Claim Missing Document
Check
Articles

Pattern Population Distribution of Common sandpiper (Actitis hypoleucos, Linnaeus 1758) In Gampong Pande Kuta Raja, Banda Aceh City Dhea Rhamadini; Abdullah Abdullah; Ismul Huda; Asiah MD; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Gampong Pande Mangrove Area is one of the coastal areas that has mangrove forests destroyed due to the natural disaster in 2004. The impact of mangrove damage affects the number of individuals in the Gampong Pande mangrove area. This study aims to determine the pattern of coastal trinil distribution in the Gampong Pande Mangrove area. Data collection was carried out in January 2022 with a purposive sampling technique using the Line transect method. The results of this study recorded 984 individuals of coastal trinil birds in the Gampong Pande area with a pattern of distribution of coastal trinil populations at the first location obtained a Morisita Standard Index value denoted by Ip of 0.55, in the second location an Ip value of 0.56 was obtained and at the third location an Ip value of 0.57 was obtained. The conclusion on the three locations was obtained the Morisita Standard Index Ip 0 so that it can be said that the pattern of distribution of coastal trinil populations (Actitis hypoleucos) in three locations located in Gampong Pande, Kuta Raja District, Banda Aceh City, is a clustered distribution.Keywords: common sandpiper, mangroves, distribution patternsKawasan Mangrove Gampong Pande merupakan salah satu daerah pesisir pantai yang memiliki hutan mangrove hancur akibat bencana alam tahun 2004. Dampak kerusakan mangrove mempengaruhi jumlah individu pada kawasan mangrove Gampong Pande. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran trinil pantai di kawasan Mangrove Gampong Pande. Pengambilan data dilakukan pada januari 2022 dengan teknik purposive sampling menggunakan metode Line transect. Hasil penelitian ini tercatat 984 individu burung trinil pantai di kawasan Gampong Pande dengan pola persebaran populasi trinil pantai pada lokasi pertama diperoleh nilai Indeks Standar Morisita dilambangkan dengan Ip sebesar 0.55, pada lokasi kedua diperoleh nilai Ip sebesar 0.56 dan pada lokasi ketiga diperoleh nilai Ip sebesar 0.57. Kesimpulan pada ketiga lokasi tersebut diperoleh Indeks Standar Morisita Ip 0 sehingga dapat dikatakan bahwa pola persebaran populasi trinil pantai (Actitis hypoleucos) pada tiga lokasi yang berada di Gampong Pande Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh merupakan persebaran mengelompok.Kata Kunci: burung trinil pantai, mangrove, pola persebaran
Level of Survivality of Bett Fish (Betta splendens) by Feeding Feed Shell Waste Flour Mrown Crab (Scylla sp.) Irma Sulastri; Safrida S; Devi Syafrianti; Andi Ulfa Tenri Pada; Ismul Huda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Betta fish (Betta splendens) is a freshwater fish. that is favored by the public as ornamental fish because it has a beautiful and bright body. color and can be of high selling value, so cultivators need to maintain the survival of the fish. Survival rates can be influenced by external and internal factors. Internal factors consist of the food consumed, while external factors include the external environment such as temperature and pH. The purpose of this study was to determine the effect of giving mud crab shell waste flour (Scylla sp.) on the survival of Betta Fish. This study used a non-factorial experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) experiment with 4 treatments and 5 replications. The treatments consisted of P0 (0 g), P1 (63 g), P2 (126 g) and P3 (189 g) crab shell flour. Data analyzed using ui Analysis of Variance (ANOVA). The results showed that the. survival of fish during mixed feeding was very good, because the SR (%) value was above 50%. The conclusion of this study is that feeding a mixture of crab shell waste flour has no effect because the value of Fcount Ftable on fish survival with an SR value (%) of 70-100%.  Ikan Cupang (Betta splendens) adalah ikan yang hidup di air tawar yang. digemari masyarakat sebagai ikan hias karena memiliki warna tubuh yang indah serta cerah dan bisa bernilai jual tinggi, sehingga pembudidaya perlu mempertahankan kelangsungan hidup ikan. Tingkat kelangsungan hidup dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor internal terdiri dari makanan yang dikonsumsi, sedangkan ekternal mencakup lingkungan luar seperti suhu dan pH. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung limbah cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) terhadap kelangsungan hidup Ikan Cupang. Metode pada penelitian eksperimen non-faktorial dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari P0 (0 g), P1 (63 g), P2 (126 g) dan P3 (189 g) tepung cangkang kepiting. Data dianalisis  menggunakan uji Analisis Varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan .bahwa kelangsungan hidup ikan saat pemberian pakan campuran tergolong sangat baik, karena nilai SR (%) diatas 50%. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian pakan campuran tepung limbah cangkang kepiting tidak berpengaruh atau nilai Fhitung Ftabel maka hipotesis ditolak terhadap kelangsungan hidup ikan dengan nilai SR (%) 70-100%. 
