Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SOSIALISASI PEREMAJAAN KELAPA SAWIT RAKYAT (PSR) DAN PELATIHAN PENYUSUNAN PROPOSAL PADA KOPERASI PRODUSEN GUNONG MAK TUHA GAMPONGALUE BATA KECAMATAN TADU RAYA KABUPATEN NAGAN RAYA Aswin Nasution; Sufriadi Sufriadi; Sri Handayani; Rusdi Faizin; Bagio Bagio; Anisah Nasution; Liston Siringo Ringo; Ivon Jalil
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun budidaya kelapa sawit menjanjikan pendapatan yang baik bagi petani namun berbagai persoalan tetap menjadi faktor pembatas keberlangsungannya. Persoalan rendahnya produktivitas petani akibat banyaknya tanaman tua, rusak, dan tidak menggunakan benih unggul perlu diselesaikan dengan replanting. Namun petani tidak memiliki kemampuan dana yang cukup untuk melakukan replanting secara baik, dan rendahnya sumberdaya manusia petani dalam menyiapkan persyaratan untuk mendapatkan dana insentif peremajaan perkebunan kelapa sawit yang disiapkan pemerintah melalui BPDPKS. Melalui kegiatan pengabbian penugasan oleh dosen Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan penyusunan proposal Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) pada anggota Koperasi Produsen Gunong Mak Tuha ini diharapkan petani mengetahui keberadaan program PSR, memahami cara menyusun proposal untuk mendapatkan dana hibah PSR, dan peremajaan kelapa sawit petani dapat dilakukan menggunakan dana insentif PSR. Peremajaan kelapa sawit rakyat perlu mendapat dukungan semua pihak, sehingga permasalahan produktivitas kelapa sawit yang rendah dapat diselesaikan.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PRODUK OLAHAN PUDING JAGUNG DESA KUTA BLANG KECAMATAN SAMA DUA KABUPATEN ACEH SELATAN M. Dhuhiral Mulki; Sri Handayani
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.813

Abstract

Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu Kabupaten dari Provinsi Aceh yang memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Mayoritas masyarakat daerah tersebut, memanfaatkan lahannya untuk menanami tanaman pangan guna memenuhi kebutuhan pangan. Jagung merupakan salah satu tanaman yang ditanam oleh sebahagian besar masyarakat di Kab. Aceh Selatan khususnya di Kecamatan Sama Dua Desa Kuta Blang. Biasanya jagung yang diproduksi oleh petani dijual kepada produsen yang menampung untuk dikirim kedaerah lain. Ketersedian jumlah jagung di Desa Kuta Blang saat ini akan lebih baik jika dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diolah menjadi produk bernilai jual. Namun, biasanya petani mengkonsumsi jagung sendiri dengan direbus atau dijadikan sayuran dan sebahagian lainnya menjadikan jagung sebagai pakan ternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi petani Desa Kuta Blang Kabupaten Aceh Selatan terhadap olahan puding jagung melalui 8 aspek kategori persepsi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner lalu kemudian dihitung dan dianalisis. Analisa data penelitian mencakup hasil kuesioner yang disebarkan kepada responden mengenai persepsi petani tentang olahan puding jagung yang dinilai berdasarkan 8 aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 aspek berkategori “baik” dan terdapat pulal 4 aspek berkategori “cukup baik”.
Islamic Epistemology Aswin Nasution; Asy'ari Asy'ari; Sri Handayani; Ridwan Ali
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 12 (2023): Proceedings of International Conference on Social Science (ICONESS)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v12i.825

Abstract

Humans have inquisitive nature and behavior, however differences in the quality and capacity of reason and knowledge have resulted in differences in the analysis of thought in finding the truth as epistemology. Epistemology which only emphasizes the ability of reason and senses, abandoning religion or God's revelation brings havoc to modern humans with a crisis of values and a life that is devoid of meaning. Islamic epistemology teaches God as the source of knowledge and truth while humans are the center, where religion or God's revelation as a source of absolute knowledge and truth can be obtained through (1) Al-Quran; (2) Hadith; (3) five senses; (4) Intellect; and (5) Qalb or heart. The solution to world problems that are so complex requires an Islamic epistemological, because Islam which originates from the revelation of Allah SWT has guaranteed its truth as a true guide to life.
DAMPAK PERUBAHAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI ACEH Safrida, Safrida; Zakiah, Zakiah; Azmi, Rian Roza; Handayani, Sri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1059

