Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analysis of Socio-Ecological Values in Elementary School Science and Social Studies Textbooks of the Merdeka Curriculum Unaizahroya, Isvina; Nugroho, Prasetyo Adi; Finali, Zetti
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #1
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1337

Abstract

The integration of Natural Sciences (IPA) and Social Studies (IPS) into a single subject (IPAS) within the Merdeka Curriculum aims to foster a holistic understanding of phenomena. However, the implementation of this integration in textbooks often faces challenges regarding coherence. This study aims to critically analyze the content of socio-ecological values in Grade III IPAS textbooks, specifically examining how the narrative connects human social dynamics with environmental sustainability. Using a qualitative content analysis method with a Socio-Ecological Systems (SES) framework, this study evaluated three key indicators: system interdependence, adaptive capacity, and the integration of diverse knowledge systems. The data source was the official IPAS textbook published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (2022). The findings reveal that material segregation persists; scientific and social topics are predominantly treated in silos. Furthermore, local wisdom is often reduced to aesthetic artifacts rather than presented as conservation strategies, and narratives concerning adaptive capacity against environmental changes are minimal. The study concludes that the current textbooks have not fully succeeded in bridging the human-nature gap, necessitating pedagogical intervention by teachers to cultivate critical environmental citizenship among students.
Eksistensi Budaya Ter-Ater : Implementasi Sumber Belajar Siswa Kelas IV di SDN Pakisan 01 Bondowoso Dyah Ayu Puspitaningrum; Chumi Zahroul Fitriyah; Zetti Finali; Trapsila Siwi Hutami; Nora Sara Damayanti
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi dan Pengabdian
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i1.184

Abstract

Tradisi "ter-ater" ini dapat digunakan sebagai sumber belajar melalui pembelajaran tematik, khususnya tema "Keindahan Kebersamaan" di kelas empat SD Pakisan 01. SD ini terletak di lingkungan budaya yang mempraktikkan "ter-ater," sehingga memungkinkan sumber belajar diambil dari budaya lokal masyarakat itu sendiri. Implementasi ini sangat penting karena mengatasi masalah sumber belajar di SD Pakisan 01, yaitu terbatasnya sumber belajar yang tersedia bagi siswa, yang masih terbatas pada buku teks tematik. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian naratif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Informan adalah masyarakat adat Desa Pakisan. Teknik analisis data dibagi menjadi empat tahap: analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen, dan analisis tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya budaya "ter-ater" disebabkan oleh migrasi masyarakat Madura ke wilayah Pakistan. Budaya "ter-ater" dilakukan setelah perayaan, pesta,  dan hari raya keagamaan (Ashura dan Safaran) berakhir. Hadiah budaya "ter-ater" terdiri dari kombinasi makanan dan kue, yang dibedakan berdasarkan makanan wajib yang ada pada perayaan tersebut. Wadah hadiah budaya "ter-ater" adalah "tenong" (wadah makanan) yang biasanya digunakan untuk "ter-ater" pada Idul Adha dan Idul Fitri. Selain itu, "talam" atau "lengser" juga digunakan untuk "ter-ater" pada perayaan Idul Adha dan Idul Fitri. "Ter-ater" dilakukan oleh individu atau keluarga yang mampu, tetapi bahkan mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi pun tetap berusaha melakukannya karena merasa tidak lengkap tanpa tradisi ini.  Setelah acara tersebut, "ter-ater" diterima oleh kerabat, tetangga dekat, orang-orang yang dihormati (guru, pemimpin agama, tetua), dan anak-anak. Nilai-nilai budaya tradisi Terater meliputi harmoni, kebersamaan, berbagi, rasa syukur, dan sedekah.