Claim Missing Document
Check
Articles

KINERJA BUKAAN DAN ORIENTASI TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PADA PERUMAHAN SIRANDA VIEW SEMARANG Mutiara, Sony; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Siranda View Housing is a housing complex in Semarang that comprises three different styles of residences with minimalist facades. The thermal comfort conditions within a house are affected by residential house facades with variable apertures and orientations for each type of house. The issue in this study is the performance of residential house openings and orientation that are not in accordance with regulations for each different type of housing, resulting in negative thermal comfort conditions. The air temperature and humidity in the research object were measured using a quantitative descriptive method. Psychometric and Effective Temperature diagrams were used to examine measurements taken at two different types of residential dwellings. Data collection through respondents is also done to know the sensations respondents feel while inside the home.This study shows that although the thermal comfort conditions in a one-story house are still below the optimal requirements, the thermal comfort conditions in a second-story house are normal.Keyword: Thermal Comfort, Building Aperture, Building OrientationAbstrak: Perumahan Siranda View merupakan salah satu perumahan di Kota Semarang yang memiliki 3 tipe rumah berbeda dengan fasad minimalis. Fasad rumah tinggal dengan beragam bukaan dan perbedaan orientasi pada setiap tipe rumah ini berpengaruh terhadap kondisi kenyamanan termal di dalam rumah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kinerja bukaan dan orientasi rumah tinggal yang tidak sesuai standar pada setiap tipe rumah yang berbeda sehingga tercipta kondisi kenyamanan termal yang kurang baik. Penelitian yang dilakukan ini dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pengukuran suhu udara dan kelembaban pada objek penelitian. Pengukuran dilakukan pada 2 tipe rumah tinggal yang berbeda dianalisis menggunakan diagram Psikometrik dan Temperatur Efektif. Pengambilan data melalui responden juga dilakukan untuk mengetahui sensasi yang dirasakan responden saat berada di dalam rumah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kenyamanan termal pada rumah satu lantai masih dibawah standar kenyamanan termal yang ideal, namun kondisi kenyamanan termal pada rumah dua lantai sudah sesuai dengan standar yang baik.Kata Kunci: Kenyamanan Termal, Bukaan Bangunan, Orientasi Bangunan
EVALUASI PENERAPAN DESAIN INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN PADA MUSEUM KOTA LAMA SEMARANG Meirta, Arnia Iga; Hardiman, Gagoek; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Semarang Old Town Museum is one of the revitalization programs of Semarang Old City, which in its development plan realizes the 11th sustainable development goal of "Sustainable Cities and Settlements" which in this goal applies an inclusive design concept. The application of inclusive design to museum as public spaces is very important to pay attention to as the adoption of the needs of various categories of users. The purpose of the study was to evaluate the application of exclusive design at the Semarang Old City Museum to find out whether the applied design met the standards and rules of user needs. The research method used is descriptive qualitative, with an etic knowledge approach as a design parameter and emic knowledge obtained from the results of the questionnaire to visitors. The results showed that the Semarang Old City Museum has implemented an inclusive design based on parameters, but some are not in accordance with the parameter standards, namely the width of the inner room corridor. Inclusive application of digital and immersive technology systems provides flexible design for visitors so that it supports as a sustainable designKeyword: Museums, Inclusive Design, SustainableAbstrak: Museum Kota Lama Semarang merupakan salah satu program revitalisasi Kota Lama Semarang, yang dalam rencana pengembangannya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan ke 11 “Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan” yang di dalam tujuan ini menerapkan sebuah konsep desain inklusif. Penerapan desain inklusif pada museum sebagai ruang publik sangat penting untuk diperhatikan sebagai adopsi kebutuhan dari berbagai kategori penggunanya. Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi penerapan desain inklusif pada Museum Kota Lama Semarang untuk mengetahui apakah desain yang diterapkan telah memenuhi standar dan kaidah kebutuhan penggunanya. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, dengan pendekatan etic knowledge sebagai parameter desain dan emic knowledge yang didapat dari hasil kuesioner terhadap pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan Museum Kota Lama Semarang telah menerapkan desain inklusif berdasarkan parameter, namun adapula yang tidak sesuai dengan standar parameter yaitu pada lebar koridor ruang dalam. Penerapan inklusif pada sistem teknologi digital dan imersif memberikan desain yang fleksibel bagi pengunjung sehingga mendukung sebagai desain yang berkelanjutan.Kata Kunci: Museum, Desain Inklusif, Berkelanjutan
