Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Edukasi Manajemen Inkontinensia Urine pada Lansia Hapipah Hapipah; Baiq Ruli Fatmawati; Bahjatun Nadrati; Istianah Istianah; Abdul Aziz Azhari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5116

Abstract

  ABSTRAK Lansia adalah seseorang yang mengalami tahap akhir dalam perkembangan hidup manusia. Pada masa lansia, terjadi banyak perubahan dan penurunan fisiologi pada semua sistem tubuh. Inkontinensia urine merupakan salah satu keluhan yang banyak ditemui dan dialami oleh lansia yang disebabkan oleh penurunan kapasitas kandung kemih dan berkurangnya kemampuan otot lurik pada uretra karena perubahan fisiologi pada lansia. Penatalaksanaan inkontinensia urine dapat diupayakan lebih baik, sehingga kualitas ADL (Activity Daily Living) dapat dipertahankan dan meringankan beban yang ditanggung oleh keluarga yang merawat salah satunya dengan cara memberikan edukasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada lansia dan keluarganya tentang manajemen inkontinensia urine di desa Mambalan dusun Baturiti kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi dengan media laptop, LCD dan leaflet. Hasil dari kegiatan ini didapatkan para peserta menunjukkan sikap yang positif selama mengikuti kegiatan pengabdian dari awal sampai akhir. Perlu diadakan penyuluhan kesehatan secara berkelanjutan pada lansia agar tercapai kehidupan lansia yang sehat, sejahtera dan bahagia bersama keluarga. Kata Kunci: Edukasi, Inkontinensia Urine, Lansia  ABSTRACT Elderly is someone who is experiencing the final stage in the development of human life. In the elderly, there are many changes and physiological decline in all body systems. Urinary incontinence is one of the most common complaints experienced by the elderly caused by decreased bladder capacity and reduced ability of the striated muscles in the urethra due to physiological changes in the elderly. The management of urinary incontinence can be strived to be better, so that the quality of ADL (Activity Daily Living) can be maintained and ease the burden borne by families who care for one of them by providing education. The purpose of this community service is expected to be able to provide education to the elderly and their families about urinary incontinence management in Mambalan village, Baturiti hamlet, Gunung Sari sub-district, West Lombok. The methods used in this service are lectures, discussions and demonstrations using laptop, LCD and leaflet media. The results of this activity showed that the participants showed a positive attitude during the service activities from beginning to end. It is necessary to hold ongoing health education for the elderly in order to achieve a healthy, prosperous and happy life for the elderly with their families. Keywords: Heatlh Education, Urinary Incontinence, Elderly 
Gambaran Kesehatan Spiritualitas Lanjut Usia Sri Suharti; Nurhayati Nurhayati; Bahjatun Nadrati
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung (JKPBL) Vol 10 No 2 (2022): JKPBL Vol 10 No 2 2022
Publisher : LPPM STIKes Panca Bhakti Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v10i2.129

Abstract

Lansia menderita sedikitnya satu penyakit kronis, namun banyak diantaranya yang menderita lebih dari satu. Selain berbagai penyakit kronis, lansia juga mengalami masalah psikososial diantaranya adalah memiliki ketidakmampuan fisik, seperti depresi, ansietas, alkoholisme, dan bunuh diri yang terjadi bersamaan, namun belum didokumentasikan secara pasti. Berduka, nyeri, dan kontrol kehilangan kendali mempengaruhi integritas pribadi lansia. Hal ini dapat dinetralisir atau dihilangkan dengan kehidupan spiritualitas yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik kesehatan spiritualitas dalam UPTD Tresna Werdha Natar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif sederhana. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 lansia di kediaman sosial Tresna Werdha Lampung Selatan yang diambil dengan menggunakan teknik sampling incidental. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang terdiri dari 28 pertanyaan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan univariat dan distribusi frekuensi. Penelitian ini menggunakan spiritualitas kuesioner yang dibuat oleh Amir Syam dan diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,0% lansia memiliki kesehatan spiritualitas tinggi dan 33,0% lansia memiliki kesehatan spiritualitas rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk UPTD Tresna Werdha dapat memberikan layanan holistik kepada lansia sehingga masalah yang timbul pada lansia, terutama kerohanian dapat dicegah dengan cepat dan diharapkan dapat mempersiapkan tenaga kesehatan terutama perawat kesehatan. Memberikan asuhan keperawatan yang terkait dengan kesehatan spiritualitas, sehingga lansia akan dapat mempertahankan kesehatan spiritualitas mereka. Kata kunci : Lansia, Kesehatan spiritualitas Kepustakaan : 27, (2008-2017)
PEMERIKSAAN GULA DARAH UNTUK MENCEGAH PENINGKATAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Elisa Oktaviana; Bahjatun Nadrati; Lalu Dedy Supriyatna; Zuliardi Zuliardi
Jurnal LENTERA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.709 KB) | DOI: 10.57267/lentera.v2i2.201

