Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA JENIS SUMBER AIR MINUM DAN KUALITAS FISIK AIR BERSIH TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN KOTALAMA KECAMATAN KEDUNGKANDANG Rara Saraswati; Supriyadi Supriyadi; Anindya Hapsari
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat yang ditandai dengan frekuensi yang lebih dan perubahan tinja menjadi lebih lembek dan cair. Setiap tahun terdapat 2 milyar kasus diare di dunia. Balita sangat rentan dengan penyakit diare. Penyebabnya ialah kurang sterilnya ekosistem seperti mata air dan kualitas fisik air bersih. Penelitian ini dilakukan di Kotalama Kedungkandang dikarenakan terdapat sebanyak 13,93% yang menderita diare. Penelitian ini mengambil variabel jenis sumber air dan kualitas fisik air bersih dikarenakan air adalah faktor utama penyebab diare pada balita.  Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis sumber air terhadap diare balita dan hubungan kualitas fisik air bersih terhadap diare balita.Metode : Rancangan penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Proses mengumpulkan data dengan cara wawancara dan pengamatan. Analisis data dilakukan dengan penghitungan Chi-square dan koefisien kontingensi melalui SPSS.Hasil : Hasil laboratorium menunjukkan bahwa 14 sampel air tidak memenuhi syarat dan 8 sampel air memenuhi syarat. Hasil penelitian menurut analisis statistik menunjukkan bahwa jenis sumber air tidak ada hubungan dengan diare balita karena didapatkan nilai p-value = 0,907 dimana apabila nilai p-value 0,05 maka tidak ada hubungan sedangkan kualitas fisik air bersih ada hubungan dengan diare balita karena didapatkan nilai p-value = 0,000 dimana apabila nilai p-value 0,05 maka ada hubungan.Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kotalama Kedungkandang menunjukkan tidak ada hubungan jenis sumber air dengan diare balita sedangkan kualitas fisik air bersih ada hubungan dengan diare balita.
Sosialisasi Depresi Post Partum dan Cara Deteksi Dininya pada Kader Kesehatan di Mojokerto Anindya Hapsari; Dian Mawarni; Tika Dwi Tama; Andini Melati Sukma
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi yang terjadi selama kehamilan dapat membuat ibu mengalami depresi post partum atau baby blues syndrome. Ibu yang mengalami depresi post partum, jika tidak segera tertangani, akan kesulitan mengurus bayinya sehingga meningkatkan risiko morbiditas pada ibu dan anak. Akan tetapi, program sosialisasi dan deteksi dini depresi post partum bukan merupakan program yang rutin dilakukan sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan kader kesehatan sebagai tombak terdepan pendeteksi masalah depresi post partum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Puskesmas Pembantu Modongan Mojokerto tentang depresi post partum dan deteksi dininya. Edukasi secara luring dengan metode ceramah melibatkan 60 kader kesehatan. Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pretest dan posttest. Hasil kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan rerata sebelum dan setelah diberi penyuluhan sebesar 49,33 dibandingkan 79,00. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value 0,05, menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kesimpulan kegiatan ini adalah pemberian edukasi melalui penyuluhan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai depresi post partum dan deteksi dininya. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para kader kesehatan mampu mengedukasi masyarakat sekitarnya serta mampu mengenali depresi post partum sehingga terdeteksi dini dan segera tertangani.
Edukasi tentang Polycystic Ovarian Syndrome Pada Remaja Putri di Mojokerto Anindya Hapsari; Tika Dwi Tama; Andini Melati Sukma
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polycystic Ovarian Syndrome merupakan gangguan hormonal karena disrupsi ovarium, yang menyerang 5-10% perempuan pada usia reproduksi dan dapat menimbulkan komplikasi sistemik antara lain Diabetes Mellitus. Penyakit ini memiliki gejala awal yang tidak spesifik, seperti: ketidakteraturan siklus menstruasi dan jerawat sehingga sering diabaikan oleh remaja putri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri di MA Salafiyah Safinatun Najjah Kabupaten Mojokerto tentang Polycystic Ovarian Syndrome dan bagaimana upaya skriningnya. Edukasi secara luring dengan metode ceramah melibatkan 60 siswi dari kelas X, XI, dan XII. Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pretest dan posttest. Hasil kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata sebelum diberi penyuluhan sebesar 47,2 dan setelah diberikan penyuluhan sebesar 82,00. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value 0,05 menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kesimpulan kegiatan ini adalah pemberian edukasi melalui penyuluhan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai Polycystic Ovarian Syndrome dan upaya skriningnya. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para remaja putri mampu mengenali tanda dan gejala Polycystic Ovarian Syndrome sehingga dapat segera memeriksakan diri dan tertangani. Kata kunci— Polycystic Ovarian Syndrome, pengabdian masyarakat, edukasi
Sosialiasi Demensia, Depresi, Dan Penyakit Kronis Beserta Cara Pencegahan Dan Deteksi Dininya Pada Kader Kesehatan Di Malang Hapsari, Anindya; Dwi Tama, Tika; Mawarni, Dian
COVIT (Community Service of Tambusai) Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v4i2.31985

