Claim Missing Document
Check
Articles

Pengimplementasian SMART Patrol Terhadap Aktivitas Illegal (Pembalakan dan Perambahan) di Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Rawa Singkil Radiana Sofyan; Iqbar Iqbar; Ryan Moulana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.39 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i3.14843

Abstract

Abstrak. Suaka Margasatwa Rawa Singkil adalah kawasan Konservasi yang ada di Pulau Sumatera Provinsi Aceh dan merupakan habitat bagi orangutan sumatera . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengimplementasian SMART Patrol oleh resor Rundeng terhadap beberapa aktivitas illegal. Parameter pada penelitian ini adalah pembalakan liar dan perambahan. Pengumpulan data dilakukan dengan  teknik survei, pengambilan data dilakukan dengan mengambil data langsung di lapangan pada bulan Mei, Juni, dan Juli 2019 dan menggunakan data SMART Patrol dari tahun 2016, menggunakan jurnal dan sumber informasi lain yang mendukung penelitian serta menganalisis semua data secara deskriptif.Hasil yang diperoleh dari penelitin ini adalah kegiatan SMART Patrol dapat mendata  aktifitas illegal  di lapangan. SMART menyimpan dan menyajikan data kawasan SM. Rawa Singki. Kedua data yang diamati pada penelitian ini menunjukkan penurunan dari tahun 2016 hingga 2019. Data SMART Patrol digunakan sebagai data base untuk pengelolaan kawasan SM. Rawa Singkil.Pengimplementasian SMART Patrol yang dilakukan di lapangan digunakan untuk pengamanan dan pengelolaan kawasan SM. Rawa Singkil beserta keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. SMART Patrol juga didukung dengan berbagai upaya dan kegiatan lain yaitu dengan sosialisasi dan penyuluhan serta melakukan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan menerapkan hukum dan sanksi.Implementation of SMART Patrol on Illegal Logging and Acroachment in the Conservation Area of Singkil Swamp Wildlife ReserveAbstract. Singkil Swamp Wildlife Reserve is a conservation area on the island of Sumatera in Aceh Province an is a habitat for sumatran orangutan. The purpose of the study was to determine the area’s security activities by the Rundeng resort bases SMART Patrol. The parameters in this study are illegal logging and accroachment. Data collection is done by survey technique, data analysis was performed by taking data directly in the field on Mei, Juni and Juli 2019 and using data from 2016, using journal and other source of information that support and analyze all data descriptively.The result obtained from this study are SMART Patrol activities that can record illegal activities in the field. SMART stores and presents data on the Singkil Swamp Wildlife Reserve area. Both data observed in this study show a decrease from 2016 to 2019. SMART Patrol data can be used as a data base for the management of the Singkil Swamp Wildlife Reserve.Implementation of SMART Patrol conducted in the field for the security and management of the Rawa Singkil Swamp Wildlife Reserve area along with bodiversity in it is supported by various efforts and ather unitiatives outside the area, namely through sosialization and counseling and collaborating with various parties including by implementation laws and sanctions.
Perbandingan Cara Penyadapan Pinus di Kabupaten Gayo Lues dengan Prosedur Baku Penyadapan Pinus Matpiah Matpiah; Ryan Moulana; Iqbar Iqbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.182 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20209