Abstract

Sejak tahun 2016 hingga 2022, Nilai Tukar Petani padi di Provinsi Aceh terus berfluktuasi yang cenderung meningkat dan sebagian besar berada di bawah angka 100. Hal ini menunjukkan bahwa petani mengalami kerugian dikarenakan indeks yang harus dibayarkan lebih besar dari indeks yang diterima. Rendahnya tingkat kesejahteraan petani tidak sebanding dengan besarnya kontribusi PDRB sektor pertanian dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai Dampak Perubahan Harga Bahan Bakar Minyak terhadap Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Aceh. Dalam penelitian ini menggunakan variabel harga solar, harga pertalite dan harga pupuk urea bersubsidi. Data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder time series selama kurun waktu 7 tahun yaitu dari tahun 2016 sampai dengan 2022. Hasil penelitian menunjukkan Perkembangan NTP, mengalami peningkatan dengan indeks NTP dibawah angka 100% sehingga dinyatakan bahwa petani padi di Provinsi Aceh dalam periode tersebut belum sejahtera. Sedangkan hasil forecasting analisis trend pada tahun 2023-2030 mengalami peningkatan dengan indeks NTP diatas angka 100%, artinya petani padi di Provinsi Aceh dalam periode tersebut diharapkan akan sejahtera. Berdasarkan hasil analisis regresi linier, secara statistic diperoleh bahwa lag harga solar (X1t-1),variabel harga pertalite (X2t) dan variabel harga pupuk urea bersubsidi (X3t-1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap NTP di Provinsi Aceh. Namun secara ekonomi yang dilihat dari sisi sign (tanda) dan besaran (size) koefisien variabelnya menunjukkan bahwa variable harga solar dan pertalite berpengaruh negative terhadap nilai NTP, sementara harga pupuk urea berpengaruh positif terhadap NTP di Provinsi Aceh.
IDENTIFIKASI PENYEBAB KONVERSI LAHAN UNTUK REVITALISASI PERKEBUNAN KAKAO DI KABUPATEN ACEH SELATAN Yasar, Muhammad; Mustaqimah, Mustaqimah; Agustina, Raida; Nufus, Hayatun; Handayani, Sri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1290

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu komoditas unggulan di Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian melalui ekspor dan industri pengolahan. Namun, produksi kakao mengalami penurunan akibat konversi lahan. Aceh Selatan, sebagai salah satu daerah penghasil kakao di Aceh, juga terdampak oleh konversi lahan serta masalah dalam pengelolaan tanaman kakao. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konversi lahan kakao di Kabupaten Aceh Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, yang memungkinkan penelitian untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena konversi lahan dari segi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Metode kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan petani kakao, pengusaha perkebunan kelapa sawit, dan pihak pemerintah setempat untuk menyusun gambaran tentang faktor-faktor konversi lahan yang bersifat lokal dan subjektif. Sementara itu, metode kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada petani kakao di Aceh Selatan untuk mengukur pengaruh berbagai faktor dalam keputusan konversi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan produksi kakao disebabkan oleh konversi lahan untuk sektor pertanian lain sebesar 83,5 % dan sisanya 16,5 % penggunaan lahan untuk keperluan non-pertanian. Penyebab utama konversi lahan dari sektor pertanian adalah ekspansi perkebunan kelapa sawit yang mencapai 73,3 %, sementara konversi non-pertanian lebih disebabkan oleh kebutuhan untuk pengembangan perumahan sebesar 55,7 %. Tingginya serangan hama dan penyakit menjadi faktor utama yang mendorong petani untuk mengkonversi lahan kakao mereka yaitu 44,3 %. Faktor yang dibutuhkan untuk pengembangan kakao adalah adanya jaminan harga/pasar yang menguntungkan (54,0 %) dan akses permodalan (24,4 %) untuk mendukung pembiayaan usaha petani. Kendala utama yang harus diatasi adalah penyediaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan iklim, hama, penyakit, serta memiliki produktivitas yang tinggi. Penelitian ini diharapkan memberikan pandangan yang berguna bagi pemerintah daerah dan petani dalam merumuskan kebijakan yang dapat mendukung revitalisasi dan pengelolaan kakao yang berkelanjutan.
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN MELALUI PENGOLAHAN IKAN ASIN DI GAMPONG ALUE AMBANG KECAMATAN TEUNOM KABUPATEN ACEH JAYA Handayani, Sri; Nasution, Aswin; Prayeta, Debby Olivia
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4704

