Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Ruang Komunal terhadap Keterikatan Fungsional (Functional Attachment) di Panti Wreda Pengayoman Semarang Muhammad Nico Arinda; Gagoek Hardiman
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 22, No 2 (2024): Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v22i2.90853

Abstract

This research discusses the function of "communal space" in the environment of nursing homes in relation to functional attachment for the elderly. Functional attachment can occur because their needs are met in a certain place. This research aims to analyze the role of communal spaces in enhancing functional attachment among the elderly at Panti Wreda Pengayoman Semarang. This research uses a qualitative approach. Data collection in this research was conducted through interviews and observations at Panti Wreda Pengayoman Semarang. This research uses purposive sampling technique. The research results show that the availability of communal spaces, clear functions and activities of spaces, accessibility and connectivity between spaces, the availability of green areas, and behavior towards the environment play an important role in functional improvement to achieve attachment to a specific place.
KONDISI TERMAL PADA PENGHAWAAN ALAMI DI RUANG TUNGGU UTAMA STASIUN SEMARANG TAWANG Rusyda, Hana Faza Surya; Setyowati, Erni; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:. Thermal comfort is a state of mind that expresses a user's satisfaction with thermal conditions. This study focuses on the design of natural ventilation which is one of the efforts to reduce the heat that exists in the building, especially in maintaining the thermal conditions. Tawang Train Station, Semarang has a natural ventilation design that is still maintained especially in the waiting room. This study aims to determine the thermal conditions of the design of ventilation using the theory of Mom and Wiseborn, SNI 03-6572-2001, and Olgyay chart. This research method uses quantitative and field measurements were done for 14 hours to know the movement of air, temperature, humidity. The results were then compared with the standard and the theory. It was found that thermal comfort conditions that still utilize the movement of the wind from natural ventilation in the main waiting room of Tawang Semarang Station.Keyword: Thermal Condition, Natural Ventilation, Semarang Tawang Station.Abstrak: Kenyamanan termal merupakan suatu kondisi pikir seseorang yang mengekspresikan kepuasan pengguna terhadap kondisi termal.  Penelitian ini berfokus pada desain penghawaan yang merupakan salah satu upaya mengurangi panas yang ada dalam bangunan terutama dalam menjaga kondisi termal. Stasiun Tawang Semarang, mempunyai desain penghawaan alami yang masih dipertahannkan terutama pada ruang tungguya. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui kondisi termal dari desain penghawaan dengan menggunakan teori mom dan wiseborn, SNI 03-6572-2001, serta grafik olgyay. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dan pengukuran dilapangan dilakukan selama 14 jam untuk mengetahui pergerakan udara, temperature, kelembaban. Hasil penelitian kemudian di bandingkan dengan standar SNI, Mom & Wiseborn dan Diagram Olgyay. Ditemukan bahwa kondisi kenyamanan termal yang masih memanfaatkan pergerakan angin dari ventilasi alami pada ruang tunggu utama Stasiun Semarang Tawang.Kata Kunci: Kondisi Termal, Ventilasi Alami, Ruang tunggu, Stasiun Semarang Tawang
PENGARUH BAHAN MATERIAL DINDING RUMAH HEBEL DAN BATU BATA TERHADAP KONDISI TERMAL RUANG DALAM DI PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK Afgani, Jundi Jundullah; Hardiman, Gagoek; Budi, Wahyu Setia
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The conditions of houses in densely populated areas vary, some use brick and Hebel materials. the high density of an area makes air movement not work properly so that the temperature in the area of the region increases and will have an effect on the inner space of the houses in the settlement. therefore the purpose of this study is to find out the type of material that provides thermal comfort in indoor space in densely populated settlements. used in this study is a quantitative method with direct measurements in the field for 11 hours, to find out the temperature, humidity, and air movement, the results will be compared with the theory of thermal comfort standards of mom and wiesebron.Keyword: Thermal Comfort, House Wall, Densely SettlementAbstrak: Kondisi dari rumah-rumah yang berada di daerah padat penduduk bermacam-macam, ada yang menggunakan bahan material batu bata dan juga hebel. Tingginya kepadatan suatu wilayah membuat pergerakan udara menjadi tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga suhu pada wilayah wilayah tersebut meningkat dan akan berefek pada ruang dalam dari rumah-rumah yang ada di permukiman tersebut. Oleh karena itu Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis material yang memberikan kenyaman termal pada ruang dalam rumah di permukiman padat penduduk. Metode yang digunakan didalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pengukuran langsung di lapangan selama 11 jam untuk mengetahui temperature, kelembaban dan pergerakan udara, hasilnya nanti akan dibandingkan dengan teori standar kenyamanan termal Mom dan Wiesebron.Kata Kunci: kenyamanan Termal, dinding rumah, Permukiman padat.