Abstract

Abstrak.Penelitian perbandingan cara penyadapan pinus di Kabupaten Gayo Lues dengan prosedur baku penyadapan pinus bertujuan untuk mengetahui kepatuhan penyadapan pinus di Kabupaten Gayo Lues, dalam menerapkan petunjuk teknis penyadapan pinus yang dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada akhir Desember 2018 di hutan pinus alam Kabupaten Gayo Lues dengan menggunakan cuplikan disengaja (purposive sampling) berdasarkan luas sebaran populasi pinus yang sudah dilakukan penyadapan. Kecamatan Blang Jerango, Dabun Gelang, dan Rikit Gaib terpilih sebagai lokasi penelitian untuk pendataan praktik penyadapan pinus. Pendataan jumlah, panjang dan lebar koakan dilakukan pada lima kelas diameter sesuai petunjuk teknis Dinas Kehutanan Aceh yaitu diameter 20-30, 30-41, 41-58, 58-75, dan 75 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara penyadapan pinus di Kecamatan Blang Jerango, Dabun Gelang, dan Rikit Gaib menunjukkan tingkat kepatuhan yang sangat rendah dengan tingkat kesesuaian rerata 14,8%. Penyadapan pinus di Kecamatan Dabun Gelang menunjukkan tingkat kepatuhan yang sangat rendah dibandingkan dengan Blang Jerango dan Rikit Gaib dengan nilai kepatuhan rerata setiapa Kecamatan tersebut sebesar 5%; 13% dan 32,5%. Oleh karena itu diperlukan pengawasan yang baik untuk dapat mempertahankan hutan pinus yang lestari di Kabupaten Gayo Lues.Kata kunci: Perbandingan, Penyadapan Pinus, Prosedur Baku, Gayo Lues(Comparison of pine tapping methods in Gayo Lues regency with standard pine tapping procedures)Abstract.This comparative study of pine tapping methods in Gayo Lues Regency with standard pine tapping procedures aims to determine the of pine tapping in Gayo Lues regency, in applying technical instruction, pine tapping issued by the Aceh Forestry Service. The study was carried out at the end of December 2018 in the natural pine forest of Gayo Lues regency using purposive sampling based on the distribution area of the population that had been tapped. The districts of Blang Jerango, Dabun Gelang, and Rikit gaib were selected as research locations for data collection on pine tapping practice. Data collections on the number, length and width of quarre system was carried out on five diameter classes according to the technical instructions of the Aceh Forestry service, namely diameter 20-30, 30-41, 41-58, 58-75, and 75 cm. the results showed that the pine tapping method in the Districts of Blang Jerango, Dabun Gelang, and Rikit Gaib showed a very low level of compliance with average conformity level of 14.8%. Among the sub-districts selected as research locations, the data showed that pine tapping in Dabun Gelang district showed a very low level of compliance compared to Blang Jerango and Rikit Gaib with the average compliance value of each sub-district of 5%, 13% and 32,5%, respectively. Therefore, good supervision is needed in the practice of pine tapping to be able to maintain a sustainable pine forest in Gayo Lues Regency. Keywords: Comparison, Pine Tapping, Standard Procedure Gayo Lues
Pendapatan Masyarakat Desa Uring Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues, Dalam Pengelolaan Hasil Hutan Bukan kayu (HHBK) Gula aren Imanuddin Nasri; Martunis Martunis; Ryan Moulana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.152 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18372

Abstract

Abstrak. Aren (Arenga pinnata) salah satu tumbuhan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan merupakan salah satu sumber pencaharian masyarakat Desa Uring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonomi gula aren yang terdapat di Desa Uring Kecamatan Pining dan untuk mengetahui kontribusi gula aren terhadap taraf perekonomian masyarakat Uring dan perkembangan usaha gula aren. Metode yang dilakukan dalam penlitian ini dengan cara pengumpulan data yang meliputi data primer yakni survai lapangan dan wawancara kepada responden. Analisisa data dilakukan secara deskriptif pada nilai ekonomi gula aren, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat di desa Uring memanfaatkan aren sebanyak 40 batang aren yang tumbuh secara alami di kawasan penelitian. Produksi gula aren yang diperoleh pengrajin selama periode (1 bulan) adalah rata-rata sebesar 171.81 kg per usaha per bulan, dimana harga yang berlaku pada saat penelitian Rp 25.000 per kg, maka penerimaan dari hasil pengolahan gula aren sebesar Rp 48.000.000 per usaha per bulan, di kurang denagn total biaya sebesar 17.511.000 maka total pendapatan petani gula aren di Desa Uring adalah 30.489.000Abstract. Sugar palm (Arenga pinnata) is a plant that has high economic value and is one of the sources of livelihood for the people of Uring Village. The purpose of this study was to determine the economic value of palm sugar in Uring Village, Pining District and to determine the contribution of palm sugar to the economic level of the people of Uring and the development of palm sugar business. The method used in this research is by collecting data which includes primary data, namely field surveys and interviews with respondents. Data analysis was carried out descriptively on the economic value of palm sugar. The results showed that the community in Uring village utilized 40 sugar palm stems that grew naturally in the research area. Palm sugar production obtained by craftsmen during the period (1 month) is an average of 171.81 kg per business per month, where the prevailing price at the time of the study is IDR 25,000 per kg, then the revenue from palm sugar processing is IDR 48,000,000 per business. per month, minus the total cost of 17,511,000, the total income of palm sugar farmers in Uring Village is 30,489,000.
Prospek Pendirian Usaha Budidaya Jamur Tiram Ditinjau dari Aspek Finansial di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Akhsarul Habibi; Ryan Moulana; Bahlina Mohammad Nur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.425 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18333

