Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PGRI MELALUI PELATIHAN MELAKSANAKAN PENELITIAN SEDERHANA DI KABUPATEN JOMBANG Hilda Cahyani; Sugeng Hariyanto; Achmad Suyono; Abdullah Helmy; Abdul Muqit
JPM PAMBUDI Vol 5 No 02 (2021): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/pambudi.v5i02.1416

Abstract

PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PGRI di Kabupaten Jombang provinsi Jawa Timur. Peningkatan kompetensi guru dilakukan melalui penelitian sederhana seperti Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dengan strategi siklus yang dilakukan dengan tahapan dari identifikasi masalah, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini mencakup observasi, wawancara dan evaluasi. Hasil akhir dalam PKM ini adalah pelatihan memberikan manfaat bagi guru, yaitu dapat meningkatkan pemahaman guru pada Penelitian Tindakan Kelas, menumbuhkan motivasi dalam menyusun PTK dan melaksanakan PTK, serta meningkatkan kinerja sekolah melalui peningkatan profesionalisme guru. Oleh sebab itu, diharapkan bahwa hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan guru di sekolah lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru melalui Penelitian Tindakan Kelas.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PGRI MELALUI PELATIHAN MELAKSANAKAN PENELITIAN SEDERHANA DI KABUPATEN JOMBANG Hilda Cahyani; Sugeng Hariyanto; Achmad Suyono; Abdullah Helmy; Abdul Muqit
JPM PAMBUDI Vol 5 No 02 (2021): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/pambudi.v5i02.1416

Abstract

PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PGRI di Kabupaten Jombang provinsi Jawa Timur. Peningkatan kompetensi guru dilakukan melalui penelitian sederhana seperti Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dengan strategi siklus yang dilakukan dengan tahapan dari identifikasi masalah, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini mencakup observasi, wawancara dan evaluasi. Hasil akhir dalam PKM ini adalah pelatihan memberikan manfaat bagi guru, yaitu dapat meningkatkan pemahaman guru pada Penelitian Tindakan Kelas, menumbuhkan motivasi dalam menyusun PTK dan melaksanakan PTK, serta meningkatkan kinerja sekolah melalui peningkatan profesionalisme guru. Oleh sebab itu, diharapkan bahwa hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan guru di sekolah lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru melalui Penelitian Tindakan Kelas.
Using Kahoot! To Improve Skimming and Scanning Skills Mala, Jamilatul; Mustofa, Mutmainnah; Jihad, Muhammad Syaiful; Hariyanto, Sugeng
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol 6 No 3 (2023): March 2023
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/edu.v6i3.526

Abstract

There are a variety of technology instruments and software that can be utilized to improve language teaching and learning. According to research, integrating 'gamification' based software like Kahoot! into language, schools can affect and improve language learning results and can be utilized as effective teaching and assessment tools. This study examines the language learning experiences of eleven junior high school students in an international class that used Kahoot! in their English classes, focusing on skimming and scanning. According to the findings of the study, almost all of the students reported favorable outcomes when Kahoot! was used in their courses. The majority of students said that using Kahoot! in their English classes helped them improve their skimming and scanning skills. In general, it was discovered that using the skimming and scanning reading techniques, Kahoot! enabled students to have a better understanding of the content.
Characteristics of Consecutive Interpreting Strategies Employed by Multicultural Student Interpreters and Early Professional Interpreters Achmad Suyono; Maulidiyah, Fitrotul; Hariyanto, Sugeng; Nadia Hanayeen
Jurnal Ijtihad Vol 8 No 2 (2024): PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/multikultural.v8i2.22753

