Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS MOBILE LEARNING MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE 3 KELAS X SMKN 1 KOTA SERANG Dina Kamila; Yuni Maryuni
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i1p179-191

Abstract

The purpose of this development research is to describe procedure for developing learning media based on mobile learning in the study of national movement material for class X Vocational High School 1 Serang City, the second is to describe the results of the feasibility test for mobile learning-based learning media in the study of national movement material for class X Vocational High School 1 Serang City. The research method used is Research and Development (R&D) with reference to the (Walter & Gall D. Meredith, 1983) development model which simplifies the seven stages as follows: 1) Research and information collection, 2) Planning, 3) Develop preliminary form of product, 4 ) Preliminary field testing, 5) Main product revision, 6) Main field testing, 7) Operational product revision. The results of the feasibility of mobile learning-based learning media can be seen in the results of validation by a team of material experts, media and training as well as students' answers on limited product tests. This research shows that the mobile learning-based learning media can be used as an additional learning resource for students in history learning media with national movement material for class X Vocational High School 1 Serang.Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan media pembelajaran berbasis mobile learning pada kajian materi pergerakan nasional kelas X SMKN 1 Kota Serang, kedua mendeskripsikan hasil uji kelayakan Pembelajaran berbasis media mobile dalam ilmu pembahasan pergerakan nasional kelas X SMKN 1 Kota Serang. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan mengacu kepada model pengembangan (Walter & Gall D. Meredith, 1983) dimana didalamnya disederhanakan tujuh tahapan sebagai berikut: 1) Research and information collection, 2) Planning, 3) Develop preliminary form of product, 4) Preliminary field testing, 5) Main product revision, 6) Main field testing, 7) Operational product revision. Adapun hasil kelayakan media pembelajaran berbasis mobile learning dapat dilihat pada hasil validasi oleh tim ahli materi, media dan pelatihan serta jawaban peserta didik pada tes produk terbatas. Hasil penelitian media pembelajaran berbasis mobile learning dapat dijadikan sebagai sumber belajar tambahan bagi peserta didik pada media pembelajaran sejarah dengan materi pergerakan nasional kelas X SMKN 1 Kota Serang.
Militia Movement in Tangerang Incident of 1946 Rilva Deni Yogatama; Moh. Ali Fadillah; Yuni Maryuni
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 11, No 2 (2023): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v11i2.8420

Abstract

This research aimed to determine the role of the militia movement in a bloody incident in Tangerang Regency known as the Tangerang Incident in 1946. To achieve this goal, this study utilizes historical research methods and relevant theories to understand events through found historical sources. Historical sources used are oral and written. Based on the time when these historical sources were produced, these historical sources are subdivided into primary historical sources in the form of contemporary books, archives, photographs and newspapers. While secondary historical sources are interviews, relevant books and research. Based on the research results, Tangerang Regency is a multi-ethnic area where these conditions are prone to inter-ethnic riots, inter-ethnic conflicts have often occurred in this area since 1913 and relations between communities are getting worse. In a chaotic situation, militia groups emerged which were built on the interests of certain ethnic groups that were mutually hostile to one another, the group eventually committed an inhumane act known as the 1946 Tangerang Incident. This incident lasted for nearly two months between 1 June 1946 and July 15, 1946 where this incident claimed hundreds of lives through acts of robbery, murder and arson. even categorized as one of the bloodiest events of that era.
MELESTARIKAN TRADISI, MERAWAT INGATAN: SOSIALISASI KESENIAN DEBUS BANTEN PADA HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH (HIMADIRA) FKIP UNTIRTA Eko Ribawati; Muhammad Anggie Farizqi Prasadana; Yuni Maryuni; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Ana Nurhasanah; Arif Permana Putra; Rikza Fauzan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jpmbr.v6i2.5605