Abstract

Jamur merupakan komoditi pertanian yang cukup diminati oleh masyarakat sebagai bahan pangan. Salah satu jenis jamur yang banyak dibudidayakan yaitu jamur tiram. Jamur tiram merupakan salah satu jamur yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya jamur tiram di Kabupaten Aceh Barat Daya ditinjau dari aspek finansial. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis dilakukan dengan menghitung aspek finansial yaitu NPV, IRR, net B/C, dan payback period. Hasil analisis aspek finansial diperoleh nilai NPV pada tahun ke 5 sebesar Rp. 610.705.491, nilai IRR sebesar 52%, net (B/C) sebesar 2,8 dan PP selama 0,94 tahun.
Faktor Penyebab Aktivitas Pembalakan Liar Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan Provinsi Sumatera Utara Serlinta Bangun; Ryan Moulana; Ashabul Anhar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.956 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i4.15879

Abstract

Pembalakan liar adalah suatu kegiatan penebangan kayu yang dilakukan secara tidak sah tanpa ada izin otoritas setempat dan melanggar peraturan perundanng-undangan, yaitu berupa pencurian kayu didalam kawasan hutan Negara atau hutan Hak dan atau pemegang izin melakukan pembalakan lebih dari jatah yang telah ditetapkan dalam perizinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor aktivitas pembalakan liar di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan provinsi Sumatera Utara. Pengukuran faktor-faktor menurut responden dilaksanakan melalui wawancara menggunakan kuisioner dan observasi lapangan yang kemudian di deskripsikan. Adapun faktor yang tergolong tinggi terdapat pada faktor ekonomi. 
Pembuatan Serbuk Antosianin Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dengan Variasi Konsentrasi Maltodekstrin dan Suhu Pengeringan Munirayati Munirayati; Ryan Moulana; Nida El Husna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.111 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.1271

Abstract

Abstrak.  Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak di Indonesia. Ubi jalar ungu kaya akan pigmen antosianin dan tersebar merata di seluruh umbinya. Pembuatan serbuk antosianin ubi jalar ungu merupakan salah satu solusi untuk memperluas aplikasi pewarna alami dan praktis dalam penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi maltodekstrin dan suhu pengeringan terhadap kualitas sifat kimia serbuk antosianin hasil ekstraksi ubi jalar ungu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah konsentrasi maltodekstrin yang terdiri dari 4 taraf (0%, 2%, 4% dan 6%) dan faktor II adalah suhu pengeringan yang terdiri dari 2 taraf (500C dan 600C). Penambahan maltodekstrin pada pembuatan serbuk antosianin ubi jalar ungu menghasilkan penurunan intensitas warna tetapi meningkatkan rendemen dan pH. Semakin tinggi suhu pengeringan cenderung menyebabkan penurunan intensitas warna tetapi meningkatkan pH serbuk antosianin ubi jalar ungu. Berdasarkan intensitas warna, kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan maltodekstrin 4% dan suhu pengeringan 500C yang menghasilkan rendemen 21,71%, intensitas warna (Absorbansi) 0,472, dan pH 3,60.
Pengaruh Keragaman Sumber Pakan Terhadap Kualitas Madu Lebah (Apis cerana Fabr, 1798) Di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli Sumatera Utara Rizky Agustin Tanjung; Ryan Moulana; Saida Rasnovi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.163 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18698

