Claim Missing Document
Check
Articles

Diameter Growth of Straw Mushroom (Volvariella Volvacea (Bull.) Fries) in Combination of Straw and Spent Coffee Grounds Irfa Masyura; Samingan Samingan; Wiwit Artika; Devi Syafrianti; Wardiah Wardiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Substrate of straw mushroom in general are straw. Spent coffee grounds are one of the wastes that can be used as an alternative substrate for straw mushrooms. The purpose of the research are to know the diameter growth effect of straw mushrooms on spent coffee grounds substrate, as well as to know the optimal comparison of substrate combinastions for diameter growth of staw mushrooms. This research is experimental with a quantitative approach. The design used was a Nonfactorial Completely Randomized Design consisting of 5 treatments and 5 replications. The treatments were 100% straw (P0) as positive control, 75% straw and 25% spent coffee grounds (P1), 50% straw and 50% spent coffee grounds (P2), 25% straw and 75% spent coffee grounds (P3), and 100% spent coffee grounds (P4). Data were analyzed by Analysis of Variants (ANAVA) and conducted further tests by Tukey’s honestly significance difference (HSD). The results of this research indicate the substrate combination of straw and spent coffee grounds effects the diameter growth of straw mushrooms. The optimal substrate combination of straw mushrooms are P1 treatment with a combination of 75% straw and 25% spent coffee grounds.Keywords: straw mushroom, straw, spent coffee grounds, growth, diameter.Media jamur merang pada umumnya adalah jerami. Ampas kopi merupakan salah satu limbah yang dapat dijadikan alternatif media tanam jamur merang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan diameter jamur merang pada media tanam ampas kopi, serta untuk mengetahui perbandingan kombinasi media tanam yang optimal bagi pertumbuhan diameter jamur merang. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Nonfaktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah 100% jerami (P0) sebagai kontrol positif, 75% jerami dan 25% ampas kopi (P1), 50% jerami dan 50% ampas kopi (P2), 25% jerami dan 75% ampas kopi (P3), serta 100% ampas kopi (P4). Data dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dan dilakukan uji lanjut berupa Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan kombinasi media tanam jerami dan ampas kopi berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter jamur merang. Kombinasi media tanam jamur merang yang optimal adalah perlakuan P1 dengan kombinasi 75% jerami dan 25% ampas kopi.Kata-kata kunci: Jamur Merang, Jerami, Ampas Kopi, Pertumbuhan, Diameter.
Ethno-Ornithology Study and Identification of Community Local Wisdom in Conservation of Birds and their Habitat in Peudada District, Bireuen Regency Nurul Syafina; Abdullah Abdullah; Mimie Saputri; Safrida Safrida; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTEthno-ornithology was the study of various aspects of the use of birds from the perspective of knowledge and culture of society. This research was conducted from March 2020 to August 2020. The purpose of this study was to determine the various uses of bird species by the community in Peudada District, Bireuen Regency in terms of moral values. The method used is the semistructural interview method, with triangulation techniques, namely triangulation of methods and triangulation of data sources. This research was conducted in Peudada District with 15 villages consisting of 75 respondents. In each village 5 respondents consisted of 2 traditional leaders and 3 local people who knew information about birds that were often used by the community. The data were analyzed qualitatively and descriptively based on literature study. The results obtained 32 bird species with 18 uses by the Peudada District, Bireuen Regency. Utilization of bird species that have local wisdom for the people of Peudada Subdistrict are free-range chickens (Gallus sp.), serati ducks (Chairina moschata), forest lathes (Centropus rectunguis), buffalo starlings (Acridotheres javanicus), eagles (Aquila sp.), and manyar (Ploceus manyar). Keywords: Etno-ornitologi, Bird, Peudada District.ABSTRAKEtno-ornitologi adalah studi tentang berbagai pemanfaatan aspek burung dari sudut pandang pengetahuan dan budaya masyarakat. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak Maret 2020 sampai Agustus 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai pemanfaatan jenis burung oleh masyarakat di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen ditinjau dari nilai moral. Metode yang digunakan adalah metode wawancara semistruktural, dengan teknik triangulasi yaitu triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Peudada dengan 15 desa yang terdiri dari 75 responden. Pada masing-masing desa ditetapkan 5 responden yang terdiri dari 2 orang tokoh adat dan 3 orang masyarakat setempat yang mengetahui informasi tentang burung yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat. Data dianalisis secara kualitatif dan deskriptif berdasarkan studi pustaka. Hasil penelitian diperoleh 32 spesies burung dengan 18 pemanfaatan oleh masyarakat Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Pemanfaatan jenis burung yang memiliki kearifan lokal bagi masyarakat Kecamatan Peudada adalah ayam kampung (Gallus sp.), itik serati (Chairina moschata), bubut hutan (Centropus rectunguis), jalak kerbau (Acridotheres javanicus), elang (Aquila sp.), dan manyar (Ploceus manyar). Kata Kunci: Etno-ornitologi, Burung, Kecamatan Peudada. 