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup dewasa ini berimbas pula pada kenaikan jumlah lanjut usia di Indonesia. Pada saat memasuki tahapan lansia, seseorang akan mengalami proses degeneratif yang terjadi pada semua sistem organ di tubuhnya, yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan terhadap penyakit degeneratif ini sangat penting dilakukan. Akan tetapi, belum semua Posyandu Lansia melaksanakan kegiatan skrining secara optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan edukasi mengenai demensia, depresi, dan penyakit kronis pada lansia pada kader lansia yang merupakan sumber informasi pertama mengenai status kesehatan masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memperoleh respon yang baik dari sasaran dan menghasilkan dampak positif pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para kader lansia dapat secara rutin dan proaktif mengadakan kegiatan skrining demensia, depresi, dan penyakit kronis bagi warganya.
Sosialiasi “Saksanzi” (Sadar Aktivitas Fisik, Sanitasi, Dan Gizi) Untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Pada Golden Periode Age Guna Mencegah Stunting Hapsari, Anindya; Dwi Tama, Tika; Mawarni, Dian; Amelia, Dessy
COVIT (Community Service of Tambusai) Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v4i2.33179

Abstract

Salah satu ciri khas anak yang membedakannya dengan orang dewasa adalah terjadinya proses tumbuh kembang yang dimulai sejak masa konsepsi dan optimal pada golden periode age, yaitu saat anak berusia 0-5 tahun. Salah satu gangguan pertumbuhan yang dapat terjadi pada anak adalah stunting, yang dapat disebabkan antara lain oleh: asupan gizi, kurangnya stimulasi anak dengan aktivitas fisik, serta sanitasi lingkungan yang kurang baik. Akan tetapi, belum semua kader kesehatan memiliki pengetahuan terkait pencegahan stunting ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka kader kesehatan perlu dioptimalkan fungsinya dan dibekali dengan berbagai edukasi melalui program “SAKSANZI (Sadar Aktivitas Fisik, Sanitasi, dan Gizi)” sebagai upaya optimalisasi tumbuh kembang anak. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memperoleh respon yang baik dari sasaran dan menghasilkan dampak positif pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para kader kesehatan dapat secara rutin dan proaktif melakukan sosialisasi pencegahan stunting melalui aktivitas fisik, sanitasi, dan gizi bagi warganya.
Community Participation of the “Kampung KB” Program: Study in Malang City Year 2020 Ekawati, Rany; Deniati, Ema Novita; Hapsari, Anindya; Mutakifah, Lu'luim; Annisaa, Annisaa; Ariyanti, Lilik
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v9i12024p102-111