IDENTIFIKASI KORIDOR JALAN SUKUN RAYA SEMARANG DAN POTENSI REVITALISASI SHOPPING MALL BERKONSEP PEDESTRIAN WALK Vania, Shabrina Adine; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Various private housing estates have developed in Banyumanik Subdistrict, such as Taman Setiabudi Housing, Puri Perdana, Jati Raya Indah and others. Taman Setiabudi Housing is unique because the entrance to the housing estate has developed into a street market area and Pasar Minggu. This housing is located on the Sukun Raya road corridor. This corridor has developed several shops, restaurants, supermarkets, minimarkets, rows of shophouses, schools, restaurants, cafes, clothing stores, pharmacies, street vendors, salons, grocery stores, fruit and vegetable shops and gas stations. There is an abandoned building that used to be the Harmoni Supermarket, which was successful in the 1990-2000 era and closed in the 2000s. Many changes in the function of buildings into commercial buildings characterize the rapid development of the corridor into a commercial area. This research aims to reveal the characteristics of the corridor and find the design potential of developing the corridor as a pedestrian walk by revitalizing the Harmoni shopping building. The research uses survey methods, interviews, depictions of corridors, and Google Streetview to detail building types and facades. The research findings show the potential to develop the Sukun Raya corridor as a commercial area with a pedestrian walk concept by revitalizing the shopping mall.
PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN INDIVIDU AUTIS DI BERBASIS LINGKUNGAN ARSITEKTUR MULTISENSORI DI KOTA SEMARANG Putra, Pandu Asmara; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In the city of Semarang, there are many therapy facilities for autistic individuals that are part of a central health facility such as a hospital or are located in a single building, but the author considers the infrastructure to be less than representative. Also with the characteristics of the rooms provided, which often causes clients to be less focused on the material and less relaxed. The aim of this research is to obtain a conclusion about how the influence of multisensory architecture-based design is able to optimize therapy activities and development of autistic individuals. The theoretical basis used is multisensory architectural design and other aspects related to this. The research method used is through data collection in the form of literature studies through previous sources and precedent studies, design approaches, data analysis, then the entire method is formulated into a design synthesis which will become the design concept. The design concept consists of three parts, namely, land design concept, architectural design and landscape design. The principle of multisensory architectural design which is realized in an environment/built area in one location, which is supported by aspects of inclusivity, is the basic basis for building design which accommodates various kinds of activities for autistic individuals.Keyword : Autism, Multisensory Architecture, TherapyAbstrak: Di Kota Semarang, banyak dijumpai fasilitas terapi individu autis yang menjadi satu bagian dengan pusat fasilitas kesehatan seperti rumah sakit maupun berada pada bangunan tunggal, namun secara prasarana penulis anggap kurang representatif. Juga dengan karakteristik ruangan-ruangan yang disediakan, yang tidak jarang menyebabkan klien kurang fokus terhadap materi dan kurang rileks. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan suatu kesimpulan bagaimana pengaruh perancangan berbasis arsitektur multisensori, mampu mengoptimalkan kegiatan terapi dan pengembangan individu autis. Landasan teori yang digunakan adalah perancangan arsitektur multisensori dan aspek lainnya yang berkaitan dengan hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu melalui pengumpulan data berupa kajian literatur melalui sumber – sumber terdahulu maupun studi preseden , pendekatan desain, analisa data, yang kemudian keseluruhan metode tersebut dirumuskan menjadi suatu sintesa desain yang akan menjadi konsep perancangan. Konsep desain terdiri dari tiga bagian yaitu, konsep perancangan lahan, perancangan arsitektur dan perancangan lansekap. Prinsip perancangan arsitektur multisensori yang diwujudkan dalam suatu lingkungan / Kawasan binaan dalam satu lokasi, yang ditunjang dengan aspek inklusivitas menjadi landasan dasar desain bangunan yang didalamnya mengakomodir berbagai macam kegiatan bagi individu autis.Kata Kunci : Autisme, Arsitektur Multisensori, Terapi
Strategies for increasing the adaptive capacity of the community in vulnerable settlement areas impacted by the mudflow disaster Ekawati, June; Pangi, Pangi; Hardiman, Gagoek; Pandelaki, Edward E.
International Journal of Disaster Management Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : TDMRC, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/ijdm.v8i1.40474

