Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL REACT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK MATERI DIMENSI 1 2 TIGA KELAS X Dwi Sulistyaningsih; Martyana Prihaswati
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.2.2.2015.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengembangan perangkat pembelajaran matematika dengan modelExperiencing, Applying, Cooperating, Transferrin (REACT) yang valid dan praktis. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi silabus, Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan buku siswa. Perangkat yang dikembangkan mengacu pada model pengembangan perangkat Plomp, yang terdiri dari 5 fase,  yaitu fase Investigasi awal, fase perancangan, fase realisasi, fase tes evaluasi dan revisi dan fase implementasi, dengan tahap implementasi ditiadakan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar angket motivasi siswa, lembar angket respon siswa terhadappelaksanaan pembelajaran, dan lembar angket respon guru terhadap perangkat pembelajaran. Hasil penilai validator terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah  memenuhi  kriteria  valid dengan  rata-rata nilai validasi silabus 3,23 kriteria baik, RPP 3,21 kriteria baik, LKS 3,29 kriteria sangat baik dan buku siswa 3,39 kriteria sangat baik. Uji coba dilapangan menunjuhkan bahwa penerapan perangkatpembelajaran yang dikembangkan adalah praktis. Hasil pengisian angket respons siswa menunjukkan bahwa 82,40% siswa memberikan respons positif. Sedangkan hasil angket respons guru terhadap perangkat pembelajaran diperoleh rata-rata skor 4,29 dengan kriteria baik. Oleh karena itu, produk perangkat ini dapat digunakan sebagai acuan dalampelaksanaan pembelajaran disekolah-sekolah. Kata Kunci : REACT, perangkat pembelajaran, koneksi matematik, dimensi tiga.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY, INTELECTUALLY AND REPETITION DENGAN PENDEKATAN TRADE A PROBLEM TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Sri Widyawati; Dwi Sulistyaningsih; Iswahyupdi Joko Suprayitno
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.27 KB) | DOI: 10.26714/jkpm.3.1.2016.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Auditory, Intelectually and Repetition (AIR)dengan pendekatan Trade A Problem (TAP)terhadap kemampuan komunikasi matematis. Penelitianini merupakan penelitian eksperimen, dengan populasi seluruh peserta didik kelas X pada MAN 2 Semarang tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Random Cluster Sampling. Sampel terdiri dari kelas X Agama sebagai kelas uji coba, kelas X IPS2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS3 sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi, observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa 36 dari 38 peserta didik mencapai ketuntasan secara individu dan ketuntasan secara klasikal sebesar 94,74% dengan kriteria ketuntasan minimum (KKM) 75. Hasil uji pengaruh menunjukan adanya pengaruh motivasidan keaktifan peserta didik terhadap kemampuan komunikasi matematis sebesar 96,8%. Hasil uji beda menunjukkan nilai rata-rata hasil kemampuan komunikasi matematis pada kelas eksperimen sebesar 80,76 lebih baik dari rata-rata di kelaskontrol sebesar 76,98. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran AIR dengan pendekatan TAP terhadap kemampuan komunikasi matematis pada materi limit fungsi di kelas X efektif.Kata Kunci: AIR, Komunikasi Matematis, Trade A Problem.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK Dwi Sulistyaningsih
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.1.1.2014.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematik peserta didik materi dimensi tiga kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen yang dilaksanakan di SMA Teuku Umar Semarang. Pengambilan sampel menggunakan teknik rondom sampling. Populasinya adalah semua peserta didik kelas X dengan kelas eksperimen kelas X.1 dan kelas kontrol kelas X.2. Pengumpulan data menggunakan metode observasi untuk keaktifan peserta didik dan pemberian tes untuk kemampuan koneksi matematik. Hasilnya menunjukkan bahwa 33 (91,7%) peserta didik tuntas. Proporsi peserta didik mendapatkan nilai 72 lebih dari 75%. Rata-rata total keaktifan pembelajaran dengan model kooperatif tipe CIRC adalah 3,84. Analisis uji pengaruh keaktifan terhadap hasil kemampuan koneksi matematik peserta didik dengan uji regesi linier diperoleh Y = 0,617x + 34,115. Uji banding rata–rata hasil tes kemampuan koneksi matematik (TKKM) peserta didik kelas eksperimen dengan rata-rata TKKM peserta didik kelas kontrol diperoleh nilai lebih besar dari = 1,670, artinya rata-rata TKKM kelas pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe CIRC lebih baik dari kelas pembelajaran konvensional. Ini berarti bahwa pembelajaran matematika dengan menerapkan model kooperatif tipe CIRC lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematik peserta didik pada materi dimensi tiga kelas X SMA dibanding dengan model konvensional. Peningkatan nilai kemampuan koneksi matematik sebelum dan sesudah pembelajaran dengan model kooperatif tipe CIRC sebesar 53,26% dengan kategori sedang.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Berbasis Konstruktivisme untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa Dwi Sulistyaningsih; Venissa Dian Mawarsari