Identification and diversity of birds in gayo lues district pining forest in leuser ecosystem area Zurfika Ramayanti; Khairil Khairil; Abdullah Abdullah; Devi Syafrianti; Ismul Huda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pining Forest Pining District is one of the Leuser ecosystem areas. High population activities such as illegal logging, forest conversion, and hunting of wild animals, and land clearing by burning forests in the Pining forest area Pining District will impact on bird diversity. Observing data was carried out in August 2019. The purpose of this study  was to determine the level of bird diversity in the Pining forest area of Gayo Lues Regency. The method used in this study is the direct observation method combined with line transect. The results of research conducted in the Pining Forest found 30 species of birds consisting of 21 families. Identification of bird spescies found in the Pining Forest of Gayo Lues Regency with the most species of bird families, namely from the families of Estrildidae and Rhipiduridae, each of which were 3 bird species. Bird Diversity in Pining Forest Gayo Lues District in the Leuser Ecosystem is classified as high (Ĥ = 3.0455) in primary forests, while (Ĥ = 2,434) in secondary forest habitat.Keywords: Species Diversity, Birds, Pining Forest. Hutan Pining Kecamatan Pining adalah salah satu kawasan ekosistem Leuser. Tingginya aktivitas penduduk seperti alih fungsi hutan, penebangan liar, dan perburuan satwa liar, dan  pembukaan lahan dengan cara membakar hutan di kawasan hutan Pining Kecamatan Pining akan berimbas terhadap keanekaragaman burung. Pengamatan data telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman burung di kawasan Hutan Pining Kabupaten Gayo Lues. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung (direct observation) dikombinasikan dengan line transect. Hasil penelitian yang dilakukan di Hutan Pining didapatkan 30 spesies burung yang terdiri dari 21 famili. Identifikasi jenis burung yang ditemukan di Hutan Pining Kabupaten Gayo Lues dengan famili spesies burung terbanyak yaitu dari famili Estrildidae dan Rhipiduridae yang masing-masing sebanyak 3 spesies burung.Keanekaragaman Burung di Hutan Pining Kabupaten Gayo Lues dalam Kawasan Ekosistem Leuser tergolong tinggi (Ĥ= 3.0455) pada hutan primer, sedang (Ĥ= 2,434) pada habitat hutan sekunder.Kata kunci: Keanekaragaman Spesies, Burung, Hutan Pining.    
