Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Factors Associated with Physical Activity among Study Participants at Buho-Buho Primary Health Center, Pulau Morotai Regency Abas, Fahrudin M; Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Kesehatan: Volume 15, Issue 01, April 2026
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63323/jkes.v15i01.257

Abstract

Introduction: Physical activity plays an important role in maintaining health and preventing non-communicable diseases. However, levels of physical activity are influenced by various demographic and lifestyle factors, particularly in primary healthcare settings. Objective: This study aimed to analyze factors associated with physical activity among study participants at Buho-Buho Primary Health Center, Pulau Morotai Regency Method: This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 69 participants were included using a total sampling technique. Physical activity was categorized as active and physically inactive. Independent variables included demographic characteristics (gender, age group, marital status, educational level, and employment status) and lifestyle factors (smoking habits). Data were analyzed using SPSS version 26. Descriptive analysis was presented as frequencies and percentages, while bivariate analysis was conducted using the Chi-square test or Fisher’s exact test, with a significance level of p < 0.05. Results: The results showed that gender (p = 0.013), age group (p < 0.001), employment status (p = 0.020), and smoking habits (p = 0.006) were significantly associated with physical activity. Marital status and educational level were not significantly associated with physical activity. Conclusion: Physical activity was significantly associated with gender, age group, employment status, and smoking habits among study participants. These findings highlight the importance of considering demographic and lifestyle factors in promoting physical activity at the primary healthcare level.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Tilamuta Kabupaten Boalemo Gorontalo Izzatul Azka Dunggio; Heny Nurmayunita
USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional Vol. 4 No. 2 (2026): USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/usd.v4i2.2453

Abstract

Tuberculosis (TB) is a contagious disease that remains a major public health problem, especially in developing countries such as Indonesia. One of the important efforts in controlling TB is through preventive behavior to reduce transmission. Family support is considered to play a role in influencing such behavior. This study aimed to determine the relationship between family support and TB transmission prevention behavior at Tilamuta Public Health Center, Boalemo Regency, Gorontalo. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 30 respondents selected using total sampling technique. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had moderate family support (63.3%) and poor prevention behavior (86.7%). The Chi-Square test result showed a p-value of 0.465 (p > 0.05), indicating that there was no significant relationship between family support and TB transmission prevention behavior. In conclusion, there is no significant relationship between family support and TB prevention behavior. Therefore, other interventions such as health education are needed to improve preventive behavior among patients.
Hubungan Psychological Capital Dengan Coping Stres Pada Mahasiswa Yang Bekerja Di ITSK RS Dr. Soepraoen Malang Wandha Asri Rahmawati; Heny Nurmayunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.999

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa yang bekerja menghadapi tuntutan akademik dan pekerjaan secara bersamaan yang berpotensi meningkatkan stres sehingga diperlukan kemampuan coping yang baik. Salah satu faktor psikologis yang diduga berhubungan dengan coping stres adalah psychological capital yang terdiri dari self-efficacy, hope, optimism, dan resilience. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan coping stres pada mahasiswa yang bekerja di ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 60 mahasiswa yang bekerja dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Psychological capital Questionnaire (PCQ-24) dan Brief COPE Inventory. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05 karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Sebagian besar responden memiliki psychological capital kategori sedang (51,7%) dan coping stres kategori sedang (55,0%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dengan coping stres (r = 0,627; p = 0,000). Kesimpulan: Semakin tinggi psychological capital yang dimiliki mahasiswa, semakin adaptif coping stres yang digunakan dalam menghadapi tuntutan akademik dan pekerjaan. Psychological capital memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengelola stres selama menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja.
Hubungan Usia dengan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus di Ruang Rawat Inap RSD Kota Tidore Kepulauan Muhammad Kadir; Heny Nurmayunita
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1426

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Usia merupakan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan diduga berhubungan dengan perubahan metabolisme glukosa pada penderita DM. Individu berusia di atas 45 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan toleransi glukosa, dan risiko ini meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia Tujuan: Mengetahui hubungan usia dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap RSD Kota Tidore Kepulauan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian menggunakan data sekunder yang bersumber dari rekam medis elektronik (RME) pasien Diabetes Melitus periode Februari–April 2026. Sampel penelitian berjumlah 45 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Rata-rata usia pasien adalah 57,56±8,90 tahun dan rata-rata kadar gula darah sewaktu sebesar 185,24±50,78 mg/dL. Hasil uji Korelasi Pearson menunjukkan nilai r=0,122 dan p=0,424, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar gula darah sewaktu. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap RSD Kota Tidore Kepulauan.