TYPES OF BIRDS IN THE AGRICULTURAL AREA OF PALAWIJA GUNONG PULO VILLAGE OF NORTH KLUET SUBDISTRICT SOUTH ACEH REGENCY Lia Nur Afrija; Abdullah Abdullah; Devi Syafrianti; Khairil Khairil; Asiah M.D
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of birds in an area can explain the condition of the area. Birds can be an indicator of environmental quality and have an important role in supporting the survival of an organism's cycle. This research aims to find out the types of birds found in the agricultural area of Gunong Pulo Village, North Kluet Subdistrict, South Aceh Regency. Data collection was conducted in May 2021 by purposive sampling, with transect line observation methods and quantitative approaches. The results of the study were obtained by bird species located in the agricultural area of palawija namely Perkutut, Punai, Punai Gading, Purple Punai, Buckling, Red Bambangan, Red Cangak, Buffalo Egret, Large Egret, Kirik-kirik Biru, Lizard Selaya, Alang-alang, Kapasan Kemiri, Kite Fire, Red Woodpecker, Onion Woodpecker, Apung Sawah, Tiong Lampu Biasa, Tongtong Stork, Golden Tiong, Cica Small Leaf, Cipoh Kacat, Bido Snake Eagle, Bondol Eagle, Black Eagle, Finchang, Merbah Cerucuk, Red Chili, Hajj Bondol, Colorful Takur, and Black Kangaroo. From the results of the study can be concluded there are 32 species of bird species from 20 families observed in Gunong Pulo Village, North Kluet District of South Aceh Regency, based on the category of guild of insectivorous birds is the most common type, and based on habitat use, the family Ardeidae is a family with the most found individuals. Keywords: birds, waterbirds, guilds, habitats.Keberadaan burung pada suatu kawasan dapat menjelaskan kondisi dari kawasan tersebut. Burung merupakan indikator penting bagi kualitas lingkungan dan memiliki peran dalam mendukung keberlangsungan daur organisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis burung yang terdapat di kawasan pertanian palawija Desa Gunong Pulo Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2021 secara purposive sampling, dengan metode pengamatan line transek dan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan spesies burung yang berada di kawasan pertanian palawija yaitu Perkutut, Punai, Punai Gading, Punai Ungu, Tekukur, Bambangan Merah, Cangak Merah, Kuntul Kerbau, Kuntul Besar, Kirik-kirik Biru, Kadalan Selaya, Bubut Alang-alang, Kapasan Kemiri, Layang-layang Api, Pelatuk Merah, Pelatuk Bawang, Apung Sawah, Tiong Lampu Biasa, Bangau Tongtong, Tiong Emas, Cica Daun Kecil, Cipoh Kacat, Elang Ular Bido, Elang Bondol, Elang Hitam, Kutilang, Merbah Cerucuk, Cabai Merah, Bondol Haji, Takur Warna-warni, dan kangkareng Hitam. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat terdapat 32 jenis spesies burung dari 20 famili yang teramati berada di Desa Gunong Pulo Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan, berdasarkan kategori guild burung pemakan serangga merupakan jenis yang paling banyak dijumpai, dan berdasarkan penggunaan habitat, famili Ardeidae merupakan famili dengan individu paling banyak dijumpai.Kata kunci: burung, burung air, guild, habitat.
