Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN BIOPORI SEBAGAI PENANGGULANGAN BANJIR GENANGAN DI KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Yayuk Kurnia Risna; Cut Azizah; Halus Satriawan; Ernawita Ernawita; Nuraina Nuraina
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2022): Rambideun : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v5i3.1293

Abstract

The theme of community service is the application of biopore techniques in the yard of the Peusangan District Office, Bireuen Regency. This activity aims to reduce puddles caused by heavy rains and large amounts of water. Activities are carried out in 3 stages, namely preparation, implementation and reporting. The implementation method is done by lecture (question and answer) and demonstration. The results achieved from this service are (1) public understanding and awareness of the importance of keeping the environment clean, (2) application of biopore techniques to reduce waterlogging due to rain, and (3) creating a community that cares about the environment through biopori manufacturing activities. Sustainability of activities carried out with continuity by lecturers and students of the Masters Study Program in Natural Resources and Environmental Management Postgraduate Program at Al-Muslim University.
Pelatihan Rancangan Pembelajaran Konservasi Lingkungan Berbasis Local Wisdom Melalui Lesson Study pada Lembaga Penjaga Hutan Kampung (LPHK) di Kabupaten Bener Meriah Najmuddin Najmuddin; Halus Satriawan; Misnar Misnar; Yusrizal Akmal; Nuraida Nuraida
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.1025

Abstract

Trauma yang diakibatkan bencana banjir bandang di Desa Damaran Baru Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah telah menggerakkan hati masyarakat untuk menjaga hutan di sekitar tempat tinggal mereka. Para perempuan bergerak melindungi kampung dengan membentuk Lembaga Pengelolaan Hutan Kampung (LPHK). Permasalahan pencegahan atau konservasi lingkungan melalui jalur edukasi (pendidikan) belum dilaksanakan secara formal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menyusun Kompetensi Konservasi lingkungan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Melakukan Pelatihan model Pembelajaran Konservasi Lingkungan Berbasis Lesson Study kepada mitra yaitu Lembaga Pengelolaan Hutan Kampung Damaran Baru yang beranggotakan 20 orang. Hasil pengabdian berupa tersedianya modul pembelajaran konservasi berbasis local wisdom bagi perempuan-perempuan penjaga hutan di Desa Damaran Baru. Tahapan dalam pelatihan pembelajaran kepada perempuan penjaga hutan dan juga guru berbasis local wisdom tentang konservasi lingkungan melalui lesson study yaitu: (1). Plan yaitu Merancang Rencana Pembelajaran (lesson design) berbasis local wisdom tentang konservasi lingkungan melalui lesson study secara kolaborasi antara guru dan perempuan penjaga hutan, (2). Do (penerapan), pada tahap ini perempuan penjaga hutan menjadi model pembelajaran (guru) secara peer teaching untuk mendemonstrasikan rencana pembelajaran yang telah disusun secara bersama sebelum dilakukannya open class di sekolah. (3). Reflection (refleksi) yaitu mendiskusikan permasalahan yang ditemukan selama proses pembelajaran oleh observer pada tahap Do Hasil kegiatan menunjukkan tingkat pemahaman terkait lesson study oleh peserta mitra cukup tinggi, yaitu antara 85-92.  Local Wisdom-Based Environmental Conservation Learning Design Training Through Lesson Study at the Village Forest Ranger Institute (LPHK) in Bener Meriah Regency The trauma caused by the flash flood in Damaran Baru Village, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency, has moved the hearts of the people to protect the forests around their homes. The women moved to protect the village by forming a village forest management institution (LPHK). The problem of environmental prevention or conservation through education (education) has not been implemented formally. The purpose of this community service is to develop Environmental Conservation Competence through Focus Group Discussions (FGD) and to Conduct Lesson Study-Based Environmental Conservation Learning Model Training to partners, namely the Kampung Damaran Baru Forest Management Institute, which has 20 members. The result of the dedication was in the form of the availability of local wisdom-based conservation learning modules for women forest rangers in Damaran Baru Village. The stages in learning training for women forest rangers and also local wisdom-based teachers on environmental conservation through lesson study are: (1). Plan, namely Designing Lesson Designs based on local wisdom about environmental conservation through collaborative lesson study between teachers and women forest rangers, (2). Do (implementation), at this stage the female forest ranger becomes a peer teaching learning model (teacher) to demonstrate the lesson plans that have been prepared together before conducting open classes in schools. (3). Reflection, namely discussing the problems found during the learning process by observers at the Do stage. The results of the activity show that the level of understanding related to lesson study by partner participants is quite high, namely between 85-92.
Pertumbuhan Varietas Jagung (Zea Mays L) Dengan Pengaturan Jarak Tanam: Pertumbuhan Varietas Jagung (Zea Mays L) Dengan Pengaturan Jarak Tanam Laila Nazirah; Maisura Maisura; Deri Triansyah; Halus Satriawan
VARIASI : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim Vol. 13 No. 2 (2021): Variasi
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/vrs.v13i2.588

