Claim Missing Document
Check
Articles

FENOMENA PERUMAHAN SYARIAH DI KOTA SEMARANG Mohammad Sahid Indraswara; Gagoek Hardiman; Raden Siti Rukayah; Fahmi Syarif Hidayat
MODUL Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.22.1.2022.13-20

Abstract

Besarnya jumlah umat Islam khususnya di Semarang serta kecenderungan masyarakat urban (kota) untuk mendapatkan lingkungan dan fasilitas yang kondusif untuk beribadah, pendidikan yang islami merupakan potensi dan peluang bagi pengembang perumhan syariah. Perumahan syariah adalah perumahan yang menerapkan nilai-nilai Islam yaitu habluminallah, hablumminannas dan hablumminal alamien sesuai al quran dan Hadits. Penelitian ini bertujuan mencari penerapan nilai-nilai islam  pada fasilitas perumahan syariah dan menetapkan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan developer dalam membangun fasilitas pada  perumahan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis, pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan , sumber sekunder dari internet serta wawancara terstruktur (interview guide). Data yang didapatkan disusun dan dianalisis dengan mencari kesesuaian parameter nilai-nilai islami. Dari analisa didapatkan hasil penelitian bahwa nilai habluminallah diterapkan berupa tempat ibadah di bangun oleh 4 pengembang. Nilai habluminannas berupa   pesantren dibangun oleh 1 pengembang dan ruang terbuka yang direncanakan sebanyak 3 pengembang. Nilai Hablumminal alamien berupa adaptasi dengan alam lingkungan dilakukan oleh semua pengembang perumahan syariah.  Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam pembangunan dibedakan menjadi dua yaitu faktor pendorong terdiri dari niat, menyesuaikan faslitas dengan konsep, dan keberlanjutan pengembangan perumahan. Faktor penghambat, terdiri dari keterbatasan lahan dan jumlah unit rumah, konversi dari perumahan konvesional, kerjasama dengan pemilik lahan, dan pemahaman/rujukan dari asosiasi property syariah.
ANALISIS TRANSFER PANAS MENYELURUH PADA SELUBUNG BANGUNAN DI DAERAH TROPIS Annisa Dwi Hariyanti; Erni Setyowati; Gagoek Hardiman
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i3.1112

Abstract

Abstract: The creation of architectural works in tropical climates must be appropriate and responsive to the climate. In its application, it is expected to comply with the criteria for green building design requirements in SNI 03-6389-2011 and Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number: 21 of 2021 concerning Green Building Performance Assessment, namely that the overall heat transfer value of the building envelope does not exceed 35 W/m2. The choice of material used in the building envelope affects the amount of heat transfer value in a building. The building envelope of the Polytechnic of Furniture Industry and Wood Processing Campus Education Building on all four sides are dominated by Asahimas green stopsol reflective glass material with a glass thickness of 8 mm and conwood material in several parts. The amount of heat transfer value is analyzed using quantitative research methods with the calculation of OTTV (Overall Thermall Transfer Value). From the analysis, it is known that the overall OTTV value of the building is 54,94 W/m2, so it does not meet the criteria for green building design requirements. It is necessary to make retrofit design efforts to reduce the OTTV value in order to achieve OTTV value as mentioned in the SNI 03-6389-2011 and Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number: 21 of 2021.Abstrak: Pembuatan karya arsitektur di iklim tropis harus tepat dan responsif terhadap iklim. Dalam penerapannya diharapkan sesuai dengan kriteria persyaratan perancangan bangunan hijau pada SNI 03-6389-2011 dan Permen PUPR RI Nomor: 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau, yaitu bahwa nilai transfer panas menyeluruh pada selubung bangunan tidak melebihi 35 W/m2. Pemilihan jenis material yang digunakan pada selubung bangunan berpengaruh terhadap nilai transfer panas pada suatu bangunan. Selubung bangunan Gedung Pendidikan Kampus Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu pada keempat sisinya didominasi material kaca reflektif stopsol green Asahimas dengan ketebalan kaca 8 mm dan material conwood di beberapa bagian. Untuk mengetahui besarnya nilai transfer panas dilakukan analisa menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan perhitungan OTTV (Overall Thermall Transfer Value). Dari hasil analisa diketahui bahwa nilai OTTV keseluruhan bangunan sebesar 54,94 W/m2, sehingga tidak memenuhi kriteria persyaratan perancangan bangunan hijau. Perlu dilakukan upaya retrofit desain untuk menurunkan nilai OTTV tersebut agar mencapai nilai OTTV sesuai SNI 03-6389-2011 dan Permen PUPR RI Nomor: 21 Tahun 2021.
Cultural Acculturation in the Landlord Family Residence in Kampung Kulitan Semarang Sukawi, Sukawi; Hardiman, Gagoek; Rukayah, Raden Siti
MODUL Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.23.1.2023.30-36

