Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kajian Unjuk Kerja Plts Atap On Grid Di Dayah Ulee Titi Sebagai Upaya Penghematan Biaya Operasional Dayah muhammad nazar; Teuku Zulfadli; Misswar Abd
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 2 No. 2 (2021): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v2i2.187

Abstract

Dayah Ulee Titi Desa Siron Kec Ingin Jaya Aceh Besar merupakan salah satu dari sekian ribu Dayah yang ada di Aceh, Dayah merupakan lembaga pendidikan Islam yang sudah sangat lama yang sangat berkomitmen dalam penyebaran syiar dan dakwah Islam, pendidikan generasi muda dan sekaligus lembaga penjaga stabilitas politik dan sosial masyarakat Aceh, namun sangat disayangkan untuk pendanaan operasional Dayah masih sangat memprihatinkan dan masih sangat membutuhkan bantuan sehingga perlu diupayakan berbagai solusi membantu meringankan biaya operasionalnya. Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dengan meringankan biaya operasional kelistrikan. Dengan terbitnya Permen ESDM No. 49 tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTS) oleh Konsumen PT PLN yang paralel dengan suplay PLN, ini diharapkan dapat mengurangi pemakaian listrik di Dayah Ulee Titi dari supplay PLN, ini jelas akan sangat membantu Dayah Ulee Titi dalam biaya operasional rutinnya. Namun dalam perjalanannya ditemukan data bahwa dalam beberapa bulan rekening listrik Dayah Ulee Titi masih tinggi dan Kwh eksport PLTS Atap ke PLN sangat rendah sehingga perlu dikaji apakah PLTS Atap yang terpasang efektif dan mampu menurunkan biaya operasional Dayah. Dari hasil kajian penulis ditemukan fakta bahwa PLTS Atap masih mampu mencapai daya rata-rata diangka 81,30% angka ini diatas standar toleransi pabrikan 80 % dan bahkan mencapai Daya Mampu puncak di 9.714,5 Watt Atau setara 97,1%, Penggunaan PLTS Atap Dayah Ulee Titi sangat bermanfaat untuk meringankan beban kelistrikan di Dayah, sehingga menurunkan biaya operasional mencapai 20 % selama 5 (lima) bulan penelitian.
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN PADA OPRIT JEMBATAN TUTU PANYANG SAMALANGA BERDASARKAN BEBAN LALU LINTAS Muhammad Nazar; Miswar Miswar; Ahmad Abrar Haziri
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 9, No 01 (2026): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKTransportasi darat merupakan prasarana utama dalam menunjang mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa. Salah satu elemen penting dalam konstruksi jalan adalah oprit jembatan, yang berfungsi sebagai penghubung antara jalan utama dengan badan jembatan. Oprit Jembatan Tutu Panyang Samalanga menunjukkan kerusakan berupa retakan pada lapisan permukaan yang berpotensi mengurangi kenyamanan, keselamatan, serta umur rencana jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume lalu lintas, menghitung beban lalu lintas ekuivalen dengan metode AASHTO 1993, menentukan tebal lapisan perkerasan, serta membandingkan hasilnya dengan desain konsultan. Data primer diperoleh dari survei LHR (Lalu Lintas Harian Rata-Rata) selama tiga hari (Senin, Selasa, Jumat), sedangkan data sekunder berupa hasil uji CBR (California Bearing Ratio), data curah hujan, dan gambar teknis. Perhitungan melibatkan konversi lalu lintas ke dalam ESAL (Equivalent Single Axle Load), perhitungan modulus resilien, penentuan reliabilitas, deviasi standar, indeks pelayanan, serta nilai Structural Number (SN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total ESAL selama umur rencana 20 tahun adalah 627.537,42. Nilai CBR tanah dasar sebesar 3,37% lebih rendah dari syarat minimum (6%), sehingga diperlukan timbunan pilihan setebal 35 cm. Berdasarkan metode AASHTO 1993, diperoleh struktur perkerasan: lapisan permukaan 11 cm, pondasi atas 15 cm, pondasi bawah 22 cm, dan timbunan pilihan 35 cm. Dibandingkan desain konsultan, terdapat perbedaan tebal pada lapisan permukaan (+1 cm) dan timbunan pilihan (+5 cm). Desain hasil penelitian lebih sesuai dengan kondisi lapangan serta diharapkan mampu meningkatkan ketahanan struktur, umur rencana, dan kenyamanan pengguna jalan.Kata kunci: oprit jembatan, perkerasan lentur, AASHTO 1993, beban lalu lintas, tebal perkerasan.