Abstract

Abstrak. Madu adalah cairan alami yang umumnya mempunyai rasa manis, yang dihasilkan oleh lebah madu dari nektar bunga (nectar floral) atau bagian tanaman selain bunga (nectar ekstra floral). Lebah madu dan tanaman bunga memiliki hubungan yang saling menguntungkan yaitu lebah melakukan proses penyerbukan dan tanaman bunga sebagai fasilitator sumber pakan lebah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu yang berasal dari keragaman sumber pakan yang berbeda berdasarkan kadar air, gula pereduksi, keasaman, abu, padatan tak larut, aktivitas enzim diatase, rasa, warna dan kekentalan. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli Sumatera Utara selama tiga bulan. Metode pengambilan data dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, terdiri dari dua perlakuan masing-masing tiga ulangan. Data uji kimia dianalisis secara deskriptif dan anova dengan perbandingan nilai SNI. Data yang didapatkan berdasarkan data kuantitatif dialanisis ANOVA  (Analysis of variance) dan data kualitatif dianalisis dengan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga parameter uji yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan SNI yaitu gula pereduksi (madu satu jenis tanaman 70% dan madu banyak jenis tanaman 68%), aktivitas enzim diatase (madu satu jenis tanaman 5 DN dan madu banyak jenis tanaman 4,28 DN) dan keasaman (madu satu jenis tanaman 3,31 dan madu banyak jenis tanaman 3,53).Abstract. Honey is a natural liquid that generally has a sweet taste, which is produced by honey bees from flower nectar (floral nectar) or plant parts other than flowers (extra floral nectar). Honey bees and flower plants have a mutually beneficial relationship, namely bees carry out the pollination process and flower plants as facilitators of bee food sources. This study aims to determine the quality of honey derived from a variety of different feed sources based on water content, reducing sugar, acidity, ash insoluble solids, enzyme activity, taste, color and viscosity. This research was conducted at the Research and Development Center for Environment and Forestry (BP2LHK) Aek Nauli, North Sumatra for three months. The method of data collection was carried out by a non-factorial Completely Randomized Design (CRD), consisting of two treatments with three replications each. Chemical test data were analyzed descriptively and ANOVA with the comparison of SNI values. The data obtained based on quantitative data were analyzed by ANOVA (Analysis of variance) and qualitative data were analyzed by organoleptic tests. The results showed that there were three test parameters that were in accordance with the standards set by SNI, namely reducing sugars (honey of one plant species 70% and honey of many species of plants 68%), the activity of enzymes attached (honey of one species of plant 5 DN and honey of many species of plants 4 ,28 DN) and acidity (honey of one species of plant 3.31 and honey of many species of plant 3.53). 
Identifikasi Tutupan Lahan Menggunakan Citra Satelit di Kawasan Taman Buru Lingga Isaq, Kabupaten Aceh Tengah Putri Tawarnate; Ryan Moulana; Muhammad Rusdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.483 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13752

Abstract

Abstrak.Taman Buru Lingga Isaq merupakan habitat bagi banyak satwa liar potensi yang ada didalam kawasan tersebut mulai dari hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu. Keberlangsungan kawasan Taman Buru Lingga Isaq dipengaruhi oleh keadaan tutupan lahan. Untuk mengidentifikasi tutupan lahan yang berada dikawasan Taman Buru dengan menggunakan citra satelit bing maps atau foto udara. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi tutupan lahan dan memetakan tutupan lahan. Metode yang digunakan yaitu interpretasi citra secara visual. Hasil klasifikasi tutupan lahan di kawasan Taman Buru Lingga Isaq didapati enam kelas tutupan lahan. Identification Of Land Cover Using Satellite Imagery In The Area Of The Lingga Isaq Park, Central Aceh DistrictAbstract. Lingga isaq park is a habitat for many potential wildlife in the area ranging from timber forest products and non-timber forest products. The sustainability of the isaq phallus hunting park area is influenced by the state of land cover. To identifty land cover within the hunting park area using satellite maps of bing maps or aerial photographs. This study aims to odentify land cover and map land cover. The method used is visual image interpretation. The results of the classification of land cover in area of the hurry lingga isaq park found six classes of land cover 
Tumbuhan Obat dan Pemanfaatannya oleh Masyarakat Sekitar Hutan HujanTropis Kedah Kabupaten Gayo Lues Kasrin Kasrin; Ryan Moulana; Iqbar Iqbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.642 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13651

