi terkait program yang sudah dijalankan sekaligus feedback. Sedangkan hasil dari penyuluhan tersebut adalah mayoritas peserta penyuluhan yang awalnya tidak memahami apa yang dimaksud dengan pinjaman online menjadi paham apa yang dimaksud dengan pinjaman online, baik mengenai seluk beluk, praktik dan bentuk, legalitas serta dampak pinjaman online. Ada beberapa saran terkait dengan hasil kegiatan ini diantaranya adalah kepada pemerintah diharapkan lebih menggalakkan kegiatan sosialisasi-sosialisasi tentang pinjaman online kepada masyarakat luas agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik jerat pinjaman online karena minimnya literasi digital, juga kepada institusi perguruan tinggi diharapkan lebih intens lagi dalam mendampingi masyarakat melalui program pengabdiannya sehingga lembaga hadir ditengah masyarakat dalam upaya membantu memecahkan permasalahan yang sesuai kondisi di lapangan terkait dengan pinjaman online.
Pemahaman Konsep Pasar Uang Dalam Perspektif Ekonomi Islam: Konstruksi Pasar Uang Islami Roziqin, Muhammad Choirur; Tristiyana Sari, Dhea Novita; Saifulloh, Achmad Ramadhani; Islam, Farhan Muhammad; Syihabuddin, Atok
-
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/almultazim.v4i1.20532

Abstract

This study investigates the concept of the money market from the Islamic economic point of view and the construction of the islamic money market. The money market is a short-term fund trading system, in which an entity in need of funding meets with a party that has an excess of funds. In the context of Islamic economics, the Islamic money market operates on the basis of Sharia principles. This study aims to look at the money market from an Islamic economic perspective. The method used in this research is the theoretical expression by collecting and analyzing relevant literature. The results of this study show that the Islamic money market plays an important role in Islamic finance, providing the monetary foundation for Islamic financial practices and protecting sharia banks from liquidity and credit risks. The Islamic money market also plays a role in supporting import and export activities as well as labour capital needs. However, there are still challenges and difficulties in implementing the Islamic money market due to the lack of provisions of Islamic law governing its implementation. The conclusion of this study is that the money market in the Islamic perspective should be avoided from the elements of speculation, interest, maisir, and gharar. Furthermore, the Islamic money market has the same potential as the conventional money market, but with operational compliance with the principles of Shariah. This research provides a better understanding of the money market in the context of Islamic economics and provides a basis for further development in the Islamic financial industry.
Strategic Management of Waqf Assets Using the Community-Based Management (CBM) Method in the Waqf Institution of Malang Dikuraisyin, Basar; Saoki, Saoki; Syihabuddin, Atok
ILTIZAM Journal of Shariah Economics Research Vol. 8 No. 2 (2024): Iltizam Journal of Shariah Economics Research
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/iltizam.v8i2.2771

Abstract

This research aims to map the waqf asset management strategy at al-Khaibar waqf institution in Malang City. After mapping, it is analysed using the community-based management method. The selection of this method is based on the strategy pattern used by the institution by maximising the community, both managers, markets and partners. We know that until 2024 waqf assets are 2,171,041,349.74 M2 and only 23% are managed. Of the 23%, 71% are mosques, schools and cemeteries, waqf assets have not been able to be managed productively. Therefore, this research seeks to offer a solution to waqf asset management strategies in Malang City. This research is qualitative-descriptive. Data sources were obtained from interviews, and documentation to al-Khaibar waqf institution and BWI Malang City. The research findings show that: the steps of waqf asset development strategy management: 1) finding problems and problem identification; 2) Problem analysis is comprehensive ranging from material content, significance and risk; 3) action planning (class action) with three patterns; programme, risk and risk mitigation; 4) implementation of the term, which consists of short, medium and long term; 5) implementation of programmes at all levels; 6) evaluation is informal and formal. Second, the impacts are: 1) availability of business capital along with business facilities; 2) provision of business goods with qard al-hasan bi al-bay' contract; 3) productive work partners, making all MSMEs as business partners either as distributors, marketing, suppliers or volunteers.
PENGARUH LITERASI DAN KESADARAN TERHADAP PERILAKU MEMBAYAR ZAKAT BAGI JURAGAN NELAYAN JARING TANGKAP BERKANTONG (JTK) Murniasari, Nisa; Rahmawati, Lilik; Syihabuddin, Atok
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 5 No. 1 (2024): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v5i1.7107

Abstract

Fisherman Skippers is the ship owner responsible for all operations. Since the income of the captain fisherman is several times higher than that of the crew, it can be said that the captain fisherman is obligated to pay zakat. The purpose of this study is to partially and simultaneously analyze the effects of literacy and awareness on the behavior of paying zakat to net fishermen by bags of nets (JTK). The method used in this study is a quantitative method using random sampling and questionnaire data collection with a total of 89 respondents. The results of this study indicate that literacy and awareness simultaneously and partially influence the zakat payment behavior of JTK fisherman captains. The resulting R-squared value is 0.242, indicating that the magnitude of the influence of the variables X1, X2, and Y is considered collectively. And the rest are influenced by factors outside this study. It is hoped that Fisherman Captains (JTK) will learn more about fishing zakat regulations and that Amil Zakat institutions around the site will be more active in communityization. Juragan Nelayan adalah seorang pemilik kapal yang bertanggung jawab terhadap seluruh operasional. Pendapatan yang diperoleh juragan nelayan berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan anak buah kapal, maka dapat dikatakan bahwa juragan nelayan wajib zakat.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh literasi dan kesadaran secara parsial dan simultan terhadap perilaku membayar zakat pada juragan nelayan Jaring Tangkap Berkantong (JTK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif menggunakan accidental sampling, dengan jumlah responden sebanyak 89, dan pengumpulan data menggunakan  kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan Literasi dan kesadaran berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap perilaku membayar zakat bagi juragan nelayan JTK. Nilai R square yang diperoleh sebesar 0,242 menunjukkan bahwa besaran pengaruh variabel X1, X2 dan variabel Y secara gabungan. Dan sisanya dipengaruhi oleh faktor dari luar penelitian ini. Diharapkan juragan nelayan (JTK) lebih mencari tahu tentang ketentuan zakat tangkap ikan dan untuk lembaga amil zakat  sekitar lokasi lebih aktif dalam memberikan sosialisasi pada masyarakat diharapkan juga bagi peneliti selanjutnya bisa menambah variabel dan mencari faktor lainnya untuk dapat lebih mengkaji terusan penelitian ini.
IMPLEMENTASI WAKAF PRODUKTIF SENTRA KULINER OLEH NADZIR WAKAF MANDIRI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI UMAT Atok Syihabuddin, Inka Ayu Febriyanti,
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 11 No. 1 (2025): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v11i1.4635