Abstract

LENTERA (Jurnal PengabdianISSN 2774-812X (print); ISSN 2774-9274 (online)Vol. 2 No. 2 Juli Tahun 2022 pp. 232-237233 | LENTERA (Jurnal pengabdian)ABSTRACTDiabetes mellitus (DM) is a disease, where the condition of glucose levels in the blood exceedsnormal limits. This is because the body cannot release or use insulin adequately. Insulin isa hormone released by the pancreas and is the main substance responsible formaintaining blood sugar levels in the body in a balanced condition. An increase in bloodglucose levels is a common symptom that occurs in people with diabetes mellitus. If leftunchecked, it can cause various complications, both acute and chronic. The purpose ofthis community service is to determine the sugar levels of people with DiabetesMellitus.The method applied in community service activities is the examination of bloodsugar levels in the community by taking blood specimens. The results obtained from 30people with diabetes mellitus that most of the respondents had Blood Sugar Levels <200mg/dL as many as 3 people (10%) and 200 mg/dL 27 people (90%). Patients withDiabetes Mellitus were very enthusiastic about participating in the activity of conductingfree blood level checks, and posyandu cadres were very active during the activity,especially when preparing for implementation so that the measurement activities ransmoothly.It is advisable to check blood sugar levels when carried out on an ongoingbasis to prevent non-communicable diseases as early as possible, especially for peoplewho have the potential to experience the disease and people who already have DiabetesMellitus can control their blood sugar levels so that they remain within reasonable limitsso that signs and symptoms do not occur unwanted symptoms.
Terapi Hipnosis Berbasis Spiritual terhadap Kualitas Tidur Lanisa dengan Rheumatoid Arthritis Istianah; Hapipah; Salwa Aprilia; Bahjatun Nadrati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i1.422

Abstract

Rheumatoid arthritis merupakan inflamasi pada sendi yang sering dialami oleh lansia dengan gejala nyeri sehingga dapat menjadi penyebab gangguan tidur dan depresi. Terapy Hipnosis berbasis spiritual merupakan salah satu terapi yang bermanfaat untuk meningkatkan relaksasi dan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi hypnosis berbasis spiritual terhadap kualitas tidur lansia penderita Rheumatoid Arthritis. Jenis penelitian: quasi eksperimental dengan design one group pra dan post test. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini 32 orang yang diambil dengan metode nonprobability sampling dengan tekhnik purposive sampling. Data dinalisis secara univariate dan bivariate dengan uji wilcoxon. Hasil analisis bivariate dengan uji wilcoxon menunjukkan dari 30 responden mengalami peningkatan kualitas tidur setelah diberikan terapi hipnosis berbasis spiritual dengan nilai p value 0.001 yang artinya terapi hypnosis berbasis spiritual berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur. Sehingga terapi hypnosis berbasis spiritual dapat digunakan sebagai alternative terapi untuk meningkatkan kualitas tidur penderita rheumatoidarthritis.
Penyuluhan penyakit diare pada masyarakat di desa Gunugsari Kecamatan Gunungsari Lombok Barat Bahjatun Nadrati; Zurriyatun Thoyibah; Zuhratul Hajri; Baiq Ruli Fatmawati; Melati Inayati Albayani; Marthilda Suprayitna; Kurniati Prihatin; Lalu Dedy Supriatna
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2534.171 KB) | DOI: 10.56922/phc.v1i1.59