Identification of Misconception of Animal Tissue Material on Students of Senior High School of 2 Meulaboh Districts Aceh Barat fathur hadyan; Khairil Khairil; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research has been conducted to identify problems of misconception that occur in understanding animal tissue material on students of Senior High School of 2 Meulaboh Districts Aceh Barat. Data collection was done by written test in the form of diagnostic test and interview. Diagnostic tests are made in the form of multiple choice with open reasoning accompanied by CRI Score. Data were analyzed by calculating the percentage of each answer and CRI score chosen by the students. The results showed that the average level of (T) totally guess answer as much as 19.46%, TTK (Do not Know the Concept) as much as 27.31%, TK (Know the Concept) as much as 31.74%, and M (Misconception) as 21, 49%. Telah dilakukan penelitian untuk mengindentifikasi permasalahan miskonsepsi yang terjadi dalam memahami materi jaringan hewan pada Siswa SMA Negeri 2 Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis berupa tes diagnostik dan wawancara. Tes diagnostik dibuat dalam bentuk pilihan ganda dengan alasan (reasoning) terbuka yang disertai dengan skor CRI. Data dianalisis dengan cara menghitung persentase dari setiap jawaban dan skor CRI yang dipilih oleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat (T) Tebakan sebanyak 19,46 %, TTK (Tidak Tahu Konsep) sebanyak 27,31%, TK (Tahu Konsep) sebanyak 31,74%, dan M (Miskonsepsi) sebanyak 21,49%.
TOPICAL APPLICATION OF Capsicum frutescens LEAF EXTRACT AS HAIR TONIC IN MICE (Mus musculus) Safrida Safrida; Shella Nasmi; Devi Syafrianti
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 14, No 4 (2020): December
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.321 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v14i4.15146

Abstract

The research aims to determine the effect of giving cayenne leaf extract in increasing the length and amount of hair on mice. This research belongs to the type of quantitative research. This research used a Completely Randomized Design (CRD) in consisting of 5 treatment and 4 repetitions. The treatments consisted of NC (negative control, not treated), PC (positive control, given a commercial hair extract), P1 (cayenne leaf extract 10%), P2 (cayenne leaf extract 20%), and P3 (cayenne leaf extract 30%). Research parameters included the increase of the hair length and amount of hairs growing in mice. The result showed that giving extract of cayenne leaf significantly influences the length and amount of hairs in mice, with 10% concentration (P2) was the optimum concentration of the extract that can trigger the hair growth. It can be concluded that given extract of cayenne leaf can increase the hairs growth in mice and has potential as hair tonic.
Effect of Tagetes Erecta L. Leaf Extract with Ethanol and Water Solution on Behavior Mosquito Larvae Culex Sp. Aida safriani; Devi Syafrianti; Safrida Safrida; Supriatno Supriatno; Hafnati Rahmatan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2023): Februari, 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRACTMosquitoes Culex sp. become a vector for transmitting filariasis. Prevention efforts are carried out by controllingathe presenceoof Culex sp. mosquito larvae. in nature. The purpose of thisastudyewas to determine the effect of Tagetes erecta L. leaf aextract with ethanol and awateri asl solventa on the behavior of Culex sp. mosquito larvae. Thei researchi method used in this study wasiexperimental method with a complete randomized design (CRD) factorial consisting of from factor A (type of solvent) 2 levels and factor B (type of concentration) 6 levels including negative control and positive control so that 12 treatment combinations with 3 replications were obtained. The object used in this study was the Culex sp. mosquito larvae. instar 3 of 360 individuals treated with various concentrations of Tagetes erecta L. leaf extract accompanied by positive and negative controls. The results of observing the behavior of the larvae showed the movement of the larvae from active to inactive with a position at the bottom of the container. The conclusion of this study is that the behavior of the larvae during exposure shows a decreasei in the intensityi of movement with the position of the larvaei ati the bottom ofi the icontainer.Keyword: Tagetes erecta L., Culex sp. larvae, behaviorABSTRAKNyamuk Culex sp. menjadi vektor penular penyakit filariasis. Upaya pencegahan dilakukan dengan mengendalikanakeberadaan larva nyamuk Culex sp. di alam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun Tagetes erecta L. dengan pelarut etanol dan air terhadap tingkah laku larva nyamuk Culex sp.. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan penelitian adalahaRancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari faktor A (jenis pelarut) 2 taraf dan faktor B (jenis konsentrasi) 6 taraf termasuk kontrol negatif dan kontrol positif sehingga didapatkan 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Objek yang digunakan adalahalarva nyamuk Culex sp. instar 3 sebanyak 360 ekor yang diberikan perlakuan danaberbagai konsentrasi ekstrak daun Tagetes erecta L. disertai kontrol positif dan kontrol negatif. Hasil penelitian pengamatan tingkah laku larva menunjukkan pergerakan larva dari aktif menjadi tidak aktif dengan posisi berada di dasar wadah. Simpulan dari penelitian ini adalah tingkah laku larva saat pemaparan menunjukkan penurunan intensitas gerakan dengan posisi larva berada di dasar wadah.Kata kunci: Tagetes erecta L., larva Culex sp., tingkah laku
Mobile Behavior of Mosquito Larvae Culex Sp. After Administration of Biolarvacide Basic Leaves (Ocimum Sanctum L.) with Pineapple Skin Bioethanol Ulya Amirah; Supriatno Supriatno; Devi Syafrianti; Safrida Safrida; Iswadi Iswadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2023): Februari, 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTMosquitoes Culex sp. type of insect that is known as a vector for transmitting dangerous diseases, so it is necessary to controll iit so that it does not become a disease outbreak by utilizing plants such as basil leaves which can be an alternative insecticide. Pineapple peel is waste that can be used as bioethanol to be used as an organic solvent because it is polar. The study is aimed to determiine the movement behavior of Culex sp. mosquito larvae. after exposure to basil leaf extract before death. With 6 treatmnts and 4 repications, the research methodology utilized was a completely randomized design (CRD). As a treatment, water was used as a negative control (P0), basil leaf extract at concentrations of 1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm, and 2500 ppm was used as a positive control (P4), and abate was used as a therapy at 100 ppm (P5). The Culex sp. mosquito larvae's behavior after being exposed to basil leaf extract was measured using the parameters. ANOVA was used to examine the data. The results of ANOVA on movement behavior of the larvae showed Fcount = 43.71 Ftable = 4.25. at the test level α = 0.01. This study concludes that Culex sp mosquito larvae that have been exposed to basil leaf extract show changes in moving behavior from previously active to inactive and finally die.Keywords: Behavior, Basil, Culex sp.ABSTRAK   Nyamuk Culex sp. ialah jenis serangga yang dikenal sebagai vektor penular penyakit berbahaya, sehingga perlu pengendali agar tidak menjadi wabah penyakit dengan memanfaatkan tumbuhan seperti daun kemangi yang dapat menjadi alternatif insektisida. Kulit nanas merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai bioetanol untuk dijadikan pelarut organik karena bersifat polar. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat tingkah laku bergerak larva nyamuk Culex sp. setelah terpapar ekstrak daun kemangi sebelum kematian. Rancangan penelitian yang dipakai ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu air (P0) sebagai kontrol negatif, konsentrasi ekstrak daun kemangi 1000 ppm (P1), 1500 ppm (P2), 2000 ppm (P3), 2500 ppm (P4) dan abate 100 ppm (P5) sebagai kontrol positif. Parameter yang diamati adalah tingkah laku larva nyamuk Culex sp. setelah terpapar ekstrak daun kemangi. Data dianalisis menggunakan ANAVA. Hasil ANAVA terhadap tingkah laku bergerak larva menunjukkan Fhitung = 43,71 Ftabel = 4,25. pada taraf uji α = 0,01. Simpulan dari penelitian ini ialah larva nyamuk Culex sp yang telah terpapar ekstrak daun kemangi menunjukkan perubahan tingkah laku bergerak yang sebelumnya aktif bergerak menjadi tidak aktif dan akhirnya mengalami kematian.Kata Kunci: Tingkah laku, Kemangi, Culex sp.