LANGGAM ARSITEKTUR GEREJA GEREFORMEERD SEMARANG SEBAGAI NILAI PENTING DALAM UPAYA KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA Ricky Kurnia, Franciskus Xaverius Yudhistira; Sardjono, Agung Budi; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In the city of Semarang, many old buildings are still original and have many stories behind their architectural design styles, one of which is the Gereformeerd Church. Due to its age, Gereformeerd Church has been designated as a cultural heritage building by the Semarang city government, but the lack of data on the Gereformeerd Church building causes a lack of conservation measures that can be taken for this church. The purpose of this research is to support the data of the church's cultural heritage building on the important points of the Gereformeerd Church style using an architectural approach so that it can be used as a reference for further research on the conservation of the Gereformeerd Church building in Semarang. The Gereformeerd Church has an architectural style that is heavily influenced by gothic and romanesque architecture which is very closely related to European churches in the 16th-18th centuries. In addition, with Art Deco influence on the interior decoration of the church, it becomes more of an attraction if the analogies and meanings behind the interior design and architectural style are explored and to be used as the basis for the conservation of the cultural heritage of the Semarang Gereformeerd church.Abstrak: Di Kota Semarang, banyak sekali bangunan tua yang masih asli dan menyimpan banyak cerita di balik gaya desain arsitekturnya, salah satunya adalah Gereja Gereformeerd. Karena usianya, Gereja Gereformeerd ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah kota Semarang, namun minimnya data mengenai bangunan Gereja Gereformeerd menyebabkan kurangnya langkah-langkah konservasi yang dapat diambil untuk gereja ini. Mendata bangunan cagar budaya harus meliputi usia dan nilai penting bangunan. Nilai penting bangunan dibagi menjadi dua yaitu keaslian dan langgam bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk men-support data bangunan cagar budaya Gereja pada nilai penting langgam Gereja Gereformeerd menggunakan pendekatan arsitektur, sehingga dapat dijadikan acuan bagi penelitian lanjutan mengenai konservasi bangunan Gereja Gereformeerd Semarang. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mencapai tujuan atau objektif di dalam penelitian ini, dengan memfokuskan pada data-data yang dapat diolah secara visual dan pikiran. Gereja Gereformeerd memiliki langgam arsitektur yang terpengaruh berat oleh arsitektur gotik dan romantik yang sangat erat dengan gereja Eropa pada abad ke 16-18. Selain itu, dengan pengaruh Art Deco pada dekorasi interior gereja menjadi sebuah daya tarik lebih jika dieksplor mengenai analogi dan arti di balik desain interior dan langgam arsitektur untuk dijadikan sebagai dasar konservasi bangunan cagar budaya Gereja Gereformeerd Semarang.
ANALISIS TRANSFER PANAS MENYELURUH PADA SELUBUNG BANGUNAN DI DAERAH TROPIS Hariyanti, Annisa Dwi; Setyowati, Erni; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The creation of architectural works in tropical climates must be appropriate and responsive to the climate. In its application, it is expected to comply with the criteria for green building design requirements in SNI 03-6389-2011 and Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number: 21 of 2021 concerning Green Building Performance Assessment, namely that the overall heat transfer value of the building envelope does not exceed 35 W/m2. The choice of material used in the building envelope affects the amount of heat transfer value in a building. The building envelope of the Polytechnic of Furniture Industry and Wood Processing Campus Education Building on all four sides are dominated by Asahimas green stopsol reflective glass material with a glass thickness of 8 mm and conwood material in several parts. The amount of heat transfer value is analyzed using quantitative research methods with the calculation of OTTV (Overall Thermall Transfer Value). From the analysis, it is known that the overall OTTV value of the building is 54,94 W/m2, so it does not meet the criteria for green building design requirements. It is necessary to make retrofit design efforts to reduce the OTTV value in order to achieve OTTV value as mentioned in the SNI 03-6389-2011 and Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number: 21 of 2021.Abstrak: Pembuatan karya arsitektur di iklim tropis harus tepat dan responsif terhadap iklim. Dalam penerapannya diharapkan sesuai dengan kriteria persyaratan perancangan bangunan hijau pada SNI 03-6389-2011 dan Permen PUPR RI Nomor: 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau, yaitu bahwa nilai transfer panas menyeluruh pada selubung bangunan tidak melebihi 35 W/m2. Pemilihan jenis material yang digunakan pada selubung bangunan berpengaruh terhadap nilai transfer panas pada suatu bangunan. Selubung bangunan Gedung Pendidikan Kampus Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu pada keempat sisinya didominasi material kaca reflektif stopsol green Asahimas dengan ketebalan kaca 8 mm dan material conwood di beberapa bagian. Untuk mengetahui besarnya nilai transfer panas dilakukan analisa menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan perhitungan OTTV (Overall Thermall Transfer Value). Dari hasil analisa diketahui bahwa nilai OTTV keseluruhan bangunan sebesar 54,94 W/m2, sehingga tidak memenuhi kriteria persyaratan perancangan bangunan hijau. Perlu dilakukan upaya retrofit desain untuk menurunkan nilai OTTV tersebut agar mencapai nilai OTTV sesuai SNI 03-6389-2011 dan Permen PUPR RI Nomor: 21 Tahun 2021.