Abstract

The mudflow disaster has made the surrounding community's residential areas vulnerable, so efforts are needed to strengthen the communitys adaptive capacity to reduce vulnerability. This study aims to develop strategies to minimize settlements vulnerability based on communities adaptive capacity in areas impacted by the Lapindo mudflow disaster in Sidoarjo, Indonesia. The research method used is the explanatory sequential mixed methods approach with quantitative primary data obtained from structured questionnaires and qualitative data from field surveys and interviews, with analysis in the form of integrating the two databases. The research results showed that the level of community adaptive capacity was moderate, slightly above the average score (3.19). The lowest score was on education level (1.78), and the highest score was on social relations (4,36). The strategies to reduce vulnerability are increasing public education, empowering the community's economy, increasing the availability and capacity of disaster infrastructure, conducting massive reforestation, providing technical assistance, access to banking facilities, clean water networks and distillation, and supporting community activities in social, cultural, and religious fields, as well as strengthening village institutions. This study concludes that social, cultural, and religious variables play a role and become important capital in increasing the community's adaptive capacity, which can later reduce vulnerability in an area towards a disaster-resilient area.
Expression of Neo-Vernacular Architectural Concept in Recreational Commercial Building (Study Case: Tip, Hotel And Resort, Actic) Heriyanto, Adi; Hardiman, Gagoek; Rukayah, R. Siti
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i3.33263

Abstract

Neo-vernacular architecture is a postmodern architectural style that is a combination of two different concepts, namely modern and vernacular architecture to express a more contemporary vernacular architecture. Recreational commercial buildings are buildings used for business or recreational commercial activities that are usually uniquely designed to be attractive and comfortable for visitors who apply the expression of neo-vernacular architectural concepts in their design. This research aims to find out the character of neo-vernacular architecture in recreational commercial buildings and how it is applied so that it can be used as a reference for the community or the government in designing recreational commercial buildings with this concept. This study uses a qualitative descriptive method that is expected to describe the character of neo-vernacular architecture and its application to buildings. The research locations include the Semarang-Surabaya toll road, namely Pendopo kilometers four, five, six, Salatiga, ono joglo and Jepara resorts, as well as the Asasuka Japan Tourist Information Center. The analysis in this study uses neo-vernacular architectural theory. The results of this study conclude that the expression of the neo-vernacular architectural concept in the three case studies of recreational commercial buildings appears to be very strong in the design of the roof shape that adopts local icons (vernacular) of ridge roof types such as joglo, limasan, saddle, baked pe.
PERANAN PEMBAYANGAN PADA COURTYARD TERHADAP PENGENDALIAN SUHU PERMUKAAN (Studi Kasus Gedung Widya Puraya Universitas Diponegoro Semarang) Jantu, Mochamad Athar; Hardiman, Gagoek; Supriyadi, Bambang; Setyowati, Erni
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2016): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v4i2.128