Abstract

Kampung Kulitan is located in the Jagalan area, Central Semarang. This village is the forerunner of the Tasripin Kingdom which holds high historical value. The historical value is the Tasripin family home that has not been changed or renovated since its inception. Formerly Tasripin was the one who controlled the land in the Kampung Kulitan area. These houses are historical evidence of the glory of Semarang in the past. To protect the historical value of Kampung Kulitan, Semarang City Government has established the village as a tourist village with the theme of the old village with the Tasripin family house which became the cultural heritage asset in Kampung Kulitan. This study aims to determine how much influence the indis architecture has on the facade appearance of buildings in Kampung Kulitan. This study used descriptive qualitative method. Data collection is done using observations in the field. Observations on objects are supported by interviews with homeowners or other sources who are aware of the development of Kampung Kulitan residential area. The results of data collection are analyzed with the theories concerned about the indis architecture and the appearance of the building. The results of this study indicate that cultural acculturation has occurred, especially the Indis architecture in the form of building facades in Kampung Kulitan. This makes housing in Kampung Kulitan very unique and requires accuracy in its rehabilitation.
PENGARUH DESAIN BERBASIS MASYARAKAT UNTUK KEBERLANJUTAN BANGUNAN HIJAU MENUJU ARSITEKTUR SADAR ENERGI Yuliani, Sri; Hardiman, Gagoek; Setyowati, Erni; Setyaningsih, Wiwik
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 6 No 1 (2019): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v6i1a3

Abstract

Abstrak_Konsep arsitektur sadar energi mempertimbangkan efisiensi dan konservasi sumber daya alam dalam proses merancang, diantaranya dengan implementasi bangunan hijau. Kinerja desain pada bangunan hijau dipengaruhi oleh konsistensi pelaku utama pembangunan yakni pemerintah, perencana, perancang/arsitek, dan masyarakat pengguna. Komitmen mempertahankan desain hijau dapat berjalan berkesinambungan manakala terbentuk pola hubungan peran dan desain yang saling mendukung. Penelitian bertujuan mengidentifikasi hubungan desain dengan peran masyarakat untuk keberlanjutan bangunan hijau. Lokasi penelitian merupakan representasi karakter kota di Indonesia, yakni Kota Surakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif melalui survei lapangan. Pengumpulan data diperoleh melalui pengamatan lapangan, wawancara dan kuisioner dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara peran masyarakat dengan keberlanjutan desain bangunan hijau, dimana terdapat respon yang berbeda pada desain yang mengakomodasi peran masyarakat dan adanya kontribusi yang berbeda dari tingkat ekonomi masyarakat untuk mendukung keberlanjutan desain hijau.Kata kunci : Desain; Peran Masyarakat; Keberlanjutan; Bangunan Hijau Abstract_The concept of energy-conscious architecture considers the efficiency and conservation of natural resources in the design process, including the implementation of green buildings. Design performance in green buildings is influenced by the consistency of the main actors of development, namely the government, planners, designers/architects, and the user community. Commitment to maintaining a green design can run continuously when a role and design relationship pattern is formed that supports each other. The research aimed to identify design relationships with the role of the community for the sustainability of green buildings. The research location was a representation of the character of cities in Indonesia, namely the City of Surakarta. The study used qualitative methods with an inductive approach through field surveys. Data collection was obtained through field observations, interviews and questionnaires with purposive sampling technique. The results of the research indicated that there was  a relationship between the role of the community and the sustainability of green building design, where there were different responses to the design that accommodate the role of the community and the existence of different contributions from the economic level of the community to support the sustainability of the green design.Keywords: Design in Architectu;, Community Participator;  Sustainability;  Green Building
Peran Ruang Komunal terhadap Keterikatan Fungsional (Functional Attachment) di Panti Wreda Pengayoman Semarang Muhammad Nico Arinda; Gagoek Hardiman
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 22, No 2 (2024): Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v22i2.90853