bird species diversity in Glumpang Tiga subdistrict, Pidie district Thrina Junita; Asiah M.D; Abdullah Abdullah; Khairil Khairil; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research entitled "Bird Species Diversity in Glumpang Tiga District, Pidie District". The purpose of this study was to determine the level of diversity of bird species. The method used is the line transet method (line transect), which is a method of observation by walking slowly continuously and recording all contacts along both sides of the travel path. The parameters used are bird species and bird diversity index in Glumpang Tiga District, Pidie Regency. Data analysis used Shannon Weaver diversity index formula, analyzed descriptively and displayed in tables and graphs. The results of the study there are 25 species of birds from 15 families. The level of diversity of bird species in three habitats in Glumpang Tiga District, Pidie Regency is classified as moderate with diversity index H` = 2.9745. The species that predominate in residential habitats are Passer montanus, in Nectaria jugularis and in Hirundo tahitica forest habitats. Based on the results of research that has been done, it can be concluded that the level of diversity of bird species found in Glumpang Tiga District, Pidie Regency is included in the medium category. Keywords: Bird diversity, species, habitat type. Penelitian berjudul “Keanekaragaman Jenis Burung di Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie”. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat keanekaragaman spesies burung. Metode yang digunakan adalah metode garis transet (line transect) yaitu pengamatan yang dilakukan dengan cara berjalan perlahan terus menerus dan mencatat semua kontak disepanjang kedua sisi jalur perjalanan. Parameter yang digunakan yaitu jenis burung dan indeks keanekaragamananburung di Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie. Analisi data digunakan rumus indeks keanekaragaman  Shannon Weaver, dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian terdapat 25 spesies burung dari 15 famili. Tingkat keanekaragaman jenis burung yang berada pada tiga habitat di Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie tergolong sedang dengan indeks keanekaragaman H`= 2,9745. Jenis yang mendominasi pada habitat pemukiman adalah Passer montanus, pada habitat pemukiman Nectaria jugularis dan pada habitat hutan Hirundo tahitica. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa Tingkat keanekaragaman spesies burung yang terdapat di Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie termaksuk dalam katagori sedang.  Kata kunci: Keanekaragaman burung, jenis-jenis, tipe habitat.
Uji Palatabilitas Pakan Pada Burung Rangkong di Penangkaran Taman Rusa Nanda Yustina; Abdullah .; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.709 KB)

Abstract

Tingkat palatabilitas pakan pada hewan sangat penting, karena hal ini akan mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya hewan, serta keberhasilan suatu penangkaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat palatabilitas pakan pada Burung Rangkong di penangkaran Taman Rusa sangat . Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Analisis data palatabilitas pakan dihitung menggunakan selection index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat palatabilitas pakan pada masing-masing Burung Rangkong menunjukkan tingkat palatabilitas yang berbeda-beda. Palatabilitas pakan pada Burung Rangkong 1 adalah tomat dengan nilai selection index 0,94, Burung Rangkong 2 pepaya dengan nilai selection index 0,93, Burung Rangkong 3 tomat dengan nilai dengan nilai selection index 0,97, dan Burung Rangkong 4 tomat dengan nilai selection index 0,92. Simpulan dari  penelitian ini menunjukkan tiga Burung Rangkong menunjukkan kesukaan pakan yang paling tinggi pada pakan tomat, dan satu burung Rangkong menunjukkan pakan yang paling disukuai adalah pepaya. Bedasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka pemberian pakan untuk masing-masing burung rangkong lebih baik dibedakan kuantitasnya antara satu dengan yang lain.Kata kunci: Palatabilitas, Pakan, Burung Rangkong.  Feed palatability level of animals is very important, as this will affect the growth and development of animals, and also for  the success of captivity animal itself. The aim of this study is to determine feed palatability level on hornbill in Taman Rusa. This study used descriptive method. Analysis of the data calculated using the feed palatability index selection. The results showed that the level of palatability of feed on each hornbill shows the level of palatability different. Palatability of feed on tomato hornbill 1 is a selection index with a value of 0.94, hornbill 2 papaya with a selection index value of 0.93, hornbill 3 tomatoes with Unmatched value with an index of 0.97, and a hornbill 4 tomatoes with value selection index 0.92. The conclusions of this study indicate three favorite feed hornbill showed the highest feed on tomatoes, and a hornbill shows favorite feed is papaya. Based on the research that has been done, then feeding for each hornbill better differentiated quantity between one another.Keywords: Palatability, feed, hornbill.