Abstract

Tanaman Jagung (Zea mays L) merupakan komoditas pangan nomor 3 terpenting setelah padi dan kedelai, serta telah dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat, minyak dan tepung. Budidaya untuk beberapa varietas jagung di Aceh Utara belum memiliki acuan atau rekomendasi jarak tanam yang tepat sehingga hasil yang dicapai belum maksimal. Untuk itu perlu dikaji kombinasi antara varietas dan jarak tanam untuk mendapatkan jarak tanam sesuai dengan varietas yang ditanam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tambon Tunong Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara dengan ketinggian tempat 10 meter di atas permukaan laut (mdpl) dari bulan November 2020 s.d Januari 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Faktor pertama adalah Varietas (V) terdiri dari 4 taraf, yaitu V1 (Varietas Lamuru), V2 (Varietas Bisma), V3 (Varietas Srikandi Kuning-1), dan V4 (Varietas Anoman-1). Faktor kedua adalah jarak tanam (J) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu J1 (60 cm x 20 cm), J2 (70 cm x 50 cm), dan J3 (80 cm x 20 cm). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur (2 dan 4 MST) serta jumlah daun (2 MST). Perlakuan varietas juga berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman (8 MST), umur berbunga, namun perlakuan varietas tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (6 MST), jumlah daun (4, 6 dan 8 MST), diameter batang (2, 4, 6 dan 8 MST). Sedangkan pada perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, namun perlakuan jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (2, 4, 6 dan 8 MST), jumlah daun (2, 4, 6 dan 8 MST), diameter batang (2, 4, 6, dan 8 MST). Terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan varietas dan jarak tanam terhadap jumlah daun 2 MST, kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan varietas Bisma dan jarak tanam 60x20 cm.
Analisis usaha jamur merang LM3 Agrinadi Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Hayaton Hayaton; Halus Satriawan
Jurnal Sains Pertanian Vol 6 No 1: Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.009 KB) | DOI: 10.51179/jsp.v6i1.1735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keuntungan dan Kelayakan Usaha Jamur Merang LM3 Agrina di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada usaha jamur merang LM3 AGRINA di Desa Tanjong Paya. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive sampling), yang didasarkan pada pertimbangan bahwa usaha jamur merang LM3 AGRINA di Desa Tanjong Paya merupakan salah satu usaha yang memproduksi jamur merang yang ada di wilayah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Dari hasil penelitian diperoleh total keuntungan yang diperoleh pada usaha produksi jamur merang pada UD. Agrina di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen selama satu tahun (tiga kali produksi) yaitu sebesar Rp. 22.953.571,-/tahun. Nilai B/C ratio sebesar 1,21 artinya B/C ratio lebih besar dari pada satu (B/C > 0). Nilai R/C ratio sebesar 2.21 artinya R/C ratio lebih besar dari pada nol (R/C > 1). Besar nilai BEP produksi yang diperoleh adalah sebesar Rp. 278 Kg, sedangkan produksi yang diterima petani yaitu sebesar 1.200 kg dan BEP rupiah yang diperoleh adalah Rp. 7.755.533/tahun, sedangkan penerimaan yang diterima petani adalah Rp. 42.000.000/tahun. Berarti BEP lebih kecil dari pada jumlah yang diterima petani, maka usaha tersebut menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Kata Kunci: Analisis Usaha, Jamur Merang LM3 Agrina
Pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L) akibat pemberian kompos eceng gondok (Eichhornia crassipes) Khairunnisak Khairunnisak; Halus Satriawan
Jurnal Sains Pertanian Vol 7 No 1: Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.986 KB) | DOI: 10.51179/jsp.v7i1.1768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian ini telah dilaksanakan pada lahan pekarangan rumah di Desa Blang Lancang Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireuen dari bulan Desember sampai dengan bulan Maret tahun 2018. Rancangan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 6 taraf perlakuan pemberian kompos eceng gondok, terdiri yaitu : K0 = Kontrol, K1 = 5 ton/ Ha , K2 = 10 ton/ Ha, K3 = 15 ton/ Ha, K4 = 20 ton/Ha, K5 = 25 ton/ha dan K6 = 30 ton/ Ha. Peubah yang diteliti dalam penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, berat polong pertanaman, berat polong perplot, berat biji pertanaman, berat biji perplot, bobot 100 biji dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kompos eceng gondok berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 HST, berat polong pertanaman, berat polong per plot. berat biji pertanaman, berat biji per plot, bobot 100 biji dan jumlah akar tanaman kacang hijau. Perlakuan kompos eceng gondok terbaik dijumpai pada perlakuan 20 ton/ha (K4) Kata Kunci: Pemberian Kompos, Eceng Gondok, Kacang Hijau
Penerapan Konsep Green Building dalam Konservasi Sumberdaya Air di Waduk Lhok Batee Desa Seuneubok Lhong Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen Azizah Cut; Halus Satriawan; Ernawita Ernawita; Nuraida Nuraida; Ajmir Akmal; Nurul Muhshanati; Irni Aryani; Denni Irhammi; Khairul Nazli
Aceh Journal of Community Engagement (AJCE) Vol 2 No 1: April 2023
Publisher : LPPM Umuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/ajce.v2i1.1988

