Claim Missing Document
Check
Articles

Living in Harmony: Acculturation of Balinese and Dayak Ngaju Cultures in Basarang Jaya Village, Central Kalimantan Sutrisno, Herwin; Hardiman, Gagoek; Pandelaki, Edward Endrianto; Susi, Theresia
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v7i3.279

Abstract

The transmigrants of Balinese ethnic living in Basarang Jaya Village, Kapuas, Central Kalimantan live harmoniously with the local ethnics (Dayak Ngaju) even though the area ever experienced ethnic riots that took thousands of lives and properties. The objective of this research is to find out the form of the cultural acculturation occurring between Balinese transmigrants with the Dayak Ngaju in Basarang Jaya Village. This research used phenomenology approach. The data were collected through in-depth interviews and participatory observations. The sources of research data are the local chiefs of Balinese and banjar Bali in Basarang Jaya Village and the first group of transmigrants coming to Basarang Jaya Village. The subject of the research was the Balinese transmigrants in Basarang Jaya Village. The object of the research is the way of life, the way of speaking, the food and the religious activities of Bali transmigrants. The research reveals some facts. First, the Balinese transmigrants have made adaptation by imitating how the ethnics of Dayak Ngaju lives. Second, there are changes in the language, way of life, food and religious activities of transmigrants. Third, the harmony between the two ethnics can be maintained by using the religion as the medium of integration.
Pemanfaatan Ruang di Kawasan Pecinan Meester Jatinegara Berbasis pada Aktivitas Ekonomi Astuti, Dewi; Hardiman, Gagoek; Rukayah, R. Siti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembanganya kota telah mengalami perubahan struktur ruang fisik maupun aktivitas sosial budaya pada masyarakatnya, akan tetapi ada beberapa bagian tertentu dalam kawasan yang memiliki latar belakang sejarahyang tidak lekang oleh waktu. Kawasan Pecinan Meester Jatinegara dalam kajian ini merupakan sebuah gambaran kondisi masa lalu dan perkembangannya saat ini. Kajian penelitian ini memfokuskan mengenai pentingnya ruang dalam dimensi waktu yang dilihat dari perubahan sosial budaya. Sebagai sebuah bentuk peninggalan sejarah sebuah kota, kawasan Pecinan juga memiliki karakteristik aktivitas ekonomi, sosial dan budaya sesuai dengan ciri-cirinya sebagai daerahperdagangan. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif danpemikiran berdasarkan fenomena empiris di Kawasan Pecinan Meester Jatinegara dengan strategi penelitian induktif yang dilakukan untuk mengembangkan pengetahuan konseptual dan kaitannya dengan pemanfaatan ruang kawasan Pecinan yang berdasarkan aktivitas ekonomi. Hasil dari kajjian ini adalah temuan mengenai pemanfaatan ruang kawasan Pecinan Meester jatinegara yang berdasarkan pada aktivitas ekonomi.
PERANAN PEMBAYANGAN PADA COURTYARD TERHADAP PENGENDALIAN SUHU PERMUKAAN (Studi Kasus Gedung Widya Puraya Universitas Diponegoro Semarang) Jantu, Mochamad Athar; Hardiman, Gagoek; Supriyadi, Bambang; Setyowati, Erni
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2016): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.221 KB) | DOI: 10.37971/radial.v4i2.128