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.501 KB) | DOI: 10.26714/jkpm.3.2.2016.%p

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan model kooperatif Team Assisted Individualization berdasarkan konstruktivisme yang valid dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi Silabus, Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP), Buku Siswa, Lembar Kerja Siswa (LKS) Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan 4D dari Thiagarajan, Smemel dan Smemel  yang  terdiri dari tahap  Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan dan Penyebaran, dengan tahap penyebaran ditiadakan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar observasi keaktifan, dan Tes Kemampuan Berpikir Kreatif siswa. Nilai rata-rata hasil validasi perangkat adalah 3,35 (kriteria tinggi) yang artinya bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid. Uji coba di lapangan menunjukan bahwa penerapan perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah efektif. Berdasarkan hasil analisa nilai pretes dan postes pada kelas eksperimen  menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa sebesar 63,5 % (kriteria Sedang). Oleh karena itu, produk perangkat ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah-sekolah. Kata kunci: perangkat pembelajaran; model kooperatif; konstruktivisme; TAI, berpikir  kreatif . ABSTRAKS Aim of this study is to develop the mathematical learning device by using  the cooperative model of Team Assisted Individualization based on constructivism that valid and effective. Learning devices developed include Syllabus, Lesson Plan, Student Books and Worksheets Students. This study is the development of research which refers to the development of 4D models of Thiagarajan, Smemel and Smemel comprising the step Defining, Designing, Development and Deployment, the deployment phase eliminated. The instrument used in this study is the validation sheet of learning, liveliness observation sheets, and creative thinking ability of students tests. The average value of the validation result is 3.35 (high criteria) which means that the learning devices developed have valid criteria. Field trials showed that the application of the developed learning devices were effective. Based on analysis of the value of pretest and posttest in the experimental class  showed an increase in students' ability to think creatively by 63.5% (medium criteria). Therefore, the product can be used as a reference in the learning implementation in schools. Keywords : learning device; cooperative model; constructivism; Team Assisted Individualization, creative thinking.
KEEFEKTIFAN METODE GUIDEDDISCOVERY LEARNING BERNUANSA MULTIPLE INTELLIGENCES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Amilia Candra Fitria; Dwi Sulistyaningsih; Martyana Prihaswati
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.1.2.2014.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan metode guided discovery learning bernuansa multiple intelligences terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat perlakuan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Metode pengumpulan data kemampuan pemecahan masalah matematis melalui tes (pre-test dan post-test), angket untuk motivasi, dan observasi untuk keaktifan. Hasil penelitian menunjukkan 87% siswa yang mendapat perlakuan tuntas dengan kriteria ketuntasan minimal 77. Hasil uji pengaruh menunjukkan adanya pengaruh motivasi dan keaktifan belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebesar 72,8%. Hasil uji banding diperoleh lebih besar dari , artinya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat perlakuan lebih baik daripada pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode guided discovery learning bernuansa multiple intelligences efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Sedangkan hasil perhitungan indeks gain menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat perlakuan sebesar 0,7 dengan kriteria peningkatan tinggi. Kata kunci: guided discovery learning, multiple intelligences,kemampuan pemecahan masalah.