Abstract

Indonesia has a significant population problem. The national population grows by a staggering 4.5 million people annually, and Malang is one example of a city experiencing this rapid growth. The government is implementing a program called "Kampung KB" to address this issue. The purpose of this research is to provide an overview of the participation of the people of “Kampung KB” Malang City. This study uses qualitative research with in-depth interviews, then analyzed using data triangulation. This research was conducted from September to December 2020. The research location was six “Kampung KB” in Malang City. The result of this research is that the implementation of “Kampung KB” in Malang City is carried out at the village level. In the “Kampung KB” there are fields, namely education, culture, social, economy, religion, environment, reproduction, protection, and love. Routine activities include service work, “Tri Bina”, long-term contraceptive methods, counseling, training and mentoring. Participation and enthusiasm of the community, which is quite good, is one of the benchmarks in developing these activities. But there is still less support from the government, especially regarding the budget for organizing “Kampung KB” activities, facilities and infrastructure such as places to hold activities in the “Kampung KB”.
Determinant of Successful Tuberculosis Treatment in Puskesmas Singosari in 2020-2022 Diah Ayu Kamila; Hartati Eko Wardani; Tika Dwi Tama; Anindya Hapsari; Rara Warih Gayatri
Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2023): Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (December)
Publisher : Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/kesdok.V5i1.5972

Abstract

Abstract—Indonesia is one of the countries that contribute the most mortality of TB in the world. The tuberculosis treatment success rate in Indonesia is 86% meanwhile is still far from the target coverage of the TB treatment success rate (90%). This study conducted to determine the determinant factors of successful TB treatment in Puskesmas Singosari. A cross-sectional design study was constructed for this study and used SITB and form TB as a research instrument. The population of this study were all drug-susceptible TB patients who had completed treatment at the Puskesmas Singosari in 2020, 2021, and QI-QII in 2022. The sample of this study was 71 people from 99 total population. The dependent variable is the success of drug-susceptible TB treatment. Independent variables are sex, age, weight, regular use of anti-tuberculosis drugs, and comorbidities. The data processing and analysis are being conducted using SPSS software. Chi-square analysis showed that the variable weight changes have a significant assosiation to successful tuberculosis treatment (p = 0,014; OR = 9,818). Puskesmas Singosari's TB Team can collaborate with the nutritionist team to optimize TB treatment by monitoring nutritional status and weight gain of drug-susceptible TB patients. Keywords: tuberculosis, drug-susceptible, successful treatment, determinant Abstrak—Indonesia termasuk salah satu negara penyumbang sebagian besar kasus kematian TB secara global. Persentase keberhasilan pengobatan TB di Indonesia ialah 86%, dimana masih jauh dari target cakupan keberhasilan pengobatan TB (90%). Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan TB Sensitif Obat di Puskesmas Singosari. Desain studi cross sectional digunakan dengan data sekunder bersumber dari SITB dan arsip formulir TB. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien TB-SO yang telah menyelesaikan pengobatan di Puskesmas Singosari pada tahun 2020, 2021, dan TW I-II tahun 2022. Sampel penelitian berjumlah 71 orang dari total populasi 99 orang. Variabel terikat dari penelitian ini yaitu keberhasilan pengobatan TB-SO. Variabel bebas yang diteliti yaitu jenis kelamin, usia, BB awal pengobatan, perubahan BB selama pengobatan, keteraturan minum OAT, dan komorbid. Hasil analisis membuktikan bahwa variabel perubahan berat badan berhubungan secara signifikan dengan keberhasilan pengobatan TB (p = 0,014; OR = 9,818). Rata-rata kenaikan berat badan pada pasien yang berhasil menjalani pengobatan TB adalah sebesar 2,19 kg. Tim P2TB Puskesmas Singosari dapat bekerjasama dengan program gizi masyarakat dalam optimalisasi pengobatan pasien TB melalui pemantauan status gizi dan kenaikan BB Pasien. Kata kunci: tuberkulosis, sensitif obat, keberhasilan pengobatan, determinan
Cerita bergambar “pakai masker yuk” sebagai edukasi anak usia dini di Kecamatan Blimbing Kota Malang Rany Ekawati; Ema Novita Deniati; Anindya Hapsari; Fina Adibatul Hasanah Harra; Nisa Assifa Hakiki
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v1i22021p89-98