Abstract

ABSTRAK Courtyard merupakan komponen bangunan sejak lampau yang memiliki fungsi sebagai elemen estetika di dalam bangunan juga berperan dalam usaha menciptakan sistem pengkondisian udara dan pencahayaan alami. Sebagai bukaan tentunya penetrasi radiasi matahari langsung ke dalam bangunan tidak dapat di hindari akan tetapi dengan bentuk struktur yang khas dari courtyard ditambah dengan ketersediaan elemen vegetasi akan membentuk bidang-bidang bayangan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemaparan hasil penelitian mengenai sejauh mana peranan pembayangan pada courtyard dalam mereduksi peningkatan suhu permukaan akibat dari penetrasi radiasi matahari. Metode yang digunakan pada penilitan ini adalah analisis secara kualitatif terhadap data kuantitatif hasil observasi dan pengukuran langsung terhadap obyek studi. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa variasi bidang pembayangan dan durasi pembayangan pada area courtyard gedung Widya Puraya Universitas Diponego dapat mengendalikan peningkatan suhu permukaan yang dipengaruhi oleh durasi puncak peningkatan suhu permukaan. Kata Kunci : Pembayangan, Courtyard, Suhu Permukaan
Redesain Ruang Ibadah Masjid Agung Pati Berdasarkan Performa Kenyamanan Termal, Visual, Dan Akustik furqoni, ashim; Prianto, Eddy; Sardjono, Agung Budi; Hardiman, Gagoek
RUAS Vol. 20 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2022.020.02.4

Abstract

Architecture is a place to move comfortably. The mosque is the four worshippers of muslims who should have an optimal level of comfort. This study aims to examine the comfort performance of the prayer room of the Great Mosque of Pati based on applicable theories and standards, then design based on the results of a comfort study to get a prayer room design that meets the comfort criteria for its users. The research was conducted by dividing the prayer room into 16 points. At each point, 3 measurements are carried out, namely thermal, lighting, and noise measurements both in the morning, afternoon, afternoon, and evening. From the measurement results, it is known that the average temperature in the worship room is 27.4 °C, meaning that the temperature is hotter than the standard of comfort (<27 °C). The average exposure is 103.5 lux, meaning the lighting is darker than required (200 lux). The average noise is 61.7 dB, meaning that the situation inside the worship room is noisier than the maximum noise level allowed for the worship space (55 dB).
A COMPARISON OF HEAT PERFORMANCE BETWEEN GREEN ROOFS ON CONCRETE AND GREEN ROOFS ON CORRUGATED ZINC Sri Yuliani; Gagoek Hardiman; Erni Setyowati
DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) Vol. 47 No. 2 (2020): DECEMBER 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.93 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.47.2.55-64

Abstract

Green roofs are generally applied to concrete roofed buildings. This study compares the thermal performance of green roofs that occur in corrugated concrete and zinc to expand green roof innovation. The study experimented on a method using the 2011 Ecotect computer simulation. The results showed that the difference in temperature reduction in corrugated zinc was higher than in concrete. Changes in heat outside the roof space on both have a number that has a relatively small difference, but the difference in heat is visible in the inner space. Based on the thermal performance of the roof, the use of corrugated zinc roofs as the base of the green roof in the building could be an alternative green roof material besides concrete.
LANGGAM ARSITEKTUR GEREJA GEREFORMEERD SEMARANG SEBAGAI NILAI PENTING DALAM UPAYA KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA Franciskus Xaverius Yudhistira Ricky Kurnia; Agung Budi Sardjono; Gagoek Hardiman
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i1.1073

