Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Jeumpa

Kajian Etnobotani Tanaman Obat Masyarakat Desa Penyangga di Sekitar Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Mushoffa, Mushoffa; Wijaksono, Agus; Khalil, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v9i2.6445

Abstract

Kajian etnobotani memberikan manfaat plasma nutfah yang sangat besar bagi kehidupan salah satunya sebagai sumber pengobatan alami dari alam. Tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat banyak sekali di temukan di ekosistem alami salah satunya di Taman Nasional. Kawasan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi kaya akan flora dan fauna ada sekitar 584 jenis tumbuhan berpotensi mempunyai khasiat obat yang menghuni konservasi ini terdiri dari rumput, herba, semak dan pepohonan yang masih belum banyak diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar taman nasional maupun masyarakat di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis, bagian atau organ, dan bagaimana cara pemanfaatan tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh masyarakat desa penyangga di sekitar Taman Nasional alas purwo. Metode penelitian menggunakan metode survey dengan teknik wawancara yang disertai dengan keterlibatan aktif peneliti dalam kehidupan masyarakat setempat Participatory Etnobotanical Appraisal (PEA). Berdasarkan hasil penelitian Terdapat 35 Jenis tumbuhan dari 19 famili yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat desa penyangga Taman Nasional Alas Purwo yakni Desa Kalipait dan Desa Grajagan. Bagian dari tumbuhan yang dimanfaatkan ada 11 bagian diantarannya adalah biji, getah, akar, kulit, batang, dan daun, bunga, umbi, rimpang, buah, dan semua bagian tumbuhan. Masyarakat biasa memanfaatkan cara pemanfaatan tumbuhan diantaranya adalah diparut, digosok, dikucak, ditempel, ditumbuk, direbus, dibungkus, diremas dan diasar.
Implementasi Mind Mapping Network Tree untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh Ibrahim; Azwir; Akmal, Nurul; Khalil, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v10i1.7285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi peta konsep (mind mapping) tipe pohon jaringan (network tree) terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Banda Aceh pada materi sistem pertahanan tubuh. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design.Sampel dalam penelitian ini terdiri atas 70 siswa dari kelas perlakuan dan kelas kontrol yang terdiri dari masing-masing 35 siswa. Pembelajaran materi sistem pertahanan tubuh pada kelas perlakuan dilakukan dengan menggunakan mind mapping network tree, sedangkan pada kelas kontrol pembelajaran dilakukan secara konvensional. Instrumen yang digunakan untuk menilai hasil belajar adalah tes pilihan ganda. Analisis data dilakukan dengan N-gain, uji varian, uji kesamaan dua rata-rata, dan uji hipotesis untuk melihat perbedaan hasil belajar siswa pada kedua kelas yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan rata-rata N-gainsebesar 0.63 dengan kategori sedang, uji varian sebesar 30.25, hasil uji kesamaan dua rata-rata yaitu 26.63, uji hipotesis yaitu 2.76, dan derajat kebebasannya sebesar 70, sehingga diperoleh nilai t hitung>t tabel (2.76>1.99). Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran mind mapping network tree mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem pertahanan tubuh.
Simulasi Molecular Docking Senyawa Coumestrol dengan Protein Kapsid Virus Hepatitis B: Studi In Silico Potensi Senyawa Alami Khalil, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v10i1.7606

Abstract

Coumestrol adalah senyawa metabolit sekunder kelompok flavonoid yang ditemukan dalam berbagai tanaman seperti kedelai, kacang-kacangan, brokoli, dan bunga-bungaan. Senyawa tersebut memiliki bioaktivitas sebagai anti inflamasi, antioksidan, serta aktivitas estrogenik yang dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan interaksi coumestrol dengan target protein kapsid virus hepatitis B (HBV) dengan pendekatan in silico. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif melalui analisis molecular docking dengan teknik blind docking. Struktur 2D dan 3D dari coumestrol dikoleksi dari database senyawa PubChem, sedangkan struktur 3D protein kapsid virus hepatitis B dikoleksi dari database protein PDB. Analisis docking menggunakan AutoDock Vina yang terintegrasi dengan PyRx. Hasil analisis menunjukkan bahwa binding affinity yang terbentuk dari kompleks coumestrol dan kapsid HBV berkisar antara -6.5 sampai -7 kkal/mol. Energi ini lebih rendah dari binding affinity protein target dengan ligan referensi yang berkisar -6.1 sampai -6.6 kkal/mol. Perbandingan visualisasi interaksi hasil docking membentuk binding site yang sama pada 9 residu asam amino, yaitu PHE 23, LEU 37, TRP 102, ILE 105, SER 106, THR 109, PHE 110, TYR 118, dan LEU 140. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa coumestrol memiliki bioaktivitas yang sama dengan ligan referensi, sehingga dapat digunakan sebagai senyawa marker yang berpotensi dikembangkan sebagai penghambat replikasi HBV.
Efektivitas Ekstrak Tempe Kedelai Hitam terhadap Kadar Interleukin 6 pada Tikus Wistar Diabetes Mellitus Tipe 2 Farid, Ulfa Maulida; Romdhani, Ahmad Mundzir; Khalil, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v10i2.8118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tempe kedelai hitam terhadap kadar IL-6 pada tikus diabetes mellitus tipe 2. Sebanyak 20 tikus terbagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu normal (N), diabetes mellitus (K-), glibenclamid (K+), ekstrak tempe kedelai hitam (P1). Tikus jantan Wistar digunakan sebagai model DMT2 yang diobati dengan injeksi diet tinggi lemak (HFD) dan Streptozotosin (STZ) hingga kadar glukosa darah mencapai 200 mg/dl. Percobaan dilakukan dengan memberikan ekstrak tempe kedelai hitam selama 28 hari pada 5 tikus. Serum darah diambil dari jantung dan dilakukan Pemeriksaan kadar interleukin-6 (IL-6) dilakukan dengan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Analisis data menggunakan uji one way Anova. Hasil penelitian menunjukkan kadar IL-6 kelompok tikus dengan perlakuan pemberian ekstrak tempe kedelai hitam yaitu 150.60 pg/ml yang artinya terdapat pengaruh pemberian ekstrak tempe kedelai hitam terhadap penurunan kadar interleukin 6 (IL-6) pada tikus DMT2.
Urgensi Pengembangan Instrumen Tes Keterampilan Berpikir Komputasional Bertema Biologi bagi Siswa Madrasah Aliyah Ariani, Dina; Ibrahim, Ibrahim; Almukarramah, Almukarramah; Firmansyah, Juli; Khalil, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Jeumpa (In Progress)
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v11i2.10828