Abstract

Kesenian debus perlu dilestarikan kepada generasi muda, utamanya mahasiswa. Hal ini agar tetap lestari. Di era globalisasi seperti dewasa ini kesenian debus terkikis lantaran desakan kebudayaan-kebudayaan modern dari luar. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menyampaikan literasi terkait pentingnya kesenian debus beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai kesenian debus: nilai religi, nilai sosial, nilai ekonomi, dan nilai seni perlu disosialisasikan kepada mahasiswa. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah lewat sosialisasi. Lokasi kegiatan dilakukan di Kampus Ciwaru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kata Kunci: Tradisi, Merawat, Sejarah
IMPLEMENTASI BAHAN AJAR BERBASIS DIGITAL SENI TRADISI RAMPAK BEDUG PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X DI SMA NEGERI 2 PANDEGLANG Nurul Fajria Faradila; Yuni Maryuni
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i6.877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi bahan ajar berbasis digital seni tradisi Rampak Bedug melalui pembelajaran sejarah. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tahapan wawancara, oobservasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Pandeglang sudah berjalan dengan baik hal ini dapat dilihat melalui proses pembelajarannya. Pelaksanaan implementasi bahan ajar berbasis digital seni tradisi Rampak Bedug sangat membantu guru dan peserta didik dalam mempelajari kesenian lokal. Bahan ajar Rampak Bedug berbasis digital sehingga mudah untuk diakses oleh peserta didik terlebih dalam kondisi kasus virus Covid-19 ini. Dalam melakukan pengamatan peserta didik cukup antusias dalam kegiatan pembelajaran menggunakan bahan ajar berbasis digital seni tradisi Rampak Bedug. Adapun faktor yang menghambat guru dalam implementasi bahan ajar berbasis digital Rampak Bedug adalah tidak semua peserta didik memiliki koneksi internet yang baik, dan keterbatasan waktu pembelajaran yang mengharuskan penyampaian materi tidak tersampaikan seluruhnya. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan adanya tindak lanjut dari implementasi bahan ajar berbasis digital seni tradisi Rampak Bedug. Diharapkan bahan ajar ini bisa dijadikan salah satu sumber bagi peserta didik untuk lebih memahami mengenai kesenian Rampak Bedug.
S SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN STRATEGI LITERASI BAGI GURU SDN LINDUK KECAMATAN PONTANG Ana Nurhasanah nurhasanah; Yuni Maryuni
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 02 (2023): APRIL 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat masih rendahnya tingkat literasi siswa disekolah, agar siswa tidak tertinggal dalam perkembangan-nya, peningkatan kemampuan literasi siswa benar-benar diperlukan. Untuk itu, guru perlu mengetahui strategi-strategi literasi apa saja yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi literasi. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mensosialisasikan strategi literasi dan memberikan pendampingan terhadap guru sehingga memberikan  alternatif  solusi terhadap strategi literasi yang dapat diterapkan di SDN Linduk Kecamatan Pontang. Metode  pelaksanaan  pengabdian  dilakukan dengan tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan penyampaian materi, dan diskusi evaluasi. Hasil dari penelitian ini yaitu strategi literasi yang diterapkan di sekolah dasar dalam meningkatan pemahaman siswa, terdiri atas 3 tahap yaitu tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Faktor pendukung adalah semangat peserta didik, dukungan guru, adanya fasilitas fisik dan sarana prasarana, serta anggaran yang memadai. Faktor penghambat adalah masih adanya peserta didik kurang bersemangat, rendahnya pemahaman dan kesadaran guru terhadap pentingnya kegiatan literasi, keterbatasan sarana fisik, dan kurangnya dana yang dimiliki sekolah.
Peranan Masyarakat Terhadap Pelestarian Situs Batu Tulis di Desa Muruy Neelam Fahira; Agus Rustamana; Yuni Maryuni
Jurnal Artefak Vol 10, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i2.10721

