Claim Missing Document
Check
Articles

Population Density Levels Wight and Length of Maggot Black Soldier Flies (Hermetia Illucens) with Different Feed Formulation Khaerunnisa, Salma; Hidayati, Yuli Astuti; Harlia, Ellin
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v12i2.p111-121

Abstract

Black Soldier Fly (BSF) maggots are decomposing agents cultivated to convert organic materials. Both on-farm and off-farm livestock waste, as well as kitchen organic waste, are organic materials. Organic waste and its by-products can be degraded by BSF maggots into biomass rich in protein, which can be used as feed. This study aims to evaluate the effects of formulating dairy cow feces, milk sediment, and kitchen organic waste (KOW) as growth media on the population density, weight, and length of BSF maggots. The research method used is experimental with a Completely Randomized Design (CRD) involving four treatments and five replicates. The treatments include 100% KOW (P0), 50% KOW and 50% dairy cow feces (P1), 50% KOW and 50% milk sediment (P2), and 33.33% KOW, 33.33% dairy cow feces, and 33.33% milk sediment (P3). BSF maggot rearing was carried out for 20 days, from BSF eggs to the prepupa stage. The conclusion of this study was that the P2 formulation (dairy cow feces and kitchen organic waste) could increase the population density of BSF maggots, and the P3 formulation (dairy cow feces, milk sediment, and kitchen organic waste) could increase the weight and length of BSF maggots.
BIOAUGMENTATION OF MICROORGANISMS ON THE DECOMPOSITION OF A MIXTURE OF DAIRY CATTLE MANURE AND CHICKEN EXCRETA AS SOLID ORGANIC FERTILIZER Riyanto, Kirana Fairuza; Ridwan, Roni; Harlia, Ellin
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 25, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v25i3.61453

Abstract

Solid organic fertilizer efficiently utilizes livestock waste, with laying hen excreta providing the highest nitrogen (N) content among livestock manure. Combining laying hen excreta with dairy cow manure and fiber sources as a fertilizer base is expected to meet KEPMENTAN No. 261 of 2019 standards. To maintain essential nutrients (N, P, K), the fertilizer is enriched with Pseudomonas sp., Herbasirillum sp., and Streptomyces sp. This study aims to analyzing the effect of chicken excreta on macronutrient content (N, P, K), carbon (C) levels, C/N ratio, coliform presence, and microbial viability. The experiment followed a completely randomized design (CRD) with six treatments, namely P1: (95% Combination of DCF and FS + 5% Laying Hen Excreta), P2: (90% Combination of DCF and FS + 10% Laying Hen Excreta), P3: (85% Combination of DCF and FS +15% Laying Hen Excreta), MP1: (95% Combination of DCF and FS + 5% Laying Hen Excreta + 10% MK), MP2: (90% Combination of DCF and FS + 10% Laying Hen Excreta + 10% MK) and MP3: (85% Combination of DCF and FS + 15% Laying Hen Excreta + 10% MK). DCF (Dairy Cow Feces), FS (Fibre Source), MC (Microbial Consortium), SOF  (Solid Organic Fertilizer). Results showed that adding 15% laying hen excreta enriched with bacteria significantly increasing (P≤0.05) macronutrient content, viability, C/N ratio, and coliform presence but did not significantly affect carbon (C) content. 
Pemanfaatan POC Berbasis Limbah Ternak Untuk Penguatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Mandiri Di Desa Citali Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang Hidayati, Yuli Astuti; Harlia, Ellin; Marlina, Eulis Tanti; Badruzzaman, Deden Zamzam; Maulana, Yasin Pradana
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68095

Abstract

Desa Citali Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang merupakan desa dengan luas terkecil yaitu 1,51 km2 namun letak nya cukup strategis dipinggir jalan desa. Desa Citali terdiri dari 10 RW dan 28 RT, berdasarkan jenis kelamin jumlah penduduk laki-laki (2345 jiwa) dan perempuan (2328 jiwa) mempunyai rasio sama banyak. Sebagian besar masyarakatnya mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Di desa Citali terbentuk suatu lembaga yang mewadahi kegiatan para ibu-ibu dalam melakukan kegiatan pertanian dan peternakan yaitu yang dinamai dengan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan pertanian dan peternakan selain menghasilkan produk utama, juga menghasilkan limbah. Kegiatan PkM ini memberikan inovasi penyuluhan dan pelatihan tentang pengolahan limbah peternakan dan pertanian menjadi POC dan dapat pemanfatannya untuk tanaman. Limbah ini diolah dengan metode pengolahan limbah terpadu menghasilkan pupuk organik cair (POC) dan dapat dimanfaatkan untuk memupuk tanaman pangan, sehingga dapat bermanfaat sebagai penguatan ketahanan pangan rumah tangga mandiri.Kata Kunci: limbah ternak, limbah pertanian, pengolahan terpadu, pupuk organik cair, ketahanan pangan 
Diseminasi Teknologi Pengolahan Limbah Ternak kepada Masyarakat Desa Cinangsi Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang Marlina, Eulis Tanti; Hidayati, Yuli Astuti; Harlia, Ellin; Badruzzaman, Deden Zamzam; Maulana, Yasin Pradana
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.67494

Abstract

Pengolahan limbah menjadi pupuk organik merupakan upaya yang dapat dilakukan masyakat peternak untuk merapkan konsep ekonomi sirkular di pedesaan.  Kepemilikan ternak di masyarakat Desa Cinangsi Cisitu Sumedang belum maksimal.  Beberapa alasan menjadi hambatan dalam pengolahan limbah menjadi pupuk organik adalah terbatasnya pengetahuan peternak mengenai potensi limbah ternak, baik potensi positif maupun negatif. Kegiatan penyuluhan di Desa Cinangsi dilaksanakan melalui kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumedang yang bertujuan menciptakan peternak handal yang dapat mengelola industri peternakan dari hulu ke hilir dengan menerapkan konsep zero waste.   Pada kegiatan penyuluhan ini peternak diberi pengetahuan dampak limbah terhadap lingkungan dan maksimalisasi potensi limbah sebagai sumber bahan organik untuk dikonversi menjadi pupuk organik, pupuk organik padat (POP)  dan pupuk organik cair (POC), melalui proses pengomposan.  Metode penyuluhan melalui paparan teori dan diskusi serta praktik.  Peserta penyuluhan terdiri dari kelompok peternak yang mendapat bantuan ternak domba dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumedang TA 2024.  Melalui pre test dan post test dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan peternak mengenai dampak limbah terhadap lingkungan serta keterampilan dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik.