Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

STUDI ETNOMETODOLOGI WANITA PENJAJA SEKS (WPS) DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI LOKALISASI SUNAN KUNING KOTA SEMARANG -, Machmudah; Hartiti, Tri; Samiasih, Amin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.36 KB)

Abstract

Prostitusi merupakan masalah sosial ekonomi yang sangat dilematikdirasakan oleh bangsa kita. Masalah ekonomi merupakan salah satu alasanseorang wanita memilh untuk menjadi Wanita Penjaja Seks (WPS).Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS merupakan momok bagi parapenjaja dan pengguna seks bebas. Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah setiap mikroba yang ditularkan seseorang kepada orang lain melalui kontak yang dekat dan intim (Spense, 1989). Dilokalisasi Sunan Kuning Kota Semarang merupakan tempat praktek prostitusi yang beresiko adanya penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV / AIDS. Untuk mencegah terjadinya IMS dan HIV / AIDS adalah dengan menggunakan kontrasepsi kondom dan pelaksanaan program Voluntary Conseling Test (VCT).
GAMBARAN SOFTSKILL MAHASISWA SARJANA PERAWAT DI FIKKES UNIVERSTAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Tri Hartiti; Ernawati -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.189 KB)

Abstract

Perawat adalah seseorang yang memberikan pelayanan kesehatan (care provider) secara profesional, dimana pelayanan tersebut berbentuk pelayanan biologis, psikologis sosial, spiritual yang ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat. Perawat diharapkan memiliki kompetensi sebagai perawat profesional, baik berupa hard skill maupun soft skill.Soft skill merupakan salah satu keterampilan yang harus di miliki oleh setiap orang terutama bagi perawat. Soft skill diperlukan untuk mendukung hard skill atau keterampilan teknis yang telah didapatkan oleh para perawat saat mengikuti pendidikan keperawatan atau sebagai mahasiswa keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran softskill mahasiswa strata satu keperawatan..Metode penelitian non eksperimen(deskriptif), dengan pendekatan survey terhadap populasi 264 mahasiswa yang diambil semuanya dari semester 2 sampai 8. Hasil yang didapatkan adalah sebagian besar mahasiswa perawat berjenis kelamin perempuan 65,5%,rerata umur 20 tahun, softskill mahasiswa berada pada katagori sedang, yaitu sebesar 55.7% , mahasiswa dengan softskill yang tinggi 32.3%, namun demikian masih ada 12 % yang kemampuan softskillnya masih rendah. Komponen softskill yang paling tinggi yang dimiliki oleh mahasiswa perawat adalah kemampuan bekerja sama, diikuti etik moral dan professional serta kewirausahaan. Kemampuan yang paling rendah adalah kemampuan memimpin dan kemampuan berfikir kritis yaitu sebesar 24.6%. Softskill mahasiswa keperawatan menunjukkan trend yang meningkat dari semester 2, 4 dan 6, namun mengalami penurunan lagi setelah memasuki semester 8 hal tersebut dikarenakan pada semester 8 mahasiswa kembali melaksanakan kegiatan yang bersifat individu dan interaksi dengan kelompok sudah sangat sedikit.Kata kunci : softskill mahasiswa perawat
PEMBERDAYAAN KADER POSBINDU LANSIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA KANGKUNG DEMAK Yunie Armiyati; Edy Soesanto; Tri Hartiti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.344 KB)