Abstract

Diarrhea is an infectious disease that causes death in infants and toddlers. Diarrhea is currently still a difficult problem to solve in tropical countries like Indonesia. Diarrhea in children is the major cause of death and morbidity in children in the world. The primary cause is contaminating food and water sources. The purpose of counseling is to increase public knowledge about the dangers of diarrhea, its causes, signs, how to prevent it and how to handle it. Participants who attended were 5 peoples involve of men and women. There are limited places for counseling related to the Covid-19 pandemic, which must adjust health protocols. The media used in this counseling were flip charts and leaflets. The results can improve their knowledge about diarrhea. Suggestion; health education program by the health team from the local Public health centre deliveries sustainably with the achievements of the community and still follow health protocols during the Covid-19 pandemic. Keywords: Diarrhea; Community; Health counseling; Health promotion Diare merupakan penyakit infeksi yang menyebabkan kematian pada bayi dan balita. Diare saat ini masih menjadi masalah yang sulit diatasi di negara tropis seperti Indonesia. Diare pada anak merupakan penyebab utama kematian pada anak di dunia. Penyebab utamanya adalah sumber makanan dan air yang tercemar. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya diare, penyebabnya, tanda-tandanya, cara pencegahannya dan cara menanganinya. Peserta yang hadir sebanyak 5 orang melibatkan laki-laki dan perempuan. Tempat konseling masih dibatasi terkait pandemi Covid-19, yang harus menyesuaikan protokol kesehatan. Media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah flip chart dan leaflet. Hasilnya dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang diare. Saran; program penyuluhan kesehatan oleh tim kesehatan dari puskesmas setempat supaya disampaikan secara berkelanjutan dan tetap mengikuti protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.
This community service manuscrip Penyuluhan kesehatan: Pencegahan penularan HIV-AIDS pada remaja di Pondok Pesantren Al Falah Desa Telagawaru Kecamatan Labu Api, Lombok Barat Tahun 2022 Heny Marlina Riskawaty; Raudatul Jannah; Bahjatun Nadrati; Lalu Dedy Supriatna; Dini Ardiani; Elmiana
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.035 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.285

Abstract

Background: HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a type of virus that attacks the human immune system and can cause AIDS. AIDS stands for Acquired Immuno Deficiency Syndrome, which means a collection of symptoms or syndrome due to decreased immunity caused by HIV infection. Purpose: To identify youth's knowledge about HIV/AIDS. Method: The time required from preparation to implementation is approximately 2 weeks. Results: All of the youth who were respondents participated in this activity until it was finished and identified good knowledge of youth about HIV/AIDS. Suggestion: It is hoped that the puskesmas can partner with both public and private schools and Islamic boarding schools to conduct more intensive counseling on how to prevent HIV/AIDS transmission in adolescents.   Pendahuluan: HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sejenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan dapat menimbulkan AIDS. AIDS adalah singkatan dari Accquired  Immuno Deficiency Syndrome, yang berarti kumpulan gejala atau sindroma akibat menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi virus HIV. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Metode: Waktu yang dibutuhkan dari persiapan sampai dengan pelaksanaan kurang lebih adalah 2 minggu. Hasil: Seluruh remaja yang menjadi responden mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan teridentifikasi pengetahuan remaja yang baik mengenai HIV/AIDS. Saran: Diharapkan pada pihak puskesmas dapat bermitra dengan sekolah-sekolah baik negeri, swasta maupun pondok pesantren untuk melakukan penyuluhan lebih intensif tentang cara mencegah penularan HIV/AIDS pada remaja.
Tingkat pengetahuan lansia terhadap posyandu lansia Lalu Dedy Supriatna; Bahjatun Nadrati; Raden Ahmad Dedy Mardani; Zuliardi Zuliardi; Alwi Andi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 2 (2021): Perawatan Lansia di Posyandu
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i2.154