Abstract

ABSTRAK Wakaf diharapkan menjadi salah satu alternatif yang dapat memberikan solusi untuk mengatasi masalah ekonomi. Karena salah satu tujuan wakaf adalah menjadikan harta wakaf produktif, maka diperlukan nadzir yang mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Wakaf Mandiri merupakan salah satu wakaf produktif di Indonesia. Lembaga ini didirikan untuk mengelola wakaf secara profesional dan transparan, serta mengoptimalkan manfaat dari aset wakaf bagi kesejahteraan umat. Pemberdayaan mauquf 'alaih di Lembaga Wakaf Mandiri memiliki fokus utama pada pengembangan sentra kuliner. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi wakaf produktif melalui pengelolaan Sentra Kuliner yang dilakukan oleh nadzir Wakaf Mandiri dan dampaknya dalam meningkatkan ekonomi umat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, Program Wakaf Produktif Sentra Kuliner ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi umat, khususnya di wilayah Sarirogo, Sidoarjo. Sentra Kuliner ini, dengan berbagai tenant yang menyajikan beragam makanan, tidak hanya menjadi tempat untuk menggerakkan ekonomi lokal, selain itu, program ini juga menciptakan lingkungan bisnis yang mendukung, di mana usaha kecil dapat berkembang dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, program ini juga menciptakan dampak sosial positif dengan membuka lapangan kerja dan memberikan kontribusi terhadap kemandirian finansial bagi para penerima manfaat wakaf, yaitu para mauquf 'alaih. Dengan manajemen yang profesional dan pendekatan yang terintegrasi, Wakaf Mandiri melalui Sentra Kuliner Sarirogo berhasil menunjukkan bahwa wakaf produktif dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan ekonomi umat. Kata Kunci: Wakaf Produktif, Ekonomi Umat ABSTRACT Waqf is expected to be an alternative that can provide solutions to overcome economic problems. Because one of the goals of waqf is to make waqf assets productive, it requires a nadzir who is able to carry out his duties with full responsibility. Waqf Mandiri is one of the productive waqf in Indonesia. This institution was established to manage waqf professionally and transparently, and to optimize the benefits of waqf assets for the welfare of the people. Empowerment of mauquf 'alaih at the Waqf Mandiri Institution has a main focus on the development of culinary centers. The purpose of this study is to determine the implementation of productive waqf through the management of the Culinary Center carried out by the nadzir of Waqf Mandiri and its impact on improving the people's economy. This study uses a qualitative research method. Data collection techniques with interviews, observations and documentation. The results of this study, the Productive Waqf Program for Culinary Centers has a significant impact on improving the people's economy, especially in the Sarirogo area, Sidoarjo. This Culinary Center, with various tenants serving a variety of foods, is not only a place to drive the local economy, in addition, this program also creates a supportive business environment, where small businesses can thrive and help improve community welfare. In addition, this program also creates a positive social impact by opening up employment opportunities and contributing to financial independence for the beneficiaries of the waqf, namely the mauquf 'alaih. With professional management and an integrated approach, Wakaf Mandiri through the Sarirogo Culinary Center has succeeded in showing that productive waqf can be an important instrument in improving the people's economy. Keywords: Waqf Productive; Community Economy; Nadzir Wakaf
Social Accounting pada Pengembangan Desa Wisata dan Keuangan Desa dalam Mendukung Green Economy Nurul Lathifah; Atok Syihabuddin
Akuntansi: Jurnal Akuntansi Integratif Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Prodi Akuntansi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jai.v11i2.2186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak akuntansi sosial dalam pengembangan desa wisata dan pengelolaan keuangan desa dalam mendukung green economy. Akuntansi sosial menjadi instrumen penting dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan desa wisata, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Taman Edelweis, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pengelola desa wisata dan pemerintah desa, serta analisis dokumen terkait keuangan desa. Penerapan akuntansi sosial memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor terhadap pengelolaan desa wisata, serta mendukung kebijakan ekonomi hijau melalui praktik keuangan yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Dimensi Tata Kelola Berdasarkan Konsep Zakat Core Principles di Lembaga Amil Zakat Al-Azhar Perwakilan Jawa Timur Febriati, Popy Tria; Fuad, Lian; Syihabuddin, Atok
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v4i1.4618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Zakat Core Principles dalam Dimensi Tata Kelola di Lembaga Amil Zakat Al-Azhar Jawa Timur. Dengan dimensi Tata Kelola Zakat berdasarkan konsep Zakat Core Principles di Lembaga Amil Zakat Al-Azhar Perwakilan Jawa Timur diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme amil, performa, kolektivitas, serta kepercayaan muzakki terhadap Lembaga Amil Zakat Al-Azhar Perwakilan Jawa Timur akan lebih baik lagi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan Evaluation Approache. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung, dokumentasi dengan para informan. Teknik pengolahan data menggunakan teknik triangulasi untuk menegaskan data yang diperoleh sudah sangat relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dimensi Tata Kelola Zakat Pada indikator penerapan hak amil, perekrutan amil, dan pengawasan aktif, LAZ Al Azhar mendapat kategori “Sangat Baik”. Pada indikator pembinaan SDM amil mendapatkan kategori “Baik” dan pada indikator sertifikasi amil, pengelolaan konflik kepentingan dan sertifikat ISO mendapatkan kategori “Tidak Baik”.