Abstract

Interpreters need to employ appropriate interpreting strategies to prevent information overload. The skills to employ such strategies may be associated to their experience. The current study investigates interpreting strategies employed by inexperienced novice interpreters (students) and more experienced interpreters (early professionals). The objective of this study is to make a comparison between interpreting strategies adopted by novice interpreters and those by early professional interpreters. The participants of the study were twenty students taking consecutive interpreting course and nine early professional interpreters. The data, gathered from video recordings of consecutive interpreting tasks, were analyzed to identify the strategies employed by the interpreters. The findings show that there are four strategies employed by the novice interpreters and six by the early professionals. The four strategies by the novice interpreters are skipping, word for word translation, guessing, and reproduction. The six strategies by the early professional interpreters are stalling, reproduction, word for word interpretation, inferencing, approximation, and taking advantage of cohesive markers. This shows that the early professional interpreters have wider repertoire of interpreting strategies compared to their novice counterparts. The limited number of strategies employed by the novice interpreters may be caused by their limited listening capacity, limited vocabulary, and their note taking skills. This implies that the consecutive interpreting course needs to be offered for students having passed courses on basic language skills. The second implication is that the consecutive interpreting materials need to include materials on active listening, chunking, and note taking.
STRATEGI PENERJEMAHAN PRIMBON BETALJEMUR ADAMMAKNA: STUDI KASUS PENERJEMAHAN ANTARBAHASA SERUMPUN LINTAS KALA Hariyanto, Sugeng; Sujono, Adiloka; Suryanto, Bambang
Widyaparwa Vol 52, No 2 (2024)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v52i2.1462