Profil Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Calon Guru Fisika: Analisis Projek Pengamatan Sunspot dalam Pembelajaran IPBA Ifa Rifatul Mahmudah; Rifa'atul Maulidah; Dwi Sulistyaningsih
DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/diffraction.v3i2.4476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil Keterampilan Proses Sains (KPS) mahasiswa calon guru fisika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan seluruh mahasiswa calon guru fisika semester 1 Universitas Siliwangi yang mengontrak mata kuliah IPBA. Sejumlah 88 mahasiswa melaksanakan projek pengamatan sunspot secara online dan kemudian membuat laporan pengamatan. Laporan tersebut digunakan peneliti sebagai instrumen untuk mengukur KPS mahasiswa. Indikator KPS yang diukur adalah keterampilan mengamati, mengukur, mengkonstruk tabel, serta memperoleh dan mengolah data. Data KPS yang telah dinilai kemudian diinterpretasikan ke dalam kategori sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah. Kemudian persentase mahasiswa yang berada pada setiap kategori dihitung sebagai pemetaan profil KPS mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru fisika semester 1 pada projek pengamatan matahari sebanyak 68,75% memiliki KPS pada kategori sangat tinggi, 8,9% pada kategori tinggi, 10,16% pada kategori rendah, dan 12,5% pada kategori sangat rendah. 
Pengembangan Edu Agatrix Dengan Pendekatan Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI - Anjarwati; Dwi Sulistyaningsih; Venissa Dian Mawarsari
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi berbasis android sebagai media pembelajaran belum optimal. Berdasarkanhasil wawancara diperoleh pemahaman konsep siswa masih kurang. Hal ini dikarenakan guru dalammengajar belum memanfaatkan media secara optimal hanya menggunakan modul dalam bentuk PPTatau PDF, pembelajaran monoton dan pasif, masih minimnya atensi siswa terhadap soal-soal matriksyang susah dipecahkan dan masih enggan mencari penyelesaian untuk pemecahannya serta siswabelum memanfaatkan smartphone dengan baik untuk belajar. Berdasarkan permasalahan, solusi yangditawarkan yaitu pengembangan media dengan game edukasi petualangan. Penelitian ini merupakanpenelitian pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap Analisis, Perancangan,Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikevalidan, peningkatan pemahaman konsep, dan kepraktisan media Edu Agatrix dengan pendekataninkuiri terbimbing. Teknik pengambilan sampel adalah Convenience Sampling. Subjek uji coba skalakecil sebanyak 15 siswa dan uji coba lapangan sebanyak 30 siswa. Metode pengumpulan data denganwawancara, angket, dokumentasi dan tes. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi ahli,angket respon siswa dan guru, tes pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujivalidasi ahli media sebesar 4,4 dengan kriteria valid dan validasi ahli materi sebesar 4,7 dengan kriteriavalid. respon siswa sebesar 3,3 dengan kriteria praktis dan respon guru 3,5 dengan kriteria praktis.Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa pengembangan media EduAgatrix ini valid, dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas XI, dan praktis digunakansebagai media pembelajaran matematika.Kata Kunci : Pengembangan, Edu Agatrix, Inkuiri Terbimbing, Pemahaman Konsep
Pengaruh Self -Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Falihah Roslinda; Dwi Sulistyaningsih; Rohmat Suprapto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Self-Regulated Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling untuk dijadikan informan yang dapat mewakili setiap kategori kemampuan berpikir kritis berdasarkan kemampuan SRL-nya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, wawancara dan angket. Analisis data kualitatif dengan tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh Self-Regulated Learning mempunyai hubungan positif secara simultan dengan pengaruh sebesar 43,2% dan ditemukan faktorlain yaitu tingkat kepercayaan diri siswa dan gaya belajar siswa. Diharapkan berdasarkan temuan penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti selanjutnya untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis dengan pengaruh variabel lain.Kata Kunci : Self-Regulated Learning, berpikir kritis