PENGHAWAAN ALAMI DAN KENYAMANAN TERMAL PADA MASJID KHALID AL-NAQOBI Yulita, Reza Alvi; Hardiman, Gagoek; Setyowati, Erni
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The mosque is a place for Muslims to worship. As a place of worship, of course the user's comfort while worshiping in the mosque is very important so that users can worship solemnly. The Khalid Al-Naqobi Mosque is one of the mosques in the program to build 100 waqf mosques from Qatar whose construction is being managed by PBNU in Indonesia. The waqf mosque will begin to be built at the end of 2021 and will be built in various regencies and cities, however, during its construction, the management has determined a blue print design and materials to be used in almost all waqf mosque constructions with different existing conditions. So it is likely that the conditioning factors in the building are not considered. The purpose of this study was to evaluate whether the design of the Khalid Al-Naqobi mosque was able to overcome room conditioning in realizing the thermal comfort of its users. The results of this observation can be used as a consideration in designing mosques with natural ventilation.Keyword: Mosque, Architecture, Thermal ComfortAbstrak: Masjid merupakan tempat umat muslim untuk beribadah. Sebagai tempat beribadah tentunya kenyamanan pengguna saat beribadah di dalam masjid sangatlah penting agar pengguna bisa beribadah dengan khusuk. Masjid Khalid Al-Naqobi merupakan salah satu masjid dari program pembangunan 100 masjid wakaf dari Qatar yang dikelola pembangunannya oleh PBNU di Indonesia. Masjid wakaf ini mulai di bangun pada akhir tahun 2021 dan dibangun di berbagai kabupaten maupun kota, namun dalam pembangunannya pengelola sudah menentukan satu desain blue print serta material-material yang digunakan untuk diterapkan hampir di semua pembangunan masjid wakaf dengan kondisi eksisting yang berbeda-beda. Sehingga besar kemungkinan faktor-faktor pengkondisian dalam bangunan kurang diperhatikan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah desain masjid Khalid Al-Naqobi ini mampu mengatasi pengkondisian ruangan dalam mewujudkan kenyamanan termal penggunanya. Hasil dari pengamatan ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam perancangan masjid dengan penghawaan alami.Kata Kunci:  Masjid, Arsitektur, Kenyamanan termal. 
KINERJA BUKAAN DAN ORIENTASI TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PADA PERUMAHAN SIRANDA VIEW SEMARANG Mutiara, Sony; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Siranda View Housing is a housing complex in Semarang that comprises three different styles of residences with minimalist facades. The thermal comfort conditions within a house are affected by residential house facades with variable apertures and orientations for each type of house. The issue in this study is the performance of residential house openings and orientation that are not in accordance with regulations for each different type of housing, resulting in negative thermal comfort conditions. The air temperature and humidity in the research object were measured using a quantitative descriptive method. Psychometric and Effective Temperature diagrams were used to examine measurements taken at two different types of residential dwellings. Data collection through respondents is also done to know the sensations respondents feel while inside the home.This study shows that although the thermal comfort conditions in a one-story house are still below the optimal requirements, the thermal comfort conditions in a second-story house are normal.Keyword: Thermal Comfort, Building Aperture, Building OrientationAbstrak: Perumahan Siranda View merupakan salah satu perumahan di Kota Semarang yang memiliki 3 tipe rumah berbeda dengan fasad minimalis. Fasad rumah tinggal dengan beragam bukaan dan perbedaan orientasi pada setiap tipe rumah ini berpengaruh terhadap kondisi kenyamanan termal di dalam rumah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kinerja bukaan dan orientasi rumah tinggal yang tidak sesuai standar pada setiap tipe rumah yang berbeda sehingga tercipta kondisi kenyamanan termal yang kurang baik. Penelitian yang dilakukan ini dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pengukuran suhu udara dan kelembaban pada objek penelitian. Pengukuran dilakukan pada 2 tipe rumah tinggal yang berbeda dianalisis menggunakan diagram Psikometrik dan Temperatur Efektif. Pengambilan data melalui responden juga dilakukan untuk mengetahui sensasi yang dirasakan responden saat berada di dalam rumah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kenyamanan termal pada rumah satu lantai masih dibawah standar kenyamanan termal yang ideal, namun kondisi kenyamanan termal pada rumah dua lantai sudah sesuai dengan standar yang baik.Kata Kunci: Kenyamanan Termal, Bukaan Bangunan, Orientasi Bangunan