Abstract

Pendahuluan: Lansia adalah orang yang karena usianya yang lanjut, maka terjadi perubahan dalam tubuh baik perubahan biologis, fisik, kejiwaan, maupun social. Kondisi tersebut akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan, termasuk kesehatannya. Maka dari itu, status kesehatan lansia harus tetap mendapat perhatian khusus melalui pemeliharaan dan peningkatan kondisi kesehatan agar dapat hidup produktif. Lansia sangat membutuhkan perhatian dari keluarga dalam mengikuti posyandu lansia. Keluarga dapat berperan aktif sebagai motivator lansia, ketika selalu meluangkan waktu untuk mendampingi lansia ke posyandu, mengingatkan jadwal posyandu lansia, serta berusaha menyelesaikan setiap permasalahan bersama lansia. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia tentang posyandu lansia. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pengetahuan. Jenis penelitian yaitu deskriptif observasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh lansia yang pernah melakukan kunjungan posyandu lansia berjumlah 130 lansia, dengan jumlah sampel 98 lansia. Variabel pengetahuan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pengetahuan baik, cukup dan kurang, dikatakan pengetahuan baik apabila nilai total skor persentase kuesioner (P) 75%-100%, cukup bilaman total skor persentase (P) 56%-75%, dan kurang bilamana total skor persentase (P) < 55%. Analisa yang digunakan adalah univariat dengan uji deskriptif statistic. Hasil: Hasil analisis dari total skor penelitian gambaran pengetahuan lansia termasuk kedalam kategori kurang sejumlah 51 responden (52%), berpengetahuan baik 37 responden (37,8%) dan paling sedikit berpengetahuan cukup sejumlah 10 responden (37.8%). Didapatkan karakteristik berdasarkan umur terbanyak adalah 66-70 tahun dengan jumlah 59 responden (60.2%). Jenis kelamin terbanyak adalah wanita dengan jumlah 52 responden (53.1%). Pendidikan terbanyak adalah SD dengan jumlah 24 responden (24.5%). Pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja dengan jumlah 33 responden (33.7%). Jarak rumah terbanyak adalah 0-500 meter dengan jumlah 69 responden (70.4%). Pengetahuan lansia terbanyak adalah kurang dengan jumlah 51 responden (52%). Simpulan: Gambaran pengetahuan lansia terbanyak adalah termasuk kedalam kategori kurang sejumlah 51 responden (52%).
Deteksi Dini Diabetes Mellitus (DM) Melalui “Mawas DM” Marthilda Suprayitna; Zuhratul Hajri; Baiq Ruli Fatmawati; Kurniati Prihatin; Bahjatun Nadrati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5655

Abstract

Salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi cukup tinggi di Indonesia adalah diabetes mellitus (DM). DM termasuk degenerative yang ditandai dengan kadar gula darah diatas normal, yang disebabkan hilangnya fungsi hormon insulin dalam pengendalian kadar gula darah normal. DM merupakan penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup sehingga progresifitas penyakit akan terus berjalan, dimana pada suatu saat dapat menimbulkan komplikasi. Pemeriksaan kadar gula darah merupakan salah satu metode untuk skrining awal penyakit DM. Skrining DM membutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dokter pemerintah, swasta maupun masyarakat agar DM dapat dikendalikan. Sebagian besar masyarakat enggan untuk melakukan skrining DM, penyebab tersebut antara lain mulai dari aspek biaya, keterjangkauan ke lokasi pemeriksaan, keterbatasan sarana prasarana maupun aspek waktu. Untuk itu perlu dilakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk skring DM dan penyuluhan Kesehatan tentang DM. Tujuannya adalah agar masyarakat/ peserta lebih mawas diri akan faktor risiko DM, sehingga dapat mengurangi faktor resiko atau komplikasi dai DM tersebut. Hasil skring DM didapatkan 43 orang (66,2%) berisiko DM dan didapatkan perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan Kesehatan. Diharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin dan kader membuat program penyuluhan Kesehatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Deteksi Dini Diabetes Mellitus (DM) Melalui “Mawas DM” Marthilda Suprayitna; Zuhratul Hajri; Baiq Ruli Fatmawati; Kurniati Prihatin; Bahjatun Nadrati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5655