Abstract

Abstract: In the city of Semarang, many old buildings are still original and have many stories behind their architectural design styles, one of which is the Gereformeerd Church. Due to its age, Gereformeerd Church has been designated as a cultural heritage building by the Semarang city government, but the lack of data on the Gereformeerd Church building causes a lack of conservation measures that can be taken for this church. The purpose of this research is to support the data of the church's cultural heritage building on the important points of the Gereformeerd Church style using an architectural approach so that it can be used as a reference for further research on the conservation of the Gereformeerd Church building in Semarang. The Gereformeerd Church has an architectural style that is heavily influenced by gothic and romanesque architecture which is very closely related to European churches in the 16th-18th centuries. In addition, with Art Deco influence on the interior decoration of the church, it becomes more of an attraction if the analogies and meanings behind the interior design and architectural style are explored and to be used as the basis for the conservation of the cultural heritage of the Semarang Gereformeerd church.Abstrak: Di Kota Semarang, banyak sekali bangunan tua yang masih asli dan menyimpan banyak cerita di balik gaya desain arsitekturnya, salah satunya adalah Gereja Gereformeerd. Karena usianya, Gereja Gereformeerd ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah kota Semarang, namun minimnya data mengenai bangunan Gereja Gereformeerd menyebabkan kurangnya langkah-langkah konservasi yang dapat diambil untuk gereja ini. Mendata bangunan cagar budaya harus meliputi usia dan nilai penting bangunan. Nilai penting bangunan dibagi menjadi dua yaitu keaslian dan langgam bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk men-support data bangunan cagar budaya Gereja pada nilai penting langgam Gereja Gereformeerd menggunakan pendekatan arsitektur, sehingga dapat dijadikan acuan bagi penelitian lanjutan mengenai konservasi bangunan Gereja Gereformeerd Semarang. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mencapai tujuan atau objektif di dalam penelitian ini, dengan memfokuskan pada data-data yang dapat diolah secara visual dan pikiran. Gereja Gereformeerd memiliki langgam arsitektur yang terpengaruh berat oleh arsitektur gotik dan romantik yang sangat erat dengan gereja Eropa pada abad ke 16-18. Selain itu, dengan pengaruh Art Deco pada dekorasi interior gereja menjadi sebuah daya tarik lebih jika dieksplor mengenai analogi dan arti di balik desain interior dan langgam arsitektur untuk dijadikan sebagai dasar konservasi bangunan cagar budaya Gereja Gereformeerd Semarang.
PENGHAWAAN ALAMI DAN KENYAMANAN TERMAL PADA MASJID KHALID AL-NAQOBI Reza Alvi Yulita; Gagoek Hardiman; Erni Setyowati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i2.3173

Abstract

Abstract: The mosque is a place for Muslims to worship. As a place of worship, of course the user's comfort while worshiping in the mosque is very important so that users can worship solemnly. The Khalid Al-Naqobi Mosque is one of the mosques in the program to build 100 waqf mosques from Qatar whose construction is being managed by PBNU in Indonesia. The waqf mosque will begin to be built at the end of 2021 and will be built in various regencies and cities, however, during its construction, the management has determined a blue print design and materials to be used in almost all waqf mosque constructions with different existing conditions. So it is likely that the conditioning factors in the building are not considered. The purpose of this study was to evaluate whether the design of the Khalid Al-Naqobi mosque was able to overcome room conditioning in realizing the thermal comfort of its users. The results of this observation can be used as a consideration in designing mosques with natural ventilation.Keyword: Mosque, Architecture, Thermal ComfortAbstrak: Masjid merupakan tempat umat muslim untuk beribadah. Sebagai tempat beribadah tentunya kenyamanan pengguna saat beribadah di dalam masjid sangatlah penting agar pengguna bisa beribadah dengan khusuk. Masjid Khalid Al-Naqobi merupakan salah satu masjid dari program pembangunan 100 masjid wakaf dari Qatar yang dikelola pembangunannya oleh PBNU di Indonesia. Masjid wakaf ini mulai di bangun pada akhir tahun 2021 dan dibangun di berbagai kabupaten maupun kota, namun dalam pembangunannya pengelola sudah menentukan satu desain blue print serta material-material yang digunakan untuk diterapkan hampir di semua pembangunan masjid wakaf dengan kondisi eksisting yang berbeda-beda. Sehingga besar kemungkinan faktor-faktor pengkondisian dalam bangunan kurang diperhatikan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah desain masjid Khalid Al-Naqobi ini mampu mengatasi pengkondisian ruangan dalam mewujudkan kenyamanan termal penggunanya. Hasil dari pengamatan ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam perancangan masjid dengan penghawaan alami.Kata Kunci:  Masjid, Arsitektur, Kenyamanan termal. 
KINERJA BUKAAN DAN ORIENTASI TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PADA PERUMAHAN SIRANDA VIEW SEMARANG Sony Mutiara; Gagoek Hardiman
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i3.3211