Abstract

This research discusses the function of "communal space" in the environment of nursing homes in relation to functional attachment for the elderly. Functional attachment can occur because their needs are met in a certain place. This research aims to analyze the role of communal spaces in enhancing functional attachment among the elderly at Panti Wreda Pengayoman Semarang. This research uses a qualitative approach. Data collection in this research was conducted through interviews and observations at Panti Wreda Pengayoman Semarang. This research uses purposive sampling technique. The research results show that the availability of communal spaces, clear functions and activities of spaces, accessibility and connectivity between spaces, the availability of green areas, and behavior towards the environment play an important role in functional improvement to achieve attachment to a specific place.
KONDISI TERMAL PADA PENGHAWAAN ALAMI DI RUANG TUNGGU UTAMA STASIUN SEMARANG TAWANG Rusyda, Hana Faza Surya; Setyowati, Erni; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:. Thermal comfort is a state of mind that expresses a user's satisfaction with thermal conditions. This study focuses on the design of natural ventilation which is one of the efforts to reduce the heat that exists in the building, especially in maintaining the thermal conditions. Tawang Train Station, Semarang has a natural ventilation design that is still maintained especially in the waiting room. This study aims to determine the thermal conditions of the design of ventilation using the theory of Mom and Wiseborn, SNI 03-6572-2001, and Olgyay chart. This research method uses quantitative and field measurements were done for 14 hours to know the movement of air, temperature, humidity. The results were then compared with the standard and the theory. It was found that thermal comfort conditions that still utilize the movement of the wind from natural ventilation in the main waiting room of Tawang Semarang Station.Keyword: Thermal Condition, Natural Ventilation, Semarang Tawang Station.Abstrak: Kenyamanan termal merupakan suatu kondisi pikir seseorang yang mengekspresikan kepuasan pengguna terhadap kondisi termal.  Penelitian ini berfokus pada desain penghawaan yang merupakan salah satu upaya mengurangi panas yang ada dalam bangunan terutama dalam menjaga kondisi termal. Stasiun Tawang Semarang, mempunyai desain penghawaan alami yang masih dipertahannkan terutama pada ruang tungguya. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui kondisi termal dari desain penghawaan dengan menggunakan teori mom dan wiseborn, SNI 03-6572-2001, serta grafik olgyay. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dan pengukuran dilapangan dilakukan selama 14 jam untuk mengetahui pergerakan udara, temperature, kelembaban. Hasil penelitian kemudian di bandingkan dengan standar SNI, Mom & Wiseborn dan Diagram Olgyay. Ditemukan bahwa kondisi kenyamanan termal yang masih memanfaatkan pergerakan angin dari ventilasi alami pada ruang tunggu utama Stasiun Semarang Tawang.Kata Kunci: Kondisi Termal, Ventilasi Alami, Ruang tunggu, Stasiun Semarang Tawang
PENGARUH BAHAN MATERIAL DINDING RUMAH HEBEL DAN BATU BATA TERHADAP KONDISI TERMAL RUANG DALAM DI PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK Afgani, Jundi Jundullah; Hardiman, Gagoek; Budi, Wahyu Setia
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The conditions of houses in densely populated areas vary, some use brick and Hebel materials. the high density of an area makes air movement not work properly so that the temperature in the area of the region increases and will have an effect on the inner space of the houses in the settlement. therefore the purpose of this study is to find out the type of material that provides thermal comfort in indoor space in densely populated settlements. used in this study is a quantitative method with direct measurements in the field for 11 hours, to find out the temperature, humidity, and air movement, the results will be compared with the theory of thermal comfort standards of mom and