Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sewagati

Penerapan E-Commerce untuk Penguatan UMKM Berbasis Konsep One Village One Product di Kabupaten Karangasem I Ketut Eddy Purnama; Putu Gde Ariastita; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni; Supeno Mardi Susiki Nugroho
Sewagati Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.77 KB)

Abstract

Pendekatan OVOP (One Village One Product) merupakan konsep dalam pengembangan ekonomi wilayah yang mengarahkan suatu wilayah/desa mampu menciptakan suatu produk khas yang bercirikan lokal dengan memanfaatkan segala potensi sumberdaya lokal yang dimilikinya serta berdaya saing global. Dalam mendorong implementasi OVOP di Indonesia, kebijakan dan program yang mendukungnya ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian sejak tahun 2008. Pendekatan OVOP mengandalkan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi sebagai ujung tombak dalam menghasilkan produk unggulan desa/wilayah. Namun, hingga kini implementasi OVOP di daerah masih sering menemukan kendala, terutama pada penguatan kapasitas pelaku usaha dalam menciptakan produk unggul yang berdaya saing global. Pada tahun 2017 telah dilaksanakan kegiatan pengabdian masayrakat melalui identifikasi komoditas unggulan dengan pendekatan OVOP di Kabupaten Karangasem. Hasilnya adalah terdapat 11 jenis produk unggulan yang diproduksi oleh UMKM yang tersebar di 8 kecamatan yang hanya memiliki skala pemasaran sebagian lokal. Kegiatan perekonomian di Kabupaten Karangasem didominasi oleh kegiatan UMKM ini dengan karakteristik modal kecil, tenaga kerja sedikit, manajemen/pengelolaan yang sederhana, serta teknologi yang juga masih sederhana. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 27.709 orang. Peran UMKM ini strategis sebagai penopang perekonomian wilayah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karangasem. Namun, kendala promosi dan strategi pemasaran produk menjadi hambatan utama sektor UMKM ini. Oleh karena itu, perlunya penguatan sektor UMKM terutama dalam hal pemasaran produk melalui penerapan E-Commerce. E-Commerce adalah platform aktifitas jual-beli barang atau jasa melalui komputer dan jaringan internet. Penerapan e-commerce dilakukan di banyak negara-negara berkembang dan berhasil meningkatkan produktifitas, menjangkau pasar lebih luas, dan kesempatan penjualan yang lebih baik sehingga juga meningkatkan daya saing global. Implementasi OVOP di Karangasem dapat diperkuat dengan sebuah platform Information and Communication Technology (ICT) berupa e-commerce atau perdagangan elektronik. Beberapa manfaat e-commerce diantaranya dapat menambah jangkauan pemasaran dan jumlah konsumen, mempermudah promosi produk, mengurangi rantai distribusi pemasaran barang, mempermudah interaksi antara penjual dan pembeli termasuk mendapat saran dari pembeli, dan pada akhirnya dapat meningkatkan produksi. Dengan penerapan e-commerce, maka sektor UMKM diharapkan dapat mengaplikasikan bisnis/usaha yang berkelanjutan dan bersaing secara global berdasarkan prinsip-prinsip OVOP.
Peningkatan Kualitas PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) di Perguruan Tinggi Surabaya Nur Fadhilah; Bandung Arry Sanjoyo; Putu Gde Ariastita; Hakun Wirawasista Aparamarta; Imam Abadi; Doty Dewi Risanti
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.824 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.422