Analisis Kendala Praktikum Biologi di Sekolah Menengah Atas: (Obstacles Analysis of Biology Laboratory Practice of High School) Nur Rahmah; Iswadi Iswadi; Asiah Asiah; Hasanuddin Hasanuddin; Devi Syafrianti
BIODIK Vol. 7 No. 2 (2021): June 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i2.12777

Abstract

This study aims to determine the completeness of laboratory facilities and infrastructures, the implementation of the laboratorial practice, to measure the causal factors of laboratorial practice to run, and to be alert of laboratory infrastructure completeness and the implementation of the biology laboratorial practice. Data were collected by observation and questionnaires. The sample in this study were 11 high schools in Banda Aceh, with respondents 11 biology teachers who are responsible for teaching class XI and 99 students of class XI IPA. The data were analyzed using the proportion formula and the product moment answer formula. The study resulted in the findings that: 1) the proportion of completeness of facilities and infrastructure was 66.77% (good). 2) the proportion of laboratorial ptactice implementation was 62.81% (sufficiently implemented). 3) factors of laboratorial procurement, including, inadequate support, inadequate materials, insufficient time allocation, lack of readiness of laboratory assistants in preparing tools and materials, absence of laboratory assistants in several sample schools, and some biology / laboratory assistants in The sample school had never been trained to guide students or to use laboratory equipment. 4) the correlation between the laboratory facilities completeness and infrastructure with laboratorial practice implementation was 0.27 (low). Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium, kriteria keterlaksanaan praktikum, mengumpulkan faktor kendala yang menyebabkan kurang berjalannya praktikum, dan untuk mengetahui korelasi antara kelengkapan sarana prasarana laboratorium dengan keterlaksanaan praktikum biologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan angket. Sampel dalam penelitian ini adalah 11 SMA di Kota Banda Aceh, dengan responden 11 guru biologi yang mengajar kelas XI dan 99 peserta didik kelas XI IPA. Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase dan rumus korelasi Product moment. Hasil penelitian diketahui bahwa: 1) persentase kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium sebesar 66,77% (baik). 2) persentase keterlaksanaan praktikum sebesar 62,81% (cukup terlaksana). 3) faktor kendala pelaksanaan praktikum diantaranya, fasilitas pendukung yang tidak memadai, minimnya kelengkapan bahan praktikum, alokasi waktu untuk praktikum tidak mencukupi, kurangnya kesiapan  laboran dalam mempersiapkan alat dan bahan praktikum, tidak adanya laboran di beberapa sekolah sampel, dan sebagian guru biologi/laboran di sekolah sampel belum pernah mengikuti pelatihan mengenai praktikum atau penggunaan alat laboratorium. 4) korelasi antara kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium dengan keterlaksanaan praktikum sebesar 0,27 (rendah).
Analisis Indeks Kematangan Gonad dan Fekunditas Kepiting Bakau (Scylla sp.) di Kawasan Mangrove Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya M.D., Asiah; Nabilla, Siti Maisyarah; Syafrianti, Devi; Wardiah, Wardiah; Nur, Yaumil Istiqlal M.; Ulhusna, Fitrah Asma; Zulfikar, Zulfikar
Jurnal Jeumpa Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v10i1.7711

Abstract

Kepiting bakau merupakan sumber nutrisi dan penghasilan yang memiliki nilai gizi dan ekonomi yang tinggi. Namun, penangkapan yang tidak selektif berpotensi mengurangi ketersediaannya di habitat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indeks kematangan gonad dan fekunditas kepiting lumpur di Kawasan Mangrove Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada Juli 2022. Parameter penelitian meliputi indeks kematangan gonad dan fekunditas (jumlah telur). Data dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Sampel 1 diperoleh 1012 telur, Sampel 2 sejumlah 2003 telur, dan Sampel 3 sebanyak 2620 telur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa indeks kematangan gonad kepiting lumpur berkisar antara 7.16- 9.12%. Selain itu, terdapat variasi jumlah telur pada setiap sampel dengan jumlah telur tertinggi tercatat pada Sampel 3.