Abstract

Abstrak Tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Penosan dan Desa Peosan Sepakat terdapat 72 tumbuhan terdiri 42 suku/familia. Intensitas penggunaan jenis-jenis  tumbuhan yang dikelompokkan berdasarkan suku adalah Zingiberaceae (8,5%), Asteraceae (7,0%), Fabaceae (7,0%), Malvaceae (5,6%), Moraceae (5,6%), Poaceae (4,2%), dan Arecaceae (4,2%). Suku tumbuhan lainnya yaitu Verbenaceae, Araceae, Fhyllanthaceae, Rubiaceae, Rutaceae, Solanaceae, Apocynaceae, Verbenaceae dan Annonaceae masing-masing digunakan dengan intensitas rendah (2,8%). Sisanya sebanyak  26 suku digunakan dengan intensitas sangat rendah yaitu masing-masing (1,4%). Bila dilihat pemanfaatan tumbuhan obat ini berdasarkan habitus maka tumbuhan habitus pohon dimanfaatkan dengan intensitas paling tinggi (33,3%), diukuti oleh perdu (30,6%), herba (29,2%) dan yang paling rendah adalah liana (6,9%). Namun pemanfaatan tumbuhan untuk obat berdasarkan organ tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah organ daun (39,3%), diikuti oleh seluruh bagian tumbuhan (13,8%), buah (12,4%) dan umbi (11,0%), sedangkan yang paling sedikit digunakan dari organ akar (7,6%), kulit (7,6%), batang (2,8%), biji (2,1%), bunga (2,8%), dan seludang (0,7%).Medicinal Plants and its Utilization by the Communities Around the Tropical Rain Forest Kedah Gayo Lues DistrictAbstract There are 72 plants utilized by the Penosan and Peosan Sepakat Villages consisting of 42 tribes / families. The intensity of the use of plant species grouped by ethnicity is Zingiberaceae (8.5%), Asteraceae (7.0%), Fabaceae (7.0%), Malvaceae (5.6%), Moraceae (5.6%) , Poaceae (4.2%), and Arecaceae (4.2%). Other plant tribes namely Verbenaceae, Araceae, Fhyllanthaceae, Rubiaceae, Rutaceae, Solanaceae, Apocynaceae, Verbenaceae and Annonaceae are each used with low intensity (2.8%). The remaining 26 terms are used with very low intensity, each (1.4%). When observing the use of medicinal plants based on habitus, tree habitus plants are used with the highest intensity (33.3%), followed by shrubs (30.6%), herbs (29.2%) and the lowest is liana (6, 9%). However, the use of plants for medicine based on the most widely used plant organs is the leaf organ (39.3%), followed by all parts of the plant (13.8%), fruit (12.4%) and tubers (11.0%), while the least used were root organs (7.6%), bark (7.6%), stems (2.8%), seeds (2.1%), flowers (2.8%), and sheath ( 0.7%).
Perilaku Makan dan Preferensi Pohon Buah sebagai Pakan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Stasiun Penelitian Ketambe Taman Nasional Gunung Leuser Baringin Limbong; Lola Adres Yanti; Ryan Moulana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.24 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22302