Abstract

Kegiatan pengabdian akademik tentang Penerapan Konsep Green Building dalam Konservasi Sumberdaya Air di Waduk Lhok Batee Desa Seuneubok Lhong Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen ini bertemakan “Penerapan teknik konservasi vegetatif (penanaman pohon) pada kawasan Agrowisata di wilayah Lhok Batee-Bireuen”. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Hasil yang dicapai dari pengabdian ini adalah (1) pemahaman dan kesadaran masyarakat pengelola kawasan wisata Lhok Batee terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam, (2) penerapan ilmu teknik konservasi tanah dan air kepada masyarakat pengelola kawasan agrowisata, dam (3) terciptanya masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dengan pengeloaan kawasan agrowisata yang tepat. Keberlanjutan kegiatan dilaksanakan dengan kontinyuitas oleh dosen dan mahasiswa program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Al-Muslim
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBUATAN POC GUNA MENAMBAH KETERAMPILAN DAN PENGHASILAN TAMBAHAN RUMAH TANGGA DI DESA UTEUNKOT LHOKSEUMAWE Halus Satriawan; Laila Nazirah
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Rambideun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v6i2.2068

Abstract

Realizing a commitment to food security is closely related to social security, economic stability, political stability and national security or resilience. Continuous improvement of fertile land through the use of liquid organic fertilizers is expected to maintain the quality of soil nutrients which in turn will improve the quality of agriculture and the productivity of food crops. Based on observations in the field, the people of Uteunkot Village, Lhokseumawe City, had not managed waste properly, organic and inorganic waste had not been separated from one another, and waste was often thrown away without proper handling, causing foul odor that disturbs the environment. To overcome this problem, a solution was needed, namely utilizing organic waste as liquid organic fertilizer which is useful for the community in fertilizing plants in the yard of the house. This community service was held from July to September 2022 in Uteunkot Village, Lhokseumawe City. The purpose of this service activity was to find out the impact of counseling on the community regarding the manufacture and use of liquid organic fertilizer. The results of the community service activities showed the compatibility between the implementation and the guidelines for making liquid organic fertilizer from household organic waste, as well as increasing the knowledge of farmer groups in Uteunkot Village, Lhokseumawe City.
Keterbatasan Dan Kerentanan Sumberdaya Mangrove Putra Rima Shah; Azizah Cut; Abbas Rahmat; Satriawan Halus; Yayuk Kurnia Risna
Jurnal Lingkungan Almuslim Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Lingkungan Almuslim
Publisher : Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jla.v2i1.1808