Abstract

ABSTRAK Courtyard merupakan komponen bangunan sejak lampau yang memiliki fungsi sebagai elemen estetika di dalam bangunan juga berperan dalam usaha menciptakan sistem pengkondisian udara dan pencahayaan alami. Sebagai bukaan tentunya penetrasi radiasi matahari langsung ke dalam bangunan tidak dapat di hindari akan tetapi dengan bentuk struktur yang khas dari courtyard ditambah dengan ketersediaan elemen vegetasi akan membentuk bidang-bidang bayangan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemaparan hasil penelitian mengenai sejauh mana peranan pembayangan pada courtyard dalam mereduksi peningkatan suhu permukaan akibat dari penetrasi radiasi matahari. Metode yang digunakan pada penilitan ini adalah analisis secara kualitatif terhadap data kuantitatif hasil observasi dan pengukuran langsung terhadap obyek studi. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa variasi bidang pembayangan dan durasi pembayangan pada area courtyard gedung Widya Puraya Universitas Diponego dapat mengendalikan peningkatan suhu permukaan yang dipengaruhi oleh durasi puncak peningkatan suhu permukaan. Kata Kunci : Pembayangan, Courtyard, Suhu Permukaan
Living in Harmony: Acculturation of Balinese and Dayak Ngaju Cultures in Basarang Jaya Village, Central Kalimantan Sutrisno, Herwin; Hardiman, Gagoek; Pandelaki, Edward Endrianto; Susi, Theresia
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v7i3.279

Abstract

The transmigrants of Balinese ethnic living in Basarang Jaya Village, Kapuas, Central Kalimantan live harmoniously with the local ethnics (Dayak Ngaju) even though the area ever experienced ethnic riots that took thousands of lives and properties. The objective of this research is to find out the form of the cultural acculturation occurring between Balinese transmigrants with the Dayak Ngaju in Basarang Jaya Village. This research used phenomenology approach. The data were collected through in-depth interviews and participatory observations. The sources of research data are the local chiefs of Balinese and banjar Bali in Basarang Jaya Village and the first group of transmigrants coming to Basarang Jaya Village. The subject of the research was the Balinese transmigrants in Basarang Jaya Village. The object of the research is the way of life, the way of speaking, the food and the religious activities of Bali transmigrants. The research reveals some facts. First, the Balinese transmigrants have made adaptation by imitating how the ethnics of Dayak Ngaju lives. Second, there are changes in the language, way of life, food and religious activities of transmigrants. Third, the harmony between the two ethnics can be maintained by using the religion as the medium of integration.
Pemanfaatan Ruang di Kawasan Pecinan Meester Jatinegara Berbasis pada Aktivitas Ekonomi Astuti, Dewi; Hardiman, Gagoek; Rukayah, R. Siti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembanganya kota telah mengalami perubahan struktur ruang fisik maupun aktivitas sosial budaya pada masyarakatnya, akan tetapi ada beberapa bagian tertentu dalam kawasan yang memiliki latar belakang sejarahyang tidak lekang oleh waktu. Kawasan Pecinan Meester Jatinegara dalam kajian ini merupakan sebuah gambaran kondisi masa lalu dan perkembangannya saat ini. Kajian penelitian ini memfokuskan mengenai pentingnya ruang dalam dimensi waktu yang dilihat dari perubahan sosial budaya. Sebagai sebuah bentuk peninggalan sejarah sebuah kota, kawasan Pecinan juga memiliki karakteristik aktivitas ekonomi, sosial dan budaya sesuai dengan ciri-cirinya sebagai daerahperdagangan. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif danpemikiran berdasarkan fenomena empiris di Kawasan Pecinan Meester Jatinegara dengan strategi penelitian induktif yang dilakukan untuk mengembangkan pengetahuan konseptual dan kaitannya dengan pemanfaatan ruang kawasan Pecinan yang berdasarkan aktivitas ekonomi. Hasil dari kajjian ini adalah temuan mengenai pemanfaatan ruang kawasan Pecinan Meester jatinegara yang berdasarkan pada aktivitas ekonomi.
PERANAN PEMBAYANGAN PADA COURTYARD TERHADAP PENGENDALIAN SUHU PERMUKAAN (Studi Kasus Gedung Widya Puraya Universitas Diponegoro Semarang) Jantu, Mochamad Athar; Hardiman, Gagoek; Supriyadi, Bambang; Setyowati, Erni
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2016): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.221 KB) | DOI: 10.37971/radial.v4i2.128