Abstract

Abstrak: Orangutan sumatera (Pongo abelii) makan yaitu dari tumbuhan seperti pucuk daun yang muda, bunga, buah-buahan dan biji-bijian. Selain itu, mereka juga suka memakan jenis serangga kecil yang terdapat di pepohonan. Orangutan memulai mencari makan yaitu dengan pertama melihat makanan, memilih, mengambil dan memasukkan makanan ke dalam mulut dan menggigit, kemudian mengunyah setelah itu menelan makanan sampai orangutan berhenti untuk makan ataupun minum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku makan dan preferensi pohon buah yang menjadi pakan orangutan sumatera (Pongo abelii) di sekitar Stasiun Penelitian Ketambe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode focal animal sampling, yaitu mengamati dan mencatat perilaku satu individu selama periode waktu tertentu, mulai dengan mencatat setiap pola makan individu target orangutan per dua menit, pengamatan orangutan sumatera dilakukan dari pukul 05.30 WIB-18.30 WIB atau bias bertambah selama orangutan belum selesai makan, kemudian data dicatat pada tabulasi data. Orangutan sumatera (Pongo abelii), yang diamati yaitu, betina dewasa sedang hamil (Kelly). Dari perilaku makan Orangutan sumatera (Pongo abelii) maka didapatkan, aktivitas mencari makan Kelly 27,29%. Rerata yang didapatkan dari lama waktu makan dari pola perilaku makan tertentu perkeseluruhan jenis kategori pakan Kelly maka didapatkan memilih 4,86%, memegang 13,93%, mengambil 27,38%, dan memakan 53,81%. Kelly menghabiskan waktu untuk aktivitas makan sebanyak 45% per hari. Jenis dan kategori pakan yang dimakan oleh betina dewasa Kelly adalah bunga 28,43%, buah 26,52%, kulit 7,25%, serangga 3,63%.Kata kunci: Orangutan sumatera, perilaku makan, preferensi pohon buah sebagai pakan.Abstract: The Sumatran orangutan (Pongo abelii) eats plants such as young shoots, flowers, fruits and seeds. In addition, they also like to eat the types of small insects found in the trees. Orangutans start looking for food by first looking at food, choosing, taking and putting food into their mouths and biting, then chewing and then swallowing food until the orangutans stop to eat or drink. This study aims to determine the eating behavior and preferences of fruit trees that feed the Sumatran orangutan (Pongo abelii) around the Ketambe Research Station. The method used in this study is the focal animal sampling method, namely observing and recording the behavior of one individual over a certain period of time, starting by recording each individual target orangutan's diet every two minutes, observing Sumatran orangutans from 05.30 WIB to 18.30 WIB or bias. increases as long as the orangutan has not finished eating, then the data is recorded in the data tabulation. The Sumatran orangutan (Pongo abelii), which was observed, was a pregnant female adult (Kelly). From the eating behavior of the Sumatran Orangutan (Pongo abelii), it was found that Kelly's foraging activity was 27.29%. The average obtained from the length of time eating from certain eating behavior patterns for all types of Kelly's feed categories was found to choose 4.86%, hold 13.93%, take 27.38%, and eat 53.81%. Kelly spends time on eating activities as much as 45% per day. Types and categories of feed eaten by adult Kelly females were flowers 28.43%, fruit 26.52%, skin 7.25%, insects 3.63%.Keywords: Sumatran orangutan, eating behavior, preference of trees as food.
Co-Authors . Satriana . Satriana Abubakar Abubakar Akhmad Baihaqi Akhsarul Habibi Amrina Maulida Ashabul Anhar Ashabul Anhar Asmawati Asmawati Ayu Sahfitri Bahlina Mohammad Nur Baringin Limbong Cut Tika Cut Yulvizar Desy Wulandari desy wulandari Dina Annisa Elvira Iskandar Faidha Rahmi, Faidha Ferizal Ferizal Hairul Basri Hendri Syah heriyanto ariga Heru Prono Widayat Hesti Meilina Imanuddin Nasri Indri Puspita Indah Indri Puspita Sari Iqbar Iqbar Irfan Irfan Ismail Sulaiman Jamaludin Jamaludin Juanda Juanda Kasrin Kasrin Lola Adres Yanti M. Dani Supardan M. Dani Supardan M. Ichwanul Afgan Hutasuhut M. Ichwanul Afgan Hutasuhut Maliq Mustapa Martunis - Martunis Martunis Martunis Martunis Martunis Martunis Martunis Martunis Martunis Martunis Matpiah Matpiah Mirna Rahmah Lubis MMSI Irfan ,S. Kom Muhammad Dani Supardan Muhammad Dani Supardan Muhammad Rusdi Muhammad Rusdi Munirayati Munirayati Murna Muzaifa Murna Muzaifa Murna Muzaifa Murna Muzaifa Mustaqimah Mustaqimah Nida El Husna Nilda, Cut Novi Safriani Novi Safriani Novi Safriani Novia Mehra Erfiza Novia Mehra Erfiza Putri Tawarnate Radiana Sofyan Rahmah Humairah Rahmin Rahmin Raida - Agustina Raida Agustina Reni Rafika Yani Reza Febri Pramanta Ria Rosika Rini Ariani Basyamfar Rizky Agustin Tanjung Saida Rasnovi Saida Rasnovi Salma Safrina Hashilah Harahap Santi Noviasari Satriana Satriana Satriana Satriana Satriana Satriana Satriana Serlinta Bangun Sri Haryani Sri Ningrum subhan subhan Subhan Subhan Sudirman Sudirman Sulasutri Sulasutri Syamsul Bahri Syifaush Shadri Teti Arabia Teuku Ferijal Teuku Muchlis Mz Teuku Rushariandi Trisma Rezeki Umi Fathanah Wardiah Wardiah Warhamna Warhamna Wirda Aina Yanti Meldasari Lubis Yulia Annisa Yulia Sari Ismail Yuliani Aisyah Yuliani Aisyah Yuliani Aisyah Zainuddin Zainuddin