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia adalah melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). PKM dapat memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi mahasiswa dan prestasi perguruan tinggi dalam pemeringkatan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Namun terdapat beberapa Perguruan Tinggi di Surabaya yang memiliki jumlah proposal terdanai dan tim lolos PIMNAS yang masih rendah. Pada program pengabdian ini dilakukan pendampingan dalam pengelolaan PKM pada Perguruan Tinggi mitra. PT mitra yang terdiri dari dosen, kemahasiswaan maupun tim PKM terdanai diikutsertakan dalam seluruh kegiatan PKM yang diadakan oleh ITS, serta pembimbingan dalam pembuatan laporan dan presentasi. Adapun serangkaian kegiatan PKM yang telah dilaksanakan antara lain sosialisasi dan penyamaan persepsi, monitoring, dan evaluasi (monev) internal I – IV, Sleep Over Night (SON) dan Pra-camp PIMNAS. Model monev secara menerus ini merupakan adaptasi dari pembelajaran secara flipped classroom yang terbukti mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa. Dari hasil angket yang diperoleh memaparkan bahwa PT mitra sangat terbantu dan banyak mendapatkan manfaat dengan adanya program Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas PKM PT mitra. Hal ini dibuktikan dengan tim PKM terdanai memahami target luaran yang harus dicapai serta adanya tim PKM yang lolos PIMNAS.
Pengembangan Sistem E-Lapor untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Data Perumahan, Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) di Kabupaten Sidoarjo Putu Gde Ariastita; I Dewa Made Frendika Septanaya; Arwi Yudhi Koswara; Karina Pradinie Tucunan; Agus Budi Raharjo; Placidus Kristadi Stefanugroho
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.793 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.448

Abstract

Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi pilihan utama bagi pengembang untuk membangun perumahan di wilayah metropolitan Surabaya. Pembangunan perumahan formal berkembang dengan pesat dan dampaknya sektor properti menjadi tulang punggung perekonomian di Kabupaten Sidoarjo. Namun, masalah muncul karena mayoritas pengembang belum atau tidak menyerahkan aset prasarana, sarana dan utilitas (PSU) perumahannya ke pemerintah daerah sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri dalam Negeri No.9 tahun 2009 dan Peraturan Bupati Kabupaten Sidoarjo No.16 tahun 2017 serta No.10 tahun 2019. Dengan adanya permasalahan ini, sistem E-Lapor dibuat untuk mengelola isu PSU perumahan di Kabupaten Sidoarjo. Sistem ini secara teknis dikembangkan dalam bentuk web dengan memanfaatkan kerangka kerja Code Igniter dan sistem database MySQL. Hasilnya, sistem E-Lapor dapat mempermudah pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan kegiatan pemantauan, pencegahan dan penindakan, khususnya kepada pengembang yang tidak tertib dan taat dalam menyediakan PSU di lokasi perumahannya. Selain itu, bank data E-Lapor juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan fitur lain dalam sistem cerdas E-Pengelolaan aset PSU perumahan di Kabupaten Sidoarjo.
PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Sebagai Instrumen Peningkatan Budaya Keilmiahan dan Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi Surabaya Doty Dewi Risanti; Mahardika F. Rois; Nur Fadhilah; Tegar Ganang Satrio Priambodo; Bandung Arry Sanjoyo; Putu Gde Ariastita; Hakun Wirawasista Aparamarta; Imam Abadi
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.655

Abstract

Periode pandemi Covid-19 berdampak kepada \textit{softskill} mahasiswa secara umum terlebih pada aspek komunikasi, kerjasama, kepemimpinan dan daya tahan. Terdapat beberapa metode Pendidikan misalnya video edukasi, pertukaran pelajar, dan kompetisi mahasiswa secara daring yang ternyata tidak mampu menggantikan budaya ilmiah dan kemahasiswaan yang menekankan interaksi. Oleh karenanya Kemdikbudristek memberikan salah satu instrumen berupa PKM yang terbagi menjadi 8 bidang pendanaan dan 2 insentif yang disusun oleh kelompok selama 5-7 bulan. Terdapat 10 perguruan tinggi mitra ITS yang memiliki 26 tim PKM terdanai yang diberikan pembinaan selama 3 kali secara daring dan 1 kali secara luring. Pembimbingan dilakukan oleh 6 dosen reviewer ITS, 3 Alumni PIMNAS, dan 4 fasilitator yang terbiasa membina PKM di ITS. Setelah melalui bimbingan, tim Perguruan tinggi mitra yang lolos PIMNAS 35 adalah sejumlah 2 tim. Evaluasi terhadap PKM Perguruan tinggi mitra adalah tentang kurangnya sisi kreativitas pada saat penulisan proposal, serta kurangnya motivasi mahasiswa yang menyebabkan rendahnya konsistensi kehadiran mahasiswa dalam menjalani bimbingan dan pelaksanaan saran pada tiap bimbingan. Sehingga, perlu dilakukan pembinaan terhadap penulisan dan pembangunan iklim yang konstruktif terhadap budaya ilmiah tersebut sejak di fase penulisan proposal.