Abstract

An increasing number of elderly people will have an impact on the socioeconomic well in the family, society and the government. The aging process resulted in a decrease in the physical, psychological, decreased independence, inability to work and the impact on the non-fulfillmentof their daily needs and social needs of the community. Posbindu as an effort to empower elderly people to optimize promotive, preventive, curative and rehabilitative for the problems of the elderly need to engage in activities that can support these efforts through posyandu elderly,providing support to the elderly and to optimize the utilization of plant family medicine for curative measures for the health problems of the elderly. Support for improving community participation in pokjakes and optimizing health worker roles and community service activities conducted through science and technology-based community empowerment elderly health cadres. The purpose of this community service activities was to apply science and technology to the community-based elderly health cadres. Activities undertaken include the making of a media health promotion leaflets and flipcharts, conducting a training cadre posyandu elderly health prevention and treatment of diseases of the elderly, physical examination and simple laboratory tests in the elderly, as well as the management of complementary therapies in elderly empower the community in producing extracts family of traditional medicine in the packaging. Other activities carried out by holding the equipment to cultivate medicinal plants, medicinal plants cultivation training and training of traditional medicine-making family. Having done community service activities, increased numbers of cadres and cadres liveliness, increasedtraffic posbindu elderly and increased knowledge and skills in the management of elderly health problems as well as increase the ability of cadres in the processing of herbal ingredients.
TERAPI RELAKSASI TERHADAP NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG - ERNAWATI; TRI HARTITI; IDRIS HADI
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri pada saat menstruasi atau haid sering dikeluhkan seorang wanita sebagai sensasi tidak nyaman,bahkan karena timbulnya nyeri tersebut dapat mengganggu aktivitas dan memaksa penderita untukistrahat dan meninggalkan pekerjaan atau aktivitas rutinnya selama beberapa jam atau beberapa hari.Puncak insiden dismenore primer terjadi pada akhir masa remaja (adolescence) dan di awal usia 20,insiden dismenore pada remaja (adolescence) dilaporkan sekitar 92%. Rasa ketidaknyamanan jika tidakdiatasi akan mempengaruhi fungsi mental dan fisik individu sehingga mendesak untuk segera mengambiltindakan/terapi secara farmakologis atau non farmakologis. Dalam lingkup keperawatan dikembangkanterapi non farmakologis sebagai tindakan mandiri perawat. Penelitian ini untuk menjelaskan perbedaanderajat nyeri dismenore sebelum dengan sesudah dilakukan terapi relaksasi pada mahasiswi keperawatanUniversitas Muhammadiyah Semarang. Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental denganrancangan Non Equivalent Control Group Design. Pengambilan subyek dilakukan berdasarkanProporsional Random Sampling dan yang memenuhi syarat inklusi yaitu sebanyak 50 orang . Usiaresponden berkisar antara 17 – 28 tahun, sebelum dilakukan terapi relaksasi nafas dalam mengalaminyeri sedang sebanyak 31 orang (62,0%) dan sesudah dilakukan teknik relaksasi sebagian besar kategorinyeri ringan sebanyak 35 orang (70,0%). dengan uji Wilcoxon diketahui nilai significant difference p =0,000, <a (0,05). Sehingga ada perbedaan yang bermakna antara nyeri dismenore sebelum dan sesudahdilakukan teknik relaksasi nafas dalam pada mahasiswi S-1 Keperawatan UNIMUS dan ada pengaruhteknik relaksasi nafas dalam relaksasi dengan nyeri dismenore.Kata Kunci : Tehnik relaksasi nafas dalam, dismenore
GAMBARAN KADAR TRIGLISERID AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA YANG DILAKUKAN BEKAM BASAH Amin Samiasih; Tri Hartiti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Medroksi Depo Progesterone Acetate (DMPA) use in central Java is56.88% . DMPA  used in Indonesia because the failure rate of less than 1%, might forget asmall, high reversibility, does not interfere with intercourse, use of a long period of time (along-acting contraceptive steroids) (BKKBN, 2012, Ganiswara SG, 2008). Research Hartiti T2010, the longer use of DMPA Injectable  increased triglyceride levels. Triglycerides contributeto risk factors for atherosclerosis and coronary heart disease (CHD) when accompanied bydecreased levels of HDL. (Mitrovska S, Jovanova S, Matthiesen I, Libermans C, 2009, LihChen Yun Wing, Ya Chi Chen, Yu Yin Shih, Jung Chien Cheng, Jiuan Yiu Lin, and Jyh JiangMeeii 2008). Wet cupping complementary therapies proven to reduce LDL cholesterol tonormal males (Farahmand SK, LZ Gang, Saghebi SA, Mohammadi M, Mohammadi S,Mohammadi G, et al 2012). Wet Cupping lower cholesterol, triglycerides and uric acid inpatients with migraine in Demak (Samiasih A, and Hartiti T, 2013). Obaject of research: toprove the effect of wet cupping on injectable DMPA acceptors triglycerides. Results: Levels oftriglycerides before cupping mean 305mg / dl, minimum 250mg / dl and a maximum of 370mg /dl with a standard deviation of 33.9. Triglyceride levels after cupping mean 272 mg / dl, aminimum of 200 mg / dl and a maximum of 350 mg / dl with a standard deviation of 51.5. Thetest results stated Pair T Test p value 0.001 which means there wet cupping effect ontriglyceride levels injectable DMPA acceptors. Conclusions wet cupping decreased triglyceridelevel on DMPA contaception injection use. Keywords: DMPA, wet cupping, triglycerides
PENINGKATAN SOFTSKILL MAHASISWA PERAWAT MELALUI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DOSEN DALAM MENGELOLA KELAS DI FIKKES UNIMUS Tri Hartiti; Ernawati Ernawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: A nursing lecturer is an individual responsible for learning process management of nursing students who are expected to professionally provide health services (care provider) in the forms of biological, psychological, social, and spiritual services to individuals, families, and communities in the future. A nursing lecturer is expected to have competences as a classroom management leader who gives opportunities for students to properly actualize their emotions, the one who effectively utilizes resources, andwho does not only focus on the working results known as transformational leadership. Transformational leadership is widely acknowledged as one leadership model which improves human resources. Objectives: this research aims to figure out the lecturers’ transformational leadership in classroom management at Nursing and Health Faculty of Muhammadiyah University of Semarang.Methods: This non experimental (descriptive) research is conducted with a survey approach on a population of 24 nursing lecturers fulfilling inclusion criteria.
TERAPI RELAKSASI TERHADAP NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG ERNAWATI -; TRI HARTITI; IDRIS HADI
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.318 KB)

Abstract

Nyeri pada saat menstruasi atau  haid sering dikeluhkan  seorang wanita sebagai sensasi tidak nyaman, bahkan karena timbulnya nyeri tersebut dapat mengganggu aktivitas dan memaksa penderita untuk istrahat dan meninggalkan pekerjaan atau aktivitas rutinnya selama beberapa jam atau beberapa hari. Puncak insiden dismenore primer terjadi pada akhir masa remaja (adolescence) dan di awal usia 20, insiden dismenore pada remaja (adolescence) dilaporkan sekitar 92%. Rasa ketidaknyamanan jika tidak diatasi akan mempengaruhi fungsi mental dan fisik individu sehingga mendesak untuk segera mengambil tindakan/terapi secara farmakologis atau non farmakologis. Dalam lingkup keperawatan dikembangkan terapi non farmakologis sebagai tindakan mandiri perawat. Penelitian ini untuk menjelaskan   perbedaan derajat nyeri dismenore sebelum dengan sesudah dilakukan terapi relaksasi pada mahasiswi keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang. Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design. Pengambilan subyek dilakukan berdasarkan Proporsional Random Sampling dan  yang memenuhi syarat inklusi yaitu sebanyak  50 orang . Usia responden berkisar antara 17 – 28 tahun, sebelum dilakukan terapi relaksasi nafas dalam mengalami  nyeri sedang sebanyak 31 orang (62,0%) dan sesudah dilakukan teknik relaksasi sebagian besar kategori nyeri ringan sebanyak 35 orang (70,0%). dengan uji Wilcoxon diketahui nilai significant difference p = 0,000, <  (0,05). Sehingga ada perbedaan yang bermakna antara nyeri dismenore sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam  pada mahasiswi  S-1 Keperawatan UNIMUS dan ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam relaksasi dengan nyeri dismenore.Kata Kunci : Tehnik relaksasi nafas dalam, dismenore
PROGRAM ORIENTASI DAN KARAKTERISTIK DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RS ISLAM ROEMANI PKU MUHAMMADIYAH SEMARANG Tri Hartiti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan dari kerjasama sebagai interaksi social untuk mencapai tujun bersama dengan sumberdaya manumur yang mempunyai kinerja positif akan berlangsung sebagai kegiatan yang produktif,sebaliknya akan menjadi tidak produktif apabila menghadapi perilaku manajemen sumber dayamanumur yang mengabaikan nilai-nilai kemanumuran, salah satu upaya kegiatan manajemen SumberDaya manumur yang bertujuan untuk menghilangkan atau menghambat usaha mendayagunakankemampuan tenaga kerja secara optimal dalam memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuanorganisasi dapat dilaksanakan melalui program orientasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program orientasi dengan kinerja perawatpelaksana di RS Roemani PKU Muhammadiyah Semarang, dengan populasi semua perawatpelaksana yang telah mengikuti program orientasi dalam kurun waktu 1 tahun, dan sampel yangmemenuhi kriteria sebanyak 53 orangMetode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional, yaitudeskriptif analitik dengan pendekatan crossectionalHasil analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi pearson didapatkan bahwa pendidikan (p=0,005 dan r -0,266), status perkawinan (p= 0,004dan r -0,301), isi program orientasi (p= 0,005 dan r0,377), supervisi pada program orientasi (p= 0,001 dan r 0,438), tim pelatih pada program orientasi(p= 0,005 dan r 0,407), yang berarti terdapat hubungan secara bermakna antara pendidikan, statusperkawinan, dengan kinerja perawat pelaksana yang mengikuti program orientasi, terdapat hubunganyang bermakna antara isi program orientasi, supervisi pada program orientasi, tim pelatih padaprogram orientasi dengan kinerja perawat pelaksana dan secara keseluruhan terdapat hubungan antaraprogram orientasi dengan kinerja perawat pelaksana dengan p= 0,008 dan r 0,367.Hasil analisis multivariate dengan menggunakan metode backward regressi linier untuk menganalisishubungan antar predictor program orientasi dengan kinerja perawat pelaksana didapatkan hasil bahwasupervisi pada program orientasi dan status perkawinan didapatkan nilai R² = 0,501 p = 0,001, yangberarti 50,1% dari variasi kinerja perawat pelaksana dapat dijelaskan oleh supervisi pada programorientasi dan status perkawinan dengan persamaan regressi adalah : kinerja perawat pelaksana =54,058 + 0,341 (supervisi) + 0,262 (status perkawinan) yang berarti jika terjadi kenaikan 1 unit padasupervisi program orientasi akan meningkatkan kinerja perawat sebesar 0.342 point setelah dikontrololeh status perkawinan. Dan jika terjadi kenaikan 1 unit perawat yang tidak kawin maka akanmeningkatkan 0,417 point kinerja setelah dikontrol oleh supervisi.
PENINGKATAN KINERJA SUB RECIPIENT TB AISYIYAH MELALUI MANAJEMEN GAYA KEPEMIMPINAN DAN ETOS KERJA Tri hartiti; Amin Samiasih
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.451 KB)