Abstract

ABSTRAK Courtyard merupakan komponen bangunan sejak lampau yang memiliki fungsi sebagai elemen estetika di dalam bangunan juga berperan dalam usaha menciptakan sistem pengkondisian udara dan pencahayaan alami. Sebagai bukaan tentunya penetrasi radiasi matahari langsung ke dalam bangunan tidak dapat di hindari akan tetapi dengan bentuk struktur yang khas dari courtyard ditambah dengan ketersediaan elemen vegetasi akan membentuk bidang-bidang bayangan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemaparan hasil penelitian mengenai sejauh mana peranan pembayangan pada courtyard dalam mereduksi peningkatan suhu permukaan akibat dari penetrasi radiasi matahari. Metode yang digunakan pada penilitan ini adalah analisis secara kualitatif terhadap data kuantitatif hasil observasi dan pengukuran langsung terhadap obyek studi. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa variasi bidang pembayangan dan durasi pembayangan pada area courtyard gedung Widya Puraya Universitas Diponego dapat mengendalikan peningkatan suhu permukaan yang dipengaruhi oleh durasi puncak peningkatan suhu permukaan. Kata Kunci : Pembayangan, Courtyard, Suhu Permukaan
Co-Authors Adelina Noor Rahmahana Adelina Noor Rahmahana, Adelina Noor Afgani, Jundi Jundullah Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Agus Budi Purnomo Alin Pradita Agustin Annisa Dwi Hariyanti atik suprapti Bambang Adji Murtomo Bambang Setioko Bambang Supriyadi Budi Sudarwanto Daniel Eko Aryanto deni wibawanto Desti Rahmiati Dewandaru, Ardian Dewi Astuti dishy valdhisa Eddy Indarto Eddy Prianto Edward E. Pandelaki, Edward E. Edward Endrianto Pandelaki Erni Setyowati Fahmi Syarif Hidayat Fahmi Syarif Hidayat Fisa Savanti Furqoni, Ashim Hana Faza Surya Rusyda Hapsari Dewi Puspitorini Hariyanti, Annisa Dwi Harsritanto, Bangun I.R Heri Sugianto Heriyanto, Adi Heru Prayitno Imam Buchari Inavonna Inavonna Irina Mildawani Jantu, Mochamad Athar Jundi Jundullah Afgani June Ekawati Livian Teddy matien islami Meirta, Arnia Iga Mohammad Sahid Indraswara muhammad amanda Muhammad Nico Arinda Mutiara, Sony Nur Aini DA, Nur Aini Nuroji Nuroji nurul kusumaningrum Pangi Pangi, Pangi Pramono, Syaref Purwanto Purwanto Putra, Pandu Asmara Putriati, Dian R Siti Rukayah rahmi nur rizki, rahmi nur Ricky Kurnia, Franciskus Xaverius Yudhistira Rukayah, Raden Siti Rukhayah, R. Siti Satriya Wahyu Firmandhani Sri Tudjono Sri Yuliani Sri Yuliani Sri Yuliani sukawi sukawi Susi, Theresia Sutrisno, Herwin Suzanna Ratih Sari Syarif Hidayat Taqwim S, M Ainut titien murtini titien woro titin murtini, titin Tukiman Taruna Vania, Shabrina Adine Vincentia Reni Vitasurya Wahyu Setia Budi Wibowo, Putera Marhadika Wiwik Handayani Wiwik Setyaningsih Yashinta I.P. Hematang Yulita, Reza Alvi YUUSHIINA DINI HAPSARI, YUUSHIINA DINI Zahra Amany P, Zahra Amany