Abstract

 Related languages may facilitate the translation as they share many features. However, when the translation is done long after the source text was written, a potential problem may arise as the target readers have been different in terms of knowledge, habit, expectations and possibly faith. Hence, appropriate translation strategies are important. This study examined the strategies of the translation of ‘Kitab Primbon Betaljemur Adammakna’, written by R. Soemodidjojo, 57th printing, 2008, into modern Indonesian done by Wibatsu, 1st printing, 1994, published by Penerbit Soemodidjojo Mahadewa. This qualitative descriptive study compared the target text (Indonesian) with the source text (Javanese) to describe the translation strategies adopted to achieve semiotic, textual, grammatical, and semantic equivalence in the textual, sentence or clause, and word levels. The sample included the topics of ‘pawukon’, tradition or ceremonies, and human physical and trait description.  The findings revealed a free approach to achieve semiotic, textual, and grammatical equivalence. Free translation and 'no-translation' were employed at the clause and sentence levels. At the word level, borrowing strategies were used for cultural words, words closely related to daily life, and specific ‘primbon’ expressions. Additional information was also used inconsistently; sometimes addition is given after slash (/) or put between brackets. The findings emphasize the importance of target readers identification before translation is done. Finally, it is suggested that the translators of similar texts identify the target readers appropriately. Further research on similar topics is suggested to interview the writer and the translator if they are still alive or reachable.Kekerabatan pasangan bahasa di dalam penerjemahan dapat mendatangkan kemudahan dan juga kesulitan bagi penerjemah jika penerjemahan dilakukan lintas kala. Untuk itu pemilihan strategi penerjemahan yang tepat menjadi penting. Penelitian ini mengkaji penerjemahan Kitab Primbon Betaljemur Adammakna dari abad 19 ke dalam bahasa Indonesia modern akhir abad 20. Penelitian deskriptif kualitatif ini membandingkan teks bahasa sasaran (Indonesia) dan teks bahasa sumber (Jawa) untuk mendeskripsikan strategi penerjemahan KPBA yang terkait dengan kesepadanan semiotika, tekstual, gramatika, dan semantik. Untuk mencapai kesepadanan semiotika dan tekstual, dan gramatika, penerjemah mengambil metode bebas. Penerjemahan bebas menerjemahkan dan juga ‘tidak menerjemahkan’ unit-unit penerjemahan tingkat klausa atau kalimat. Dalam hal semantik Pada tingkat kata penerjemah menerapkan strategi pinjaman untuk (a) kata konsep khas budaya Jawa, (b) kata yang sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari orang Jawa, dan (c) ungkapan khas primbon. Selain itu, penambahan keterangan juga sering digunakan dengan cara yang kurang konsisten, kadang keterangan ditambahkan setelah garis miring atau di dalam kurung; dan tambahan keterangan ini bisa bahasa sumber, bahasa sasaran dan bahkan bahasa ketiga (Inggris). Temuan penelitian ini menekankan perlunya pengidentifikasian pembaca sasaran sebelum kerja terjemahan dimulai. Akhirnya disarankan agar penerjemah naskah serupa mengidentifikasi pembaca sasaran dengan lebih baik dan peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah metode pengumpulan data dengan wawancara.Related languages may facilitate the translation as they share many features. However, when the translation is done long after the source text was written, a potential problem may arise as the target readers have been different in terms of knowledge, habit, expectations and possibly faith. Hence, appropriate translation strategies are important. This study examined the strategies of the translation of ‘Kitab Primbon Betaljemur Adammakna’, written by R. Soemodidjojo, 57th printing, 2008, into modern Indonesian done by Wibatsu, 1st printing, 1994, published by Penerbit Soemodidjojo Mahadewa. This qualitative descriptive study compared the target text (Indonesian) with the source text (Javanese) to describe the translation strategies adopted to achieve semiotic, textual, grammatical, and semantic equivalence in the textual, sentence or clause, and word levels. The sample included the topics of ‘pawukon’, tradition or ceremonies, and human physical and trait description.  The findings revealed a free approach to achieve semiotic, textual, and grammatical equivalence. Free translation and 'no-translation' were employed at the clause and sentence levels. At the word level, borrowing strategies were used for cultural words, words closely related to daily life, and specific ‘primbon’ expressions. Additional information was also used inconsistently; sometimes addition is given after slash (/) or put between brackets. The findings emphasize the importance of target readers identification before translation is done. Finally, it is suggested that the translators of similar texts identify the target readers appropriately. Further research on similar topics is suggested to interview the writer and the translator if they are still alive or reachable.
INTERPRETING STRATEGIES ANALYSIS IN THE CHINESE-ENGLISH SIMULTANEOUS INTERPRETATION VIDEO CLIPS Ma, Ling; Junining, Esti; Hariyanto, Sugeng
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 12, No 1 (2025): Erudio Journal of Educational Innovation
Publisher : Faculty of Administrative Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis article aims to enhance the understanding of strategic competence in the field of interpreting. Following a concise examination of the primary contributions related to the concept of strategies in interpreting, the article presents a study that scrutinises the strategies employed by two students in interpreting. This study aims to simultaneous interpreting strategies used by the student interpreters when doing the video simultaneous interpreting. The data source is the Chinese to English simultaneous interpreting video record in the subject speech of Run Liu’s The Power of Evolution done by the student interpreters Selena_jm and Wenchao Liu on 12th November 2023. The results of the study revealed there were three interpreting strategies employed by the simultaneous interpreting from Chinese to English in the video clip of Run Liu’s speech The Power of Evolution. The strategies employed by the interpreter include Generalization (33.33% & 90%), omission (66.66%), and paraphrasing (9%).
Shifts of intercultural communicative competence experienced by international students Rohani, Siti; Hariyanto, Sugeng; Maulidiyah, Fitrotul; Dewi, Anita Sartika; Roshid, Mohammod Moninoor
Teaching English as a Foreign Language Journal Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/tefl.v4i1.1405