Abstract

The community empowerment strategy is a way to realize community capabilities and independence, especially from poverty and helplessness. The target group is 80 fishermen in Gampong Alue Ambang, Teunom District, Aceh Jaya Regency. This activity will be carried out from August to December 2022. The empowerment strategy carried out is through human resource development and productive business development. The research results show that knowledge and skills in developing human resources in Gampong Alue Ambang must continue to be carried out to form quality human resources based on knowledge and skills with all the potential that exists in them. Productive business development strategies can be implemented with 1). accessibility to fishing facilitie; 2). accessibility of the level of capital facilities; 3). accessibility to information sources; 4). business relations between fishermen and companies as well as market aspects. Another productive activity that can be carried out by fishermen is processing fish catches into salted fish.
TUMBUH BERSAMA: MEMBANGKITKAN SEMANGAT ENTREPRENEURSHIP MAHASISWA PERANTAU IMSU DI KABUPATEN ACEH BARAT Nasution, Aswin; Handayani, Sri; Nasution, Anisah; Baihaqi, Akhmad; Agustiar, Agustiar; Latif, Abdul; Syauqi, Teuku M
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30223

Abstract

Hampir semua kalangan sependapat bahwa kewirausahaan memiliki peran istimewa dalam pertumbuhan perekonomian dan menekan pengangguran, sehingga konsep kewirausahan perlu dikenalkan lebih dalam bagi generasi muda khususnya mahasiswa. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan kewirausahaan terhadap mahasiswa Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (IMSU) ini dilakukan agar mereka tidak hanya fokus sebagai pencari pekerja pasca lulus perkuliahan, namun mampu kerja sendiri dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Pelatihan kewirausahaan yang dilakukan telah memberikan pemahaman yang lebih dalam apa itu kewirausahaan, bagaimana memulai, melaksanakan, mensiasati ketidakgagalan, dan arti pentingnya kewirausahaan. Hal ini menjadi lebih penting agar mereka dapat menyelesaikan masalahnya sendiri, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi terhadap lingkungan sosial masyarakat, dan perekonomian nasional. Hasil pelatihan kewirausahaan yang dilakukan menunjukkan ada peningkatan pemahaman dan keinginan mahasiswa terhadap dunia wirausaha. Namun hendaknya pelatihan ini perlu dilakukan terhadap seluruh anggota IMSU, dan berlanjut pada pelatihan terhadap objek usaha.
Quantitative Descriptive Study on the Contribution of Oil Palm Farming Income to Farmers’ Household Expenditures Handayani, Sri; Nasution, Aswin; Ramayana; Sufriadi; Atikah, Qhistina; Bagio; Yusmaniar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November: In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.13265

Abstract

Indonesia is the world’s largest producer of palm oil, a strategic commodity that significantly underpins the national economy and serves as the main source of income for millions of smallholder farmers. While oil palm cultivation is often associated with high and relatively stable financial returns, providing a vital pathway out of poverty, the actual financial dependence of farming households on this single source of income remains a critical subject of inquiry. This study aims to analyze the, contribution of oil palm farming to fulfilling household needs of farmers in Pante Ceureumen Sub-district, West Aceh Regency. The research employed a purposive sampling method with 100 oil palm farmer respondents. Data were analyzed by calculating the ratio between farming income and total household expenditures. The results indicated that the average income from oil palm farming was IDR 74.003.15 per year, while the average household expenditure was IDR 52.269.00 per year. The contribution of oil palm farming to farmers' household expenditures reached 142 %, signifying that the income derived from oil palms not only covered all household necessities but also yielded a surplus of 42%. This finding demonstrates that oil palm farming plays a vital role in enhancing the welfare of farmer households in the study area.