Abstract

Covid-19 masih menjadi pandemi di seluruh dunia. Kasus covid-19 di Kecamatan Blimbing Kota Malang menunjukkan jumlah kasus tertinggi. Salah satu pencegahan penularan covid-19 dengan melaksanakan protokol Kesehatan, salah satunya yaitu penggunaan masker. Covid-19 bisa menjangkit semua kelompok umur, termasuk anak usia dini. Anak usia dini menjadi rawan karena enggan menggunakan masker. Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi anak PAUD dan TK di Kecamatan Blimbing Kota Malang menggunakan masker. Edukasi penggunaan masker menggunakan cerita bergambar dan video story telling yang berjudul “Pakai Masker Yuk”. Kegiatan ini dilakukan di PAUD dan TK yang berada di Kecamatan Blimbing Kota Malang sebanyak 31 sekolah. Pembagian cerita bergambar dan video story telling kepada anak didik dilakukan melalui guru kelas secara online. Cerita bergambar “Pakai Masker Yuk” terdiri dari 6 halaman dan video story telling berdurasi 1 menit 59 detik. Setelah mendapatkan cergam dan video story telling, guru dan anak didik memberikan feedback yang dibagikan melalui google form. Cergam dan video story telling mendapatkan tanggapan positif (54,8%), tanggapan cukup (38,7%), dan tanggapan kurang (6,5%) dari guru dan anak didik. Sebagian besar guru dan anak didik memberikan respon yang positif untuk cergam dan video story telling.
Gambaran tingkat pengetahuan peserta pelatihan pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak Rara Warih Gayatri; Rany Ekawati; Anindya Hapsari
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v1i22021p133-146

Abstract

Alumni sarjana kesehatan masyarakat tidak semua kompeten dalam melayani kesehatan ibu dan anak sebab pada masa mahasiswa tidak semua wajib menempuh materi tersebut. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan alumni prodi ilmu kesehatan masyarakat FIK UM tentang pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilakukan secara online setiap bulan sekali mulai Bulan April-September 2021. Peserta sejumlah 27. Variabel yang diukur adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan tentang pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak. Analisis menggunakan deskriptif sederhana yaitu persentase. Hasil pengabdian kepada masyarakat diperoleh bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan alumni sarjana kesehatan masayarakat tentang pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak.
Gambaran pengetahuan peserta webinar manajemen penyakit tidak menular pada masa Covid-19 Rara Warih Gayatri; Hartati Eko Wardani; Anindya Hapsari
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v2i22022p96-104

Abstract

Peran epidemiolog di masa covid-19 menjadi krusial sebab tidak hanya dituntut untuk membantu penanganan covid-19, namun juga harus tetap melayani permasalahan PTM. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan alumni prodi ilmu kesehatan masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) tentang manajemen PTM pada masa covid-19. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah webinar online yang dilaksanakan dalam beberapa sesi menggunakan Zoom video conferencing platform. Jumlah peserta yang terlibat yaitu 24 alumni S1 IKM FIK UM. Penilaian tingkat pengetahuan tentang manajemen PTM dilakukan dengan pretest-posttest. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil pengabdian ini ditemukan adanya peningkatan skor terendah pada pretest peserta dari yang semula 25 menjadi 37,5. Kesimpulan pengetahuan peserta webinar after sales mengalami peningkatan setelah diberikan penyuluhan tentang manajemen penyakit tidak menular pada masa covid-19. Terjadi penurunan persentase peserta pada kategori pengetahuan kurang dan sedang, diiringi dengan peningkatan persentase peserta secara signifikan pada kategori baik dari 18 pada pretest menjadi 39 pada posttest.