Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Rancang Bangun Modul Praktikum Dasar-Dasar Teknik Digital Kadir, Nuralim; Asmara, Bambang Panji; Wiranto, Ifan
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 6, No 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v6i1.21450

Abstract

Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo memiliki mata kuliah tentang pembelajaran teknik digital yaitu pada mata kuliah Teknik Digital dan Mikroprosesor, dimana pembelajaran teori dan praktikum dilaksanakan secara bersamaan. Pada kegiatan praktikum, media praktikum yang ada masih sangat terbatas sehingga membuat para praktikan dalam hal ini mahasiswa kesulitan untuk menerapkan berbagai teori yang telah dipelajari. Selama ini, kegiatan praktikum masih dilakukan melalui simulasi pada komputer sehingga kemampuan psikomotorik mahasiswa kurang dikembangkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah merancang dan membangun modul praktikum dasar-dasar teknik digital yang mencakup gerbang logika dasar, flip-flop (RS, D, JK), multivibrator monostable, display seven segment, counter up down, dan aritmatic logic unit. Hasil dari penelitian modul praktikum yang dibuat diletakan dalam sebuah box koper yang terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian penutup (gerbang logika dasar, RS flip-flop dan D flip-flop), dan bagian utama (input toggle switch, port VCC dan GND, multivibrator monostable, JK flip-flop, display seven segment, counter up down, ALU, dan output indikator LED). Input output rangkaian terhubung dengan banana socket dan tidak terhubung satu sama lain sehingga pada proses pengujian menggunakan kabel jumper yang telah dipasang banana plug dan pengujiannya berdasarkan teori dan data sheet dari setiap modul praktikum.The Departement of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Gorontalo has digital engineering learning, which is Digital and Microprocessor  Engineering  courses that the theoretical and practicum  learning are conducted simultaneously. In practicum activies, the available practicum media is still limited and affect the practitioners, partycularly students, to implement the theories they have learned. In a recent period, practicum activities are still conducted through computer simulation which affects the stagnant development of psychomotor abilities. Therefore, this research aims to design and create practicum nodules for the basics of digital engineering which include basic logic gates, flip-flops (RS, D, JK), monostable multivibrators, seven segment displays, up-down counters, and unique arithmatic logic. The results of the practicum  module research that was made are placed in a suitcase box which is divided into 2 parts, the closing part (basic logic gate, RS flip-flop, and D flip-flop), and the main part (VCC and GND input toggle switch port, monostable multivibrator, JK flip-flop, seven segment display, counter up down, ALU, and output LED indicators). The input-output circuit is connected to a banana socket but it is not connected to each other so the testing process uses jumper cables that have been installed with banana plugs; the testing is based on the theory and datasheet of each practicum module.
Pengembangan Etika Bisnis dan Studi Kelayakan Usaha Bagi UMKM di Desa Tabumela Bonok, Zainudin; Abdussamad, Syahrir; Kamil Amali, Lanto Mohamad; Asmara, Bambang Panji
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1 April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i1.1310

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada pelaku usaha dan UMKM di Desa Tabumela tentang etika bisnis dan studi kelayakan usaha. Dalam konteks ini, etika bisnis bukan hanya sekadar pedoman moral, tetapi juga merupakan fondasi yang dapat membangun reputasi dan kepercayaan dalam dunia usaha. Di era di mana informasi dan transparansi menjadi semakin penting, pemahaman yang mendalam tentang etika bisnis dapat membantu pelaku usaha untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dalam kompetisi yang ketat. Melalui pembekalan penggunaan teknologi informasi, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kapasitas kewirausahaan, memahami pentingnya etika dalam berbisnis, dan melakukan analisis kelayakan usaha secara mandiri. Teknologi informasi, seperti perangkat lunak analisis data dan platform pemasaran digital, dapat memberikan alat yang diperlukan untuk menganalisis pasar, mengidentifikasi peluang, dan merencanakan strategi bisnis yang lebih efektif. Dalam hal ini, pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, dengan penekanan pada penerapan langsung di lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui ceramah, pelatihan, dan evaluasi di lapangan. Ceramah yang disampaikan oleh para ahli di bidang kewirausahaan dan etika bisnis memberikan landasan teoritis yang kuat bagi peserta. Selanjutnya, pelatihan praktis memungkinkan peserta untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh dalam situasi nyata. Evaluasi di lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, di mana peserta dapat melihat langsung dampak dari penerapan etika bisnis dan studi kelayakan terhadap usaha mereka. Hasilnya, peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menerapkan etika bisnis dan studi kelayakan dalam pengembangan usaha mereka. Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Tabumela dapat lebih percaya diri dalam menjalankan usaha mereka dan mengambil keputusan yang lebih baik berdasarkan analisis yang tepat. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga merupakan upaya untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan di Desa Tabumela. Dengan memperkuat pemahaman tentang etika bisnis dan studi kelayakan, peserta tidak hanya dilengkapi dengan keterampilan teknis, tetapi juga dengan nilai-nilai yang akan membimbing mereka dalam menjalankan usaha secara bertanggung jawab. Hal ini sangat penting, mengingat bahwa keberhasilan jangka panjang suatu usaha tidak hanya ditentukan oleh profit, tetapi juga oleh dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkannya. Melalui pendekatan yang holistik ini, diharapkan Desa Tabumela dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi kewirausahaan yang beretika dan berkelanjutan. This community service activity aims to provide training to business actors and MSMEs in Tabumela Village on business ethics and business feasibility studies. In this context, business ethics is not only a moral guideline, but also a foundation that can build reputation and trust in the business world. In an era where information and transparency are becoming increasingly important, a deep understanding of business ethics can help business actors not only survive but also thrive in tight competition. Through the provision of information technology use, it is hoped that participants will be able to increase their entrepreneurial capacity, understand the importance of ethics in business, and conduct business feasibility analysis independently. Information technology, such as data analysis software and digital marketing platforms, can provide the tools needed to analyze the market, identify opportunities, and plan more effective business strategies. In this case, the training provided is not only theoretical, but also practical, with an emphasis on direct application in the field. This activity is carried out through lectures, training, and evaluations in the field. Lectures delivered by experts in the fields of entrepreneurship and business ethics provide a strong theoretical foundation for participants. Furthermore, practical training allows participants to apply the knowledge they have gained in real situations. Field evaluation is an important part of the learning process, where participants can see firsthand the impact of implementing business ethics and feasibility studies on their businesses. As a result, participants showed an increase in basic knowledge and skills in implementing business ethics and feasibility studies in developing their businesses. With this increase, it is hoped that MSMEs in Tabumela Village can be more confident in running their businesses and make better decisions based on proper analysis. Overall, this community service activity is not just training, but also an effort to build a sustainable entrepreneurial ecosystem in Tabumela Village. By strengthening their understanding of business ethics and feasibility studies, participants are not only equipped with technical skills, but also with values ​​that will guide them in running their businesses responsibly. This is very important, considering that the long-term success of a business is not only determined by profit, but also by the social and environmental impacts it causes. Through this holistic approach, it is hoped that Tabumela Village can be an example for other villages in developing ethical and sustainable entrepreneurial potential.