Abstract

Cagar budaya situs batu tulis Muruy adalah salah satu peninggalan pada masa Kesultanan Banten, ditemukan pada tahun 1980. Ditetapkannya batu tulis Muruy sebagai benda cagar budaya, dengan usianya yang sangat tua, kondisinya pun akan mudah rusak jika dibiarkan begitu saja, nilai-nilai yang terkandung didalamnya akan terancam. Berdasaran hal tersebut pihak pengelola dan masyarakat bekerjasama dalam melakukan pelestarian situs. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kondisi situs batu tulis Muruy adalah dampak dari adanya peranan masyarakat yang bekerja sama dengan pihak pengelola. Peranan tersebut diantaranya adalah melakukan kegiatan gotong royong seperti melakukan renovasi dan perbaikan cungkup, pembangunan paving blok hingga penghibahan tanah milik masyarakat. Ditemukan bahwasanya tujuan dari masyarakat melakukan pelestarian tersebut karena untuk menjaga warisan budaya dan menjadikan situs Muruy sebagai tempat wisata sejarah. Kesimpulan dari temuan ini menunjukan bahwa peranan masyarakat Muruy terhadap pelestarian situs Batu Tulis Muruy merupakan tindakan tradisional dan tindakan rasional bersifat instrumental, karena baik secara tujuan dan instrument tindakan tersebut ditentukan oleh masyarakat melalui pertimbangan yang sepenuhnya bersifat rasional dan dilakukan secara turun temurun.
Pengaruh Gaya Belajar VAK (Visual, Auditorial dan Kinestetik) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 7 Kota Serang Shafa Syawalina; Agus Rustamana; Yuni Maryuni
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6252

Abstract

The aim of this research is to explain the influence of visual, auditory and kinesthetic learning styles on critical thinking skills in the Indonesian History subject of class XI IPA 2 students. This research uses quantitative methods with a pre-experimental design approach. A research design that observes one or more groups after being given a treatment or agent that is thought to cause change. The findings of this study indicate that each of the three learning style group Visual, Auditorial and Kinesthetic (VAK) significant effect on students overall critical thinking abilities. This is supported by the paired sample t test hypothesis test, resulting in a t_count value greater than the t_table value. In the visual group the resulting value was 14.209>2.160. Then the auditory group produced a score of 17.294>2.306 and the kinesthetic group with a score of 6.967>2.447. Students who are visual types when receiving information tend to use the visual sense modality. Furthermore, students with the auditory type use the auditory sense modality. And students with the kinesthetic type use the kinesthetic or physically oriented modality. Before being given treatment, the average pre-test score of students was classified as low or below the minimum completeness criteria. After receiving the learning, stundents average scores on the post-test exceeded the minimum passing standard. This increase can be seen in the comparison of pre-test and post-test scores which shows an increase in learning, this means that the treatment in the form of the learning process provided is classified as effective.
Problematika Guru dalam Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Lokal Banten: Studi Kasus: SMAN 2 Pandeglang Az Zahra Laila Dhaniarti; Yuni Maryuni; Eko Ribawati
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 4 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i4.6092

Abstract

This study aims to determine the problems faced by teachers in developing local Banten history teaching materials, in class X of SMAN 2 Pandeglang. The method used in this study is qualitative, with a case study approach. This research was conducted in classes X-I, X-J, X-K and X-L. The research was conducted on August 26 - September 5, 2024. The focus of the research studied in this thesis is: the problems faced by history teachers in developing local Banten history teaching materials. The purpose of this study is: to find out the problems faced by history teachers in developing teaching materials for Banten local history. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, questionnaires and documentation. The data analysis technique used by the researcher used the Miles and Huberman model which includes: Data reduction, Data presentation, and Verification or Conclusion drawing. The research procedure conducted is divided into three stages, namely: Pre-field stage, implementation stage and reporting stage. Based on the research results obtained by the researcher, it shows that: the problems faced by teachers in developing local Banten history teaching materials are in the emphasis of local history materials that connect with the national curriculum, resulting in limited resources to develop teaching materials, especially in the Banten region, in addition, teachers have difficulty finding references regarding local Banten historical material because cultural events or studies, especially in the Banten region, have few or even no sources of information, and some historical events and their origins are difficult to determine. Due to this problem, it affects teachers in developing local Banten history teaching materials which cannot be realized properly.