Pemberdayaan Masyarakat Dhuafa Melalui Pembudidayaan Jamur Merang (Volvariella Volvacea) Sebagai Pendukung Perekonomian di Masa Pandemi Covid-19 di Gampong Ilie Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Artika, Wiwit; Syafrianti, Devi; Maulida, Maulida; Nurmaliah, Cut; Wahid, Ikhlas; Afriza, Lia Nur
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v1i2.46

Abstract

Daerah Ilie secara administrative terletak di kecamatan Ule Kareng Kota Banda Aceh. Masyarakat Gampong Ilie pada umumnya berprofesi sebagai petani dan pedagang saat ini memiliki masalah besar terhadap pendapatan mereka yang disebabkan oleh adanya penularan virus Covid-19 yang berakibat keluarnya kebijakan pemerintah berupa PSBB (Pebatasan Sosial Berskala Besar) atau dikenal juga dengan istilah Lockdown yang sempat diberlakukan telah membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain. Jamur merang (Volvariella volvacea),merupakan jenis jamur dengan tingkat komiditi baik dengan tingkat ekonomis yang terus meningkat. Jamur merang memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan sayuran lainnya seperti wortel, kunis dan tomat. Jamur merang merupakan prosuk komersil yang dapat dikembangkan secara sederhana. Bahan baku yang dibutuhkan tergolong murah dan mudah didapatkan, proses budidaya tidak membutuhkan pestisida dan bahan kimia lainnya. Metode yang dilakukan dalam program budidaya jamur merang ini yaitu pelatihan dan praktek langsung. Metode pendekatan yang dilakukan adalah melalui tatap muka sosialisasi program, pembimbingan dan pendampingan. Hasil kegaiatan pemberdayaan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok masyarakat dalam melakukan budidaya jamur merang yang baik. Luaran program ini adalah jamur merang konsumsi yang siap untuk dipasarkan.
Co-Authors . Nuruzzakiah Abdullah . Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Afrija, Lia Nur Afriza, Lia Nur Aida safriani Ali Sarong Andayani, Dewi Andi Ulfa Tenri Pada Andi Ulfa Tenri Pada Ar Rasyid, Ulfa Hansri Asiah Asiah Asiah Asiah Asiah Asiah Asiah M.D Asiah M.D Asiah M.D Asiah M.D Asiah M.D. Asiah MD Asiah MD Baehaqi Cut Nurmaliah D., Asiah M. Dhea Rhamadini Dian Monika Dila Maiyana Djufri Djufri Fachry Abda El Rahman Farza Safirda fathur hadyan Gagarin, Yuri Hafnati Rahmatan Hafnati Rahmatan Haryati Haryati Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hayati, Durrah Intan Maulina Intan Mutia Irfa Masyura Irma Sulastri Irma Sulastri Ismul Huda Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Jauharati Nassaf Khairil Khairil Khairil khairil Khairil Khairil Khairil Khairil Khairil Khairil Lia Nur Afrija Luh Putu Ratna Sundari M Ali Sarong M. Ali Sarong Maisarah Husaini Maulida, Maulida Meyrita Meyrita Millina Aprilla Mimie Saputri Mimie Saputri Mimie Saputri Muhammad Rusdi Muhibbuddin Muhibbuddin Nabilla, Siti Maisyarah Nanda Yustina Nanda Yustina Nasmi, Shella Nassaf, Jauharati Nulda Azmi Nur Aiza Amalia Nur Rahmah Nur Rahmah Nur, Yaumil Istiqlal M. Nurhaida Nurhaida Nurul Hidayat Nurul Syafina Raihan, Hanif Raudhatin Raudhatin Rika Susanti Safrida S Safrida S Safrida S Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Samingan Samingan Sarah Nadia Sarvina Sulastri Shella Nasmi Supriatno Supriatno tatiana tatiana Theresya Dea Natacya Thrina Junita Ulhusna, Fitrah Asma Ulya Amirah Wahid, Ikhlas Wardiah Wardiah Wardiah Wardiah Wardiah Wardiah Widya Sari Wiwit Artika Wiwit Artika Yaumil Istiqlal M. Nur Zurfika Ramayanti