Abstract

Salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi cukup tinggi di Indonesia adalah diabetes mellitus (DM). DM termasuk degenerative yang ditandai dengan kadar gula darah diatas normal, yang disebabkan hilangnya fungsi hormon insulin dalam pengendalian kadar gula darah normal. DM merupakan penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup sehingga progresifitas penyakit akan terus berjalan, dimana pada suatu saat dapat menimbulkan komplikasi. Pemeriksaan kadar gula darah merupakan salah satu metode untuk skrining awal penyakit DM. Skrining DM membutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dokter pemerintah, swasta maupun masyarakat agar DM dapat dikendalikan. Sebagian besar masyarakat enggan untuk melakukan skrining DM, penyebab tersebut antara lain mulai dari aspek biaya, keterjangkauan ke lokasi pemeriksaan, keterbatasan sarana prasarana maupun aspek waktu. Untuk itu perlu dilakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk skring DM dan penyuluhan Kesehatan tentang DM. Tujuannya adalah agar masyarakat/ peserta lebih mawas diri akan faktor risiko DM, sehingga dapat mengurangi faktor resiko atau komplikasi dai DM tersebut. Hasil skring DM didapatkan 43 orang (66,2%) berisiko DM dan didapatkan perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan Kesehatan. Diharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin dan kader membuat program penyuluhan Kesehatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Tingkat pengetahuan lansia terhadap posyandu lansia Supriatna, Lalu Dedy; Nadrati, Bahjatun; Mardani, Raden Ahmad Dedy; Zuliardi, Zuliardi; Andi, Alwi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 2 (2021): Perawatan Lansia di Posyandu
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i2.154

Abstract

Pendahuluan: Lansia adalah orang yang karena usianya yang lanjut, maka terjadi perubahan dalam tubuh baik perubahan biologis, fisik, kejiwaan, maupun social. Kondisi tersebut akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan, termasuk kesehatannya. Maka dari itu, status kesehatan lansia harus tetap mendapat perhatian khusus melalui pemeliharaan dan peningkatan kondisi kesehatan agar dapat hidup produktif. Lansia sangat membutuhkan perhatian dari keluarga dalam mengikuti posyandu lansia. Keluarga dapat berperan aktif sebagai motivator lansia, ketika selalu meluangkan waktu untuk mendampingi lansia ke posyandu, mengingatkan jadwal posyandu lansia, serta berusaha menyelesaikan setiap permasalahan bersama lansia. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia tentang posyandu lansia. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pengetahuan. Jenis penelitian yaitu deskriptif observasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh lansia yang pernah melakukan kunjungan posyandu lansia berjumlah 130 lansia, dengan jumlah sampel 98 lansia. Variabel pengetahuan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pengetahuan baik, cukup dan kurang, dikatakan pengetahuan baik apabila nilai total skor persentase kuesioner (P) 75%-100%, cukup bilaman total skor persentase (P) 56%-75%, dan kurang bilamana total skor persentase (P) < 55%. Analisa yang digunakan adalah univariat dengan uji deskriptif statistic. Hasil: Hasil analisis dari total skor penelitian gambaran pengetahuan lansia termasuk kedalam kategori kurang sejumlah 51 responden (52%), berpengetahuan baik 37 responden (37,8%) dan paling sedikit berpengetahuan cukup sejumlah 10 responden (37.8%). Didapatkan karakteristik berdasarkan umur terbanyak adalah 66-70 tahun dengan jumlah 59 responden (60.2%). Jenis kelamin terbanyak adalah wanita dengan jumlah 52 responden (53.1%). Pendidikan terbanyak adalah SD dengan jumlah 24 responden (24.5%). Pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja dengan jumlah 33 responden (33.7%). Jarak rumah terbanyak adalah 0-500 meter dengan jumlah 69 responden (70.4%). Pengetahuan lansia terbanyak adalah kurang dengan jumlah 51 responden (52%). Simpulan: Gambaran pengetahuan lansia terbanyak adalah termasuk kedalam kategori kurang sejumlah 51 responden (52%).