Abstract

Intercultural communication is a vital component of modern education, necessitating efforts to enhance students’ Intercultural Communicative Competence (ICC). Achieving this requires intentional strategies, such as exposing students to international learning environments. Immersing students in international learning environments—such as through international programs or short-term overseas courses—can foster ICC development.  Consequently, identifying shifts in ICC and effective strategies for its development is essential. This study was aimed at exploring the shift in ICC as experienced by international students as well as the intercultural communication problems encountered. This mixed method research was of explanatory-exploratory design with the respondents of Indonesian students taking a course in Singapore and foreign students pursuing a study in Indonesia. Data collection instruments used were questionnaires, focus group discussions, and in-depth interviews. Findings of the study reveal that students taking courses in other countries improved their ICC in all four categories in terms of knowledge, attitude, skills, and awareness. Problems encountered included linguistic, social, and cultural problems.
Pelatihan Jurnalisme Dan Copywriting Sebagai Upaya Promosi Wisata Seni Dan Budaya Melalui Penyebaran Event Zubaidi; Setiawan, Ardian Wahyu; Maulidiyah, Fitrotul; Hariyanto, Sugeng; Putri, Aulia Nourma; Mustain, Kun
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/8achsb83

Abstract

Desa Tulusbesar memiliki potensi yang sangat tinggi khususnya penyelenggaraan kegiatan wisata seni dan budaya. Akan tetapi, kegiatan tersebut hanya berlangsung dan belum disebarluaskan secara optimal melalui media massa. Tujuan utama yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini yaitu penyebaran berita dari kegiatan Desa Tulusbesar pada media massa untuk mempromosikan wisata seni dan budaya Tulusbesar. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan metode Service Learning. Solusi dari kegiatan pengabdian pada masyarakat yang ditawarkan yaitu pelatihan jurnalisme dan pelatihan copywriting. Tujuannya agar mitra mampu membuat berita tentang acara yang ada di Desa Tulusbesar. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh mitra yaitu 1) Mitra mendapatkan pengetahuan untuk menulis berita tentang wisata seni dan budaya di Tulusbesar; 2) Mitra mendapatkan pengetahuan melakukan teknik copywriting agar berita yang tersebar di media massa mampu menarik perhatian pembaca dan masyarakat luas; 3) Mitra memanfaatkan teknologi untuk kegiatan jurnalisme. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil memenuhi tujuannya dan memberikan manfaat signifikan bagi aparat desa Tulusbesar. Keterampilan baru yang diperoleh peserta diharapkan dapat meningkatkan efektivitas promosi seni dan budaya desa. Dengan penerapan teknik yang dipelajari, desa dapat menarik lebih banyak pengunjung dan memperkuat posisi mereka sebagai tujuan wisata budaya.
Pelatihan Pengembangan Media Sosial Dan Strategi Promosi Usaha Kuliner Amor’s Kitchen Guna Meningkatkan Daya Beli Maulidiyah, Fitrotul; Suharto, Ririn Pratiwi; Hariyanto, Sugeng; Eltivia, Nurafni; Rahmawati, Rizka
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/s7y1pd11

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) ini dilaksanakan bersama mitra Amor’s Kitchen, sebuah usaha kuliner di Malang yang memproduksi donat, brownies, dan berbagai jenis camilan. Analisis situasi menunjukkan bahwa meskipun mitra menghasilkan produk berkualitas tinggi, mereka menghadapi keterbatasan dalam strategi promosi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif mitra pada setiap tahap kegiatan. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan daya beli konsumen melalui pelatihan dan praktik langsung dalam pengembangan media sosial serta strategi promosi digital. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pembuatan akun media sosial, pelatihan fotografi dan videografi produk, serta pendampingan dalam implementasi konten promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra kini telah memiliki akun media sosial aktif, mampu memproduksi foto dan video secara mandiri, serta mulai mendapatkan interaksi positif dari calon pelanggan. Jumlah pengikut akun meningkat dan beberapa pesanan produk telah diterima melalui media sosial. Kegiatan tindak lanjut difokuskan pada konsistensi unggahan, penerapan iklan digital, pengelolaan data pelanggan, serta evaluasi efektivitas strategi promosi. Program ini diharapkan dapat memberdayakan Amor’s Kitchen untuk mengelola strategi promosi digital secara mandiri dan meningkatkan keberlanjutan usaha.