Abstract

Upaya yang diperlukan untuk mencapai pendidikan optimal di Era Revolusi Industri 4.0 adalah dengan mengembangkan keterampilan siswa dalam pemecahan masalah yang erat kaitannya dengan kemampuan berpikir komputasional. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui urgensi pengembangan instrumen tes keterampilan berpikir komputasional bagi Siswa MAS Darul Ihsan pada mata pelajaran Biologi. Subjek penelitian ini adalah tiga guru Biologi yang ada di MAS Darul Ihsan. Tahapan penelitian meliputi pengambilan data melalui kuesioner, analisis data, dan kesimpulan. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui kuesioner, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58% guru cukup mengetahui tentang keterampilan berpikir komputasional, dan 70% guru kurang mengetahui tentang indikator keterampilan berpikir komputasional. Namun sebanyak 58% guru sudah menerapkan soal dekomposisi, 52% sudah menerapkan soal pengenalan pola, 70% sudah menerapkan soal abstraksi, dan 70% sudah menerapkan soal algoritma. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya keterampilan berpikir komputasional dalam pembelajaran biologi, sehingga perlu dikembangkan instrumen tes untuk mengukur keterampilan tersebut pada siswa di sekolah. Kata Kunci: Berpikir Komputasi, Biologi, Siswa, Madrasah Aliyah.
Urgensi Pengembangan Instrumen Tes Keterampilan Berpikir Komputasional Bertema Biologi bagi Siswa Madrasah Aliyah Ariani, Dina; Ibrahim, Ibrahim; Almukarramah, Almukarramah; Firmansyah, Juli; Khalil, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v11i2.10831

Abstract

Pendidikan optimal di Era Revolusi Industri 4.0 memerlukan pengembangan keterampilan pemecahan masalah, yang berkaitan erat dengan kemampuan berpikir komputasional/computational thingking (CT). Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi pengembangan instrumen tes keterampilan berpikir komputasional bagi siswa Madrasah Aliyah pada mata pelajaran Biologi. Penelitian dilaksanakan pada Juni 2024 dengan subjek guru Biologi di MAS Darul Ihsan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif melalui empat tahapan yaitu analisis pra-lapangan, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar guru mengetahui konsep berpikir komputasional (58%), namun pemahaman mereka terhadap indikator spesifik masih terbatas (70%). Meskipun demikian, sebagian besar guru telah menerapkan soal yang mencakup dekomposisi (58%), pengenalan pola (52%), abstraksi (70%), dan algoritma (70%). Kesimpulannya, diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengembangkan instrumen tes yang efektif dan akurat dalam mengukur keterampilan berpikir komputasional siswa dalam pembelajaran Biologi.
Pengembangan AR Book Bioinformatika: Visualisasi In Silico Potensi Tanaman Herbal Lokal Khalil, Muhammad
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i1.11629

Abstract

Bioinformatika merupakan bidang penting dalam pendidikan biologi modern, namun penyampaian materinya sering menghadapi tantangan karena sifat konsep yang abstrak dan kompleks. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis augmented reality (AR) dalam bentuk AR Book pada materi Kajian Potensi Tanaman Herbal secara In Silico yang digunakan dalam mata kuliah Bioinformatika di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Samudra. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang dibatasi pada tahap analisis, desain, dan pengembangan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan perlunya media interaktif berbasis digital. Media dikembangkan dalam bentuk buku dengan marker visual yang terintegrasi dengan aplikasi AR berbasis Android. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan oleh ahli materi sebesar 87% dan ahli media sebesar 82%, keduanya dalam kategori sangat layak. Kesimpulannya, media ini efektif mendukung visualisasi konsep abstrak dalam pembelajaran bioinformatika dan berpotensi meningkatkan pemahaman mahasiswa melalui pengalaman belajar yang interaktif dan kontekstual.