Abstract

Abstract: Siranda View Housing is a housing complex in Semarang that comprises three different styles of residences with minimalist facades. The thermal comfort conditions within a house are affected by residential house facades with variable apertures and orientations for each type of house. The issue in this study is the performance of residential house openings and orientation that are not in accordance with regulations for each different type of housing, resulting in negative thermal comfort conditions. The air temperature and humidity in the research object were measured using a quantitative descriptive method. Psychometric and Effective Temperature diagrams were used to examine measurements taken at two different types of residential dwellings. Data collection through respondents is also done to know the sensations respondents feel while inside the home.This study shows that although the thermal comfort conditions in a one-story house are still below the optimal requirements, the thermal comfort conditions in a second-story house are normal.Keyword: Thermal Comfort, Building Aperture, Building OrientationAbstrak: Perumahan Siranda View merupakan salah satu perumahan di Kota Semarang yang memiliki 3 tipe rumah berbeda dengan fasad minimalis. Fasad rumah tinggal dengan beragam bukaan dan perbedaan orientasi pada setiap tipe rumah ini berpengaruh terhadap kondisi kenyamanan termal di dalam rumah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kinerja bukaan dan orientasi rumah tinggal yang tidak sesuai standar pada setiap tipe rumah yang berbeda sehingga tercipta kondisi kenyamanan termal yang kurang baik. Penelitian yang dilakukan ini dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pengukuran suhu udara dan kelembaban pada objek penelitian. Pengukuran dilakukan pada 2 tipe rumah tinggal yang berbeda dianalisis menggunakan diagram Psikometrik dan Temperatur Efektif. Pengambilan data melalui responden juga dilakukan untuk mengetahui sensasi yang dirasakan responden saat berada di dalam rumah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kenyamanan termal pada rumah satu lantai masih dibawah standar kenyamanan termal yang ideal, namun kondisi kenyamanan termal pada rumah dua lantai sudah sesuai dengan standar yang baik.Kata Kunci: Kenyamanan Termal, Bukaan Bangunan, Orientasi Bangunan
EVALUASI PENERAPAN DESAIN INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN PADA MUSEUM KOTA LAMA SEMARANG Arnia Iga Meirta; Gagoek Hardiman; Siti Rukayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i4.3807

Abstract

Abstract: Semarang Old Town Museum is one of the revitalization programs of Semarang Old City, which in its development plan realizes the 11th sustainable development goal of "Sustainable Cities and Settlements" which in this goal applies an inclusive design concept. The application of inclusive design to museum as public spaces is very important to pay attention to as the adoption of the needs of various categories of users. The purpose of the study was to evaluate the application of exclusive design at the Semarang Old City Museum to find out whether the applied design met the standards and rules of user needs. The research method used is descriptive qualitative, with an etic knowledge approach as a design parameter and emic knowledge obtained from the results of the questionnaire to visitors. The results showed that the Semarang Old City Museum has implemented an inclusive design based on parameters, but some are not in accordance with the parameter standards, namely the width of the inner room corridor. Inclusive application of digital and immersive technology systems provides flexible design for visitors so that it supports as a sustainable designKeyword: Museums, Inclusive Design, SustainableAbstrak: Museum Kota Lama Semarang merupakan salah satu program revitalisasi Kota Lama Semarang, yang dalam rencana pengembangannya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan ke 11 “Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan” yang di dalam tujuan ini menerapkan sebuah konsep desain inklusif. Penerapan desain inklusif pada museum sebagai ruang publik sangat penting untuk diperhatikan sebagai adopsi kebutuhan dari berbagai kategori penggunanya. Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi penerapan desain inklusif pada Museum Kota Lama Semarang untuk mengetahui apakah desain yang diterapkan telah memenuhi standar dan kaidah kebutuhan penggunanya. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, dengan pendekatan etic knowledge sebagai parameter desain dan emic knowledge yang didapat dari hasil kuesioner terhadap pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan Museum Kota Lama Semarang telah menerapkan desain inklusif berdasarkan parameter, namun adapula yang tidak sesuai dengan standar parameter yaitu pada lebar koridor ruang dalam. Penerapan inklusif pada sistem teknologi digital dan imersif memberikan desain yang fleksibel bagi pengunjung sehingga mendukung sebagai desain yang berkelanjutan.Kata Kunci: Museum, Desain Inklusif, Berkelanjutan
IDENTIFIKASI KORIDOR JALAN SUKUN RAYA SEMARANG DAN POTENSI REVITALISASI SHOPPING MALL BERKONSEP PEDESTRIAN WALK Shabrina Adine Vania; Gagoek Hardiman
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v8i2.3852