Keanekaragaman Insekta pada Tanaman Cengkeh di Gampong Meunasah Beutong Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Intan Maulina; M Ali Sarong; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.579 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Keanekaragaman Insekta pada Tanaman Cengkeh di Gampong Meunasah Beutong Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar” telah dilakukan pada bulan Desember 2015 s.d Maret 2016. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui keanekaragaman insekta pada tanaman cengkeh di Gampong Meunasah Beutong Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, (2) Untuk mengetahui komposisi spesies insekta yang menguntungkan dan merugikan pada tanaman cengkeh di Gampong Menasah Beutong Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian yang digunakan adalah jelajah serta observasi langsung pada tanaman cengkeh. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling. Analisis data dilakukan secara kuantitatif yaitu dengan mengunakan rumus  indeks keanekaragaman oleh Shannon-Weiner (H’). Hasil penelitian diketahui tingkat keanekaragaman sebesar 5.56 dengan katagori tinggi dan komposisi spesies insekta menguntungkan sebesar 8,90% dan komposisi spesies insekta merugikan sebesar 91,10% pada kedua stasiun pengamatan pagi dan malam. Kesimpulan adalah (1) Tingkat keanekaragaman spesies insekta pada perkebunan cengkeh adalah tinggi. (2) Komposisi spesies insekta yang menguntungkan lebih sedikit dibandingkan dengan komposisi spesies insekta merugikan pada perkebunan cengkeh di Gampong Meunasah Beutong Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.
Publict Actions Toward The Saltwater Crocodile Conflict (Crocodylus porosus) With The Human In Kilangan Village Aceh Singkil District Raudhatin Raudhatin; Abdullah Abdullah; Hafnati Rahmatan; Safrida Safrida; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the differences in the actions of people who have been exposed to conflicts with communities that have never been exposed to the conflict between the Crocodile and Crocodile shaft with humans. The study was conducted in August 2019. This type of research is a descriptive study with a quantitative approach. Data collection by questionnaire and interview. Data analysis with Chi-squared. Respondents in this study are people who have been exposed to conflicts and who have never been exposed to estuarine crocodile conflicts with humans. The results of this study indicate that there are differences in community actions that have experienced conflicts with those who have never experienced estuarine crocodile conflicts with humans and there are no differences in community actions that have been affected by human-crocodile conflicts in Aceh Singkil Regency in terms of education, sex and ethnicity. The conclusions are (1) There are differences in the actions of the people who have been affected by conflict with those who have never been affected by a crocodile-human conflict in Aceh Singkil District (2) There is no difference in the actions of the people who have been affected by a human-crocodile conflict in Aceh Singkil Regency based on the type of education , gender and ethnicity.Keywords: Action, Conflict, Estuary Crocodile Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuii perbedaan tindakan masyarakat yang pernah terkena konflik dengan masyarakat yang tidak pernah terkena konflik Buaya Muara (Crocodylus porosus) dengan Manusia. Penelitian dilakukan di bulan Agustus 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dengan angket dan wawancara. Analisis data dengan Chi-kuadrat. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat yang pernah terkena konflik dan yang tidak pernah terkena konflik buaya muara dengan manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tindakan masyarakat yang pernah mengalami konflik dengan yang tidak pernah mengalami konflik buaya muara dengan manusia dan Tidak terdapat perbedaan tindakan  masyarakat yang pernah terkena konflik buaya-manusia di Kabupaten Aceh Singkil ditinjau berdasarkan jenis pendidikan, jenis kelamin dan suku. Kesimpulannya adalah (1) Terdapat perbedaan tindakan masyarakat yang pernah terkena konflik dengan masyarakat yang tidak pernah terkena konflik buaya-manusia di Kabupaten Aceh Singkil (2) Tidak terdapat perbedaan tindakan  masyarakat yang pernah terkena konflik buaya-manusia di Kabupaten Aceh Singkil ditinjau berdasarkan jenis pendidikan, jenis kelamin dan suku.Kata Kunci: Tindakan, Konflik, Buaya Muara