Pengembangan Mathematics Millionaire Quiz Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Daring Agung Setiawan; Dwi Sulistyaningsih; Venissa Dian Mawarsari
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi kini belum sepenuhnya diterapkan dalam proses pembelajaran atau sektor pendidikan di Indonesia. Berdasarkan hasil observasi diperoleh hasil belajar siswa kurang optimal. Hal ini dikarenakan guru yang belum sepenuhnya menggunakan pembelajaran berbasis teknologi, siswa yang cenderung mengabaikan pembelajaran disebabkan oleh game, game yang dimainkan tidak mendidik dan tidak menambah wawasan, siswa yang duduk dibangku bagian belakang berbicara sendiri, siswa yang harus diberikan permasalahan nyata agar lebih memahami materi Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan suatu pengembangan mediapembelajaran game. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE dengan tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengambilan sampel yaitu convinience sampling. Subjek uji coba kelompok kecil berjumlah 20 siswa dan uji coba kelompok besar 36 siswa. Metode pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, dan kuisioner. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar validasi dan angket respons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validasi ahli materi dengan skor 4,57 dengankriteria valid dan validasi media dengan skor 4,27 dengan kriteria valid; hasil respons siswa diperoleh skor rata – rata 3,25 dengan kriteria sangat baik dan respons guru diperoleh skor rata – rata 3,57 dengan kriteria sangat baik.Berdasarkan hasil penelitian pengembangan dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran mathematics millionaire quiz valid dan sangat baik digunakan. Kata Kunci : Pengembangan, Mathematics Millionaire Quiz, Kontekstual
Pengembangan Media Math Learning Melalui Pendekatan Kontekstual Materi Barisan Dan Deret Bilangan Kelas Xl Indi Rakhmawati; Dwi Sulistyaningsih; Eko Andy Purnomo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran sangat dibutuhkan oleh pendidik untuk mempermudah proses belajar danmeningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan didapatkanbahwa hasil belajar siswa masih rendah terutama pada materi barisan dan deret bilangan. Haltersebut dikarenakan dalam proses pembelajaran masih berpusat pada guru, media yang digunakanoleh guru masih berupa powerpoint sehingga kurang bisa mengulas materi seutuhnya, siswa masihmenganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dipahami karena memuat rumus-rumusabstrak, serta belum adanya pemanfaatan media berbasis android yang mendukung prosespembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut solusi yang ditawarkan yaitu pengembanganmedia math learning melalui pendekatan kontekstual materi barisan dan deret bilangan kelas XI.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan dan kepraktisan media math learningmelalui pendekatan kontekstual. Metode dalam penelitian ini adalah Research And Development(R&D) dengan model pengembangan ADDIE melalui 5 tahapan yaitu Analisis, Perancangan,Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposivesampling. Subjek uji coba terbatas terdiri dari 16 siswa dan uji coba lapangan terdiri dari 36 siswa.Pengumpulan data melalui metode observasi, angket, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakanadalah angket validasi ahli media dan ahli materi serta angket respon siswa dan guru. Hasilpenelitian menunjukan bahwa hasil validasi ahli media diperoleh nilai rata-rata 4,3 dengan kriteriavalid; hasil validasi ahli materi diperoleh rata-rata 4,5 dengan kriteria valid; hasil respon siswadiperoleh rata-rata 3,53 dengan kriteria sangat praktis; dan hasil respon guru diperoleh rata-rata 3,55menunjukkan kriteria sangat praktis.Kata Kunci : Pengembangan, Pembelajaran Matematika, Kontekstual.