Abstract

Various private housing estates have developed in Banyumanik Subdistrict, such as Taman Setiabudi Housing, Puri Perdana, Jati Raya Indah and others. Taman Setiabudi Housing is unique because the entrance to the housing estate has developed into a street market area and Pasar Minggu. This housing is located on the Sukun Raya road corridor. This corridor has developed several shops, restaurants, supermarkets, minimarkets, rows of shophouses, schools, restaurants, cafes, clothing stores, pharmacies, street vendors, salons, grocery stores, fruit and vegetable shops and gas stations. There is an abandoned building that used to be the Harmoni Supermarket, which was successful in the 1990-2000 era and closed in the 2000s. Many changes in the function of buildings into commercial buildings characterize the rapid development of the corridor into a commercial area. This research aims to reveal the characteristics of the corridor and find the design potential of developing the corridor as a pedestrian walk by revitalizing the Harmoni shopping building. The research uses survey methods, interviews, depictions of corridors, and Google Streetview to detail building types and facades. The research findings show the potential to develop the Sukun Raya corridor as a commercial area with a pedestrian walk concept by revitalizing the shopping mall.
Co-Authors Adelina Noor Rahmahana Adelina Noor Rahmahana, Adelina Noor Afgani, Jundi Jundullah Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Agus Budi Purnomo Alin Pradita Agustin Annisa Dwi Hariyanti Arnia Iga Meirta atik suprapti Bambang Adji Murtomo Bambang Setioko Bambang Supriyadi Budi Sudarwanto Daniel Eko Aryanto deni wibawanto Desti Rahmiati Dewandaru, Ardian Dewi Astuti dishy valdhisa Eddy Indarto Eddy Prianto Edward E. Pandelaki, Edward E. Edward Endrianto Pandelaki Erni Setyowati Fahmi Syarif Hidayat Fahmi Syarif Hidayat Fisa Savanti Franciskus Xaverius Yudhistira Ricky Kurnia Furqoni, Ashim Hana Faza Surya Rusyda Hapsari Dewi Puspitorini Hariyanti, Annisa Dwi Harsritanto, Bangun I.R Heri Sugianto Heru Prayitno Imam Buchari Inavonna Inavonna Irina Mildawani Jantu, Mochamad Athar June Ekawati Livian Teddy matien islami Mohammad Sahid Indraswara muhammad amanda Muhammad Nico Arinda Nur Aini DA, Nur Aini Nuroji Nuroji nurul kusumaningrum Pangi Pangi, Pangi Pramono, Syaref Purwanto Purwanto Putriati, Dian R Siti Rukayah rahmi nur rizki, rahmi nur Reza Alvi Yulita Rukayah, Raden Siti Rukhayah, R. Siti Satriya Wahyu Firmandhani Shabrina Adine Vania Sony Mutiara Sri Tudjono Sri Yuliani Sri Yuliani sukawi sukawi Susi, Theresia Sutrisno, Herwin Suzanna Ratih Sari Syarif Hidayat Taqwim S, M Ainut titien murtini titien woro titin murtini, titin Tukiman Taruna Vincentia Reni Vitasurya Wahyu Setia Budi Wibowo, Putera Marhadika Wiwik Handayani Wiwik Setyaningsih Yashinta I.P. Hematang YUUSHIINA DINI HAPSARI, YUUSHIINA DINI Zahra Amany P, Zahra Amany