Abstract

tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji aspek–aspek keterbatasan sumberdaya mangrove yang tersedia di alam sekitar, maupun kerentanan spesies mangrove dalam interaksinya dengan manusia (konservatif maupun eksploitatif). Metode penulisan bersifat narrative literature review, dengan kajian yang membahas 4 (empat) determinan keterbatasan sumberdaya mangrove itu berupa: (1). Keterbaruan; (2) Kelangkaan; (3). Kerusakan; dan (4). Kepunahan. Mangrove, tanaman ajaib yang hanya tumbuh di kawasan air payau yang dipengaruhi pasang surut air laut tersebut, diketahui memberi banyak sekali manfaat kepada manusia; baik secara fisika, kimiawi, biologis maupun sosio–ekonomis. Mangrove sejak awal merupakan vegetasi dalam jumlah terbatas, Habitatnya terus terdesak oleh manusia untuk diambil manfaat kayunya, serta mengubah paksa ruang hidupnya untuk komoditas lain seperti udang, ikan, maupun sawit. Menghilangnya mangrove dari suatu kawasan tentu sangat disayangkan, karena membawa dampak kerugian sistemik dan multi–dimensional bagi alam sekitar dan manusia
Analysis of Ecotourism Sustainability of Damaran Baru Protected Forest Area in Bener Meriah Regency Wahyuni, Wahyuni; Satriawan, Halus; Abbas, Rahmat
JURNAL ILMU-ILMU KEHUTANAN Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.8.2.58-69

Abstract

The existence of forests for village communities cannot be separated from the survival of communities around the forests. Utilization of environmental services in forest areas can take the form of ecotourism potential developed in the region. Ecotourism also embraces the use of environmental services in protected forest areas, including the Damaran Baru protected forest area. The current problem is that there is not yet optimal management of existing natural resource potential in order to support ecotourism development. The aim of this research is to analyze the potential supply and demand for ecotourism in the Damaran Baru protected forest area and to analyze the sustainability of ecotourism in the Damaran Baru protected forest. The research results obtained for supply potential data identified 12 ecotourism potentials in the form of coffee plantations in the area, waterfalls, primate monitoring posts, hot springs, bird monitoring posts, camping ground areas, pitcher plants, savanna, orchid beds, heli rocks, edelweis beds. and the peak of Damaran Baru. Likewise, for demand potential, it was obtained in terms of facilities and infrastructure that require improvement to attract more visitors. The results of the ecotourism sustainability research show that the level of visits to ecotourism locations has started to increase with a total of 200 visitors in 2022, where there was an increase in the number of visitors of 53.85% from the previous year.Key words: Forest, Potential, Ecotourism, Supply, Demand
A Analisis Tempat Penampungan Sementara (TPS) Menggunakan Sistem Informasi Geografis Untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kota Lhokseumawe Abbas, Rahmat; Cut Ayu Lizar; Satriawan, Halus
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2593

Abstract

Kota Lhokseumawe merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi memiliki jumlah penduduk yang padat, dengan indeks kepadatan penduduk sebesar 1.082,6 jiwa/km2. Pengelolaan sampah yang baik harus dilakukan untuk menjaga Kesehatan lingkungan, diantaranya pengelolaan Tempat Penampungan Sementara (TPS). Sampah yang dibuang secara sembarangan menimbulkan Lokasi Pembuangan Sampah (LPS) ilegal yang bisa memicu berbagai penyakit dan menurunkan estetika lingkungan. Fokus dari penelitian adalah memetakan lokasi TPS serta LPS memanfaatkan Sistem Informasi Geografi (SIG), menganalisa pola persebaran TPS dan LPS menggunakan analisis nearest neighbour pada Software pengolahan citra, serta menganalisa kesesuaian kapasitas daya tampung TPS dengan volume sampah dari masyarakat Kota Lhokseumawe. Hasil penelitian diperoleh fasilitas TPS yang terdapat di Kota Lhokseumawe adalah 18 TPS sedangkan LPS ilegal sebanyak 36 LPS. Pola persebaran TPS termasuk pola clustered dengan indeks penyebaran 0,69. Pola persebaran LPS termasuk pola clustered dengan indeks penyebaran 0,51 dan LPS tertinggi terdapat pada wilayah Kecamatan Muara Satu. Hasil analisa kesesuaian kapasitas TPS didapatkan ketersediaan TPS disetiap Kecamatan masih kurang untuk menampung timbulan sampah, Kecamatan Banda Sakti masih kekurangan 34 TPS, Kecamatan Muara Dua 23 TPS, Kecamatan Muara Satu 15 TPS, dan Kecamatan Blang Mangat 8 TPS. Kata kunci: TPS, Sistem Informasi Geografis, Sampah, Nearest Neighbor, Pemetaan