wiesebron.Keyword: Thermal Comfort, House Wall, Densely SettlementAbstrak: Kondisi dari rumah-rumah yang berada di daerah padat penduduk bermacam-macam, ada yang menggunakan bahan material batu bata dan juga hebel. Tingginya kepadatan suatu wilayah membuat pergerakan udara menjadi tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga suhu pada wilayah wilayah tersebut meningkat dan akan berefek pada ruang dalam dari rumah-rumah yang ada di permukiman tersebut. Oleh karena itu Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis material yang memberikan kenyaman termal pada ruang dalam rumah di permukiman padat penduduk. Metode yang digunakan didalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pengukuran langsung di lapangan selama 11 jam untuk mengetahui temperature, kelembaban dan pergerakan udara, hasilnya nanti akan dibandingkan dengan teori standar kenyamanan termal Mom dan Wiesebron.Kata Kunci: kenyamanan Termal, dinding rumah, Permukiman padat.
ANALISIS TRANSFER PANAS MENYELURUH PADA SELUBUNG BANGUNAN DI DAERAH TROPIS Hariyanti, Annisa Dwi; Setyowati, Erni; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The creation of architectural works in tropical climates must be appropriate and responsive to the climate. In its application, it is expected to comply with the criteria for green building design requirements in SNI 03-6389-2011 and Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number: 21 of 2021 concerning Green Building Performance Assessment, namely that the overall heat transfer value of the building envelope does not exceed 35 W/m2. The choice of material used in the building envelope affects the amount of heat transfer value in a building. The building envelope of the Polytechnic of Furniture Industry and Wood Processing Campus Education Building on all four sides are dominated by Asahimas green stopsol reflective glass material with a glass thickness of 8 mm and conwood material in several parts. The amount of heat transfer value is analyzed using quantitative research methods with the calculation of OTTV (Overall Thermall Transfer Value). From the analysis, it is known that the overall OTTV value of the building is 54,94 W/m2, so it does not meet the criteria for green building design requirements. It is necessary to make retrofit design efforts to reduce the OTTV value in order to achieve OTTV value as mentioned in the SNI 03-6389-2011 and Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number: 21 of 2021.Abstrak: Pembuatan karya arsitektur di iklim tropis harus tepat dan responsif terhadap iklim. Dalam penerapannya diharapkan sesuai dengan kriteria persyaratan perancangan bangunan hijau pada SNI 03-6389-2011 dan Permen PUPR RI Nomor: 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau, yaitu bahwa nilai transfer panas menyeluruh pada selubung bangunan tidak melebihi 35 W/m2. Pemilihan jenis material yang digunakan pada selubung bangunan berpengaruh terhadap nilai transfer panas pada suatu bangunan. Selubung bangunan Gedung Pendidikan Kampus Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu pada keempat sisinya didominasi material kaca reflektif stopsol green Asahimas dengan ketebalan kaca 8 mm dan material conwood di beberapa bagian. Untuk mengetahui besarnya nilai transfer panas dilakukan analisa menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan perhitungan OTTV (Overall Thermall Transfer Value). Dari hasil analisa diketahui bahwa nilai OTTV keseluruhan bangunan sebesar 54,94 W/m2, sehingga tidak memenuhi kriteria persyaratan perancangan bangunan hijau. Perlu dilakukan upaya retrofit desain untuk menurunkan nilai OTTV tersebut agar mencapai nilai OTTV sesuai SNI 03-6389-2011 dan Permen PUPR RI Nomor: 21 Tahun 2021.
Strategies for increasing the adaptive capacity of the community in vulnerable settlement areas impacted by the mudflow disaster Ekawati, June; Pangi, Pangi; Hardiman, Gagoek; Pandelaki, Edward E.
International Journal of Disaster Management Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : TDMRC, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/ijdm.v8i1.40474