Abstract

Manajemen dan Kepemimpinan yang baik diharapkan akan meningkatkan kinerja pegawaiseperti yang diharapkan. Faktor Manajemen kepemimpinan merupakan peran yang sangatpenting dalam memainkan keseluruhan upaya meningkatkan kinerja. Manajemen TB CareAisyiyah telah berhasil meraih Rating yang tertinggi A-1 yang dicapai pada tahun 2012, ratingtersebut diperoleh karena adanya ketepatan pelaporan kegiatan, ketepatan penyerapan anggaranper kuartal, dan pencapaian suspek TB. Hasil kinerja organisasi dan adanya etos kerjaditunjukkan dengan jumlah kader aktif, jumlah cakupan Suspek, perluasan wilayah kerja sertaangka kesembuhan dari pasien yang berobat yang melebihi target ngka kesembuhan di JawaTengah. Metode penelitian ini adalah mixed method dengan  desain kualitatif dan kuantitatif.Sampel yang digunakan sebanyak 103 orang  kader dengan teknik pengambilan concecutivesampling dan 18  orang  tim pengelola SR yang ada di wilayah Semarang, Demak, Kendal,Tegal, maupun Kebumen. Tim pengelola TB Care Aisyiyah jawa Tengah menerapkan fungsi manajemen yang paling baik adalah perencanaan, dan evaluasi, kurang dirasakan pada fungsipengorganisasian dan penggerakan. Gaya kepemimpinan yang dominant diterapkan olehpengelola program menurut responden terbanyak adalah gaya kepemimpinan task oriented32%,birokratik 24,3%,nurturant 24,3%, partisipatif 19,4%, etos kerja yang diterapkan olehpengelola program baik sebesar 69,9%, cukup 30,1% Kinerja yang telah diterapkan baik sebesar52,4%, dan cukup 47,6% hubungan antara gaya kepemimpinan dengan etos kerjanya didapatkanp= 0,126, hubungan gaya kepemimpinan dengan kinerja dengan p=0,333, hubungan antara etoskerja dengan kinerja dengan p= 0,001.fungsi manajemen sudah dilaksanakan meskipun tidakkeseluruhan baik, Gaya kepemimpinan yang dominan diterapkan oleh pengelola programterbanyak adalah task oriented, etos kerjanya baik, kinerjanya baik. Ada hubungan antara etoskerja dengan kinerja, tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan etos kerja,dan tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja Kata kunci: Manajemen, , Etos, Kinerja,
TINGKAT NYERI PERSALINAN MELALUI TERAPI ACUPRESSURE METACARPAL DAN COUNTER-PRESSURE REGIOSAKRALIS IBU PERSALINAN KALA I Sri Rejeki; Tri Hartiti; Machmudah -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.249 KB)

Abstract

Latar belekang: Sebagian besar (90%) proses persalinan disertai rasa nyeri. Hasil studi pada persalinan kala I  didapatkan bahwa 35% primipara melukiskan nyeri sangat hebat, 37% mengalami nyeri hebat dan 28% mengalami nyeri sedang. Nyeri persalinan membutuhkan metode penanganan yang baik dan tidak menimbulkan komplikasi yang dapat menggangu proses persalinan. Metode Counter Pressure dan Acupressure merupakan alternative yang dapat mengurangi nyeri persalinan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat nyeri pada ibu persalinan kala I, sebelum dan setelah dilakukan tindakan Counter Pressure regio sakralis dan Acupressure metacarpal. Metode penelitian: Coasy experimental design  dengan dua kelompok perlakuan  yaitu  kelompok counter pressure dan acupressure. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu dalam proses persalinan kala I yangmemenuhi criteria inklusif yang diambil secara accidental sampling. Hasil penelitian : Sebelum dilakukan counter pressure, nyeri yang dialami ibu primipara dikategorikan dalam nyeri berat sebanyak 93,3% dan nyeri sedang sebanyak 6,7% dan setelah dilakukan counterpressure menjadi nyeri sedang 86,7% dan nyeri ringan 13,3%. Sebelum dilakukan akupressure, nyeri yang dialami ibuprimipara dikategorikan dalam nyeri berat sebanyak 80% dan nyeri sedang sebanyak 20% dan setelah dilakukan akupresure menjadi nyeri sedang 86,7% dan masih tetap kategori nyeri berat 13,3%. Dari hasil uji statistik paired sample t-test dari masing-masing tindakan diperoleh nilai signifikansi < 0,05, Kesimpulan: Terdapat perbedaan penurunan tingkat nyeri ibu persalinan kala I fase aktif dengan metode  counter pressure (2,67) pada regiosakralis dan accupresure (1,93) pada metacarpal. Hasil analisa T-test didapatkan nilai 2,955 dan signifikansi sebesar 0,010(p<0,05).