Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Bersinergi Menurunkan Angka Stunting Kabupaten Banyumas Melalui Pendampingan Keluarga Santosa, Qodri; Hapsari, Ariadne Tiara; Oliviany, Windy; Agustina, Nenden Nursyamsi; Muntafiah, Alfi; Windiya, Fajar; Syamsiedi, Naluri Widyaningsih; Susilarto, Aris Dwi
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2023.1.1.9382

Abstract

Keluarga sebagai lingkungan utama tumbuh kembang anak, memiliki peran sentral dalam memberikan dukungan dan perawatan optimal bagi anak. Dalam pelaksanaannya, keluarga seringkali menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang berpotensi mempengaruhi status gizi dan kesehatannya sehingga terjadi stunting. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pendampingan kepada keluarga stunting. Melalui pendampingan langsung, tim pengabdi dapat lebih mendalam memahami tantangan dan kebutuhan keluarga. Metode kegiatan dilakukan dengan pendekatan holistik dan berbasis partisipatif, yang melibatkan interaksi langsung dengan sejumlah 187 keluarga stunting di wilayah Puskesmas Purwokerto Timur I, II dan kembaran I. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan perubahan positif dan berkelanjutan dalam mengatasi stunting Kegiatan meliputi kunjungan rumah, pemeriksaan fisik, Tes Deteksi Dini (TDD), Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), dan pemeriksaan Denver II. Kegiatan diakhiri dengan pemberian rekomendasi untuk mengarahkan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Melalui kegiatan ini, keluarga diharapkan mendapatkan dukungan yang efektif dalam meningkatkan status gizi dan perkembangan anaknya.
Edukasi Pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping-ASI) yang Tepat Untuk Mencegah Malnutrisi Pada Balita di Desa Linggasari Fadlilah, Synta Haqqul; Muntafiah, Alfi; Inayati, Nor Sri; Hapsari, Ariadne Tiara; Fatchurrohmah, Wiwiek
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.10147

Abstract

Malnutrisi adalah kekurangan atau kelebihan asupan, ketidakseimbangan maupun gangguan pemanfaatan nutrien atau zat gizi. Beban ganda malnutrisi terdiri atas gizi kurang maupun gizi lebih. Berdasarkan laporan data dari Puskesmas kembaran I tahun 2023, jumlah anak malnutrisi di desa Linggasari yang merupakan Desa Binaan FK UNSOED masih cukup tinggi. Jumlah balita gizi kurang (stunting) sebanyak 28 anak, 25 anak berperawakan pendek dan 3 anak berperawakan sangat pendek. Sementara gizi lebih berjumlah 12 anak, 8 anak overweight dan 4 anak obesitas. Salah satu upaya untuk mencegah malnutrisi pada balita adalah dengan cara menyiapkan MPASI dengan tepat dan gizi seimbang. Bentuk utama kegiatan ini adalah edukasi/ penyuluhan dengan metode ceramah. Khalayak sasaran yaitu para kader posyandu. Hasil evaluasi menunjukkan nilai post-test (78,61) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pre-test (65,28) atau terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 13,33%. Hasil analisis uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi (p= 0,000). Para kader posyandu sebagai perantara pelayanan kesehatan di desa diharapkan dapat mentransfer ilmu yang telah diperoleh kepada ibu-ibu balita.
Stunting severity and developmental outcomes in early childhood in Central Java, Indonesia Santosa, Qodri; Hapsari, Ariadne Tiara; Agustina, Nenden Nursyamsi; Oliviany, Windy; Roestijawati, Nendyah; Muntafiah, Alfi
Paediatrica Indonesiana Vol. 65 No. 6 (2025): November 2025
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background Stunting in early childhood remains a critical global health issue, particularly in low- and middle-income countries such as Indonesia. Defined by height-for-age below -2 standard deviations from the WHO growth standards, stunting indicates chronic malnutrition and is linked to impaired developmental outcomes, including cognitive and motor delays. Objective  To elucidate the specific areas of development most affected by stunting and to identify potential sociodemographic and health-related factors that may contribute to the observed developmental disparities among these children. Methods A cross-sectional comparative study was conducted in Central Java, Indonesia, involving 144 stunted children. Stunting severity was categorized as stunted or severely stunted. Standardized anthropometric measurements and developmental assessments using the Denver II tool were performed, focusing on four domains: personal-social interaction, fine motor skills, language acquisition, and gross motor skills. Data were analyzed using the Mann-Whitney and Chi-square tests with a significance level of P < 0.05. Results Children in the severely stunted group exhibited a significantly higher prevalence of fine motor delays compared to the stunted group (17.0% vs. 4.1%, respectively; P=0.013). No significant differences were observed in other developmental areas. Sociodemographic and health factors were comparable across both groups. Conclusion  Severe stunting is significantly associated with delayed fine motor development. Furthermore, as sociodemographic and health factors are comparable across groups, these findings underscore the urgency of implementing targeted nutritional interventions and routine developmental monitoring to mitigate the adverse effects of stunting on early childhood growth and development.
Ileal Atresia in a Preterm Neonate Complicated by Necrotizing Enterocolitis: A Case Report Hapsari, Ariadne Tiara; Nugroho, Andika Eka; Yulyanti, Desi
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.19475

Abstract

Background: Ileal atresia is a congenital intestinal obstruction that frequently affects premature neonates and is associated with high morbidity, particularly when complicated by necrotizing enterocolitis (NEC) and sepsis. Optimal outcomes depend not only on surgical intervention but also on comprehensive perioperative management by a multidisciplinary team, particularly neonatologists. Case Presentation: We report a male preterm neonate born at 32 weeks and 5 days of gestation with progressive abdominal distension, bilious gastric residue, and failure to pass meconium. Initial respiratory distress improved with non-invasive ventilation. However, gastrointestinal deterioration occurred on day four of life, with radiographic findings consistent with NEC stage III and pneumoperitoneum. Emergency laparotomy revealed ileal atresia, and staged surgical management was performed. Discussion: The pediatric or neonatal team played a crucial role in preoperative stabilization, including respiratory support, fluid and electrolyte correction, broad-spectrum antibiotics, and nutritional optimization. Postoperatively, close monitoring of respiratory status, infection control, gradual advancement of enteral nutrition, and growth assessment enabled recovery without major complications. Full oral feeding was achieved, and the patient was discharged in stable condition on day 27 of life. Conclusion: This case highlights the pivotal role of pediatricians or neonatologists in perioperative management of ileal atresia in premature neonates, emphasizing that meticulous supportive care significantly contributes to favorable surgical outcomes.