Abstract

The mudflow disaster has made the surrounding community's residential areas vulnerable, so efforts are needed to strengthen the communitys adaptive capacity to reduce vulnerability. This study aims to develop strategies to minimize settlements vulnerability based on communities adaptive capacity in areas impacted by the Lapindo mudflow disaster in Sidoarjo, Indonesia. The research method used is the explanatory sequential mixed methods approach with quantitative primary data obtained from structured questionnaires and qualitative data from field surveys and interviews, with analysis in the form of integrating the two databases. The research results showed that the level of community adaptive capacity was moderate, slightly above the average score (3.19). The lowest score was on education level (1.78), and the highest score was on social relations (4,36). The strategies to reduce vulnerability are increasing public education, empowering the community's economy, increasing the availability and capacity of disaster infrastructure, conducting massive reforestation, providing technical assistance, access to banking facilities, clean water networks and distillation, and supporting community activities in social, cultural, and religious fields, as well as strengthening village institutions. This study concludes that social, cultural, and religious variables play a role and become important capital in increasing the community's adaptive capacity, which can later reduce vulnerability in an area towards a disaster-resilient area.
PERANAN PEMBAYANGAN PADA COURTYARD TERHADAP PENGENDALIAN SUHU PERMUKAAN (Studi Kasus Gedung Widya Puraya Universitas Diponegoro Semarang) Jantu, Mochamad Athar; Hardiman, Gagoek; Supriyadi, Bambang; Setyowati, Erni
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2016): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v4i2.128

Abstract

ABSTRAK Courtyard merupakan komponen bangunan sejak lampau yang memiliki fungsi sebagai elemen estetika di dalam bangunan juga berperan dalam usaha menciptakan sistem pengkondisian udara dan pencahayaan alami. Sebagai bukaan tentunya penetrasi radiasi matahari langsung ke dalam bangunan tidak dapat di hindari akan tetapi dengan bentuk struktur yang khas dari courtyard ditambah dengan ketersediaan elemen vegetasi akan membentuk bidang-bidang bayangan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemaparan hasil penelitian mengenai sejauh mana peranan pembayangan pada courtyard dalam mereduksi peningkatan suhu permukaan akibat dari penetrasi radiasi matahari. Metode yang digunakan pada penilitan ini adalah analisis secara kualitatif terhadap data kuantitatif hasil observasi dan pengukuran langsung terhadap obyek studi. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa variasi bidang pembayangan dan durasi pembayangan pada area courtyard gedung Widya Puraya Universitas Diponego dapat mengendalikan peningkatan suhu permukaan yang dipengaruhi oleh durasi puncak peningkatan suhu permukaan. Kata Kunci : Pembayangan, Courtyard, Suhu Permukaan
Co-Authors Adelina Noor Rahmahana Adelina Noor Rahmahana, Adelina Noor Afgani, Jundi Jundullah Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Agus Budi Purnomo Alin Pradita Agustin Annisa Dwi Hariyanti Arnia Iga Meirta atik suprapti Bambang Adji Murtomo Bambang Setioko Bambang Supriyadi Budi Sudarwanto Daniel Eko Aryanto deni wibawanto Desti Rahmiati Dewandaru, Ardian Dewi Astuti dishy valdhisa Eddy Indarto Eddy Prianto Edward E. Pandelaki, Edward E. Edward Endrianto Pandelaki Erni Setyowati Fahmi Syarif Hidayat Fahmi Syarif Hidayat Fisa Savanti Franciskus Xaverius Yudhistira Ricky Kurnia Furqoni, Ashim Hana Faza Surya Rusyda Hapsari Dewi Puspitorini Hariyanti, Annisa Dwi Harsritanto, Bangun I.R Heri Sugianto Heru Prayitno Imam Buchari Inavonna Inavonna Irina Mildawani Jantu, Mochamad Athar June Ekawati Livian Teddy matien islami Mohammad Sahid Indraswara muhammad amanda Muhammad Nico Arinda Nur Aini DA, Nur Aini Nuroji Nuroji nurul kusumaningrum Pangi Pangi, Pangi Pramono, Syaref Purwanto Purwanto Putriati, Dian R Siti Rukayah rahmi nur rizki, rahmi nur Reza Alvi Yulita Rukayah, Raden Siti Rukhayah, R. Siti Satriya Wahyu Firmandhani Shabrina Adine Vania Sony Mutiara Sri Tudjono Sri Yuliani Sri Yuliani sukawi sukawi Susi, Theresia Sutrisno, Herwin Suzanna Ratih Sari Syarif Hidayat Taqwim S, M Ainut titien murtini titien woro titin murtini, titin Tukiman Taruna Vincentia Reni Vitasurya Wahyu Setia Budi Wibowo, Putera Marhadika Wiwik Handayani Wiwik Setyaningsih Yashinta I.P. Hematang YUUSHIINA DINI HAPSARI, YUUSHIINA DINI Zahra Amany P, Zahra Amany