The Causal Factors and Problem Solving of Biology Lab Work Obstacles at Senior High Schools Nur Rahmah; Iswadi Iswadi; Asiah Asiah; Hasanuddin Hasanuddin; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT          This study aims to determine the causal factors of obstacles lab work, and to find alternative solutions. This research was done on march until july 2020. The method in this study was carried out by means of a questionaire and literature review. Sample in this study were 11 SMA in Banda Aceh, with respondents 11 biology teachers teaching class XI and 99 students of class XI IPA. The data was analyzed using a percentage formula. The results of this research showed that the constraints for practical implementation included inadequate supporting facilities, lack of completeness of practicum materials, insufficient time allocation for practicum, lack of readiness of laboratory assistants in prepared practicum tools and materials, absence of laboratory assistants in several sample schools, and some biology teachers or laboratory assistants in sample schools have never attended training on practicum or the use of laboratory equipment. Solutions that can be given in overcoming the constraints of practicum implementation are applying for laboratory development funding assistance to related parties, planning time allocation properly, finding laboratory assistants by the school and holding training for teachers and laboratory assistants regarding laboratory techniques and laboratory management.Keywords: obtacles, lab practice, biologyABSTRAK          Penelitian yang dilakukan di SMA Kota Banda Aceh bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kendala praktikum dan mencari solusi alternatif penyelesaiannya. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli tahun 2020. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara angket dan kajian literatur. Sampel dalam penelitian ini adalah 11 SMA di Kota Banda Aceh, dengan responden 11 guru biologi yang mengajar kelas XI dan 99 peserta didik kelas XI IPA. Analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil dari penelitian diketahui faktor kendala pelaksanaan praktikum diantaranya, fasilitas pendukung yang tidak memadai, minimnya kelengkapan bahan praktikum, alokasi waktu praktikum tidak mencukupi, kurangnya kesiapan laboran dalam mempersiapkan kebutuhan praktikum, tidak adanya laboran di beberapa sekolah sampel, dan sebagian guru biologi/laboran di sekolah sampel belum pernah mengikuti pelatihan mengenai praktikum atau penggunaan alat laboratorium. Solusi yang dapat diberikan dalam mengatasi kendala pelaksanaan praktikum adalah dengan merencanakan alokasi waktu dengan baik, mencari tenaga laboran oleh pihak sekolah serta mengadakan pelatihan kepada guru dan laboran mengenai teknik laboratorium dan pengelolaan laboratorium.Kata Kunci: kendala, praktikum, biologi
Diversity of bird species in paddy habitat in Alus-alus of Simeulue Regency Rika Susanti; Abdullah Abdullah; Devi Syafrianti; Muhibbuddin Muhibbuddin; Khairil Khairil
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research entitled "Diversity of bird species in paddy habitat in Alus-alus of Simeulue Regency". The purpose of this study was to study the types and levels of variation of bird species in their paddy habitat and dominance. The method applied in this study is the IPA (Point Abundance Index) method, which is by collecting the types of birds found in each observation area. The parameters examined in this study are the types of birds, the index of variation and the dominant bird species in paddy habitat in Alus-alus Village, Simeulue Regency. Analysis of the data in this study using the Shannon-Weaver collection index formula, analyzed in full and explained with tables and graphs. The results of this study are approximately 22 species of birds from 16 families. The level of variation of bird species found in paddy habitat in the Alus-alus Village Region of Simeulue Regency is classified as moderate with its diversity index being H '= 2.9492. The types of birds that dominate in the habitat of paddy are Lonchura maja birds. The conclusion in this study is the index in the habitat of paddy fields with H '= 2.3542. The type of bird that denies in the paddy habitat that was moved by the Lonchura maja bird. Keywords: Bird diversity, species, habitat.Penelitian yang berjudul “Keanekaragaman Jenis-jenis burung pada habitat persawahan di Kawasan Desa Alus-alus Kabupaten Simeulue”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari jenis-jenis dan tingkat variasi jenis burung di habitat persawahan dan dominansinya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah metode IPA (Indeks Point Abundance), ialah dengan melakukan pendataan jenis-jenis burung yang dijumpai pada setiap kawasan pengamatan. Parameter yang diteliti dalam penelitian ini ialah jenis-jenis burung, Indeks variasi dan jenis burung dominan di habitat persawahan di Desa Alus-alus, Kabupaten Simeulue. Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan rumus indeks koleksi Shannon-Weaver, dianalisis secara lengkap dan diterangkan dengan bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian ini ialah kira-kira 22 jenis burung dari 16 famili. Tingkat variasi jenis burung yang terdapat di habitat persawahan di Kawasan Desa Alus-alus Kabupaten Simeulue tergolong sedang dengan indeks keanekaragamannya adalah H '= 2,9492. Jenis-jenis burung yang mendominansi di habitat Persawahan ialah burung Lonchura maja. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah indeks pada habitat Persawahan dengan H '= 2.3542. Jenis burung yang membantah di habitat Persawahan yang dipindahkan oleh burung Lonchura maja. Kata Kunci: Keanekaragaman burung, jenis-jenis, habitat
PERBEDAAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING INCLUDED BY DISCOVERY (ALID) DAN KELAS KONVENSIONAL PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH DI SMAN 4 BANDA ACEH Maisarah Husaini; Cut Nurmaliah; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelas yang diterapkan model pembelajaran ALID (kelas eksperimen) dan kelas konvensional (kelas kontrol) dengan waktu pelaksanaan mulai dari Oktober 2015 hingga Januari 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Experimental Design bentuk post-test only kontrol group design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IA 2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IA 4sebagai kelas kontrol yang dipilih secara acak. Data yang diperoleh berasal dari tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah pembelajaran materi Sistem Peredaran Darah berakhir. Selanjutnya, data penelitian dianalisis menggunakan uji-t pada taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 82,27 dan kelas kontrol 70,17. Berdasarkan hasil uji-tdidapatkan nilai thitung = 6,36 dan ttabel = 1,67 atau thitung ttabel maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen pada materi sistem peredaran darah di SMAN 4 Banda Aceh, yaitu hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada hasil belajar kelas kontrol.
Co-Authors . Nuruzzakiah Abdullah . Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Afrija, Lia Nur Afriza, Lia Nur Aida safriani Ali Sarong Andayani, Dewi Andi Ulfa Tenri Pada Andi Ulfa Tenri Pada Ar Rasyid, Ulfa Hansri Asiah Asiah Asiah Asiah Asiah Asiah Asiah M.D Asiah M.D Asiah M.D Asiah M.D Asiah M.D. Asiah MD Asiah MD Baehaqi Cut Nurmaliah D., Asiah M. Dhea Rhamadini Dian Monika Dila Maiyana Djufri Djufri Fachry Abda El Rahman Farza Safirda fathur hadyan Gagarin, Yuri Hafnati Rahmatan Hafnati Rahmatan Haryati Haryati Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hayati, Durrah Intan Maulina Intan Mutia Irfa Masyura Irma Sulastri Irma Sulastri Ismul Huda Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Jauharati Nassaf Khairil Khairil Khairil Khairil Khairil khairil Khairil Khairil Khairil Khairil Lia Nur Afrija Luh Putu Ratna Sundari M Ali Sarong M. Ali Sarong Maisarah Husaini Maulida, Maulida Meyrita Meyrita Millina Aprilla Mimie Saputri Mimie Saputri Mimie Saputri Muhammad Rusdi Muhibbuddin Muhibbuddin Nabilla, Siti Maisyarah Nanda Yustina Nanda Yustina Nasmi, Shella Nassaf, Jauharati Nulda Azmi Nur Aiza Amalia Nur Rahmah Nur Rahmah Nur, Yaumil Istiqlal M. Nurhaida Nurhaida Nurul Hidayat Nurul Syafina Raihan, Hanif Raudhatin Raudhatin Rika Susanti Safrida S Safrida S Safrida S Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Samingan Samingan Sarah Nadia Sarvina Sulastri Shella Nasmi Supriatno Supriatno tatiana tatiana Theresya Dea Natacya Thrina Junita Ulhusna, Fitrah Asma Ulya Amirah Wahid, Ikhlas Wardiah Wardiah Wardiah Wardiah Wardiah Wardiah Widya Sari Wiwit Artika Wiwit Artika Yaumil Istiqlal M. Nur Zurfika Ramayanti