EVALUASI PENERAPAN DESAIN INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN PADA MUSEUM KOTA LAMA SEMARANG Meirta, Arnia Iga; Hardiman, Gagoek; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Semarang Old Town Museum is one of the revitalization programs of Semarang Old City, which in its development plan realizes the 11th sustainable development goal of "Sustainable Cities and Settlements" which in this goal applies an inclusive design concept. The application of inclusive design to museum as public spaces is very important to pay attention to as the adoption of the needs of various categories of users. The purpose of the study was to evaluate the application of exclusive design at the Semarang Old City Museum to find out whether the applied design met the standards and rules of user needs. The research method used is descriptive qualitative, with an etic knowledge approach as a design parameter and emic knowledge obtained from the results of the questionnaire to visitors. The results showed that the Semarang Old City Museum has implemented an inclusive design based on parameters, but some are not in accordance with the parameter standards, namely the width of the inner room corridor. Inclusive application of digital and immersive technology systems provides flexible design for visitors so that it supports as a sustainable designKeyword: Museums, Inclusive Design, SustainableAbstrak: Museum Kota Lama Semarang merupakan salah satu program revitalisasi Kota Lama Semarang, yang dalam rencana pengembangannya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan ke 11 “Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan” yang di dalam tujuan ini menerapkan sebuah konsep desain inklusif. Penerapan desain inklusif pada museum sebagai ruang publik sangat penting untuk diperhatikan sebagai adopsi kebutuhan dari berbagai kategori penggunanya. Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi penerapan desain inklusif pada Museum Kota Lama Semarang untuk mengetahui apakah desain yang diterapkan telah memenuhi standar dan kaidah kebutuhan penggunanya. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, dengan pendekatan etic knowledge sebagai parameter desain dan emic knowledge yang didapat dari hasil kuesioner terhadap pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan Museum Kota Lama Semarang telah menerapkan desain inklusif berdasarkan parameter, namun adapula yang tidak sesuai dengan standar parameter yaitu pada lebar koridor ruang dalam. Penerapan inklusif pada sistem teknologi digital dan imersif memberikan desain yang fleksibel bagi pengunjung sehingga mendukung sebagai desain yang berkelanjutan.Kata Kunci: Museum, Desain Inklusif, Berkelanjutan
IDENTIFIKASI KORIDOR JALAN SUKUN RAYA SEMARANG DAN POTENSI REVITALISASI SHOPPING MALL BERKONSEP PEDESTRIAN WALK Vania, Shabrina Adine; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Various private housing estates have developed in Banyumanik Subdistrict, such as Taman Setiabudi Housing, Puri Perdana, Jati Raya Indah and others. Taman Setiabudi Housing is unique because the entrance to the housing estate has developed into a street market area and Pasar Minggu. This housing is located on the Sukun Raya road corridor. This corridor has developed several shops, restaurants, supermarkets, minimarkets, rows of shophouses, schools, restaurants, cafes, clothing stores, pharmacies, street vendors, salons, grocery stores, fruit and vegetable shops and gas stations. There is an abandoned building that used to be the Harmoni Supermarket, which was successful in the 1990-2000 era and closed in the 2000s. Many changes in the function of buildings into commercial buildings characterize the rapid development of the corridor into a commercial area. This research aims to reveal the characteristics of the corridor and find the design potential of developing the corridor as a pedestrian walk by revitalizing the Harmoni shopping building. The research uses survey methods, interviews, depictions of corridors, and Google Streetview to detail building types and facades. The research findings show the potential to develop the Sukun Raya corridor as a commercial area with a pedestrian walk concept by revitalizing the shopping mall.
PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN INDIVIDU AUTIS DI BERBASIS LINGKUNGAN ARSITEKTUR MULTISENSORI DI KOTA SEMARANG Putra, Pandu Asmara; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In the city of Semarang, there are many therapy facilities for autistic individuals that are part of a central health facility such as a hospital or are located in a single building, but the author considers the infrastructure to be less than representative. Also with the characteristics of the rooms provided, which often causes clients to be less focused on the material and less relaxed. The aim of this research is to obtain a conclusion about how the influence of multisensory architecture-based design is able to optimize therapy activities and development of autistic individuals. The theoretical basis used is multisensory architectural design and other aspects related to this. The research method used is through data collection in the form of literature studies through previous sources and precedent studies, design approaches, data analysis, then the entire method is formulated into a design synthesis which will become the design concept. The design concept consists of three parts, namely, land design concept, architectural design and landscape design. The principle of multisensory architectural design which is realized in an environment/built area in one location, which is supported by aspects of inclusivity, is the basic basis for building design which accommodates various kinds of activities for autistic individuals.Keyword : Autism, Multisensory Architecture, TherapyAbstrak: Di Kota Semarang, banyak dijumpai fasilitas terapi individu autis yang menjadi satu bagian dengan pusat fasilitas kesehatan seperti rumah sakit maupun berada pada bangunan tunggal, namun secara prasarana penulis anggap kurang representatif. Juga dengan karakteristik ruangan-ruangan yang disediakan, yang tidak jarang menyebabkan klien kurang fokus terhadap materi dan kurang rileks. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan suatu kesimpulan bagaimana pengaruh perancangan berbasis arsitektur multisensori, mampu mengoptimalkan kegiatan terapi dan pengembangan individu autis. Landasan teori yang digunakan adalah perancangan arsitektur multisensori dan aspek lainnya yang berkaitan dengan hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu melalui pengumpulan data berupa kajian literatur melalui sumber – sumber terdahulu maupun studi preseden , pendekatan desain, analisa data, yang kemudian keseluruhan metode tersebut dirumuskan menjadi suatu sintesa desain yang akan menjadi konsep perancangan. Konsep desain terdiri dari tiga bagian yaitu, konsep perancangan lahan, perancangan arsitektur dan perancangan lansekap. Prinsip perancangan arsitektur multisensori yang diwujudkan dalam suatu lingkungan / Kawasan binaan dalam satu lokasi, yang ditunjang dengan aspek inklusivitas menjadi landasan dasar desain bangunan yang didalamnya mengakomodir berbagai macam kegiatan bagi individu autis.Kata Kunci : Autisme, Arsitektur Multisensori, Terapi
Co-Authors Adelina Noor Rahmahana Adelina Noor Rahmahana, Adelina Noor Afgani, Jundi Jundullah Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Agus Budi Purnomo Alin Pradita Agustin Annisa Dwi Hariyanti atik suprapti Bambang Adji Murtomo Bambang Setioko Bambang Supriyadi Budi Sudarwanto Daniel Eko Aryanto deni wibawanto Desti Rahmiati Dewandaru, Ardian Dewi Astuti dishy valdhisa Eddy Indarto Edward E. Pandelaki, Edward E. Edward Endrianto Pandelaki Erni Setyowati Fahmi Syarif Hidayat Fahmi Syarif Hidayat Fisa Savanti Hana Faza Surya Rusyda Hapsari Dewi Puspitorini Hariyanti, Annisa Dwi Harsritanto, Bangun I.R Heri Sugianto Heriyanto, Adi Heru Prayitno Imam Buchari Inavonna Inavonna Irina Mildawani Jantu, Mochamad Athar Jundi Jundullah Afgani June Ekawati Livian Teddy matien islami Meirta, Arnia Iga Mohammad Sahid Indraswara muhammad amanda Muhammad Nico Arinda Mutiara, Sony Nur Aini DA, Nur Aini Nuroji Nuroji nurul kusumaningrum Pangi Pangi, Pangi Pramono, Syaref Purwanto Purwanto Putra, Pandu Asmara Putriati, Dian R Siti Rukayah rahmi nur rizki, rahmi nur Ricky Kurnia, Franciskus Xaverius Yudhistira Rukayah, Raden Siti Rukhayah, R. Siti Satriya Wahyu Firmandhani Sri Tudjono Sri Yuliani Sri Yuliani sukawi sukawi Susi, Theresia Sutrisno, Herwin Suzanna Ratih Sari Syarif Hidayat Taqwim S, M Ainut titien murtini titien woro titin murtini, titin Tukiman Taruna Vania, Shabrina Adine Vincentia Reni Vitasurya Wahyu Setia Budi Wibowo, Putera Marhadika Wiwik Handayani Wiwik Setyaningsih Yashinta I.P. Hematang Yulita, Reza Alvi YUUSHIINA DINI HAPSARI, YUUSHIINA DINI Zahra Amany P, Zahra Amany